Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Keren.. “Donor Rasa Arisan”

Keren.. “Donor Rasa Arisan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
  • visibility 935
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Donor darah di Palembang sekarang mirip pesta kecil rasa keluarga kayak arisan tapi yang dibawa pulang bukan Tupperware, melainkan kantong beras dan rasa bahagia. Setelah Ramadan lewat, warga tak hanya berbagi kue kering tapi juga sel darah merah, seolah berkata “Ini lho, setetes darahku buat hidupmu. Dan siapa sangka, dengan hanya berbaring 10 menit, lo bisa jadi pahlawan dadakan.

Di ranjang donor juga, demi setetes kemanusiaan yang bisa menyelamatkan nyawa. Donor darah pun kini bukan lagi kegiatan sunyi penuh jarum dan bau alkohol, tapi sudah menjelma jadi ajang kumpul-kumpul rasa arisan, dimana tiap tetes darah dihargai setulus cinta… plus sebungkus beras 5 kilo sebagai bumbu manisnya.

Jangan salah, ini bukan donor biasa yang sepi dan penuh bau antiseptik. Kali ini, suasananya lebih mirip hajatan mini. Musik lembut mengalun, tawa para relawan bersahutan, dan pendonor baik lelaki tangguh maupun perempuan berhati lembut antre dengan sabar.

Beberapa bahkan tampil kece maksimal, ada yang pakai dress bunga-bunga, ada juga yang dandanan rapi bak mau ngisi seminar. Karena apa? Karena donor darah sekarang bukan sekadar aksi sosial. Ini udah kayak ajang reuni, tempat berbagi kasih, tempat ngumpul sambil tebar manfaat, kesannya  seperti “Donor darah rasa arisan keluarga”.

Hari Minggu, 13 April 2025, dua lokasi jadi saksi semangat kemanusiaan yang membara. Di SMA Kumbang, Yayasan Budha Tzu Chi menggelar aksi donor darah. Tak jauh dari situ, Yayasan Vihara Dharmakirti juga nggak mau kalah, bikin kegiatan serupa di TK Manggala, dalam kompleks Vihara Dharmakirti. Dan bukan Palembang namanya kalau acara sosial nggak dibumbui kehangatan. Tiap pendonor pulang bawa beras 5 kilogram dan bingkisan menarik lainnya. Yang baru pertama kali donor langsung bilang, “Eh ini enak juga ya, habis nolong orang, dapet rezeki juga.”

Ibu Dewi Sastrani, Ketua PMI Kota Palembang, tampak penuh semangat. Dalam balutan batik warna cerah dan senyum khas emak-emak penuh kasih, beliau bilang, “Kami sangat berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin.” Dan dengan 400 kantong darah yang terkumpul, stok PMI diprediksi aman buat sepuluh hari ke depan. Sebuah prestasi yang layak diberi tepuk tangan dan semangkuk pempek.

Tapi bukan cuma soal jumlah. Ibu Dewi juga menekankan pentingnya kecepatan distribusi darah. “Karena darah ini, sayang, punya masa simpan. Nggak bisa kita simpan lama-lama kayak rendang di freezer,” katanya. Yang menarik, beliau juga menyoroti kebutuhan darah golongan AB yang masih langka. “Tapi dengan kegiatan seperti ini, kita makin optimis,” tambahnya.

Dan mari kita beri panggung sejenak pada kaum perempuan. Karena hari itu, banyak ibu-ibu, mahasiswi, dan pekerja perempuan yang datang dan ikut berbaring di ranjang donor. Ada yang sambil senyum malu-malu, ada yang dengan bangga cerita ini kali keempat dia donor. Ada satu ibu muda yang datang sambil gendong anaknya, titip sebentar ke relawan, lalu bilang, “Biar anakku lihat, ibunya bisa bantu orang lain.” Sebuah momen yang bikin bulu kuduk berdiri, dan bukan karena AC.

Sementara itu, Pak Darwis Hidayat, Penasehat Yayasan Vihara Dharmakirti, dengan gaya kalem tapi berisi, menyampaikan bahwa kegiatan donor ini rutin mereka adakan. “Kami biasanya dua kali setahun, menjelang Waisak dan ulang tahun Vihara. Ini bentuk kepedulian kami,” ujarnya. Dan sebagai bentuk apresiasi, mereka siapkan 200 kantong beras 5 kg plus bingkisan lainnya. Sebuah cara yang manis untuk bilang “terima kasih” kepada para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Yang tak kalah menarik, suasana di lokasi benar-benar akrab. Ada ibu-ibu yang saling tukar resep sambil nunggu giliran. Ada bapak-bapak yang saling cerita pengalaman donor, seperti sedang ngobrol di pos ronda. Bahkan ada relawan muda yang mendadak jadi MC dadakan, menghibur peserta sambil bagi snack. Pokoknya, kegiatan donor ini sukses menyulap suasana formal jadi ruang kehangatan keluarga.

Kiki, salah satu pendonor veteran, sudah 15 kali menyumbangkan darahnya. Dengan gaya santai dan senyum renyah, dia bilang, “Saya rutin donor, badan jadi enteng, hati adem. Ini salah satu bentuk solidaritas yang bisa kita kasih ke sesama manusia.” Dan betul juga. Di zaman sekarang, di mana kata “peduli” sering hanya jadi caption Instagram, aksi konkret seperti donor darah jadi bukti cinta yang sesungguhnya.

Aksi sosial seperti ini adalah bukti bahwa rasa kemanusiaan masih hidup dan berdetak. Bahwa semangat gotong royong tidak punah meski gempuran digital makin menggila. Bahwa perempuan dan laki-laki, muda dan tua, bisa duduk sejajar saling bantu, saling peduli.

Maka kalau ada yang masih ragu untuk donor darah, coba pikirkan ini satu kantong darahmu bisa menyelamatkan tiga nyawa. Dan siapa tahu, nyawa yang kamu selamatkan itu adalah seseorang yang akan berkontribusi besar di masa depan. Atau lebih sederhana lagi,  kamu nolong orang, tapi pulang bawa beras. Cuan akhirat, cuan dunia. Kombo bukan?

Kalau bisa pakai hati, kenapa harus pakai alasan? Yuk, donor darah. Karena setetes darahmu bisa jadi lautan harapan buat orang lain. Dan siapa tahu, kamu juga pulang bawa berkah dan bonus satu kantong cinta dari semesta.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dihadapan Peserta LK II Tingkat Regional Sumbagsel HMI, Bupati Paparkan Ini

    Dihadapan Peserta LK II Tingkat Regional Sumbagsel HMI, Bupati Paparkan Ini

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    PULUHAN  peserta Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Cabang Palembang, Rabu (25/11/2020) di Wisma Atlet Jakabaring Sport City terpukau dengan kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin […]

  • Kabar dari Kandidat Vaksin COVID-19, Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa

    Kabar dari Kandidat Vaksin COVID-19, Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    TIDAK hanya menunggu impor bahan baku maupun vaksin jadi dari luar negeri, Indonesia juga berupaya melakukan riset Vaksin Merah Putih. Lembaga penelitian dan universitas yang turut melakukan penelitian telah menunjukkan kemajuan dalam penemuan kandidat vaksin merah putih dalam waktu dekat. Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang dikembangkan berbasis virus COVID-19 yang beredar di Indonesia, oleh beberapa […]

  • Seragam Biru & Semangat Baru, Muba Sambut Praja IPDN

    Seragam Biru & Semangat Baru, Muba Sambut Praja IPDN

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang beda di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu (9/4/2025) kemarin. Bukan karena pendingin ruangan mendadak disetel ke suhu kutub, tapi karena Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kedatangan tamu-tamu muda berseragam gagah para Praja dari IPDN. Iya, mereka bukan sekadar datang buat numpang foto dan say hi ke Pak Camat, tapi datang buat magang […]

  • Mode Hemat, Sinyal Halus Pemprov Sumsel?

    Mode Hemat, Sinyal Halus Pemprov Sumsel?

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SUASANA Lebaran biasanya identik dengan satu hal, longgar. Longgar waktu, longgar maaf, kadang juga longgar pengeluaran. Tapi di tengah hangatnya silaturahmi Open House di Griya Agung, akhir pekan lalu, ada pesan yang justru terasa sebaliknya rapat, terukur, bahkan cenderung menahan diri. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seperti sedang memberi aba-aba saatnya masuk “mode hemat”. Momentum itu […]

  • Info Kehilangan, Romlah Mayasari, SMP di OKI Belum Diketemukan

    Info Kehilangan, Romlah Mayasari, SMP di OKI Belum Diketemukan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.131
    • 0Komentar

    ROMLAH Mayasari, Gadis cantik berkulit putih berhijab sudah hampir sepekan tanpa ada kabar berita, entah dimana keberadaanya. Siswi SMP berumur, 16 tahun asal Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dikabarkan hilang, dan sempat viral di media sosial di salah satu grup Kota Kayuagung Morge (9). Ia sejak Rabu [30/10/2019] meninggalkan rumahnya, orang tuanya saat ini […]

  • Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerapkali menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu Mencuci Tangan Dengan Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Aman Minimal 1 Meter. Namun, masih banyak ditemukan anggota masyarakat yang tidak mengindahkan dan menganggap protokol kesehatan sebagai sesuatu yang sepele […]

expand_less
WordPress Archive Luxdiamond – Jewelry Shop Elementor Template Kit Luxe – Architecture Theme Luxed – Creative Multipurpose WordPress Theme Luxeliving – Luxury Resort & Hotel Elementor Template Kit LuxeStay – Hotel Booking WordPress theme Luxetta – Luxury Hotel & Resort Elementor Template Kit Luxia Beauty & Spa Center WordPress Theme LuxMed | Medicine & Healthcare Doctor WordPress Theme Luxria – Modern Jewelry Store WordPress Theme Luxrio – eCommerce Jewellery & Fashion WordPress Theme