Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Cuti Bersama HUT RI ke-80: Asyiknya Libur, Tapi Buruh Masih Kerja Keras, Kok Bisa?

Cuti Bersama HUT RI ke-80: Asyiknya Libur, Tapi Buruh Masih Kerja Keras, Kok Bisa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 1.070
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NGOMONGIN soal cuti bersama HUT RI ke-80, langsung kebayang deh suasana jalanan sepi, kantor kosong, pedagang gorengan naik omzet, dan yang paling penting kesempatan emas buat rebahan seharian sambil nonton karnaval di TV.

Pemerintah sudah mantap menetapkan 18 Agustus 2025 sebagai hari cuti bersama, biar rakyat bisa seru-seruan sambil merayakan kemerdekaan. Menteri Ketenagakerjaan, Pak Yassierli, juga sudah ngimbau perusahaan agar memberikan kesempatan buat para pekerja dan buruh ikut merayakan, biar nasionalisme makin melekat. Tapi, di balik gegap gempita cuti bersama, ada kenyataan lucu yang bikin tepuk jidat: ada buruh, khususnya yang kerja di sektor informal dan sekitar proyek besar, yang malah tetap kudu kerja. Lho, kok bisa?

Bayangin aja, cuti bersama itu ibarat angin segar di tengah teriknya panas kerja. Tapi bagi sebagian buruh, angin segar ini cuma wacana, ibarat mimpi indah yang baru ketemu di tidur siang.

Kalau cuti bersama itu seperti pesta ulang tahun dengan kue berlapis cokelat, nah buruh-buruh yang masih kerja itu ibarat tamu yang cuma kebagian remah-remah kue dari bawah meja. Lucu tapi miris, kan?

Dalam bahasa Jawa ada pepatah, “Ora ono rotone, aja ngarep susu.” Artinya, kalau gak ada usaha dan perhatian, jangan harap dapat hasil maksimal.

Nah, ini yang sepertinya masih terjadi di lapangan, pemerintah sudah ngimbau supaya perusahaan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pekerja ikut merayakan, tapi kenyataannya?.

Dialog soal cuti seringkali berakhir dengan kalimat klasik, “Wah, lagi sibuk nih, minggu depan aja ya.” Jadilah buruh ini seperti pemain cadangan di pertandingan bola: siap dimainkan tapi lebih sering duduk di bangku cadangan.

Menteri Yassierli memang menegaskan, cuti bersama ini untuk memperkuat persatuan dan nasionalisme sekaligus menjaga produktivitas kerja. Tapi kalau semangat nasionalisme hanya sebatas seruan di siaran pers, tanpa diikuti aksi nyata, ya sama saja dengan mengejar bayangan sendiri capek tapi gak pernah ketemu.

Di sisi lain, cuti bersama harusnya jadi momentum untuk kita semua, khususnya pemerintah dan dunia usaha, untuk ngopi bareng sambil mikir: sudahkah kita benar-benar memperhatikan pekerja yang menjadi tulang punggung pembangunan? Jangan sampai, HUT RI ke-80 cuma jadi pesta kembang api yang menyilaukan mata, sementara di sudut lain masih ada yang kerja tanpa kesempatan istirahat dan rayakan.

Kesimpulannya, peringatan kemerdekaan ini bukan cuma soal seremonial dan cuti bersama yang bikin kantong-kantong usaha sesak, tapi bagaimana menjadikan kemerdekaan itu berwujud kesejahteraan yang merata. Ingat pepatah bijak “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Kalau buruh dan pekerja tidak diajak merayakan dengan sepenuh hati, nasionalisme pun bisa jadi cuma jargon kosong yang mudah hilang ditiup angin.

Jadi, yuk jadikan HUT RI ke-80 ini bukan hanya ajang cuti dan karnaval, tapi momentum nyata mempererat persatuan sambil memastikan semua lapisan masyarakat, terutama para buruh dan pekerja informal, dapat ikut merasakan manisnya kemerdekaan dengan hak-hak yang terpenuhi. Karena kemerdekaan tanpa keadilan sosial itu seperti sayur tanpa garam kurang nendang, kurang greget!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab dan DPRD OKI Sepakati KUA PPAS 2023 Sebesar Rp.2, 308 Triliun

    Pemkab dan DPRD OKI Sepakati KUA PPAS 2023 Sebesar Rp.2, 308 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir menyepakati Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten OKI Tahun 2023 sebesar Rp 2.308 Triliun Penandatanganan nota kesepakatan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten OKI yang disaksikan oleh 45 anggota DPRD Kabupaten OKI, forkopimda di Ruang Rapat Paripurna DPRD OKI, Jum’at, (12/8/22) […]

  • Pak Eko Figur Cagub Sumsel 2024 Patut Didukung, Syarat dengan Visi & Misi

    Pak Eko Figur Cagub Sumsel 2024 Patut Didukung, Syarat dengan Visi & Misi

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.652
    • 0Komentar

    PENYERAHAN bantuan untuk masyarakat oleh maha dermawan Akidi Dio melalui Kapolda Sumsel patut di apresiasi  semua pihak. Keluarga Akidi Dio mempercayakan bantuan ke Kapolda Sumsel karena beliau merupakan Polisi berwawasan Akademisi dan juga mempunyai track record bersih dari Oligarki dan KKN. Deputy MAKI Sumsel sangat mendukung Kapolda Sumsel dalam pertarungan Pilgub 2024 untuk bersaing dengan […]

  • BUMN dan Swasta Diajak Proaktif Gelar Aksi Sweb Tes Bagi Masyarakat Umum

    BUMN dan Swasta Diajak Proaktif Gelar Aksi Sweb Tes Bagi Masyarakat Umum

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya mengharapkan beran serta pembaga seperti BUMN dan lembaga swasta lainnya dapat menggelar aksi peduli pencegahan penyebaran covid 19, seperti gegiatan Swab Tes gartis bagi masyarakat umum diberbagai lokasi. Hal ini diungkapkannya ketika membuka secara langaung sweb tes yang diselenggarakan oleh Bank BNI bekerja sama dengan RS Bunda Jakarta […]

  • Cara  Ini OKI Cegah Konflik Pertanahan

    Cara Ini OKI Cegah Konflik Pertanahan

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    POTENSI konflik pertanahan mendapat perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Terdapat beberapa masyarakat yang mengklaim bahwa di desanya terdapat tanah hak ulayat. klaim ini berpotensi menimbulkan konflik apabila bersinggungan dengan perusahaan perkebunan, kehutanan dan galian tambang yang ada di OKI . “Guna mencegah konflik, Pemkab OKI melakukan identifikasi, sekaligus verifikasi atas klaim tanah ulayat, […]

  • Gubernur Sumsel dan Keluarga Gunakan Hak Pilih  di TPS 03

    Gubernur Sumsel dan Keluarga Gunakan Hak Pilih di TPS 03

    • calendar_month Rabu, 27 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    PALEMBANG- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin didampingi istrinya Hj. Eliza Alex beserta anak dan menantunya mengunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Provinsi Sumsel, Rabu (27/06). Sekitar pukul 09.30 WIB, Gubernur Sumsel Alex Noerdin beserta keluarga tiba di TPS 03 Talang Semut, Palembang. Gubernur nampak mengenakan pakaian muslim putih, kehadirannya disambut hangat […]

  • 4 Orang Warga Sumsel Nekat Datangi Kantor Gubernur, Ada Apa ?

    4 Orang Warga Sumsel Nekat Datangi Kantor Gubernur, Ada Apa ?

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    EMPAT Orang warga dari empat Kabupaten di Sumatera Selatan nekat mendatangi Kantor Gubernur Sumsel, guna bertemu langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis sore kemarin. Uniknya ke empat orang itu berasal dari  daerah yang berbeda, yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan [OKUS], Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Kabupaten Lahat. Diketahui, mereka bernama […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Pixelmag WordPress Theme MyThemeShop Point Pro WordPress Theme MyThemeShop Purple WordPress Theme MyThemeShop Reactor WordPress Theme MyThemeShop Reader WordPress Theme MyThemeShop Report WordPress Theme MyThemeShop Repose WordPress Theme MyThemeShop Risen WordPress Theme MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme