Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 820
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI hari HUT RI ke-80, rakyat berjoget sambil teriak “Merdekaaa!” di lapangan, tapi di pabrik, suasananya beda banget. Mesin produksi berdengung lirih, pekerja menatap layar monitor sambil bergumam, “Gasnya di mana nih? Kok mahal banget?” Hari kemerdekaan berubah jadi hari… gelisah?

Febri Hendri Antoni Arief, juru bicara Kemenperin, menyebut situasi ini sebagai “kado buruk” bagi sektor manufaktur, Kenapa ? kalau kado ulang tahun itu isinya gigi palsu buat nenekmu, padahal dia pengen cokelat, tentu sakit hati kan? Nah, industri nasional lagi seperti itu diberi harga gas mahal di saat seharusnya murah.

Gas bumi, selama ini teman setia pupuk, kaca, keramik, baja, oleokimia, sampai sarung tangan karet, tiba-tiba jadi seperti pacar yang ghosting. Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) naik dari USD 6,5 ke USD 15–17 per MMBTU.

Mesin produksi pun seperti anak yang nggak bisa bangun pagi terpaksa berhenti, dan nyalainnya butuh tenaga ekstra dan biaya lebih besar. Bisa dibilang, ini kayak nonton film horor tapi lampu mati, dan listrik harus bayar tarif VIP.

Yang bikin absurd  gas mahal lancar jaya, gas murah malah ngambek, logikanya, ini kayak beli es teh manis tapi dijatah seteguk doang, sementara es teh kotak mahal bebas ngisi gelas sepuasnya. Industri pun mulai stres, dan pekerja menatap kalender sambil bilang, “Merdeka? Ya merdekalah… tapi duit gaji nanti bisa kepotong PHK”.

Febri bilang, lebih dari 100 ribu pekerja bisa terdampak, jika pabrik menurunkan kapasitas. Jika seandainya pekerja yang semestinya senyum-senyum sambil menghitung bonus, sekarang mikir, “Kalau pabrik tutup, aku bakal jual apa? Jualan cilok di depan rumah?” Kegelisahan ini bisa bikin hari kemerdekaan terasa seperti ujian matematika tanpa kalkulator pusing, bingung, dan takut salah.

Selain itu, harga produk akhir ikut naik, daya saing produk nasional melemah, ibarat pedagang sate punya resep rahasia, tapi daging naik harga, pelanggan kabur ke warung tetangga. Begitu juga industri nasional kalah bersaing dengan produk impor. Moralnya jelas tanpa pasokan energi murah, usaha sekuat apapun bisa rontok.

Febri juga menekankan, pembatasan HGBT bertentangan dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian energi dan pangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Bayangkan jika pupuk yang semestinya bikin sawah subur malah langka. Sayuran mahal, petani stress, ibu rumah tangga ikutan pusing. Moralnya energi murah adalah fondasi industri, seperti akar pohon yang kuat menopang batang dan buahnya.

Yang lucu, Febri menawarkan solusi ala ekonom kreatif fokus pendapatan negara pada pajak produk hilir, bukan gas di hulu. Setiap Rp 1 yang hilang di hulu bisa diganti Rp 3 dari nilai tambah produk hilir. Artinya, daripada buru-buru jual gas mahal, mendingan investasi jangka panjang. Seperti pepatah “Beri orang ikan, mereka kenyang sehari. Ajar mereka memancing, mereka kenyang seumur hidup.” Bedanya, di sini kita ajari industri memanfaatkan gas murah untuk jadi produk bernilai tinggi.

Oleh karena itu, kemerdekaan itu bukan sekadar bendera dan parade, tapi juga kebebasan industri dari ketidakpastian ekonomi. Kalau pasokan gas stabil, pabrik jalan, pekerja aman, harga produk terkendali, dan daya saing meningkat, itu baru namanya “merdeka secara ekonomi.” Dan siapa bilang HUT cuma soal kembang api? Merdeka juga berarti industri bisa bernafas lega tanpa stres, dan rakyat bisa makan sayur tanpa harus hitung kalori plus harga pasar.

Pembatasan HGBT bukan sekadar angka di laporan, tapi cerita nyata industri gelisah, pekerja cemas, dan negara yang harus cerdas menyeimbangkan pendapatan dan nilai tambah.

Kemerdekaan sejati baru terasa ketika fondasi ekonomi kokoh, harga energi terjangkau, dan semua pihak dari investor sampai pekerja bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk soal gas mahal.

Jadi, sambil mengibarkan bendera, mari kita ingat kemerdekaan itu bukan cuma tanggal merah, tapi kemampuan menjaga industri hidup, pekerja produktif, dan bangsa tetap bersaing. Tanpa energi murah, bendera merah putih pun bisa terlihat pucat… dan itu lucu tapi menyedihkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    SEBANYAK 24 perusahaan di Kab. Muba sepakat memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan. “Hari ini dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dengan 24 perusahaan (secara simbolis) dari sektor perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, kelistrikan, perdagangan dan perbankan. Dari sekian banyak perusahaan yang ada dalam wilayah kabupaten Muba, tentunya diharapkan semua isi dari kesepakatan bersama hari ini akan berlaku […]

  • OKI Mulai Kerjakan Perbaikan Jalan Lebung Batang-Tulung Selapan

    OKI Mulai Kerjakan Perbaikan Jalan Lebung Batang-Tulung Selapan

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang (PUPR) mulai melaksanakan perbaikan di ruas jalan Lebung Batang – Tulung Selapan. Perbaikan ruas jalan tersebut fokus pada penanganan fungsional jalan mengingat keterbatasan anggaran . “Kita lakukan perbaikan dan pemeliharaan pada ruas jalan ini (Lebung Batang-Tulung Selapan) penanganannya menitik beratkan pada fungsional […]

  • “Pusri Ngamuk Santai, Harga Pupuk Bukan Kayak Harga Cabai di Pasar, Ada Aturannya Bro!”

    “Pusri Ngamuk Santai, Harga Pupuk Bukan Kayak Harga Cabai di Pasar, Ada Aturannya Bro!”

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.669
    • 0Komentar

    SEANDAINYA pupuk itu bisa ngomong, mungkin dia bakal bilang, “Aku ini bukan barang ajaib yang bisa nongol di mana aja dan harganya seenak udel”. Nah, begitulah kira-kira pesan tersirat dari PT Pusri Palembang, sang produsen pupuk legendaris yang udah eksis sejak zaman Presiden pertama masih rajin turun ke sawah. Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi […]

  • Garuda Nusantara Berhasil Cetak 4 Gol ke Gawang Singapura

    Garuda Nusantara Berhasil Cetak 4 Gol ke Gawang Singapura

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Sidoarjo – Timnas Nasional Indonesia Usia 19 [U-19]  berhasil menang besar 4-0 tanpa balas melawan Singapura U-19 pada pertandingan Piala AAF 2018 grup A. Raihan ini membuat anak Asuh Indra Sjafri meraih point penuh (3) setelah sebelumnya juga minggu akhir pekan lalu menang tipis 1-0 melawan Laos sehingga Garuda Nusantara sudah mengumpulkan poin 6 […]

  • Tambah 1 Kasus Positif, 1 Meninggal Dunia Kemarin di Muba

    Tambah 1 Kasus Positif, 1 Meninggal Dunia Kemarin di Muba

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (28/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus positif dan 1 kasus meninggal dunia. “Ada penambahan 1 kasus meninggal, dunia sehingga total kasus meninggal dunia di Muba ada sebanyak 11 orang,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Dikatakan, penambahan 1 kasus terkonfirmasi yakni kasus 177 […]

  • Teken Kesepakatan, 7 Desa Bakal Tak Lagi Terisolir

    Teken Kesepakatan, 7 Desa Bakal Tak Lagi Terisolir

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.058
    • 0Komentar

    TUJUH Desa di Kecamatan Karang Agung Ilir, Kab. Banyuasin bakal tak lagi terisolir.Pasalnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap membangun Jalan Poros yang memiliki panjang sekitar 21 kilometer dan lebar 13,5 meter, setelah keluarnya izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam penggunaan Hutan Lindung Taman Nasional Sembilang yang menjadi lokasi badan Jalan Poros. Hal itu […]

expand_less
WordPress Archive Ivent – Event & Conference Elementor Template Kit iVent – Multipurpose Event WordPress Theme IvyPrep – Education & School WordPress Theme iWP-DevToolz (Pro) – WordPress Plugin Maker + Code Generator Izeetak – IT Solutions & Services Elementor Template Kit iZooto for AMP iZPAY – Mobile App & Fintech Startup Elementor Template Kit Jackie – Karate & Martial Arts School WordPress Theme Jagga – Real Estate Template Kit Jamaah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit