Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » “Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

“Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 580
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Humor, Edukasi, Imajinasi: Cerita Dagelan Kampus, Pabrik & Masa Depan yang Ramah Oksigen)


DI TENGAH ancaman bumi yang makin panas kayak wajan bekas goreng bakwan, Kementerian Perindustrian malah ngajak mahasiswa buat ngobrolin industri hijau, green jobs, dan masa depan yang rendah karbon tapi tinggi harapan, bukan cuma obrolan ala seminar yang isinya tidur berjamaah, tapi dikemas ala roadshow kampus yang kece AIGIS Goes to Campus. Di sinilah kampus bukan lagi cuma tempat nyari wifi gratis dan dosen pembimbing yang menghilang, tapi medan tempur gagasan menuju masa depan ramah oksigen.

Bayangin, biasanya mahasiswa ke kampus cuma buat ngejar absen dan antri nasi padang dua lauk satu sambal, sekarang mereka diajak mikir soal green economy, IoT buat pabrik, sampai startup pengelola kotoran sapi jadi energi terbarukan. Menteri Perindustrian, Pak Agus Gumiwang, datang bukan buat sidak kos-kosan, tapi ngajak mahasiswa bangkit dari rebahan menuju revolusi industri rendah emisi.

Programnya? Bukan seminar kaleng-kaleng. Ada lomba inovasi, talkshow, forum pemuda, dan bonus bisa foto bareng pejabat sambil pura-pura paham soal dekarbonisasi. Kampus-kampus yang didatangi juga bukan kampus sembarangan dari UI yang terkenal dengan tugasnya, Unpad yang terkenal dengan Cimol-nya, hingga Binus yang kalau nyebutin nama lengkapnya bisa bikin ngos-ngosan.

“AIGIS tuh bukan nama karakter anime,” kata si Riko, mahasiswa teknik lingkungan sambil melirik poster acara. “Itu singkatan dari Annual Indonesia Green Industry Summit. Tapi auranya mirip, kayak anime penuh harapan, perjuangan, dan teknologi.” Bedanya, ending AIGIS bukan duel antar cyborg, tapi pitching ide daur ulang plastik jadi bahan bangunan tahan gempa.

Kemenperin juga paham, generasi muda ini lebih cepat update soal skincare Korea daripada regulasi karbon. Maka dibikinlah program keren Startup4Industry. Jadi mahasiswa bukan cuma jago bikin es kopi di rumah, tapi juga bisa bikin startup pengolah limbah tahu jadi biogas, atau alat ukur emisi pake aplikasi yang nggak ngelag.

“Kalau industri zaman sekarang masih buang limbah sembarangan, itu kayak anak kos buang sampah dari lantai 3, terus pura-pura nggak tahu,” kata Pak Andi dari BSKJI sambil nyengir. Makanya, teknologi kayak IoT, AI, dan big data digiring masuk ke pabrik. Biar mesin pabrik nggak cuma panas, tapi juga peka. Kalau terlalu banyak polusi, alarmnya bunyi, bukan malah update status “Feeling cute, might pollute later.”

Puncaknya, diadakan Youth Green Forum, mahasiswa dari kampus-kampus tadi diadu ide, bukan adu jotos rebutan colokan. Yang menang? Ada dari UI, Unpad, Binus, Trisakti, sampai STTT Bandung. Bahkan ada siswa SMA N Bali Mandara yang idenya dikira mahasiswa S2. Katanya, “Saya cuma bantu sapi tetangga, kok.” Ternyata sapinya jadi model biogas nasional.

Toyota pun nimbrung, mereka bikin Capability Center buat latih SDM biar ngerti otomotif dan oksigen. “Kita nggak bisa terus-terusan ngandelin mesin doang. SDM-nya harus siap, bro,” kata Pak Bob dari TMMIN. Ya, masa mobil listriknya canggih, tapi yang bawa masih buang sampah plastik dari jendela? Kan zonk.

Yang keren, desa-desa juga nggak dilupain. Kemenperin bantu IKM lokal, kasih pelatihan, bahkan ngubah Unit Daerah jadi BLU. Bukan “Bapak Lagi Urusan”, tapi Badan Layanan Umum yang tanggap. Jadi kalau ada pabrik tempe di pelosok butuh alat daur ulang kedelai, tinggal colok WA. Nggak perlu nunggu sinyal dari menara BTS kampung sebelah.

Kata pepatah “Bersihkanlah lingkunganmu, sebelum hatimu”. Ya walau kedengeran kayak caption Instagram galau, tapi konteksnya cocok. AIGIS ini bukan cuma acara, tapi semacam deklarasi nasional  masa depan hijau itu bukan mimpi, asal kita nggak terus-terusan hidup kayak kantong plastik sekali pakai, selamanya di bumi. Mahasiswa, siap jadi Menteri Industri Hijau? Minimal, mulai dari jaga kebersihan kosan dulu, bro.

Kalau kampus, pabrik, dan mahasiswa udah satu frekuensi, siapa tahu nanti Indonesia bisa ekspor oksigen kayak Norwegia ekspor ikan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

    Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.040
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) mengembangkan penelitian dan teknologi diesel biohidrokarbon dan bioavtur. Upaya ini dilakukan dalam ikhtiar Pertamina untuk mempercepat ketahanan dan kemandirian energi bagi negeri. Komitmen kemandirian energi tersebut ditandai dengan penandatanganan antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Pupuk Sriwidjaja, PT Rekayasa Industri, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), dan LEMIGAS di Gedung […]

  • Waspada ! Angka DBD di Kecamatan Sako Tertinggi di Palembang

    Waspada ! Angka DBD di Kecamatan Sako Tertinggi di Palembang

    • calendar_month Senin, 11 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Demam Berdarah Dengoe [DBD] tidak mengenal usia, siapa pun bisa terserang oleh penyakit ini. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang yang sudah tua pun bisa mengalaminya. Penyakit ini tidak menular secara langsung, namun nyamuk pembawa virus dengue bisa menyebarkan virus melalui gigitan di kulit. Jadi, tak heran jika ada satu atau dua orang dalam satu keluarga […]

  • Kucing Kuwuk Terjebak Kardus, Pedagang Online Ditangkap

    Kucing Kuwuk Terjebak Kardus, Pedagang Online Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    ENAM ekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) nyaris menjadi korban perdagangan ilegal ketika ditemukan disembunyikan di dalam kardus, akhir pekan lalu di Jl. Tahi Bonar Simatupang, Medan Sunggal. Petugas gabungan dari Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera dan Korwas PPNS Polda Sumut menangkap seorang pemuda berinisial SD (28) saat hendak mengirim satwa tersebut menggunakan jasa transportasi darat. […]

  • Terkait Karhutlabun, Petuah Kodim 0430 Banyuasin : “Jagalah Alam, Sehingga Alam Juga Akan Menjaga Manusia”

    Terkait Karhutlabun, Petuah Kodim 0430 Banyuasin : “Jagalah Alam, Sehingga Alam Juga Akan Menjaga Manusia”

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    KODIM 0430 Banyuasin, Amran Alfian menegaskan siap siaga dalam pemadaman api yang membakar lahan luas di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumsel begitu pula  dengan lahan -lahan lainya. Hal tersebut diutarakannya seusai Pelantikan DPRD Banyuasin, kemarin.Dirinya berharap, dari kebakaran yang sangat luas tersebut pihak kepolisian dapat mengusut penyebabnya. “Kita dari Kodim 0430 Banyuasin selalu berada […]

  • Gubernur Imbau Kepala Daerah di Sumsel  Kampanyekan Covid -19  Bisa Disembuhkan

    Gubernur Imbau Kepala Daerah di Sumsel  Kampanyekan Covid -19  Bisa Disembuhkan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru  bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar video conference bersama Bupati dan Walikota dari 17 kabupaten/kota se Provinsi Sumsel, membahas tentang pencegahan, penyebaran dan percepatan penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) di tiap-tiap wilayah. BERTEMPAT di Ruang Command Center kantor Gubernur Sumsel Jum’at (17/4/2020) pagi, Video conference yang bertujuan […]

  • FLPP –  Jurus Sakti yang Bikin Buruh Ngakak Sambil Pegang Kunci Rumah!

    FLPP –  Jurus Sakti yang Bikin Buruh Ngakak Sambil Pegang Kunci Rumah!

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    COBA seandainya  kamu buruh di PT Kahatex, setiap hari digempur mesin jahit seperti gladiator zaman dulu melawan naga kain, pulang kerja, lelah, tapi hati tetap kosong karena rumah masih kontrakan sempit. “Ah, hidup ini kayak es krim di bawah matahari meleleh nggak karuan, tapi tetap manis kalau sabar,” gumammu sambil liat harga rumah di Jawa […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Branding WooCommerce Brands WooCommerce Brands Plugin – Shop by Manufacturers WooCommerce Bulk Download Woocommerce Bulk Edit Variable Products & Prices WooCommerce Bulk Stock Management WooCommerce Bulk Variation Forms WooCommerce Bulk Variations WooCommerce Business Tools Bundle WooCommerce Buy Again | Repeat Orders On WooCommerce