Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » 100 Ribu Sultan Muda dan 165 Ribu Penganggur Sumsel

100 Ribu Sultan Muda dan 165 Ribu Penganggur Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melihat TPT, angkatan kerja, dan klaim penciptaan lapangan kerja di Sumatera Selatan

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada dua cerita tentang pasar kerja Sumatera Selatan (Sumsel) yang menarik dibaca secara bersamaan.

Pertama, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong program Sultan Muda Sumsel, dengan gagasan mengubah anak muda dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan arah program tersebut saat menjadi narasumber Talkshow Interaktif “Sultan Muda Sumatera Selatan” di Panggung Utama Kriya Nusa, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Dalam forum itu, ia menjelaskan sekitar 100 ribu Sultan Muda telah menggerakkan berbagai sektor usaha berbasis teknologi dan inovasi.

Sementara, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menunjukkan gambaran pasar kerja yang perlu dibaca lebih hati-hati.

Pasalnya pada Agustus 2025, jumlah angkatan kerja Sumsel tercatat 4,66494 juta orang. Penduduk yang bekerja sebanyak 4,49257 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 3,69 persen.

Kemudian pada Mei 2026, TPT tercatat 3,60 persen, sekilas, angka tersebut terlihat positif karena TPT turun 0,09 poin dibanding Agustus 2025, namun cerita tidak berhenti pada angka TPT.

TPT Turun, Tetapi Angkatan Kerja Juga Menyusut

Data BPS itu menunjukkan jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 berada di sekitar 4,58757 juta orang. Artinya, dibanding Agustus 2025, jumlah angkatan kerja justru berkurang sekitar 77 ribu orang.

Penduduk yang bekerja juga turun, dari sekitar 4,49257 juta orang pada Agustus 2025 menjadi sekitar 4,42247 juta orang pada Mei 2026. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran juga turun. Inilah mengapa angka TPT perlu dibaca bersama indikator ketenagakerjaan lainnya.

TPT merupakan persentase pengangguran terhadap angkatan kerja. Ketika jumlah angkatan kerja berubah, angka TPT juga harus dibaca dalam konteks perubahan tersebut.

Oleh karena itu, penurunan TPT dari 3,69 persen menjadi 3,60 persen tidak dengan sendirinya berarti seluruh penurunan tersebut berasal dari penciptaan lapangan kerja baru. BPS justru mencatat dinamika yang cukup besar pada pasar kerja Sumsel.

Februari ke Mei 2026 Juga Menarik

Gambaran yang lebih dekat terlihat ketika membandingkan Februari dengan Mei 2026. Pada Februari 2026, angkatan kerja Sumsel mencapai sekitar 4,76234 juta orang, sedangkan pada Mei turun menjadi sekitar 4,58757 juta orang.

Artinya, terjadi penurunan sekitar 175 ribu orang, penduduk bekerja juga turun sekitar 169 ribu orang. Sementara TPT hanya bergerak tipis dari 3,59 persen menjadi 3,60 persen. TPAK atau Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja juga turun 2,82 poin menjadi 68,07 persen.

Angka-angka itu  tidak berarti kondisi pasar kerja Sumsel otomatis memburuk, tapi angka itu mengambarkan persoalan ketenagakerjaan tidak cukup dibaca hanya melalui satu indikator bernama TPT.

Lalu, Di Mana Posisi 100 Ribu Sultan Muda?

Melihat angka itu, sehingga di sinilah program Sultan Muda menjadi menarik untuk dilihat lebih jauh.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyebutkan sekitar 100 ribu Sultan Muda telah aktif di berbagai sektor usaha berbasis teknologi dan inovasi.

Pemerintah juga menyatakan program tersebut diarahkan untuk mendorong anak muda menjadi pencipta lapangan kerja.

Gagasan tersebut tentu berbeda dengan hanya menciptakan lapangan pekerjaan bagi pencari kerja.

Seorang job seeker mencari pekerjaan.

Seorang job creator diharapkan mampu membangun usaha dan, pada tahap berikutnya, membuka pekerjaan bagi orang lain.

Oleh karena itu, ukuran keberhasilannya juga semestinya tidak hanya pada berapa banyak orang yang masuk dalam program.

Pertanyaan berikutnya adalah, berapa banyak usaha yang benar-benar berjalan, berapa banyak yang bertahan, dan berapa banyak tenaga kerja yang berhasil diserap?

Pertanyaan tersebut bukan berarti mempertanyakan keberadaan program.

Justru sebaliknya, pertanyaan itu penting agar dampak sebuah program dapat terlihat secara lebih konkret.

Klaim Penurunan TPT Perlu Dilihat dari Periodenya

Dalam keterangan Pemprov Sumsel, program Sultan Muda disebut memberikan dampak nyata terhadap penurunan TPT.

Data BPS memang menunjukkan TPT Sumsel turun dari 3,69 persen pada Agustus 2025 menjadi 3,60 persen pada Mei 2026.

Namun, data yang sama juga menunjukkan perubahan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja. Oleh karena itu, hubungan antara program tertentu dan perubahan TPT membutuhkan data penghubung.

Misalnya, berapa peserta Sultan Muda yang sebelumnya berstatus penganggur?

Berapa yang kemudian membuka usaha?

Berapa usaha yang masih aktif?

Berapa tenaga kerja baru yang diserap?

Dan berapa kontribusinya terhadap perubahan angka pengangguran secara keseluruhan?

Tanpa data tersebut, hubungan antara program dan angka TPT masih lebih tepat disebut sebagai klaim dampak yang perlu dibaca bersama data ketenagakerjaan, bukan sebagai kesimpulan sebab-akibat yang sudah selesai.

Yang Perlu Diukur Bukan Hanya Jumlah Peserta

Program dengan jumlah peserta besar tentu menarik.

Tetapi dalam kebijakan publik, jumlah peserta bukan satu-satunya ukuran dampak.

Sepuluh ribu orang yang benar-benar menjalankan usaha dan menciptakan pekerjaan bisa saja memiliki dampak berbeda dengan seratus ribu orang yang baru terdaftar dalam sebuah ekosistem program.

Oleh karena itu, data yang lebih menarik ke depan justru bukan hanya angka 100 ribu Sultan Muda.

Yang lebih penting adalah data turunannya.

Berapa jumlah usaha baru?

Berapa yang naik kelas?

Berapa yang memperoleh pembiayaan?

Berapa yang masuk pasar digital?

Berapa yang berhasil menembus pasar ekspor?

Dan yang paling relevan dengan pembahasan ketenagakerjaan, yaitu berapa lapangan kerja baru yang tercipta?

Jika data tersebut tersedia secara berkala, publik akan lebih mudah melihat hubungan antara program kewirausahaan dengan perubahan kondisi pasar kerja.

Tantangan Pasar Kerja Tidak Berhenti pada Pengangguran Hari Ini

Ada persoalan lain yang juga tidak kalah penting.

Pasar kerja tidak hanya berbicara mengenai orang yang menganggur.

BPS juga mencatat indikator seperti pekerja formal, pekerja paruh waktu, setengah penganggur, hingga struktur lapangan pekerjaan.

Pada Mei 2026, misalnya, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menyerap sekitar 2,070 juta orang atau 46,81 persen penduduk bekerja di Sumsel.

Sementara pekerja formal mencapai sekitar 1,695 juta orang atau 38,32 persen.

Artinya, tantangan Sumsel bukan semata-mata bagaimana menurunkan angka pengangguran.

Tantangannya juga bagaimana menciptakan pekerjaan yang lebih produktif, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan kualitas pekerja, dan mendorong usaha kecil agar dapat berkembang menjadi usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.

Dari Job Seeker Menjadi Job Creator

Pada persoalan ini, gagasan Sultan Muda sebenarnya bertemu dengan persoalan pasar kerja yang lebih luas.

Jika anak muda tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan tetapi juga membangun usaha, maka program kewirausahaan dapat menjadi salah satu bagian dari strategi menghadapi pasar kerja.

Namun, proses dari job seeker menjadi job creator tentu tidak selesai hanya dengan pelatihan atau pendaftaran program.

Ada persoalan modal, akses pasar, kemampuan manajemen, digitalisasi, pendampingan, keberlanjutan usaha hingga kemampuan menyerap tenaga kerja.

Pemprov Sumsel sendiri menyebut fasilitasi program mencakup akses permodalan, teknologi informasi, pemasaran ekspor, sekolah awal ekspor, sertifikasi hingga uji pasar.

Di sinilah ukuran dampak menjadi penting, sebab semakin besar sebuah program, semakin besar pula kebutuhan terhadap data yang dapat menunjukkan hasil akhirnya.

Angka 3,60 Persen Bukan Akhir Cerita

Angka TPT 3,60 persen adalah fakta statistik yang penting.

Tetapi angka itu bukan satu-satunya cerita mengenai pasar kerja Sumsel.

Di belakang angka tersebut ada 4,422 juta orang yang bekerja, sekitar 165 ribu orang yang masih menganggur, jutaan pekerja di berbagai sektor, serta perubahan jumlah angkatan kerja yang cukup besar.

Program Sultan Muda juga merupakan bagian dari cerita tersebut, sebab, tidak tepat jika data TPT digunakan sendirian untuk menyimpulkan program berhasil atau tidak berhasil.

Begitu pula tidak tepat jika angka jumlah peserta program langsung diterjemahkan sebagai jumlah lapangan kerja yang tercipta.

Keduanya membutuhkan data penghubung, pada akhirnya, masyarakat tentunya tidak hanya membutuhkan informasi tentang berapa banyak Sultan Muda yang sudah terdata.

Masyarakat juga akan lebih terbantu, jika mengetahui berapa banyak usaha yang tumbuh dan berapa banyak pekerjaan yang benar-benar tercipta dari ekosistem tersebut.

Sebab ukuran paling penting dari sebuah program penciptaan lapangan kerja bukan hanya seberapa banyak orang yang masuk ke dalam program.

Tetapi seberapa jauh program itu mampu mengubah aktivitas ekonomi menjadi pekerjaan yang nyata, usaha yang bertahan, dan pendapatan yang berkelanjutan.

Dan di situlah angka-angka Sakernas BPS menjadi penting, bukan untuk membantah sebuah program, melainkan untuk membantu masyarakat melihat gambaran pasar kerja Sumsel secara lebih utuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RINDU KAMU DUDUK BERDUA DENGANKU

    RINDU KAMU DUDUK BERDUA DENGANKU

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.443
    • 0Komentar

    © mrezkyhp .Pagi ini kembali aku mendengar— suara kicau burung, suara rintik hujan febuari dan suara rindu. Aku tak begitu paham sebenarnya apa itu suara— yang aku tau: suara adalah sesuatu yang berdenging ditelinga— namun ini berbeda: suara itu tak hanya berdenging ditelingaku, bahkan orang yang berjalan mengenakan jilbab panjangnya: kukira itu kamu. .Hari ini— […]

  • Setelah dilantik Devi Suhartoni janji langsung gerak cepat realisasikan program pro rakyat

    Setelah dilantik Devi Suhartoni janji langsung gerak cepat realisasikan program pro rakyat

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.593
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Rencananya, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muratara terpilih, yakni Devi Suhartoni dan Junius Wahyudi akan dilangsungkan di Jakarta, Kamis (6/2/2025) mendatang serentak dengan sejumlah kepala daerah terpilih lainnya. Dimana jadwal pelantikan tersebut didapat pasca hasil rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP […]

  • Libur Sekolah, Ini Pesan Bunda Baca Muba Untuk Anak di Muba

    Libur Sekolah, Ini Pesan Bunda Baca Muba Untuk Anak di Muba

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    LIBUR sekolah adalah hal yang paling dinantikan bagi sebagian besar pelajar, baik dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena dihari libur anak-anak bisa leluasa bermain tanpa memikirkan tugas sekolah. Di Kabupaten Musi Banyuasin anak sekolah libur pasca pembagian raport pada tanggal 20 Desember 2019 lalu, dan mulai belajar lagi tanggal 6 Januari […]

  • Muba Tuan Rumah HKN ke 25

    Muba Tuan Rumah HKN ke 25

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Kabupaten Musibanyuasin [MUBA] dipercaya oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel  menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-25 Tahun 2018 yang akan digelar 10 Oktober 2018 di Stable Berkuda Sekayu. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, Drs Waspi mengatakan pihaknya memilih bumi […]

  • Bangun Musi IV & Rafah Tower UIN Raden Fatah Gunakan SBSN

    Bangun Musi IV & Rafah Tower UIN Raden Fatah Gunakan SBSN

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat menyalurkan dana melalui Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk pembangunan Jembatan Musi IV dan Rafah Tower UIN Raden Fatah. Pembangunan tersebut bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementrian Keuangan RI, Luky Alfirman mengatakan, SBSN merupakan suatu instrumen yang diterbitkan pemerintah. Hal […]

  • KDDI & Samsung Bentuk Aliansi Pengiris Jaringan Global 5G

    KDDI & Samsung Bentuk Aliansi Pengiris Jaringan Global 5G

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

    Perusahaan-perusahaan bekerja sama untuk memajukan layanan dan solusi pemotongan jaringan global 5G Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics dan KDDI hari ini mengumumkan bahwa kedua perusahaan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk membentuk Aliansi Pemotong Jaringan Global 5G. Melalui aliansi baru ini, kedua perusahaan akan bekerja sama untuk memperkenalkan serangkaian layanan pemotongan jaringan 5G komersial dan […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Product Slider Carousel Premium YITH WooCommerce Questions and Answers Premium YITH WooCommerce Quick Checkout for Digital Goods Premium YITH WooCommerce Quick Export Premium YITH WooCommerce Quick View Premium YITH WooCommerce Recently Viewed Products Premium YITH WooCommerce Recover Abandoned Cart Premium YITH WooCommerce Request a Quote Premium YITH WooCommerce Review for Discounts Premium YITH WooCommerce Review Reminder Premium