Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
  • visibility 2.379
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROGRAM Penguatan Kemandirian Pesantren yang digagas Menag Yaqut Cholil Qoumas terus bergulir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan agribisnis untuk penguatan ekonomi pesantren.

Tahun ini, ada 109 pesantren yang menjadi target pelatihan. Giat ini akan digelar dalam tiga angkatan untuk memastikan prosesnya berjalan dengan protokol kesehatan dan disiplin 5M di tengah pandemi.

Angkatan pertama giat yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini berlangsung di Bogor, 26 – 28 Agustus 2021. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menyebutkan secara eksplisit bahwa pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga bisa berperan sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi termasuk kewajiban agama. Mengembangkan ekonomi adalah masalah agama yang sesuai dengan tuntutan syariah,” ujar Ali Ramdhani di Bogor, Kamis (26/8/2021).

Untuk mewujudkan itu, lanjut pria yang akrab disapa Dhani, salah satu hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah menanamkan paradigma yang mensejajarkan antara penguasaan keilmuan dan penguasaan ekonomi di pesantren. Bahwa kekuatan dan ketangguhan ekonomi bukanlah sebatas urusan duniawi, melainkan menjadi poros utama dalam mewujudkan kehidupan beragama yang lebih baik.

“Jika kita pelajari, dari lima rukun Islam, empat rukun mensyaratkan isthitha’ah. Shalat itu harus mengenakan baju yang bersih artinya kemampuan memiliki pakaian dan menjadikannya bersih ini dapat diartikan secara ekonomis, begitupun zakat, puasa, terlebih haji. Bahwa kemampuan seseorang juga dapat menentukan sejauhmana seseorang itu dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah Swt,” ujarnya.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan, dalam kesederhanaan laku hidup, Rasulullah saw adalah sosok yang mumpuni dalam sisi ekonomi. “KIta lebih sering melihat sisi kesahajaan beliau tetapi lupa bahwa Nabi Muhammad saw adalah pengusaha yang tangguh”.

Lebih lanjut disampaikan Ali Ramdhani, Kementerian Agama kini tengah mengembangkan suatu konsep Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Dirinya optimis, kebangkitan ekonomi pesantren dapat segera terwujud mengingat potensi pengembangan ekonomi yang dimiliki. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 30 ribu pesantren dengan jutaan santri.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur menambahkan, Pelatihan Agribisnis bagi Penguatan Ekonomi Pesantren adalah ikhtiar untuk mewujudkan pesantren yang lebih mandiri terutama dalam membangun kekuatan ekonomi baru. Untuk itu perlu dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pelatihan yang sistematis, sekaligus menyatukan potensi ekonomi yang ada dengan membangun jejaring antar pesantren.

“Dari dulu pesantren selalu hidup dan menghidupi masyarakat Ini bukti bahwa pesantren memang merupakan lembaga yang mandiri. Maka akan lebih optimal ketika pesantren memiliki jejaring ekonomi baik antar pesantren maupun kemitraan dengan pihak luar,” ucapnya.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren melaporkan, pelatihan tersebut rencananya dilaksanakan dalam tiga angkatan dengan total peserta sebanyak 109 pesantren. Peserta pelatihan terbagi dalam empat tipe pesantren berdasarkan potensi yang dimiliki dan kegiatan ekonomi yang telah dijalankan.

“Setelah ini, peserta akan dilatih di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis (Pusdiklat Teknis) dengan melibatkan tenaga-tenaga profesional dan berpengalaman. Lebih spesifik pesantren-pesantren diharapkan nantinya akan memiliki berbagai unit yang bergerak di bidang ekonomi, baik formal maupun non formal. Seperti Koperasi, Badan Usaha milik pesantren, Balai Latihan Kerja, dan lain-lain,” ujarnya.Kemenag (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Ada di Acara DIATF !

    Apa yang Ada di Acara DIATF !

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.750
    • 0Komentar

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo secara resmi membuka #DiIndonesiaAja Travel Fair (DIATF) 2023 sebagai implementasi program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang memiliki target 1,2-1,4 miliar perjalanan tahun ini. DIATF sendiri menawarkan berbagai promo menarik, mulai dari promo potongan harga hingga cashback untuk tiket pesawat, […]

  • Konsulat Amerika Tawarkan Dana Hibah untuk Sumsel

    Konsulat Amerika Tawarkan Dana Hibah untuk Sumsel

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin kembali kedatangan Konsulat dari Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P Salim di Griya Agung Rabu (20/9). Selain menindaklanjuti penjajakan kerjasama sebelumnya, mereka juga datang menawarkan bantuan dana hibah untuk pengembangan sejumlah proyek yang tengah berjalan di Sumsel.

  • Ada Bazzar Murah Produk UMKM di Kemenag

    Ada Bazzar Murah Produk UMKM di Kemenag

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.541
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Kementerian Agama hari ini menggelar bazzar murah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pameran Eselon I. Kegiatan ini digelar di halaman kantor pusat Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta. Bazzar yang digelar sebagai rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama berlangsung dua hari, 13-14 Januari 2023. Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama Zainut […]

  • Penanganan COVID-19,Pemprov. Sumsel Kembali Terima Bantuan dari ASOHI & Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel

    Penanganan COVID-19,Pemprov. Sumsel Kembali Terima Bantuan dari ASOHI & Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel kembali menerima sejumlah bantuan cairan disinfektan dan Alat Pelindung Diri [APD], guna pencegahan COVID-19. Bantuan 100 ribu liter disinfektan itu berasal dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Sumsel yang bekerjasama Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel dan 1.700 set APD dari Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel, Rabu (1/4/2020). Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyebut, mengalirnya […]

  • jokowi-ngopi-dengan-pebisnis-kopi

    Ketika Jokowi Ngopi Sore dengan Pebisnis Kopi

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    Minggu (1/10/2017), sepertinya dimanfaatkan oleh Presiden Ri Joko Widodo (Jokowi) untuk mencicipi kopi hasil komoditas dari berbagai daerah bersama pebisnis kopi.

  • Ngaku Rugi Jutaan Dollar, Grab Komit Perang dengan ‘Opik’

    Ngaku Rugi Jutaan Dollar, Grab Komit Perang dengan ‘Opik’

    • calendar_month Sabtu, 9 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Tiga tahun belakangan fenomena order fiktif (opik) yang sengaja dilakukan pengemudi ojek online makin bertambah. Bahkan, nilai kerugian industri ride hailing bisa mencapai jutaan dolar AS, dihitung dari sisi pengemudi, investor, dan ekonomi digital Indonesia. Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, mengaku pihaknya terus berperang melawan pengemudi abal-abal tersebut. Grab juga tengah fokus terhadap penyelidikan […]

expand_less
WordPress Archive Pros & Cons Widget for Elementor Proshop Storefront WooCommerce Theme Prospect – Creative Multipurpose WordPress Theme ProUI – Responsive Bootstrap Admin Template ProVision Image Editor for WordPress / WooCommerce with Folders File Manager Psych – Mental Health Counselor Elementor Template Kit Psychare – WordPress Theme for Psychologists & Life Coaches PsycheKit – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Template Kit Psycholox : Psychology & Counseling WordPress Theme ptcLAB – Pay Per Click Platform