Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » “Dari Tabrakan Jadi Berkah, Lalan Siap Punya Jembatan Ganteng!”

“Dari Tabrakan Jadi Berkah, Lalan Siap Punya Jembatan Ganteng!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 2.725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP itu seperti panggung sandiwara, bahkan lagi ngetren-nya FTV, jadi juga bisa dibilang seperti sinetron, Nah, inilah nasib Jembatan P6 Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], Sumatera Selatan yang saat ini udah masuk babak ke-37, hahaha ..”Dari Ambruk ke Bangkit Lagi”, mungkin itu judul yang paling pasnya.

Tapi tenang dulu, kali ini bukan drama yang sedih penuh air mata, ini komedi kehidupan ala Sumatera Selatan. Soalnya, dari musibah tabrakan tongkang batu bara hingga lahirlah semangat baru. Iya, dari tabrakan, malah sebaliknya menjadi berkah jika terealisasi dengan mulus..amin.

Kita ungkit lagi ceritanya,  begini, sekitar Agustus 2024, dua tongkang batu bara, milik PT APAU dan PT AMT, lagi asik melintas di Sungai Lalan. Entah kenapa, mungkin sopir tongkangnya lagi ngecek TikTok atau sibuk debat harga solar atau ngantuk semalaman begadang nonton sinetron… tiba-tiba brakkk! . Jembatan P6 roboh, warga kaget, mikir nggak bisa melintas lagi dengan lancar.

Bahkan ayam pun berhenti berkokok, kambing pun terasa bengong nggak bisa makan rumput di seberang. Sejak itu, kehidupan di Kecamatan Lalan ibarat motor mogok di tengah sawah, jalan nggak bisa, mundur pun apalagi [seperti film warkop era 90-a/”maju kena mundur kena”].

Saking mirisnya, dampaknya ke anak sekolah, nyeberang naik perahu, ibu-ibu jualan sayur jadi kayak kurir antar pulau, dan harga sembako naik lebih cepat dari like di postingan artis. Kasihan tuh…!!

Tapi beginilah kondisi Lalan,  daerah yang kalau dikasih cobaan, malah bikin ketawa, pasalnya…”ya mau gimana lagi.. mau nyeberang aja harus pake kata sabar.

Kadang tongkang lewat, kadang angin lewat, tapi jembatan nggak lewat-lewat dibangun”, celetuk Pak Kardi, warga setempat, sambil ngelap peluh dan senyum getir bercerita sewaktu pulang dari Lalan ke Palembang untuk mengunjungi keluarganya  tiga pekan lalu.

Namun di balik getir itu, lahirlah berita manis, Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba akhirnya sepakat melanjutkan pembangunan jembatan yang jadi nyawa ekonomi masyarakat Lalan itu.

Nggak cuma sepakat di atas kertas, tapi siap jalan bareng, ibarat duet komedian, satu ngelempar, satu nangkep.

Gubernur Herman Deru dan Bupati Toha Tohet duduk satu meja, ditemani kopi, air mineral, dan segunung harapan. Hasilnya? ya ..bisa cerah..”Dana harus terkumpul penuh sampai akhir 2025, kalau tidak, Sungai Lalan bakal ditutup sementara,” kata Deru dengan bahasa apa cuma guyon atau serius?.

Waduh, yang jelas…. kalimatnya kayak peringatan ayah ke anak “Belajar dulu, baru main!”.

Nah, ini bagian paling seru, kalau kita bicara tradisi kita, yakni gotong royong, pasti urusannya dengan masyarakat kampung, bangun mushola, bantu tetangga nikah, atau angkat rumah panggung. ia kan semuanya hanya dikerjakan dengan bergotong royong, itu kebiasaannya.

Sekarang, ya konsepnya naik level dikit, dinamakan gotong royong zaman batu bara. Bedanya memang yang gotong itu bukan warga, tapi perusahaan tambang!

Sesuai kesepakatan, PT APAU dan PT AMT si penabrak jembatan wajib menanggung 50% biaya pembangunan. Sementara 35 perusahaan pengguna Sungai Lalan, lewat Asosiasi Pengguna Alur Pelayaran Sungai Lalan (AP6L), ikut nombok 50% sisanya.
Ibarat patungan arisan raksasa, bedanya yang diperebutkan bukan kuali, tapi jembatan.

Dan biar aman, semua duit disimpan di rekening yang diawasi bareng Pemprov dan Pemkab. Jadi nggak ada cerita uangnya mendadak “berubah wujud jadi  daun”.hahaha!

Oleh sebab itu, perlu merenung dan belajar dari Negara lain, karena kalau dibandingkan negara lain tuh, tanggapnya kadang bikin minder kita semua..

Seperti  Jepang aja, waktu Jembatan Aioi roboh karena gempa, pemerintahnya langsung bangun ulang cuma dalam 45 hari.Wah…benar-benar luar biasa ..mikirnya pemerintah disana..terlalu dalam, yang jelas ekonomi jalan lagi, rakyatnya gak mikir dulu sebelum berangkat mau lewat mana..

Di Vietnam, tetangga kita di ASEAN punya Jembatan Chu Va, dan pernah runtuh, namun rakyatmnya dan pemerintah bahu-membahu, selama 6 bulan, jembatan itu berdiri lagi, bahkan lebih kinclong kayak baru dicat.

Sementara juga, di Turki, saat gempa 2023. Erdogan turun langsung ke lokasi, bahkan  jembatan darurat rampung dalam waktu hanya 10 hari.

Bahkan di Cina juga, waktu Jembatan Daqing ambruk, pemerintahnya cuma butuh 43 hari buat berdiriin ulang, mungkin karena mereka pakai mental ya..”kalau bisa cepat, kenapa nunggu tender?”.

Nah, kita? terkadang rapatnya bisa lebih lama dari waktu bangunnya jembatan di negara orang. Tapi ya… gapapa slow but sure, asal bukan slow but tidur. hehehe!??.

Namun disisi lain kita ambil positifnya aja,  dibalik itu ada berkahnya di balik bencana, sebab dari tabrakan tongkang itu, ternyata muncul pelajaran mahal, yaitu….kalau rakyatnya sabar, pemerintah sadar, dan perusahaannya juga ikut bertanggung jawab alias jadinya bencana bisa berubah jadi berkah.

Masyarakat Lalan pun mulai tersenyum lagi, dan ekonomi mulai menggeliat, proyek jalan, dan kata putus sekarang cuma berlaku buat hubungan, bukan buat jembatan.

Kerja nyata

Bupati Toha Tohet bahkan bilang, “Kita komitmen, ini bukan janji manis, tapi kerja nyata”
Cukup dibilang dengan kata “luar biasa”. Oleh karena itu, jika semua kepala daerah ngomong kayak gitu sambil jalanin hasilnya, wah …. mungkin rakyatnya semua bisa nambah umur lima tahun gara-gara bahagia, kulit muka pasti ikut kenceng lagi..hahaha..!.

Tapi, nih ada tapinya lho!, pesannya jangan tunggu roboh baru bergerak, kisah Lalan ini sebenarnya bisa jadi pengingat untuk seluruh negeri. Jangan tunggu jembatan roboh baru panik, jangan tunggu rakyat susah baru heboh rapat.

Kalau semua pihak mau gerak bareng dari awal, kita nggak bakal ketinggalan.
Karena pembangunan sejati itu bukan soal proyek, tapi soal hati yang mau menolong.

Dan buat perusahaan tambang, inilah momentum buat buktiin bahwa tanggung jawab sosial, bukan cuma tulisan di brosur CSR.
Kalau tongkang bisa bikin ambruk, maka tongkang juga bisa bantu bangkit.

Jadi, saat ini Lalan siap punya jembatan ibaratnya ganteng…hahay…

Bahkan sekarang juga, Lalan udah siap punya jembatan baru yang bukan cuma kuat dan kokoh, tapi juga “ganteng”. Ganteng karena dibangun dari niat baik, kerja sama, dan gotong royong zaman modern.

Karena itu, maka kalau nanti jembatan itu berdiri lagi, semoga bukan cuma kendaraan yang bisa lewat, tapi juga harapan, pasalnya di atas jembatan itulah rakyat Lalan bisa berkata “Dari tabrakan kami belajar, dari gotong royong kami bangkit”

Dan… kalau jembatan itu bisa bicara, mungkin dia bakal bilang ya, “Aku roboh karena tongkang, tapi berdiri lagi karena orang-orang yang hatinya masih hidup untuk rakyat”. Semoga bener kata-kata itu. [****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras ASN Sumsel Lanjut 2026, Efektifkah?

    Beras ASN Sumsel Lanjut 2026, Efektifkah?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MENJELANG Ramadan, harga beras selalu menjadi perhatian utama di Sumatera Selatan. Konsumsi meningkat, pasar diuji, dan pemerintah daerah dituntut menjaga stabilitas harga. Di tengah situasi itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan program distribusi beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan pada 2026. Kepastian itu disampaikan dalam Rapat Evaluasi Pendistribusian Beras Tahun Anggaran 2025 dan […]

  • Horee, Walikota Sebut Insentif Ketua RT dan RW Bakal Naik Lagi

    Horee, Walikota Sebut Insentif Ketua RT dan RW Bakal Naik Lagi

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    “Kami siap berjuang bersama Pak Harnojoyo untuk mensukseskan program Palembang Emas,”

  • Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden Jokowi Secara Virtual

    Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden Jokowi Secara Virtual

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengikuti jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang jatuh pada 1 Juni melalui Video Conference yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel. Peringatan hari lahir Pancasila dipimpin langsung oleh Presdien RI Joko Widodo dan dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Ketua MPR RI, Ketua […]

  • R-APBDP 2021 Muba Disetujui

    R-APBDP 2021 Muba Disetujui

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    RANCANGAN Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (R-APBDP) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 disetujui bersama antara Pemkab Muba dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba. Persetujuan dilakukan oleh Bupati H Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Ketua DPRD Sugondo  dan Jajaran Wakil Ketua DPRD dalam Rapat Paripurna […]

  • Ketika Tradisi Bekarang di Danau Siarak Mendadak Populer di Muba

    Ketika Tradisi Bekarang di Danau Siarak Mendadak Populer di Muba

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    DANAU Siarak, Desa Tanah Abang, Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin sejak pagi sudah dipenuhi masyarakat. Mereka sengaja datang ramai-ramai untuk menjalankan tradisi yang dinamakan Bekarang [menangkul ikan]. Masyarakat setempat tak lupa membawa alat Tangkul atau Anco yang digunakan untuk menangkap ikan. Konon tradisi ini sudah ada turun menurun dari nenek moyang masyarakat Muba. Acara ini merupakan […]

  • Grand Launching All Star Tour Sumsel

    Grand Launching All Star Tour Sumsel

    • calendar_month Minggu, 16 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Panitia turnamen sepak bola All Star Tour Sumatera Selatan Alex Noerdin Cup menggelar grand launching, di Atrium Palembang Square, Sabtu malam [15/12/2018]. Hadir dalam acara tersebut mantan Gubernur Sumsel selaku pembina dan penggagas H Alex Noerdin, Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Eddy Sofyan, Perwakilan KONI […]

expand_less
WordPress Archive Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit Treina – Personal Trainer & Fitness Elementor Template Kit TrekOn – Extreme Sports and Adventure WordPress Theme Trena – Sport & Fitness Trainer Services Elementor Template Kit Trendy Travel | Tour, Travel & Travel Agency Theme Trendz – Fashion Store WooCommerce Theme Trevia – Travel Agency Elementor Template Kit