Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 2.265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Brebes Tunjukkan Cara Birokrasi Bisa Ramah, Bukan Drama

SEANDAINYA ada lomba daerah paling sabar ngadepin urusan perizinan, Brebes mungkin langganan juara umum. Soalnya, banyak pelaku ekonomi kreatif yang ide-idenya udah meledak-ledak kayak popcorn, tapi kejedot di meja birokrasi. Mau bikin usaha? Izin dulu. Mau izin? Tunggu tanda tangan. Mau tanda tangan? Pejabatnya rapat. Giliran rapatnya kelar, semangat udah pindah ke jualan online.

Nah, biar nggak terus-terusan begini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akhirnya turun gunung pekan lalu, mereka ngumpulin para pegiat ekonomi kreatif di King Royal Hotel, Brebes. Bukan buat makan siang bareng, tapi buat acara yang namanya agak panjang Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko lewat OSS. Tapi intinya cuma satu, biar pelaku usaha nggak lagi takut sama yang namanya izin usaha.

Brebes emang terkenal dengan telur asinnya, tapi kalau pelaku ekonomi kreatif di sini dikasih kesempatan, bisa jadi asin-nya bukan cuma di telur, tapi juga di dompet. Coba bayangin, dari kuliner, kriya, sampai desain digital, semua bisa jadi sumber cuan kalau dijalankan dengan izin yang resmi.

Kemenekraf lewat Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, datang bawa kabar baik “Sekarang izin usaha bisa lewat sistem OSS. Nggak perlu ngantre, nggak perlu surat sakti, cukup klik-klik di laptop”.

Kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, OSS ini ibarat jembatan emas buat para pelaku usaha biar bisa jalan tanpa drama. “Perizinan yang mudah dan transparan adalah pintu masuk menuju ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif,” katanya.
Bahasanya memang keren, tapi kalau diterjemahin ke bahasa warung kopi. “Sekarang ngurus izin gak perlu ngopi sampai dingin”.

OSS alias Online Single Submission ini kayak warung serba ada buat perizinan. Mau bikin usaha kerajinan, jualan desain, atau buka kafe tematik? Semua bisa diurus dari rumah. Asal sinyal kuat dan kuota cukup, izin pun langsung meluncur kayak orderan ojek online.

Kepala Subdirektorat Helmi Suhendry bilang, forum ini bukan cuma soal izin, tapi juga cara ngelihat peluang investasi dan kolaborasi. “Jadi bukan cuma ngerti caranya bikin izin, tapi juga ngerti gimana caranya bikin duitnya jalan”.

Sementara Direktur Anggara Hayun menambahkan, kegiatan ini juga buat ngasih edukasi tentang pentingnya izin berbasis risiko.
Alias, kalau usahamu cuma jual gantungan kunci, risikonya beda sama jual petasan. Tapi dua-duanya tetap butuh izin, biar usahanya aman dan dipercaya.

Asisten Sekda Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, juga nggak mau ketinggalan. Ia bilang Brebes punya potensi besar di kuliner dan kriya. Tapi potensi itu bisa nyangkut di pintu, kalau para pelaku usaha belum paham pentingnya izin.

“Izin usaha itu kayak helm waktu naik motor, kadang males dipakai, tapi pas ada razia, baru sadar fungsinya besar”.

Dan bener aja, kalau udah punya legalitas, produknya bisa dipercaya konsumen, bisa ikut pameran, bahkan bisa dilirik investor. Soalnya, investor zaman sekarang udah nggak mau investasi ke usaha yang “abal-abal tapi viral”.

Sekretaris Komisi I DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, juga ngasih bumbu realitas. Katanya, Brebes bakal dapet bonus demografi, banyak anak muda produktif, tapi tantangannya adalah digitalisasi, jadi, mau nggak mau, perizinan pun harus ikut upgrade ke zaman online.

“Kami siap jemput bola, bukan nunggu bola masuk ke gawang birokrasi,” ujarnya penuh semangat.

Kalau acara kayak gini terus berlanjut, Brebes bisa jadi contoh daerah yang nggak cuma jual telur asin, tapi juga jual ide asin-manis-gurih khas anak muda kreatif. Bayangin aja, produk lokal yang dulu cuma dipajang di etalase kecil pasar tradisional, nanti bisa mejeng di marketplace internasional.

Dan semuanya dimulai dari satu hal sederhana: punya izin usaha, karena seperti kata pepatah versi upgrade, “Lebih baik izin di awal daripada diusut di akhir”.

Akhir kata, Kemenekraf bukan cuma ngajarin cara ngurus izin, tapi ngajak pelaku ekraf buat berpikir jangka panjang. Soalnya, kreativitas tanpa legalitas itu kayak nasi goreng tanpa kecap tetap bisa dimakan, tapi nggak lengkap.

Dengan sistem OSS, para pelaku ekonomi kreatif di Brebes dan daerah lain bisa mulai bergerak tanpa takut dihantui birokrasi, sekarang nggak ada alasan lagi buat usaha jalan di bawah meja.

Birokrasi boleh tetap ada, tapi harus adaptif. Daerah boleh kecil, tapi mimpinya besar, karena kalau Brebes bisa bikin telur asin mendunia, siapa bilang ide kreatif mereka nggak bisa bikin dunia jadi lebih asin gurih juga?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, Kemenag segera bersiap songsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M

    Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, Kemenag segera bersiap songsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jeddah- Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah sampai fase akhir, yakni pemulangan jemaah haji ke Tanah Air. Kementerian Agama segera bersiap untuk menyongsong penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan kuota haji Indonesia tahun depan sebesar 221.000 jemaah. Bersamaan itu, telah diumumkan tahapan persiapan, mulai 16 September 2023. Sementara […]

  • Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Inilah Jamaah Haji Tertua di Indonesia, Berapa Usianya !

    Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Inilah Jamaah Haji Tertua di Indonesia, Berapa Usianya !

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    Madinah – Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (26/5/2023) dini hari, Harun bin Senar (119 tahun), jemaah haji tertua Indonesia disambut petugas haji Indonesia di sana. Pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini bersama 449 jemaah lainnya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-6. Di usianya yang sudah sepuh, Mbah Harun terlihat sehat. […]

  • Sekolah Umum Harus Bisa Tampung ABK

    Sekolah Umum Harus Bisa Tampung ABK

    • calendar_month Sabtu, 24 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Setiap sekolah memang diharapkan menjadi sekolah inklusif yang berarti sekolah tersebut bisa menerima siapa pun termasuk, anak – anak yang berkebutuhan khusus yang mau bersekolah di sekolah umum, meskipun dalam hal ini masih dipertimbangkan juga hal yang teknis. Hal itu diungkap, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Bonny Syafriyan, saat ditemui […]

  • Pantau Progres Tol Kayuagung-Palembang & Musi VI Ditengah Pandemi COVID1-9

    Pantau Progres Tol Kayuagung-Palembang & Musi VI Ditengah Pandemi COVID1-9

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    GUNA memastikan pembangunan  infrastruktur di Sumsel tetap berjalan normal, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mendadak meninjau sejumlah jalan tol dan jembatan pada Rabu (22/4/2020). Selain Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung), penyelesaian Jembatan Musi VI juga tak luput dari pantauan pria yang akrab disapa HD tersebut. Berdasarkan pantauan, HD dan rombongan memulai peninjauan proyek Jembatan Ogan […]

  • Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

    Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.364
    • 0Komentar

    JAKARTA – Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19 membenarkan keterangan dr. Dirga, karena selaku penyintas, ia awalnya tidak merasakan gejala berat sebelum akhirnya melakukan tes swab dan terbukti positif, “Virus COVID-19 ini benar-benar ada, jadi sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), harus dijalankan. Selain itu dalam menghadapi COVID-19 memang perlu kedewasaan diri, […]

  • Manfaat Pohon Sukun

    Manfaat Pohon Sukun

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.838
    • 0Komentar

      POHON  sukun merupakan salah satu jenis tanaman endemik dari nusantara. Kandungan gizi di dalam buah sukun menjadikannya salah satu sumber pangan potensial. Sayangnya, tanaman ini sudah mulai dilupakan oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini yang melatar belakangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar lomba Pembibitan Sukun Terbanyak. […]

expand_less
WordPress Archive Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Qudrat – Islamic Center & Mosque Elementor Template Kit Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor