Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA kakao sempat batuk panjang pada 2024. Pasokan dari Afrika Barat wilayah yang selama ini dijuluki “pantai emas” kakao global terganggu. Negara-negara pengolah kakao kelimpungan. Pabrik grinding di berbagai belahan dunia menahan laju produksi karena bahan baku tersendat.

Di tengah situasi itu, Indonesia tidak ikut limbung. Indonesia justru mengencangkan mesin.

Data 2025 menunjukkan industri pengolahan nasional tumbuh 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,11 persen. Sektor agro menjadi tulang punggungnya. Industri agro menyumbang 52,09 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas per Desember 2025. Angka itu bukan sekadar statistik. Angka itu mencerminkan arah baru struktur industri nasional.

Pemerintah membaca momentum global dengan cepat. Saat pasokan kakao dari Afrika Barat terganggu pada 2024, pelaku industri dunia mencari alternatif. Indonesia memanfaatkan ruang itu.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa disrupsi global tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan aktivitas grinding di banyak negara. Namun memasuki 2025, pasokan biji kakao domestik mulai pulih dan meningkat. Industri pengolahan kakao nasional langsung bergerak.

Indonesia mencatat pertumbuhan grinding sebesar 4,43 persen dengan volume mencapai 422.176 ton. Industri ini menghasilkan devisa hingga USD 3,42 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen kakao olahan keempat terbesar di dunia. Indonesia kini menyuplai 8,46 persen kebutuhan kakao olahan global mulai dari cocoa butter, cocoa liquor, cocoa cake hingga cocoa powder.

Saat Ghana dan Pantai Gading menghadapi tekanan produksi, Indonesia pelan tapi pasti mengisi celah pasar. Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor biji mentah. Indonesia menjual nilai tambah. Indonesia mengolah, menggiling, dan mengirimkan produk setengah jadi ke pasar dunia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan industri agro, termasuk kakao, menjadi prioritas strategis. Pemerintah terus memperkuat daya saing industri pengolahan melalui kebijakan hulu-hilir yang terintegrasi.

Pemerintah memasukkan komoditas kakao ke dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Program ini mendorong revitalisasi kebun, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan riset dan inovasi.

Kementerian juga mengalokasikan anggaran restrukturisasi mesin untuk industri pengolahan kakao dan cokelat. Industri membutuhkan efisiensi agar mampu bersaing dalam pasar global yang semakin ketat. Modernisasi mesin menjadi langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Di sisi eksternal, angin global ikut berubah arah. Penundaan implementasi European Union Deforestation Regulation memberi ruang bernapas bagi eksportir komoditas berbasis lahan, termasuk kakao. Amerika Serikat juga menetapkan tarif 0 persen untuk produk kakao dan cokelat Indonesia. Kebijakan itu membuka jalur ekspor lebih lebar ke pasar bernilai tinggi.

Kombinasi momentum global dan konsolidasi domestik membentuk narasi baru Indonesia tidak lagi berdiri di pinggir rantai pasok dunia. Indonesia masuk ke tengah panggung.

Narasi tersebut akan semakin ditegaskan saat Indonesia menjadi tuan rumah The 9th Indonesia International Cocoa Conference pada 22-24 Juli 2026 di Yogyakarta. Konferensi bertema “The Rise of Indonesian Cocoa, The Pearl of Asia for the World” itu bukan sekadar seremoni tahunan. Forum tersebut menjadi simbol positioning global.

Indonesia ingin menegaskan diri sebagai “Pearl of Asia” dalam industri kakao. Istilah itu bukan klaim kosong. Indonesia sudah memiliki kapasitas grinding signifikan, basis bahan baku yang terus diperbaiki, serta dukungan kebijakan yang terstruktur.

Tantangan tetap ada. Produktivitas kebun rakyat masih perlu ditingkatkan. Ketergantungan pada fluktuasi harga global belum sepenuhnya hilang. Namun arah kebijakan kini terlihat lebih fokus: memperkuat hulu, memodernisasi hilir, dan memperluas pasar ekspor.

Industri kakao menawarkan gambaran lebih luas tentang transformasi industri Indonesia. Ketika dunia menghadapi disrupsi, negara yang siap akan mengambil peluang. Indonesia menunjukkan kesiapan itu pada 2025.

Pasar global selalu bergerak dinamis. Krisis pasokan di satu wilayah bisa menjadi peluang di wilayah lain. Indonesia memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat grinding, meningkatkan efisiensi, dan memperluas penetrasi pasar.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai produsen kakao tropis. Indonesia akan dikenal sebagai pusat pengolahan kakao Asia sebuah simpul penting dalam rantai pasok dunia.

Dunia kakao mungkin sempat terguncang. Namun di tengah guncangan itu, Indonesia justru menemukan pijakan baru. Dari kebun rakyat hingga ruang konferensi Internasional, Indonesia sedang menulis bab berikutnya dalam peta industri kakao global. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba:  Penambahan Kasus COVID di Muba Nihil

    Update COVID-19 Muba: Penambahan Kasus COVID di Muba Nihil

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (22/2/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus per 22 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 22 Februari 2021 ada sebanyak 1013 kasus diantaranya 941 kasus sembuh. Kemudian, 30 masih dirawat, dan 42 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

  • Rata Rata Rp2 Triliun Perbulan, Satgas BLBI Sita Aset Obligor Senilai Rp15,11 Triliun

    Rata Rata Rp2 Triliun Perbulan, Satgas BLBI Sita Aset Obligor Senilai Rp15,11 Triliun

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkapkan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), hingga Januari 2022 menyita aset obligor juga debitur BLBI berupa tanah dan uang senilai Rp15,11 triliun. “Kita sudah 7 bulan bekerja, sekarang ini kita sudah berhasil mengumpulkan uang menagih dan […]

  • Indonesia Emas, Siapa Tahu?

    Indonesia Emas, Siapa Tahu?

    • calendar_month Senin, 11 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Siapakah penggagas Indonesia Emas itu? Tidak menemukan jawabnya.

  • 2021, Palembang Komit Perbaikan Infrastruktur

    2021, Palembang Komit Perbaikan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang komitmen pada tahun ini tetap melanjutkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur sehingga ke depannya terlihat tertata rapi. Menurut Walikota Palembang Harnojoyo masih terdapat 95 ruas jalan serta persoalan yang menjadi usulan dalam rencana program kerja di tahun 2021, bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII […]

  • Diingatkan ! Orang Pelosok Nggak Perlu Repot Untuk Datang Urus Adminduk, Dari Desa Bisa Online

    Diingatkan ! Orang Pelosok Nggak Perlu Repot Untuk Datang Urus Adminduk, Dari Desa Bisa Online

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memudahkan layanan kependudukan bagi warganya. Melalui inovasi Pos Pelayanan Administrasi Kependudukan Online dari Desa (Posyandukdes) pencetakkan administrasi kependudukan tidak perlu lagi harus datang ke Kantor Disdukcapil di Kota Kayuagung akan tetapi langsung bisa dicetak di Kantor Desa atau kelurahan. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Komering […]

  • Penghargaan Daerah Terbaik Untuk Palembang

    Penghargaan Daerah Terbaik Untuk Palembang

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah Kota Palembang kembali mendapat Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Tahun 2019 sebagai Kota Terbaik I Dalam Perencanaan dan Pencapaian Pembangunan Daerah. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru pada Pembukaan  Musyawarah  Perencanaan Pembangunan  Rencana  Kerja Pembangunan  Daerah (Musrenbang RKPD)  Provinsi  Sumatera Selatan  Tahun  2019, Rabu (24/4/2019). Palembang menjadi satu-satunya kota di […]

expand_less
WordPress Archive Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit Qolle – Digital Marketing Agency WordPress Theme Qomfort - Hotel Booking Elementor Template Kit Qomfort – Hotel Booking WordPress Theme