Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 2.268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Brebes Tunjukkan Cara Birokrasi Bisa Ramah, Bukan Drama

SEANDAINYA ada lomba daerah paling sabar ngadepin urusan perizinan, Brebes mungkin langganan juara umum. Soalnya, banyak pelaku ekonomi kreatif yang ide-idenya udah meledak-ledak kayak popcorn, tapi kejedot di meja birokrasi. Mau bikin usaha? Izin dulu. Mau izin? Tunggu tanda tangan. Mau tanda tangan? Pejabatnya rapat. Giliran rapatnya kelar, semangat udah pindah ke jualan online.

Nah, biar nggak terus-terusan begini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akhirnya turun gunung pekan lalu, mereka ngumpulin para pegiat ekonomi kreatif di King Royal Hotel, Brebes. Bukan buat makan siang bareng, tapi buat acara yang namanya agak panjang Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko lewat OSS. Tapi intinya cuma satu, biar pelaku usaha nggak lagi takut sama yang namanya izin usaha.

Brebes emang terkenal dengan telur asinnya, tapi kalau pelaku ekonomi kreatif di sini dikasih kesempatan, bisa jadi asin-nya bukan cuma di telur, tapi juga di dompet. Coba bayangin, dari kuliner, kriya, sampai desain digital, semua bisa jadi sumber cuan kalau dijalankan dengan izin yang resmi.

Kemenekraf lewat Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, datang bawa kabar baik “Sekarang izin usaha bisa lewat sistem OSS. Nggak perlu ngantre, nggak perlu surat sakti, cukup klik-klik di laptop”.

Kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, OSS ini ibarat jembatan emas buat para pelaku usaha biar bisa jalan tanpa drama. “Perizinan yang mudah dan transparan adalah pintu masuk menuju ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif,” katanya.
Bahasanya memang keren, tapi kalau diterjemahin ke bahasa warung kopi. “Sekarang ngurus izin gak perlu ngopi sampai dingin”.

OSS alias Online Single Submission ini kayak warung serba ada buat perizinan. Mau bikin usaha kerajinan, jualan desain, atau buka kafe tematik? Semua bisa diurus dari rumah. Asal sinyal kuat dan kuota cukup, izin pun langsung meluncur kayak orderan ojek online.

Kepala Subdirektorat Helmi Suhendry bilang, forum ini bukan cuma soal izin, tapi juga cara ngelihat peluang investasi dan kolaborasi. “Jadi bukan cuma ngerti caranya bikin izin, tapi juga ngerti gimana caranya bikin duitnya jalan”.

Sementara Direktur Anggara Hayun menambahkan, kegiatan ini juga buat ngasih edukasi tentang pentingnya izin berbasis risiko.
Alias, kalau usahamu cuma jual gantungan kunci, risikonya beda sama jual petasan. Tapi dua-duanya tetap butuh izin, biar usahanya aman dan dipercaya.

Asisten Sekda Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, juga nggak mau ketinggalan. Ia bilang Brebes punya potensi besar di kuliner dan kriya. Tapi potensi itu bisa nyangkut di pintu, kalau para pelaku usaha belum paham pentingnya izin.

“Izin usaha itu kayak helm waktu naik motor, kadang males dipakai, tapi pas ada razia, baru sadar fungsinya besar”.

Dan bener aja, kalau udah punya legalitas, produknya bisa dipercaya konsumen, bisa ikut pameran, bahkan bisa dilirik investor. Soalnya, investor zaman sekarang udah nggak mau investasi ke usaha yang “abal-abal tapi viral”.

Sekretaris Komisi I DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, juga ngasih bumbu realitas. Katanya, Brebes bakal dapet bonus demografi, banyak anak muda produktif, tapi tantangannya adalah digitalisasi, jadi, mau nggak mau, perizinan pun harus ikut upgrade ke zaman online.

“Kami siap jemput bola, bukan nunggu bola masuk ke gawang birokrasi,” ujarnya penuh semangat.

Kalau acara kayak gini terus berlanjut, Brebes bisa jadi contoh daerah yang nggak cuma jual telur asin, tapi juga jual ide asin-manis-gurih khas anak muda kreatif. Bayangin aja, produk lokal yang dulu cuma dipajang di etalase kecil pasar tradisional, nanti bisa mejeng di marketplace internasional.

Dan semuanya dimulai dari satu hal sederhana: punya izin usaha, karena seperti kata pepatah versi upgrade, “Lebih baik izin di awal daripada diusut di akhir”.

Akhir kata, Kemenekraf bukan cuma ngajarin cara ngurus izin, tapi ngajak pelaku ekraf buat berpikir jangka panjang. Soalnya, kreativitas tanpa legalitas itu kayak nasi goreng tanpa kecap tetap bisa dimakan, tapi nggak lengkap.

Dengan sistem OSS, para pelaku ekonomi kreatif di Brebes dan daerah lain bisa mulai bergerak tanpa takut dihantui birokrasi, sekarang nggak ada alasan lagi buat usaha jalan di bawah meja.

Birokrasi boleh tetap ada, tapi harus adaptif. Daerah boleh kecil, tapi mimpinya besar, karena kalau Brebes bisa bikin telur asin mendunia, siapa bilang ide kreatif mereka nggak bisa bikin dunia jadi lebih asin gurih juga?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lakukan Penertiban, Disbub Angkut 60 Motor dan Tilang 20 Mobil

    Lakukan Penertiban, Disbub Angkut 60 Motor dan Tilang 20 Mobil

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    SEJUMLAH pemilik kendaraan yang sembarangan parkir di kawasan Jl POM XI dan Jl Angkatan 45, kelabakan saat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mengangkut kendaraan mereka. Bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Sumatera Selatan (Sumsel), setidaknya ada 60 kendaraan roda dua (motor) diangkut dan 20 mobil ditilang. Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Operasional (Wasdalops) Dishub  Kota Palembang, […]

  • Songsong 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia, Kemenperin Siapkan PIDI 4.0

    Songsong 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia, Kemenperin Siapkan PIDI 4.0

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Perindustrian (Kemenperin) fokus untuk memacu pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Hal ini bertujuan untuk mendidik dan meluluskan tenaga kerja di sektor industri yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan saat ini, sehingga dapat berkontribusi meningkatkan daya saing dan produktivitas sektor manufaktur. “Salah satu sekolah tinggi vokasi yang […]

  • Sekda Palembang Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

    Sekda Palembang Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kota Palembang Drs Ratu Dewa MSi memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. Upacara diikuti Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri, instansi vertikal, serta organisasi kepemudaan. Dihadiri Ketua DPRD Kota Palembang Darmawan SH, Kapolres Kota Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, Dandim 0418 Letkol Inf Honi […]

  • Indonesian Corner momen kenalkan produk UMKM Kalimantan Utara di Tawau

    Indonesian Corner momen kenalkan produk UMKM Kalimantan Utara di Tawau

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Indonesian Corner sebagai momen  untuk kenalkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Kalimantan Utara, dan merupakan satu upaya diplomasi ekonomi yang merupakan salah satu fokus kebijakan luar negeri Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan Konsulat RI Tawau bekerja sama dengan Sthamin Supermarket bertempat di Sthamin Supermarket Hilltop, Tawau (2/4). Indonesian Corner merupakan stand khusus […]

  • Wow, Pengedar Dollar Palsu Senilai Rp3 miliar Dicokok Polisi

    Wow, Pengedar Dollar Palsu Senilai Rp3 miliar Dicokok Polisi

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Pelaku mengatur strategi jual beli dolar AS palsu dengan modus saling tidak kenal antar tersangka.

  • Serahkan LHP Anggaran 2021 kepada Plt Bupati Muba, BPK : Pandangan Salah, WTP Bagus Belum Tentu Tak Ada Memiliki Masalah, Yang Perlu Itu Gencarkan Laporan On Track

    Serahkan LHP Anggaran 2021 kepada Plt Bupati Muba, BPK : Pandangan Salah, WTP Bagus Belum Tentu Tak Ada Memiliki Masalah, Yang Perlu Itu Gencarkan Laporan On Track

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    PELAKSANA Harian (Plh) Kepala BPK Perwakilan Sumsel, Acep Mulyadi saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021, di Kantor BPK Perwakilan Sumsel belum lama ini. Menurutnya Laporan Hasil Pemeriksaaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 sudah berada di jalur yang tepat atau on […]

expand_less
WordPress Archive Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Qudrat – Islamic Center & Mosque Elementor Template Kit Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor