Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA kakao sempat batuk panjang pada 2024. Pasokan dari Afrika Barat wilayah yang selama ini dijuluki “pantai emas” kakao global terganggu. Negara-negara pengolah kakao kelimpungan. Pabrik grinding di berbagai belahan dunia menahan laju produksi karena bahan baku tersendat.

Di tengah situasi itu, Indonesia tidak ikut limbung. Indonesia justru mengencangkan mesin.

Data 2025 menunjukkan industri pengolahan nasional tumbuh 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,11 persen. Sektor agro menjadi tulang punggungnya. Industri agro menyumbang 52,09 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas per Desember 2025. Angka itu bukan sekadar statistik. Angka itu mencerminkan arah baru struktur industri nasional.

Pemerintah membaca momentum global dengan cepat. Saat pasokan kakao dari Afrika Barat terganggu pada 2024, pelaku industri dunia mencari alternatif. Indonesia memanfaatkan ruang itu.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa disrupsi global tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan aktivitas grinding di banyak negara. Namun memasuki 2025, pasokan biji kakao domestik mulai pulih dan meningkat. Industri pengolahan kakao nasional langsung bergerak.

Indonesia mencatat pertumbuhan grinding sebesar 4,43 persen dengan volume mencapai 422.176 ton. Industri ini menghasilkan devisa hingga USD 3,42 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen kakao olahan keempat terbesar di dunia. Indonesia kini menyuplai 8,46 persen kebutuhan kakao olahan global mulai dari cocoa butter, cocoa liquor, cocoa cake hingga cocoa powder.

Saat Ghana dan Pantai Gading menghadapi tekanan produksi, Indonesia pelan tapi pasti mengisi celah pasar. Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor biji mentah. Indonesia menjual nilai tambah. Indonesia mengolah, menggiling, dan mengirimkan produk setengah jadi ke pasar dunia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan industri agro, termasuk kakao, menjadi prioritas strategis. Pemerintah terus memperkuat daya saing industri pengolahan melalui kebijakan hulu-hilir yang terintegrasi.

Pemerintah memasukkan komoditas kakao ke dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Program ini mendorong revitalisasi kebun, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan riset dan inovasi.

Kementerian juga mengalokasikan anggaran restrukturisasi mesin untuk industri pengolahan kakao dan cokelat. Industri membutuhkan efisiensi agar mampu bersaing dalam pasar global yang semakin ketat. Modernisasi mesin menjadi langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Di sisi eksternal, angin global ikut berubah arah. Penundaan implementasi European Union Deforestation Regulation memberi ruang bernapas bagi eksportir komoditas berbasis lahan, termasuk kakao. Amerika Serikat juga menetapkan tarif 0 persen untuk produk kakao dan cokelat Indonesia. Kebijakan itu membuka jalur ekspor lebih lebar ke pasar bernilai tinggi.

Kombinasi momentum global dan konsolidasi domestik membentuk narasi baru Indonesia tidak lagi berdiri di pinggir rantai pasok dunia. Indonesia masuk ke tengah panggung.

Narasi tersebut akan semakin ditegaskan saat Indonesia menjadi tuan rumah The 9th Indonesia International Cocoa Conference pada 22-24 Juli 2026 di Yogyakarta. Konferensi bertema “The Rise of Indonesian Cocoa, The Pearl of Asia for the World” itu bukan sekadar seremoni tahunan. Forum tersebut menjadi simbol positioning global.

Indonesia ingin menegaskan diri sebagai “Pearl of Asia” dalam industri kakao. Istilah itu bukan klaim kosong. Indonesia sudah memiliki kapasitas grinding signifikan, basis bahan baku yang terus diperbaiki, serta dukungan kebijakan yang terstruktur.

Tantangan tetap ada. Produktivitas kebun rakyat masih perlu ditingkatkan. Ketergantungan pada fluktuasi harga global belum sepenuhnya hilang. Namun arah kebijakan kini terlihat lebih fokus: memperkuat hulu, memodernisasi hilir, dan memperluas pasar ekspor.

Industri kakao menawarkan gambaran lebih luas tentang transformasi industri Indonesia. Ketika dunia menghadapi disrupsi, negara yang siap akan mengambil peluang. Indonesia menunjukkan kesiapan itu pada 2025.

Pasar global selalu bergerak dinamis. Krisis pasokan di satu wilayah bisa menjadi peluang di wilayah lain. Indonesia memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat grinding, meningkatkan efisiensi, dan memperluas penetrasi pasar.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai produsen kakao tropis. Indonesia akan dikenal sebagai pusat pengolahan kakao Asia sebuah simpul penting dalam rantai pasok dunia.

Dunia kakao mungkin sempat terguncang. Namun di tengah guncangan itu, Indonesia justru menemukan pijakan baru. Dari kebun rakyat hingga ruang konferensi Internasional, Indonesia sedang menulis bab berikutnya dalam peta industri kakao global. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDAM Sumbang Mobil Jenazah Untuk  PMI Palembang

    PDAM Sumbang Mobil Jenazah Untuk PMI Palembang

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    AGAR dapat lebih maksimal dalam melayani masyarakat Palembang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi menyumbangkan 1 unit mobil yang akan digunakan sebagai mobil jenazah oleh Palang Merah Indonesia Palembang. Fitrianti Agustinda selaku Wakil Walikota Kota Palembang menerima dan melihat langsung penyerahan mobil jenazah tersebut. “Kita terima dari PDAM satu unit mobil jenazah, terimakasih PDAM […]

  • Meski Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Masih Ada Peluang di Perorangan

    Meski Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Masih Ada Peluang di Perorangan

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID , Tokyo – Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Riau Ega dkk belum mampu melangkah lebih jauh di kompetisi panahan beregu putra setelah kalah 6-0 dari Inggris Raya di babak eliminasi 1/8 di Yumenoshima Final Field, Senin (26/7/2021). Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu […]

  • Insya Allah, Pompanisasi Sungai Bendung Beroperasi Akhir Tahun Ini, Walkot Palembang :  Mudah-Mudahan Gak Kebanjiran Lagi

    Insya Allah, Pompanisasi Sungai Bendung Beroperasi Akhir Tahun Ini, Walkot Palembang : Mudah-Mudahan Gak Kebanjiran Lagi

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

      DAERAH Sekip Palembang salah salah satu daerah yang terkenal dengan langganan banjir saat musim penghujan, bahkan air bisa meluap dalam hitungan sekejap di daerah itu. Bahkan, parahnya lagi air bisa masuk rumah yang tingginya bisa mencapai 30 cm, meski kerap menjadi dilema bagi masyarakat setempat, pada umumnya mereka pasrah dengan kondisi ini, ada sebagian mereka […]

  • Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un, 1 Jamaah Haji Indonesia Asal Daerah Ini Wafat di Madinah, Disalatkan Setelah Jum’at di Masjid Nabawi

    Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un, 1 Jamaah Haji Indonesia Asal Daerah Ini Wafat di Madinah, Disalatkan Setelah Jum’at di Masjid Nabawi

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    Madinah – Suprapto (52), salah satu jamaah haji Indonesia, asal Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah,  wafat di Madinah pada Kamis, 25 Mei 2023, dini hari. Setelah melalui proses pemulasaraan dan pengurusan administrasi, jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Nabawi setelah Salat Jumat. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Muttaqin. “Proses administrasi dan pemulasaraan […]

  • Perketat Protes PON, BNPB Siapkan 125 Relawan

    Perketat Protes PON, BNPB Siapkan 125 Relawan

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    RELAWAN protokol kesehatan (prokes) mendapatkan peningkatan kapasitas jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Pembekalan yang dilakukan oleh BNPB ini berupa pengetahuan mendirikan tenda yang akan dijadikan gerai masker di beberapa tempat penyelenggaraan. Hal ini disampaikan Supervisor Satuan tugas (satgas) Prokes Imam Pramukarno sebelum melepas para relawan prokes ke lokasi […]

  • Ancaman Hukuman Mati Menanti Otak Pembunuh PNS Aprianiti

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Otak Pembunuh PNS Aprianiti

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    MASIH Ingat, kan dengan pembunuhan dilakukan Yudi terhadap temannya,  Aprianiti, PNS Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang jasadnya dikubur di TPU Kandang Kawat dengan di cor minggu lalu. Kini Yudi dan satu pelaku lainnya sudah meringkuk di Sel Tahanan, dan Polisi terus melakukan […]

expand_less
WordPress Archive Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit Qolle – Digital Marketing Agency WordPress Theme Qomfort - Hotel Booking Elementor Template Kit Qomfort – Hotel Booking WordPress Theme