Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
  • visibility 2.387
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROGRAM Penguatan Kemandirian Pesantren yang digagas Menag Yaqut Cholil Qoumas terus bergulir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan agribisnis untuk penguatan ekonomi pesantren.

Tahun ini, ada 109 pesantren yang menjadi target pelatihan. Giat ini akan digelar dalam tiga angkatan untuk memastikan prosesnya berjalan dengan protokol kesehatan dan disiplin 5M di tengah pandemi.

Angkatan pertama giat yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini berlangsung di Bogor, 26 – 28 Agustus 2021. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menyebutkan secara eksplisit bahwa pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga bisa berperan sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi termasuk kewajiban agama. Mengembangkan ekonomi adalah masalah agama yang sesuai dengan tuntutan syariah,” ujar Ali Ramdhani di Bogor, Kamis (26/8/2021).

Untuk mewujudkan itu, lanjut pria yang akrab disapa Dhani, salah satu hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah menanamkan paradigma yang mensejajarkan antara penguasaan keilmuan dan penguasaan ekonomi di pesantren. Bahwa kekuatan dan ketangguhan ekonomi bukanlah sebatas urusan duniawi, melainkan menjadi poros utama dalam mewujudkan kehidupan beragama yang lebih baik.

“Jika kita pelajari, dari lima rukun Islam, empat rukun mensyaratkan isthitha’ah. Shalat itu harus mengenakan baju yang bersih artinya kemampuan memiliki pakaian dan menjadikannya bersih ini dapat diartikan secara ekonomis, begitupun zakat, puasa, terlebih haji. Bahwa kemampuan seseorang juga dapat menentukan sejauhmana seseorang itu dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah Swt,” ujarnya.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan, dalam kesederhanaan laku hidup, Rasulullah saw adalah sosok yang mumpuni dalam sisi ekonomi. “KIta lebih sering melihat sisi kesahajaan beliau tetapi lupa bahwa Nabi Muhammad saw adalah pengusaha yang tangguh”.

Lebih lanjut disampaikan Ali Ramdhani, Kementerian Agama kini tengah mengembangkan suatu konsep Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Dirinya optimis, kebangkitan ekonomi pesantren dapat segera terwujud mengingat potensi pengembangan ekonomi yang dimiliki. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 30 ribu pesantren dengan jutaan santri.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur menambahkan, Pelatihan Agribisnis bagi Penguatan Ekonomi Pesantren adalah ikhtiar untuk mewujudkan pesantren yang lebih mandiri terutama dalam membangun kekuatan ekonomi baru. Untuk itu perlu dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pelatihan yang sistematis, sekaligus menyatukan potensi ekonomi yang ada dengan membangun jejaring antar pesantren.

“Dari dulu pesantren selalu hidup dan menghidupi masyarakat Ini bukti bahwa pesantren memang merupakan lembaga yang mandiri. Maka akan lebih optimal ketika pesantren memiliki jejaring ekonomi baik antar pesantren maupun kemitraan dengan pihak luar,” ucapnya.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren melaporkan, pelatihan tersebut rencananya dilaksanakan dalam tiga angkatan dengan total peserta sebanyak 109 pesantren. Peserta pelatihan terbagi dalam empat tipe pesantren berdasarkan potensi yang dimiliki dan kegiatan ekonomi yang telah dijalankan.

“Setelah ini, peserta akan dilatih di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis (Pusdiklat Teknis) dengan melibatkan tenaga-tenaga profesional dan berpengalaman. Lebih spesifik pesantren-pesantren diharapkan nantinya akan memiliki berbagai unit yang bergerak di bidang ekonomi, baik formal maupun non formal. Seperti Koperasi, Badan Usaha milik pesantren, Balai Latihan Kerja, dan lain-lain,” ujarnya.Kemenag (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penuhi Stok Bank Darah, PMI Sumsel Perbanyak Kemitraan

    Penuhi Stok Bank Darah, PMI Sumsel Perbanyak Kemitraan

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru mengajak seluruh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Sumsel menjadi marketing dan proaktif bagi masyarat yang ingin mendonorkan darah. Hal tersebut diintruksikannya saat memberikan arahan dalam acara Pertemuan Mitra PMI Provinsi Sumsel, di Griya Agung Palembang, belum lama ini. “Saya berharap semua anggotanya menjadi marketing, marketing yang dua arah […]

  • Gaji 5 Juta Tapi Bisa Punya Rumah! Pegawai Negeri Wajib Tahu Program Tapera Ini

    Gaji 5 Juta Tapi Bisa Punya Rumah! Pegawai Negeri Wajib Tahu Program Tapera Ini

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    KALAU kamu PNS, ASN, atau pegawai Kemendagri yang tiap akhir bulan harus milih “beli galon isi ulang atau bayar kontrakan?”, maka kabar ini bisa bikin kamu mendadak nyanyi “Kemesraan Ini” sambil mandiin meteran listrik. Hari Kamis, 7 Agustus 2025, di sebuah gedung megah nan dingin di Kemendagri Jakarta, sebuah sejarah kecil tapi krusial terjadi. Bukan […]

  • Dekranasda Sumsel berguru kepada Dekranasda Jawa Barat, apa yang dilakukan ?

    Dekranasda Sumsel berguru kepada Dekranasda Jawa Barat, apa yang dilakukan ?

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.500
    • 0Komentar

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel menjajaki peluang kerjasama kerajinan bordir dengan Dekranasda Jawa Barat (Jabar). Penjajakan kerjasama ini diawali dengan kunjungan Ketua Dekranasda Sumsel Hj Febrita Lustia  HD (Feby Deru)  beserta jajaran ke Dekranasda Jabar. “Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjajaki peluang kerjasama dengan Dekranasda Jabar. Kita ketahui kota Tasikmalaya merupakan sentra industri kerajinan bordir […]

  • Update Positif Covid-19 Di Sumsel Bertambah Jadi 119 Orang

    Update Positif Covid-19 Di Sumsel Bertambah Jadi 119 Orang

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.289
    • 0Komentar

    PENYEBARAN pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) agaknya semakin hari semakin meningkat. Kondisi ini dapat dilihat dari hasil Laporan Media Harian Covid-19 Tanggal 25 April 2020 yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan RI hari ini, Sabtu, (25/4). Sehari sebelumnya jumlah kasus positif totalnya sebanyak 106 orang, dan hari ini bertambah lagi 13 […]

  • Gubernur Tinjau Penerapan Prokes PTM  Dua Sekolah di Palembang 

    Gubernur Tinjau Penerapan Prokes PTM  Dua Sekolah di Palembang 

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di beberapa sekolah yang ada di Kota Palembang, Senin (30/8). Peninjauan yang dilakukan Gubernur Herman Deru itu guna memastikan pelaksaan PTM tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Di sela peninjauan, Herman Deru mengatakan, jika PTM tersebut dilakukan sebagai jawaban atas keinginan […]

  • Kasus Covid 19 di RI Menurun, Malaysia Kok Keheranan ?

    Kasus Covid 19 di RI Menurun, Malaysia Kok Keheranan ?

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.184
    • 0Komentar

      PANDEMI Covid-19 di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (Covid-19) yang tengah mewabah diseluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2). Kasus positif Covid-19 di Indonesia kali pertama dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada 9 April, pandemi […]

expand_less
WordPress Archive Pros & Cons Widget for Elementor Proshop Storefront WooCommerce Theme Prospect – Creative Multipurpose WordPress Theme ProUI – Responsive Bootstrap Admin Template ProVision Image Editor for WordPress / WooCommerce with Folders File Manager Psych – Mental Health Counselor Elementor Template Kit Psychare – WordPress Theme for Psychologists & Life Coaches PsycheKit – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Template Kit Psycholox : Psychology & Counseling WordPress Theme ptcLAB – Pay Per Click Platform