Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » “Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

“Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEGARA ini kadang lebih lihai mengganti baliho tokoh ketimbang menambal jalan berlubang. Tapi ada satu kabupaten yang bikin kejutan tanpa drama, yakni Musi Banyuasin alias Muba.

Bukan bikin sensasi, tapi benar-benar bikin solusi, di bawah duet maut H M Toha SH dan Kyai Rohman, Muba berhasil menyulap urusan hukum jadi barang sehari-hari 100% desa dan kelurahan sekarang punya Pos Bantuan Hukum (Posbakum).

Bukan janji waktu kampanye, bukan sekadar tulisan di mading balai desa, ini betulan kejadian. Sebuah langkah waras di tengah negara yang kadang lebih doyan bikin seremoni daripada aksi.

Coba pikir aja di sebuah dusun terpencil yang sinyal HP-nya naik-turun kayak mood mantan, kini ada papan nama kecil bertuliskan “Posbakum”.

Di dalamnya, ada orang-orang yang siap membantu warga mencari keadilan, bukan cuma mencatat keluh kesah untuk arsip kelurahan.

Dahulu, untuk urusan hukum, warga desa harus menumpang truk ke kota, bawa amplop, dan berharap nasib baik. Sekarang? Warga tinggal datang ke Posbakum desa, tak perlu takut ditarik biaya konsultasi yang lebih mahal dari harga dua karung beras.

Pepatah lama bilang, “Jauh di mata, dekat di hukum” Nah, Muba membalik pepatah itu, sekarang, “Meski jauh di pelosok, hukum tetap dekat dan gratis.”

Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI pun mendarat manis ke pangkuan Muba. Tapi bukan itu intinya. Ini bukan soal piala dan piagam yang dipajang di lobi kantor bupati. Ini tentang bagaimana pemerintah hadir bukan hanya saat seremoni, tapi juga ketika rakyat ditindas karena ketidaktahuan hukum.

Bupati H M Toha dan Wakilnya Kyai Rohman ternyata tak cuma pandai senyum di baliho. Mereka ini ibaratnya bukan pemain sulap politik, tapi lebih mirip petani hukum.

Mereka menyemai Posbakum di setiap jengkal desa, lalu menyirami dengan pelatihan paralegal, dan memupuknya dengan kerja sama antar kampus hukum. Buahnya? Masyarakat yang lebih melek hukum, dan aparat desa yang tak lagi bingung saat warga tanya, “Pak, saya digugat, harus ke mana?”

Jangan kaget kalau nanti kamu bertemu tukang ojek yang juga tahu pasal perdata. Atau ibu PKK yang bisa bedain mana hukum waris Islam dan hukum waris adat.

Ini semua karena pelatihan paralegal yang digelar massal. 6.687 peserta dari seluruh penjuru Sumsel ikut belajar hukum baik luring maupun daring dan akan diberi gelar non-akademik dari Kemenkumham. Ini semacam universitas hukum rakyat, tapi tanpa utang kuliah.

Sumatera Selatan, yang dulunya lebih dikenal karena pempek dan Sriwijaya FC, kini bisa bangga karena membentuk 3.258 Posbakum di seluruh wilayahnya, 100% tuntas, dan dicatat oleh MURI. Tapi prestasi ini bukan untuk selfie di media sosial.

Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru, menyebutnya sebagai “kesadaran kolektif akan pentingnya akses hukum bagi rakyat kecil.” Kalimat itu memang berat, tapi maksudnya jelas keadilan tak boleh hanya milik orang kota dan orang kaya.

Fungsi utama Posbakum ini bukan cuma tempat konsultasi. Ia adalah benteng keadilan desa. Di sana, masyarakat bisa minta nasihat hukum tanpa perlu takut biaya. Di sana pula para advokat dan pengacara bisa mengabdi, bukan cuma mencari klien tebal dompet.

Memberikan Bantuan Hukum, dari urusan waris, utang piutang, hingga konflik tanah warisan yang lebih ribet dari sinetron.

Perlindungan Masyarakat Tak Mampu karena hukum tak boleh membeda-bedakan dompet.

Akses Mudah Tanpa harus naik travel ke kota dan ditolak karena pakai sandal jepit.

Wadah Konsultasi Aman dan Gratis karena warga tak selalu butuh pengacara, kadang cukup orang yang bisa menjelaskan hukum dengan sabar.

Kisah ini adalah pengingat bahwa hukum tak harus rumit. Ia harus hadir di tengah rakyat, menyapa dengan ramah, dan menjelaskan tanpa jargon. Dan Muba telah membuktikannya. Keadilan tidak harus punya gedung mewah, kadang cukup sepetak ruangan di kantor desa, tapi dengan hati besar dan niat mulia.

Masyarakat kita sering kali baru cari bantuan hukum setelah tertimpa masalah, seperti orang yang baru ingat dokter gigi saat giginya sudah copot. Posbakum harus mengubah budaya itu masyarakat berani bertanya sebelum masalah membesar, dan negara siap menjawabnya tanpa pamrih.

Jadi, kalau kamu masih berpikir hukum itu urusan orang kota, ingatlah Muba dan Posbakum-nya. Di sanalah keadilan bukan hanya janji pemilu, tapi sudah jadi kebiasaan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru Diterapkan di Dua Lokasi, Kapolda Sumsel Klaim Pembatasan Jam Malam Efektif Kurangi Kerumunan

    Baru Diterapkan di Dua Lokasi, Kapolda Sumsel Klaim Pembatasan Jam Malam Efektif Kurangi Kerumunan

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    KAPOLDA Sumsel, Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S., M.M., mengungkapkan, pembatasan jam malam itu secara tidak langsung menimbulkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan. Masyarakat lambat laun dibiasakan tidak mengurangi berkumpul di luar rumah di masa pandemi Covid-19. “Kita menilai ada timbul rasa kepedulian terhadap protokol kesehatan dan mentaati aturan yang ada […]

  • Di Palembang, Abu Tours Kembali Operasional

    Di Palembang, Abu Tours Kembali Operasional

    • calendar_month Kamis, 1 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.176
    • 0Komentar

    Dan inilah tujuan kami, kami memang ingin menjelaskan kepada jemaah terkait kondisi yang terjadi dan jadwal keberangkatan jemaah.

  • Dari Posko ke Perubahan, Cerita Serius di Balik Celoteh Mahasiswa Kepada Wagub Sumsel

    Dari Posko ke Perubahan, Cerita Serius di Balik Celoteh Mahasiswa Kepada Wagub Sumsel

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kamis kemarin, anda ikut menyelinap masuk ke Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumatera Selatan, jangan kaget kalau suasananya agak beda dari biasanya. Tidak ada aroma kopi tubruk khas tamu-tamu dinas, tapi yang hadir adalah rombongan mahasiswa yang datang bukan untuk numpang WiFi atau ikut pelatihan “how to jadi aktivis elegan”. Mereka datang membawa […]

  • 3 Tips Produktif Pakai Galaxy Z Fold6 ala Content Creator Apiipp

    3 Tips Produktif Pakai Galaxy Z Fold6 ala Content Creator Apiipp

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    Produktivitas Apiipp sebagai seorang Content Creator yang semakin meningkat berkat kecanggihan Galaxy Z Fold6   Saat ini sudah bukan zamannya lagi kerja keras, tapi kerja cerdas. Sebagai generasi yang aktif dan produktif, para Milenial dan Gen Z sudah dikenal mahir memanfaatkan teknologi terlebih dalam menerapkan prinsip kerja “work smarter, not harder“. Berangkat dari pemahaman akan […]

  • Asyiik!! Usai Nikah Massal Dapat Kado Naik LRT Gratis

    Asyiik!! Usai Nikah Massal Dapat Kado Naik LRT Gratis

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pernyataan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, kali ini bikin girang 86 peserta Nikah Massal di Taman Kambang Iwak Palembang. Pasalnya, kado yang diberikan Pak Gubernur kali ini cukup lumayan, yakni sebulan penuh bulan madu naik LRT gratis untuk ke 86 peserta Nikah Massal tersebut. “Sebagai hadiahnya untuk pasangan hari ini, saya […]

  • Siapkan Tuan Rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional  VI 2022, Hj Samantha Tivani HD Secara Aklamasi Terpilih Jadi Ketua  Kormi Sumsel

    Siapkan Tuan Rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional VI 2022, Hj Samantha Tivani HD Secara Aklamasi Terpilih Jadi Ketua  Kormi Sumsel

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    HJ Samantha Tivani B.Bus resmi menahkodai Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2021-2025. Samantha yang merupakan putri kedua Gubernur Sumsel Herman Deru itu sah memimpin Kormi Sumsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Kormi Sumsel 2021 di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kemaren. Sasha sapaan akrabnya bulat mendapatkan […]

expand_less
WordPress Archive Vegi - Vegan Street Food Restaurant & Takeaway Elementor Template Kit Vegfirm – Grocery & Supermarket WordPress Theme Veggie Organic Food & Eco Online Store Products Template Kit Veliki – AI, Big Data Analytics & Machine Learning Elementor WordPress Theme Veloria - Hotel & Resort Elementor Pro Template Kit Veloza – Influencer & Talent Agency Elementor Template Kit Veltrix – Admin & Dashboard Template Veneno – Coronavirus Information WordPress Theme Venexy – Lawyer Elementor Kit Venezia – Digital Marketing WordPress Theme