Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

Gas Mahal Bikin Industri Pusing, Hari Kemerdekaan atau Hari Gelisah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 812
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI hari HUT RI ke-80, rakyat berjoget sambil teriak “Merdekaaa!” di lapangan, tapi di pabrik, suasananya beda banget. Mesin produksi berdengung lirih, pekerja menatap layar monitor sambil bergumam, “Gasnya di mana nih? Kok mahal banget?” Hari kemerdekaan berubah jadi hari… gelisah?

Febri Hendri Antoni Arief, juru bicara Kemenperin, menyebut situasi ini sebagai “kado buruk” bagi sektor manufaktur, Kenapa ? kalau kado ulang tahun itu isinya gigi palsu buat nenekmu, padahal dia pengen cokelat, tentu sakit hati kan? Nah, industri nasional lagi seperti itu diberi harga gas mahal di saat seharusnya murah.

Gas bumi, selama ini teman setia pupuk, kaca, keramik, baja, oleokimia, sampai sarung tangan karet, tiba-tiba jadi seperti pacar yang ghosting. Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) naik dari USD 6,5 ke USD 15–17 per MMBTU.

Mesin produksi pun seperti anak yang nggak bisa bangun pagi terpaksa berhenti, dan nyalainnya butuh tenaga ekstra dan biaya lebih besar. Bisa dibilang, ini kayak nonton film horor tapi lampu mati, dan listrik harus bayar tarif VIP.

Yang bikin absurd  gas mahal lancar jaya, gas murah malah ngambek, logikanya, ini kayak beli es teh manis tapi dijatah seteguk doang, sementara es teh kotak mahal bebas ngisi gelas sepuasnya. Industri pun mulai stres, dan pekerja menatap kalender sambil bilang, “Merdeka? Ya merdekalah… tapi duit gaji nanti bisa kepotong PHK”.

Febri bilang, lebih dari 100 ribu pekerja bisa terdampak, jika pabrik menurunkan kapasitas. Jika seandainya pekerja yang semestinya senyum-senyum sambil menghitung bonus, sekarang mikir, “Kalau pabrik tutup, aku bakal jual apa? Jualan cilok di depan rumah?” Kegelisahan ini bisa bikin hari kemerdekaan terasa seperti ujian matematika tanpa kalkulator pusing, bingung, dan takut salah.

Selain itu, harga produk akhir ikut naik, daya saing produk nasional melemah, ibarat pedagang sate punya resep rahasia, tapi daging naik harga, pelanggan kabur ke warung tetangga. Begitu juga industri nasional kalah bersaing dengan produk impor. Moralnya jelas tanpa pasokan energi murah, usaha sekuat apapun bisa rontok.

Febri juga menekankan, pembatasan HGBT bertentangan dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian energi dan pangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Bayangkan jika pupuk yang semestinya bikin sawah subur malah langka. Sayuran mahal, petani stress, ibu rumah tangga ikutan pusing. Moralnya energi murah adalah fondasi industri, seperti akar pohon yang kuat menopang batang dan buahnya.

Yang lucu, Febri menawarkan solusi ala ekonom kreatif fokus pendapatan negara pada pajak produk hilir, bukan gas di hulu. Setiap Rp 1 yang hilang di hulu bisa diganti Rp 3 dari nilai tambah produk hilir. Artinya, daripada buru-buru jual gas mahal, mendingan investasi jangka panjang. Seperti pepatah “Beri orang ikan, mereka kenyang sehari. Ajar mereka memancing, mereka kenyang seumur hidup.” Bedanya, di sini kita ajari industri memanfaatkan gas murah untuk jadi produk bernilai tinggi.

Oleh karena itu, kemerdekaan itu bukan sekadar bendera dan parade, tapi juga kebebasan industri dari ketidakpastian ekonomi. Kalau pasokan gas stabil, pabrik jalan, pekerja aman, harga produk terkendali, dan daya saing meningkat, itu baru namanya “merdeka secara ekonomi.” Dan siapa bilang HUT cuma soal kembang api? Merdeka juga berarti industri bisa bernafas lega tanpa stres, dan rakyat bisa makan sayur tanpa harus hitung kalori plus harga pasar.

Pembatasan HGBT bukan sekadar angka di laporan, tapi cerita nyata industri gelisah, pekerja cemas, dan negara yang harus cerdas menyeimbangkan pendapatan dan nilai tambah.

Kemerdekaan sejati baru terasa ketika fondasi ekonomi kokoh, harga energi terjangkau, dan semua pihak dari investor sampai pekerja bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk soal gas mahal.

Jadi, sambil mengibarkan bendera, mari kita ingat kemerdekaan itu bukan cuma tanggal merah, tapi kemampuan menjaga industri hidup, pekerja produktif, dan bangsa tetap bersaing. Tanpa energi murah, bendera merah putih pun bisa terlihat pucat… dan itu lucu tapi menyedihkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Palembang – Gojek Indonesia pada 2018 berhasil menyumbang ekonomi Palembang sebesar Rp1,5 triliun. Kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian Palembang sebesar Rp1,5 triliun itu, terdiri dari mitra pengemudi Go-ride menyumbang Rp690 miliar, mitra pengemudi Go-car berkontribusi senilai Rp236 miliar dan mitra UMKM Go-food bersumbangsih senilai Rp601 miliar. Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K Walandouw, saat […]

  • Program Sedekah Aparatur Sipil Negara Dilaunching

    Program Sedekah Aparatur Sipil Negara Dilaunching

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang melaunching program sedekah Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama aplikasi Si Abuh di Lingkungan Pemkot setempat. Walikota Palembang H.Harnojoyo mengajak  jajaran pegawai negeri di lingkungan pemerintahan setempat gemar bersedekah. “Hanya dengan Rp2.000 setiap hari, Jika dilakukan dengan ikhlas, secara matematis sudah bisa […]

  • TP PKK Siap Bantu OPD Sukseskan Program Kesehjeraan Masyarakat

    TP PKK Siap Bantu OPD Sukseskan Program Kesehjeraan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    TP PKK Muba secara bergilir melakukan rapat koordinasi terkait dengan sinkronisasi Program Kerja TP PKK Tahun 2021 guna meningkatkan sinergitas dengan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza menjelaskan sebelumnya TP PKK sudah melakukan koordinasi terkait program dengan OPD lainnya diantaranya Dinas Perkebunan, DKP, Dinas TPHP, Disdagperin. “Termasuk […]

  • Amankan Perayaan Imlek 2573, Polda Metro Jaya Turunkan Ribuan Personel

    Amankan Perayaan Imlek 2573, Polda Metro Jaya Turunkan Ribuan Personel

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya mengerahkan 1.965 personel guna mengamankan perayaan Imlek 2573, 1 Februari 2022 besok. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan, S.I.K, M.Si., mengatakan bahwa ribuan personel itu merupakan gabungan PMJ dan Polres jajaran. “Terdiri dari, Polda 595 personel, Polres jajaran 1.320, dan TNI 50 personel,” ujar Kabid Humas dalam keterangannya, […]

  • Sejak 8-11 Mei Pemkab OKI Sudah Distribusikan Bansos ke 29.833 KK

    Sejak 8-11 Mei Pemkab OKI Sudah Distribusikan Bansos ke 29.833 KK

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    TERCATAT pada 8 hingga 11 Mei 2020. Pemkab OKI sudah menyalurkan bansos kepada 29.833 KK atau mencapai 50 persen dari sebanyak 67.394 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bansos Pemkab OKI pada tahap pertama ini. Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, H. Reswandi  mengatakan bantuan tersebut disalurkan ke Sembilan kecamatan antara lain Kecamatan Jejawi, Sirah Pulau Padang, […]

  • Pekerja Kilang Pertamina Plaju Raih 4 Penghargaan Emas di ITEX 2023 Malaysia

    Pekerja Kilang Pertamina Plaju Raih 4 Penghargaan Emas di ITEX 2023 Malaysia

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.275
    • 0Komentar

      Pekerja Kilang Pertamina Plaju meraih 4 penghargaan emas di ITEX 2023 Malaysia, penghargaan  itu bentuk dari kerja inovatif para pekerja PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III (PT KPI RU III) Plaju (Kilang Pertamina Plaju), berhasil melambungkan nama Pertamina di panggung internasional. Baru-baru ini, penghargaan internasional kembali diraih dari Negeri Jiran, Malaysia, pada […]

expand_less
WordPress Archive Ivent – Event & Conference Elementor Template Kit iVent – Multipurpose Event WordPress Theme IvyPrep – Education & School WordPress Theme iWP-DevToolz (Pro) – WordPress Plugin Maker + Code Generator Izeetak – IT Solutions & Services Elementor Template Kit iZooto for AMP iZPAY – Mobile App & Fintech Startup Elementor Template Kit Jackie – Karate & Martial Arts School WordPress Theme Jagga – Real Estate Template Kit Jamaah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit