Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

Tesso Nilo, Bukan Sawit Milo, Hutan Jangan Disulap Jadi Kebun “Durhaka”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 684
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau hutan bisa ngomong, mungkin Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bakal curhat sambil nangis di bawah bulan, “Aku dulu cantik, rimbun, rumah gajah dan harimau. Sekarang? Ditinggal gajah, diserbu sawit, dan dijadikan lokasi selfie para perambah”.

Kementerian Kehutanan memang sudah angkat suara “Tidak ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal”. Tapi kita sebagai rakyat jelata yang lebih sering beli minyak goreng daripada duduk di sidang kabinet, tentu bertanya-tanya “Lho, sawit-sawit yang tumbuh subur itu datang dari mana? Nyasar? Ditanam peri hutan?”.

Jangan salah, Tesso Nilo bukan hutan sembarangan. Ini rumah kos mewah bagi gajah Sumatra dan harimau Sumatra yang makin sulit cari tempat tinggal. Tapi sayangnya, dari 81.793 hektar yang sah dicap sebagai kawasan taman nasional, cuma 24% yang masih hutan asli. Sisanya? Udah jadi apartemen liar buat kebun sawit dan perumahan yang nggak punya IMB alam.

Istilah kerennya ini bukan reboisasi, tapi “sawitisasi”.

Kalau pepatah bilang “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”, maka banyak oknum justru memijak hutan, menjunjung sawit, dan memanen keuntungan pribadi. Hukum yang harusnya jadi pagar, malah kayak pagar rumah dinas bisa dibuka tutup sesuai kepentingan.

Untungnya, pemerintah nggak tinggal diam. Dari pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sampai penyitaan alat berat dan pemusnahan kebun sawit ilegal, semua itu ibarat jurus-jurus pamungkas ninja kehutanan yang selama ini mungkin cuma tampil di akhir episode.

Namun, jangan cuma berharap pada satgas dan operasi penertiban, karena kalau urusan hutan hanya diserahkan ke aparat, nasib TNTN bisa jadi seperti sinetron penuh drama, penuh konflik, dan tidak tamat-tamat.

Harus ada pendekatan dari hulu ke hilir, dari kopi pagi sampai nasi sore. Masyarakat lokal perlu diajak ngopi bareng, bukan dibentak-bentak. Mereka bukan musuh, mereka calon mitra pelestarian. Sekali-kali kasih pelatihan, bukan cuma razia. Ajak mereka tanam pohon, bukan tanam konflik.

Kita juga perlu dukung pendekatan berbasis pepatah “Hutan bukan ladang dagelan, jangan ditertawakan sambil ditebang”, kalau terus begini, lama-lama bukan cuma satwa yang punah, tapi juga nalar kita sebagai bangsa.

Mari belajar dari nasi goreng, enaknya karena ada perpaduan. Tesso Nilo juga bisa enak kelolaannya kalau ada perpaduan antara penegakan hukum, pelibatan masyarakat, dan keseriusan negara.
Jangan anggap hutan sebagai lahan nganggur yang bisa disulap jadi kebun pribadi. Itu seperti mengubah masjid jadi lapangan futsal tidak sopan dan tidak masuk akal. Tesso Nilo harus kembali jadi rumah untuk gajah, harimau, dan oksigen. Bukan jadi ladang bisnis semata.

Karena kalau gajah dan harimau bisa demo, mungkin mereka udah bikin spanduk besar “Kami Diusir, Sawit Disambut. Kami Satwa, Bukan Investor”, he..he.!!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Hanya Doa Tolak Balak, Desa Supang Miliki Ritual Tolak Bencana

    Bukan Hanya Doa Tolak Balak, Desa Supang Miliki Ritual Tolak Bencana

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    DESA Supang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, akhir pekan lalu, melaksanakan Ritual Mamapas Lewu atau membersihkan kampung, untuk mengusir bencana. Setelah Ritual Mamapas Lewu dilaksanakan di sekeliling desa, acara puncaknya digelar malam hari dalam acara Balian dan Badewa yang seterusnya dlanjutkan dengan mengarak serta pahantung Ancak (melarutkan sesaji) di sungai Teluk Kaharingan […]

  • Langkah Muba Buat Mulus Jalan yang Hubungkan Tiga Desa di Tungkal Jaya

    Langkah Muba Buat Mulus Jalan yang Hubungkan Tiga Desa di Tungkal Jaya

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    – Infrastruktur jalan pedesaan di Muba terus dikebut dilakukan pembangunan dan perbaikan. Kini, giliran jalan pedesaan di Kecamatan Tungkal Jaya yang mana Selasa (2/1/2024) siang di cek langsung oleh Pj Bupati Apriyadi Mahmud. Sedikitnya anggaran sebesar Rp14.905.697.000,00 dikucurkan Pj Bupati Apriyadi Mahmud melalui Dinas PUPR Muba memperbaiki jalan penghubung tiga desa yakni Jalan Sri Mulyo-Sinar […]

  • Keren, Samsung Umumkan Fitur Pelacakan Obat Baru untuk Samsung Health

    Keren, Samsung Umumkan Fitur Pelacakan Obat Baru untuk Samsung Health

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.515
    • 0Komentar

    Pengguna kini dapat memanfaatkan aplikasi Samsung Health untuk dengan mudah melacak rejimen pengobatan dan menerima tips berguna tentang asupan obat Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics mengumumkan fitur pelacakan Obat baru1 yang akan ditambahkan ke aplikasi Samsung Health2 untuk membantu pengguna mengelola kesehatan mereka secara lebih komprehensif. Fitur baru ini akan membantu pengguna dengan mudah melacak obat […]

  • PPKM Diperpanjang, PTM di Sumsel Ditunda

    PPKM Diperpanjang, PTM di Sumsel Ditunda

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 774
    • 0Komentar

    DELAPAN kabupaten/kota di Sumsel masih berstatus zona merah. Karenanya, pelaksanaan Pembelajaran Tatap muka di SMA/SMK ditunda hingga kondisi membaik. Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskan bahwa saat ini semua sekolah di 17 kabupaten/kota se-Sumsel belum ada yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu disebabkan masih tingginya angka penyebaran Covid 19. “Delapan daerah nasih berstatus […]

  • Direksi IPC Kasih Wejangan Kepada Mahasiswa Unsri di Program IPC Mengajar

    Direksi IPC Kasih Wejangan Kepada Mahasiswa Unsri di Program IPC Mengajar

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC [Indonesia Port Corporation ] menggelar program ‘IPC Mengajar’ [Direksi Mengajar] yang diikuti mahasiswa /wi Universitas Sriwijaya [Unsri] Palembang di Gedung Serbaguna, Unsri Bukit Besar, Rabu [14/11/2018]. Program ini merupakan rangkaian kegiatan HUT IPC ke -26 yang jatuh pada 1 Desember mendatang. Menurut Pelaksana Harian GM IPC […]

  • Muba Bakal Susun ASB Non Konstruksi TA 2020

    Muba Bakal Susun ASB Non Konstruksi TA 2020

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Penyusunan Peraturan Bupati tentang Analisa Standar Belanja (ASB) Non Konstruksi dan Standar Biaya Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba, Kamis (9/5/2019). Rapat dipimpin langsung Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi selaku Ketua Tim Anggaran […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme MyThemeShop School WordPress Theme MyThemeShop Seekers WordPress Theme MyThemeShop Sensational WordPress Theme MyThemeShop Simple WordPress Theme MyThemeShop Simpleton WordPress Theme MyThemeShop SociallyViral WordPress Theme MyThemeShop SocialNow WordPress Theme MyThemeShop Softpress WordPress Theme