Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 669
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau hutan bisa ngomong, mungkin Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bakal curhat sambil nangis di bawah bulan, “Aku dulu cantik, rimbun, rumah gajah dan harimau. Sekarang? Ditinggal gajah, diserbu sawit, dan dijadikan lokasi selfie para perambah”.

Kementerian Kehutanan memang sudah angkat suara “Tidak ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal”. Tapi kita sebagai rakyat jelata yang lebih sering beli minyak goreng daripada duduk di sidang kabinet, tentu bertanya-tanya “Lho, sawit-sawit yang tumbuh subur itu datang dari mana? Nyasar? Ditanam peri hutan?”.

Jangan salah, Tesso Nilo bukan hutan sembarangan. Ini rumah kos mewah bagi gajah Sumatra dan harimau Sumatra yang makin sulit cari tempat tinggal. Tapi sayangnya, dari 81.793 hektar yang sah dicap sebagai kawasan taman nasional, cuma 24% yang masih hutan asli. Sisanya? Udah jadi apartemen liar buat kebun sawit dan perumahan yang nggak punya IMB alam.

Istilah kerennya ini bukan reboisasi, tapi “sawitisasi”.

Kalau pepatah bilang “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”, maka banyak oknum justru memijak hutan, menjunjung sawit, dan memanen keuntungan pribadi. Hukum yang harusnya jadi pagar, malah kayak pagar rumah dinas bisa dibuka tutup sesuai kepentingan.

Untungnya, pemerintah nggak tinggal diam. Dari pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sampai penyitaan alat berat dan pemusnahan kebun sawit ilegal, semua itu ibarat jurus-jurus pamungkas ninja kehutanan yang selama ini mungkin cuma tampil di akhir episode.

Namun, jangan cuma berharap pada satgas dan operasi penertiban, karena kalau urusan hutan hanya diserahkan ke aparat, nasib TNTN bisa jadi seperti sinetron penuh drama, penuh konflik, dan tidak tamat-tamat.

Harus ada pendekatan dari hulu ke hilir, dari kopi pagi sampai nasi sore. Masyarakat lokal perlu diajak ngopi bareng, bukan dibentak-bentak. Mereka bukan musuh, mereka calon mitra pelestarian. Sekali-kali kasih pelatihan, bukan cuma razia. Ajak mereka tanam pohon, bukan tanam konflik.

Kita juga perlu dukung pendekatan berbasis pepatah “Hutan bukan ladang dagelan, jangan ditertawakan sambil ditebang”, kalau terus begini, lama-lama bukan cuma satwa yang punah, tapi juga nalar kita sebagai bangsa.

Mari belajar dari nasi goreng, enaknya karena ada perpaduan. Tesso Nilo juga bisa enak kelolaannya kalau ada perpaduan antara penegakan hukum, pelibatan masyarakat, dan keseriusan negara.
Jangan anggap hutan sebagai lahan nganggur yang bisa disulap jadi kebun pribadi. Itu seperti mengubah masjid jadi lapangan futsal tidak sopan dan tidak masuk akal. Tesso Nilo harus kembali jadi rumah untuk gajah, harimau, dan oksigen. Bukan jadi ladang bisnis semata.

Karena kalau gajah dan harimau bisa demo, mungkin mereka udah bikin spanduk besar “Kami Diusir, Sawit Disambut. Kami Satwa, Bukan Investor”, he..he.!!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Akan Serap Hasil Petani Gambir

    Pemkab Muba Akan Serap Hasil Petani Gambir

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Tim Penggerak PKK Muba direncanakan akan menyerap hasil petani gambir yang ada di Muba. Hal tersebut diungkapkan Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada pada acara  Silaturahmi Ketua TP PKK Kabupaten Muba dengan Petani dan Pengusaha Gambir serta Kelompok Pengrajin Kain Jumputan Gambo Muba Kecamatan Babat Toman, di Aula Kantor […]

  • Digitalisasi, Peluang Besar untuk Mahasiswa Bawa Perubahan  

    Digitalisasi, Peluang Besar untuk Mahasiswa Bawa Perubahan  

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    DIGITALISASI  merupakan peluang besar bagi mahasiswa dalam membawa perubahan Hal itu diungkap Sekretaris Daerah [Sekda] Pemkot Palembang Ratu Dewa  saat menghadiri pengukuhan dan loka karya Forum Mahasiswa Palembang (Formabang) masa bakti 2021-2023, di Cafe Janji Kelingking Jalan Sultan Mansyur,  Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, kemarin. Oleh sebab itu, bila sosok mahasiswa harus memiliki […]

  • Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

    Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivis lingkungan asal Jerman, Benedict Wermter, yang dikenal dengan julukan “Bule Sampah”, turun langsung membersihkan Sungai Musi di kawasan 7 Ulu, sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sabtu (12/9/2026). Benedict tidak datang sekadar melihat kondisi sungai, ia ikut memungut sampah bersama sekitar 700 peserta dalam Gerakan Menjaga Sungai Palembang dan Clean Up Sungai Musi. Peserta […]

  • Pemprov Siapkan Bonus Ratusan Juta,  Atlet Harus Rebut Medali PON

    Pemprov Siapkan Bonus Ratusan Juta, Atlet Harus Rebut Medali PON

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru berjanji akan memberikan bonus kepada atlet peraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2021 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru ketika meresmikan sekaligus melepas kontingen Sumsel yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua […]

  • Keren.. “Donor Rasa Arisan”

    Keren.. “Donor Rasa Arisan”

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Donor darah di Palembang sekarang mirip pesta kecil rasa keluarga kayak arisan tapi yang dibawa pulang bukan Tupperware, melainkan kantong beras dan rasa bahagia. Setelah Ramadan lewat, warga tak hanya berbagi kue kering tapi juga sel darah merah, seolah berkata “Ini lho, setetes darahku buat hidupmu. Dan siapa sangka, dengan hanya berbaring 10 […]

  • Elise Mertens clinches singles title at inaugural Singapore Tennis Open

    Elise Mertens clinches singles title at inaugural Singapore Tennis Open

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.831
    • 0Komentar

    Close to 22,000 tennis fans flocked to Kallang Tennis Hub across nine days Second-seed Elise Mertens bested Ann Li to claim her 9th career WTA singles title Desirae Krawczyk and Giuliana Olmos claimed victory in a thrilling Doubles Final SINGAPORE – Media OutReach Newswire – 5 February 2025 – Elise Mertens and the pair of Desirae Krawczyk/Giuliana […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme MyThemeShop School WordPress Theme MyThemeShop Seekers WordPress Theme MyThemeShop Sensational WordPress Theme MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme