Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 841
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI hari HUT RI ke-80, rakyat berjoget sambil teriak “Merdekaaa!” di lapangan, tapi di pabrik, suasananya beda banget. Mesin produksi berdengung lirih, pekerja menatap layar monitor sambil bergumam, “Gasnya di mana nih? Kok mahal banget?” Hari kemerdekaan berubah jadi hari… gelisah?

Febri Hendri Antoni Arief, juru bicara Kemenperin, menyebut situasi ini sebagai “kado buruk” bagi sektor manufaktur, Kenapa ? kalau kado ulang tahun itu isinya gigi palsu buat nenekmu, padahal dia pengen cokelat, tentu sakit hati kan? Nah, industri nasional lagi seperti itu diberi harga gas mahal di saat seharusnya murah.

Gas bumi, selama ini teman setia pupuk, kaca, keramik, baja, oleokimia, sampai sarung tangan karet, tiba-tiba jadi seperti pacar yang ghosting. Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) naik dari USD 6,5 ke USD 15–17 per MMBTU.

Mesin produksi pun seperti anak yang nggak bisa bangun pagi terpaksa berhenti, dan nyalainnya butuh tenaga ekstra dan biaya lebih besar. Bisa dibilang, ini kayak nonton film horor tapi lampu mati, dan listrik harus bayar tarif VIP.

Yang bikin absurd  gas mahal lancar jaya, gas murah malah ngambek, logikanya, ini kayak beli es teh manis tapi dijatah seteguk doang, sementara es teh kotak mahal bebas ngisi gelas sepuasnya. Industri pun mulai stres, dan pekerja menatap kalender sambil bilang, “Merdeka? Ya merdekalah… tapi duit gaji nanti bisa kepotong PHK”.

Febri bilang, lebih dari 100 ribu pekerja bisa terdampak, jika pabrik menurunkan kapasitas. Jika seandainya pekerja yang semestinya senyum-senyum sambil menghitung bonus, sekarang mikir, “Kalau pabrik tutup, aku bakal jual apa? Jualan cilok di depan rumah?” Kegelisahan ini bisa bikin hari kemerdekaan terasa seperti ujian matematika tanpa kalkulator pusing, bingung, dan takut salah.

Selain itu, harga produk akhir ikut naik, daya saing produk nasional melemah, ibarat pedagang sate punya resep rahasia, tapi daging naik harga, pelanggan kabur ke warung tetangga. Begitu juga industri nasional kalah bersaing dengan produk impor. Moralnya jelas tanpa pasokan energi murah, usaha sekuat apapun bisa rontok.

Febri juga menekankan, pembatasan HGBT bertentangan dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian energi dan pangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Bayangkan jika pupuk yang semestinya bikin sawah subur malah langka. Sayuran mahal, petani stress, ibu rumah tangga ikutan pusing. Moralnya energi murah adalah fondasi industri, seperti akar pohon yang kuat menopang batang dan buahnya.

Yang lucu, Febri menawarkan solusi ala ekonom kreatif fokus pendapatan negara pada pajak produk hilir, bukan gas di hulu. Setiap Rp 1 yang hilang di hulu bisa diganti Rp 3 dari nilai tambah produk hilir. Artinya, daripada buru-buru jual gas mahal, mendingan investasi jangka panjang. Seperti pepatah “Beri orang ikan, mereka kenyang sehari. Ajar mereka memancing, mereka kenyang seumur hidup.” Bedanya, di sini kita ajari industri memanfaatkan gas murah untuk jadi produk bernilai tinggi.

Oleh karena itu, kemerdekaan itu bukan sekadar bendera dan parade, tapi juga kebebasan industri dari ketidakpastian ekonomi. Kalau pasokan gas stabil, pabrik jalan, pekerja aman, harga produk terkendali, dan daya saing meningkat, itu baru namanya “merdeka secara ekonomi.” Dan siapa bilang HUT cuma soal kembang api? Merdeka juga berarti industri bisa bernafas lega tanpa stres, dan rakyat bisa makan sayur tanpa harus hitung kalori plus harga pasar.

Pembatasan HGBT bukan sekadar angka di laporan, tapi cerita nyata industri gelisah, pekerja cemas, dan negara yang harus cerdas menyeimbangkan pendapatan dan nilai tambah.

Kemerdekaan sejati baru terasa ketika fondasi ekonomi kokoh, harga energi terjangkau, dan semua pihak dari investor sampai pekerja bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk soal gas mahal.

Jadi, sambil mengibarkan bendera, mari kita ingat kemerdekaan itu bukan cuma tanggal merah, tapi kemampuan menjaga industri hidup, pekerja produktif, dan bangsa tetap bersaing. Tanpa energi murah, bendera merah putih pun bisa terlihat pucat… dan itu lucu tapi menyedihkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walah.. Pj Bupati Muba Prihatin Karena Ini

    Walah.. Pj Bupati Muba Prihatin Karena Ini

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, BATANGHARI LEKO- Lambannya pembangunan infrastruktur di Kecamatan Batanghari Leko khususnya di Desa Pengaturan dikeluhkan warga. Hal tersebut membuat keprihatinan Pj Bupati Apriyadi Mahmud yang hadir langsung menyambangi Desa Pengaturan KecamatanBatanghari Leko, Kamis (23/2/2023) siang.   Pantauan di lokasi, tampak banyak bantuan yang dibawa mulai dari sembako hingga pembangunan infrastruktur yang akan dimulai dalam waktu […]

  • Berantas Pandemi Covid, Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

    Berantas Pandemi Covid, Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, menerbitkan tiga Instruksi Mendagri (Inmendagri) terkait perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/8/2021), Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Syafrizal, menyatakan tiga Inmendagri itu yakni, Inmendagri Nomor 30 Tahun 2021, Inmendagri 31/2021, dan Inmendagri 32/2021. Inmendagri 30/2021 tentang PPKM level 4, 3, dan […]

  • Mampukah Sumsel Raih Predikat Provinsi Terbaik Peduli HAM 2019 ?

    Mampukah Sumsel Raih Predikat Provinsi Terbaik Peduli HAM 2019 ?

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    SUMATERA SELATAN [Sumsel] Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan menjadi daerah  dengan predikat provinsi terbaik peduli Hak Azazi  Manusia (HAM) pada tahun 2019. Target tersebut diungkapkan  Sekda Sumsel H. Nasrun Umar  saat memimpin rapat koordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sumsel Sudirman D. Hurry serta perwakilan dari Friedrich Naumann Stiftung Foundation, Nur Rahmi dan utusan Kabupaten/kota […]

  • Ini Daftar Pertandingan PON Papua 2020

    Ini Daftar Pertandingan PON Papua 2020

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 654
    • 0Komentar

    GEBYAR pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua tak terasa tinggal menghitung hari. Sejumlah cabang olahraga akan memulai laga perdana mereka sepekan sebelum PON Papua dibuka Presiden Joko Widodo secara resmi, 2 Oktober 2021 dan berakhir 15 Oktober 2021. PON Papua melombakan 37 cabang olahraga dalam 679 nomor pertandingan serta diikuti oleh 7.066 atlet […]

  • 4 Tahun Kumpulkan Dana CSR, PTBA Bangun 10 GOR di Sumsel
    CSR

    4 Tahun Kumpulkan Dana CSR, PTBA Bangun 10 GOR di Sumsel

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.234
    • 0Komentar

    SELAMA empat tahun kumpulkan  dana Corporate Social Responsibility (CSR), PT Bukit Asam membangun 10 Gedung Olahraga [GOR] di Sumsel. Senior Manager PTBA Tbk, Zulfikar mengatakan, rencananya  akan bangun convention hall, namun setelah berkonsultasi dengan Gubernur Sumsel akhirnya diputuskan untuk membangun GOR di 10 Kabupaten. PTBA juga, akunya  ikut bangga karena ikut membangun Sumsel. “Kami bersyukur sekali […]

  • Sriwijaya Philately Exhibition 2026 Dibuka, Prangko Tak Mati di Era Digital

    Sriwijaya Philately Exhibition 2026 Dibuka, Prangko Tak Mati di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sriwijaya Philately Exhibition 2026 resmi dibuka di Atrium Palembang Square Mall, Jumat (11/9/2026). Pameran ini menghadirkan beragam koleksi prangko dan benda filateli. Di tengah komunikasi yang serba digital, prangko ternyata masih menyimpan daya tarik tersendiri. Bukan hanya sebagai barang koleksi, benda tersebut juga merekam potongan sejarah, mulai dari tokoh, budaya hingga berbagai peristiwa. Gubernur […]

expand_less
WordPress Archive Ivent – Event & Conference Elementor Template Kit iVent – Multipurpose Event WordPress Theme IvyPrep – Education & School WordPress Theme iWP-DevToolz (Pro) – WordPress Plugin Maker + Code Generator Izeetak – IT Solutions & Services Elementor Template Kit iZooto for AMP iZPAY – Mobile App & Fintech Startup Elementor Template Kit Jackie – Karate & Martial Arts School WordPress Theme Jagga – Real Estate Template Kit Jamaah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit