Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 676
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau hutan bisa ngomong, mungkin Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bakal curhat sambil nangis di bawah bulan, “Aku dulu cantik, rimbun, rumah gajah dan harimau. Sekarang? Ditinggal gajah, diserbu sawit, dan dijadikan lokasi selfie para perambah”.

Kementerian Kehutanan memang sudah angkat suara “Tidak ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal”. Tapi kita sebagai rakyat jelata yang lebih sering beli minyak goreng daripada duduk di sidang kabinet, tentu bertanya-tanya “Lho, sawit-sawit yang tumbuh subur itu datang dari mana? Nyasar? Ditanam peri hutan?”.

Jangan salah, Tesso Nilo bukan hutan sembarangan. Ini rumah kos mewah bagi gajah Sumatra dan harimau Sumatra yang makin sulit cari tempat tinggal. Tapi sayangnya, dari 81.793 hektar yang sah dicap sebagai kawasan taman nasional, cuma 24% yang masih hutan asli. Sisanya? Udah jadi apartemen liar buat kebun sawit dan perumahan yang nggak punya IMB alam.

Istilah kerennya ini bukan reboisasi, tapi “sawitisasi”.

Kalau pepatah bilang “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”, maka banyak oknum justru memijak hutan, menjunjung sawit, dan memanen keuntungan pribadi. Hukum yang harusnya jadi pagar, malah kayak pagar rumah dinas bisa dibuka tutup sesuai kepentingan.

Untungnya, pemerintah nggak tinggal diam. Dari pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sampai penyitaan alat berat dan pemusnahan kebun sawit ilegal, semua itu ibarat jurus-jurus pamungkas ninja kehutanan yang selama ini mungkin cuma tampil di akhir episode.

Namun, jangan cuma berharap pada satgas dan operasi penertiban, karena kalau urusan hutan hanya diserahkan ke aparat, nasib TNTN bisa jadi seperti sinetron penuh drama, penuh konflik, dan tidak tamat-tamat.

Harus ada pendekatan dari hulu ke hilir, dari kopi pagi sampai nasi sore. Masyarakat lokal perlu diajak ngopi bareng, bukan dibentak-bentak. Mereka bukan musuh, mereka calon mitra pelestarian. Sekali-kali kasih pelatihan, bukan cuma razia. Ajak mereka tanam pohon, bukan tanam konflik.

Kita juga perlu dukung pendekatan berbasis pepatah “Hutan bukan ladang dagelan, jangan ditertawakan sambil ditebang”, kalau terus begini, lama-lama bukan cuma satwa yang punah, tapi juga nalar kita sebagai bangsa.

Mari belajar dari nasi goreng, enaknya karena ada perpaduan. Tesso Nilo juga bisa enak kelolaannya kalau ada perpaduan antara penegakan hukum, pelibatan masyarakat, dan keseriusan negara.
Jangan anggap hutan sebagai lahan nganggur yang bisa disulap jadi kebun pribadi. Itu seperti mengubah masjid jadi lapangan futsal tidak sopan dan tidak masuk akal. Tesso Nilo harus kembali jadi rumah untuk gajah, harimau, dan oksigen. Bukan jadi ladang bisnis semata.

Karena kalau gajah dan harimau bisa demo, mungkin mereka udah bikin spanduk besar “Kami Diusir, Sawit Disambut. Kami Satwa, Bukan Investor”, he..he.!!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Susuri Sungai  Gubernur Bawa Bantuan  Untuk Korban Puting Beliung

    Susuri Sungai Gubernur Bawa Bantuan Untuk Korban Puting Beliung

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    TERJADINYA bencana alam puting beliung yang terjadi di tiga desa dalam Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir, akhir pekan lalu menjadi keperihatian tersediri bagi Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru. Guna memastikan kondisi warga di tiga desa yang terdampak bencana yakni masing-masing Desa Sungai Lebung, Harimau Tandang dan Maju Jaya. Gubernur kemaren bertolak menuju lokasi […]

  • HUT Mubake-63, Ada Lomba Gaple Semalam, Siapa Yang Juara ?

    HUT Mubake-63, Ada Lomba Gaple Semalam, Siapa Yang Juara ?

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] semalam mengadakan lomba gaple untuk masyarakat Muba dalam rangka memeriahkan HUT Muba ke -63. Ada 448 orang atau 224 pasang peserta mengikuti lomba tersebut, mereka antusias pada umumnya antusias mengikuti lomba permainan yang sudah membumi ini di Halaman Kantor Camat Sekayu. Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang mengucapkan […]

  • Konektivitas Antar Wilayah Kian Terbuka, 56 Proyek Infrastruktur di Kota Lubuk Linggau Diresmikan

    Konektivitas Antar Wilayah Kian Terbuka, 56 Proyek Infrastruktur di Kota Lubuk Linggau Diresmikan

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN infrastruktur yang belakangan ini terus digeber Pemerintah Provinsi Sumsel diharapkan dapat bermuara pada terbukanya konektivitas antar daerah  guna mempercepat pulihnya ekonomi  yang bermuara pada pengentasan kemiskinan di 17 Kabulaten/kota. Tuntasnya pembangunan infrastruktur  di TA.2019 dan 2020 ditandai dengan peresmian oleh  Gubernur Herman Deru. Diawali dengan meresmikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten OKU Timur, Ogan Komering […]

  • Palembang usul Jafung  ke Kemenkumham

    Palembang usul Jafung ke Kemenkumham

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.498
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang usulkan jabatan fungsional (Jafung) untuk posisi Analis Hukum dan Perancang Perundangan-perundangan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), dilingkungan Pemkot Palembang. Ketua Tim Bankum Bagian Hukum Setda kota Palembang, Moch Arridea Viri P. SH, mengatakan, Jafung mempunyai tugas […]

  • Pertimbangan Logistik, KPU Usul Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 120 Hari

    Pertimbangan Logistik, KPU Usul Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 120 Hari

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.271
    • 0Komentar

    KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2024 selama 120 hari atau empat bulan, dengan pertimbangan karena persiapan logistik seperti kotak suara yang terbatas. Hal itu disampaikan Ketua KPU, Ilham Saputra, melalui keterangan tertulisnya, belum lama ini. “KPU menghitung pertimbangan. Pertama, penyiapan logistik, kenapa? Karena kampanye ini sangat berurusan dengan daftar calon […]

  • Waduh, Akibat Utang Naik, Indef : “RI Berpotensi Seperti Yunani”

    Waduh, Akibat Utang Naik, Indef : “RI Berpotensi Seperti Yunani”

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Yunani menjadi negara bangkrut setelah tidak mampu membayar utang sebesar US$1,7 miliar.

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme MyThemeShop School WordPress Theme MyThemeShop Seekers WordPress Theme MyThemeShop Sensational WordPress Theme MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme