Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » “Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

“Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 465
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEGARA ini kadang lebih lihai mengganti baliho tokoh ketimbang menambal jalan berlubang. Tapi ada satu kabupaten yang bikin kejutan tanpa drama, yakni Musi Banyuasin alias Muba.

Bukan bikin sensasi, tapi benar-benar bikin solusi, di bawah duet maut H M Toha SH dan Kyai Rohman, Muba berhasil menyulap urusan hukum jadi barang sehari-hari 100% desa dan kelurahan sekarang punya Pos Bantuan Hukum (Posbakum).

Bukan janji waktu kampanye, bukan sekadar tulisan di mading balai desa, ini betulan kejadian. Sebuah langkah waras di tengah negara yang kadang lebih doyan bikin seremoni daripada aksi.

Coba pikir aja di sebuah dusun terpencil yang sinyal HP-nya naik-turun kayak mood mantan, kini ada papan nama kecil bertuliskan “Posbakum”.

Di dalamnya, ada orang-orang yang siap membantu warga mencari keadilan, bukan cuma mencatat keluh kesah untuk arsip kelurahan.

Dahulu, untuk urusan hukum, warga desa harus menumpang truk ke kota, bawa amplop, dan berharap nasib baik. Sekarang? Warga tinggal datang ke Posbakum desa, tak perlu takut ditarik biaya konsultasi yang lebih mahal dari harga dua karung beras.

Pepatah lama bilang, “Jauh di mata, dekat di hukum” Nah, Muba membalik pepatah itu, sekarang, “Meski jauh di pelosok, hukum tetap dekat dan gratis.”

Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI pun mendarat manis ke pangkuan Muba. Tapi bukan itu intinya. Ini bukan soal piala dan piagam yang dipajang di lobi kantor bupati. Ini tentang bagaimana pemerintah hadir bukan hanya saat seremoni, tapi juga ketika rakyat ditindas karena ketidaktahuan hukum.

Bupati H M Toha dan Wakilnya Kyai Rohman ternyata tak cuma pandai senyum di baliho. Mereka ini ibaratnya bukan pemain sulap politik, tapi lebih mirip petani hukum.

Mereka menyemai Posbakum di setiap jengkal desa, lalu menyirami dengan pelatihan paralegal, dan memupuknya dengan kerja sama antar kampus hukum. Buahnya? Masyarakat yang lebih melek hukum, dan aparat desa yang tak lagi bingung saat warga tanya, “Pak, saya digugat, harus ke mana?”

Jangan kaget kalau nanti kamu bertemu tukang ojek yang juga tahu pasal perdata. Atau ibu PKK yang bisa bedain mana hukum waris Islam dan hukum waris adat.

Ini semua karena pelatihan paralegal yang digelar massal. 6.687 peserta dari seluruh penjuru Sumsel ikut belajar hukum baik luring maupun daring dan akan diberi gelar non-akademik dari Kemenkumham. Ini semacam universitas hukum rakyat, tapi tanpa utang kuliah.

Sumatera Selatan, yang dulunya lebih dikenal karena pempek dan Sriwijaya FC, kini bisa bangga karena membentuk 3.258 Posbakum di seluruh wilayahnya, 100% tuntas, dan dicatat oleh MURI. Tapi prestasi ini bukan untuk selfie di media sosial.

Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru, menyebutnya sebagai “kesadaran kolektif akan pentingnya akses hukum bagi rakyat kecil.” Kalimat itu memang berat, tapi maksudnya jelas keadilan tak boleh hanya milik orang kota dan orang kaya.

Fungsi utama Posbakum ini bukan cuma tempat konsultasi. Ia adalah benteng keadilan desa. Di sana, masyarakat bisa minta nasihat hukum tanpa perlu takut biaya. Di sana pula para advokat dan pengacara bisa mengabdi, bukan cuma mencari klien tebal dompet.

Memberikan Bantuan Hukum, dari urusan waris, utang piutang, hingga konflik tanah warisan yang lebih ribet dari sinetron.

Perlindungan Masyarakat Tak Mampu karena hukum tak boleh membeda-bedakan dompet.

Akses Mudah Tanpa harus naik travel ke kota dan ditolak karena pakai sandal jepit.

Wadah Konsultasi Aman dan Gratis karena warga tak selalu butuh pengacara, kadang cukup orang yang bisa menjelaskan hukum dengan sabar.

Kisah ini adalah pengingat bahwa hukum tak harus rumit. Ia harus hadir di tengah rakyat, menyapa dengan ramah, dan menjelaskan tanpa jargon. Dan Muba telah membuktikannya. Keadilan tidak harus punya gedung mewah, kadang cukup sepetak ruangan di kantor desa, tapi dengan hati besar dan niat mulia.

Masyarakat kita sering kali baru cari bantuan hukum setelah tertimpa masalah, seperti orang yang baru ingat dokter gigi saat giginya sudah copot. Posbakum harus mengubah budaya itu masyarakat berani bertanya sebelum masalah membesar, dan negara siap menjawabnya tanpa pamrih.

Jadi, kalau kamu masih berpikir hukum itu urusan orang kota, ingatlah Muba dan Posbakum-nya. Di sanalah keadilan bukan hanya janji pemilu, tapi sudah jadi kebiasaan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PS Palembang Juara Suratin Zona Sumsel, Walikota Kasih Bonus

    PS Palembang Juara Suratin Zona Sumsel, Walikota Kasih Bonus

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG,  – Wali Kota Palembang, Harnojoyo langsung mengganjar bonus kepada Tim Suratin PS Palembang sebesar Rp15 juta, Sabtu (1/12/2018), karena berhasil kembali membawa Piala Suratin kembali Kota Palembang. Betapa tidak, karena remaja-remaja Kota Pempek ini mampu membasuh dahaga gelar yang tak menghampiri Laskar Sigentar Alam selama 10 tahun ini. “Tentu saya sangat bangga dengan […]

  • Wagub Serahkan SK Pejabat Eselon Pada Biro Pengadaan Barang/Jasa

    Wagub Serahkan SK Pejabat Eselon Pada Biro Pengadaan Barang/Jasa

    • calendar_month Senin, 11 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Guna mendukung kelancaran tugas kedinasan pada Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Selatan membuat  Surat Perintah Pelaksana Tugas kepada Pelaksana tugas di Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Surat Perintah Pelaksana Tugas diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya kepada pejabat eselon […]

  • Warga Keramasan Somasi Citra Land Palembang Terkait Tanah

    Warga Keramasan Somasi Citra Land Palembang Terkait Tanah

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 876
    • 0Komentar

    PALEMBANG-SUMSELTERKINI.CO.ID– Warga Keramasan tak terima ganti rugi dari Citra Land Palembang. Tapi, tanahnya yang dilengkapi bukti-bukti kepemilikan sah, diduga diserobot developer milik grup Ciputra tersebut. Untuk kembalikan haknya, pemilik tanah tersebut Pelni Bin Umar dan Yurani Binti Arahman mengadukan nasibnya ke Kantor Hukum SHS. Atas aduan tersebut, Sofhuan Yusfiansyah, SH dan rekan layangkan surat somasi […]

  • Waspadai Meningkatnya Mobilitas Masyarakat Untuk Hindari Gelombang Ketiga COVID-19!

    Waspadai Meningkatnya Mobilitas Masyarakat Untuk Hindari Gelombang Ketiga COVID-19!

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    KITA harus waspada! Meningkatnya pergerakan dan kegiatan masyarakat pasca penurunan kasus COVID-19 harus diwaspadai supaya bisa menghindari dari potensi gelombang ketiga kenaikan kasus COVID-19! Semua pihak harus menahan diri agar Indonesia tidak menghadapi lonjakan kasus untuk ketiga kalinya. Kalau tidak mendesak, tetap lebih baik di rumah saja. Jika harus beraktivitas, ingat disiplin protokol kesehatan, senantiasa […]

  • Car Free Day, Menlu Dukung Olahraga Bersama Gunakan Kebaya

    Car Free Day, Menlu Dukung Olahraga Bersama Gunakan Kebaya

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.104
    • 0Komentar

    MENTERI Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mendukung perempuan mengenakan kebaya, untuk olah raga Gerak Jalan Sehat pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), Minggu (19/6/2022), kata Menlu dalam keterangan tertulisnya. “Saya sangat mendukung acara ‘Jalan Kaki Bersama Perempuan Indonesia Berkebaya’ karena kami ingin membudayakan berkebaya. Kemudian kedua, kebaya juga dalam […]

  • Pemkot Sebar Petugas Taman Untuk Jaga Kebersihan Taman Kota

    Pemkot Sebar Petugas Taman Untuk Jaga Kebersihan Taman Kota

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    GERAKAN moral merangsang warga untuk menjaga kebersihan taman kota, kembali dilakukan Dinas Perumahan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Pera KP) Kota Palembang. Kali ini, Kamis (20/2/2020), kembali menyebar puluhan petugas taman untuk melakukan pembersihan hingga penanaman kembali bunga -bungan guna menjaga kecantikan wajah kota tertua di Indonesia ini. Pantauan dilapangan, sejumlah petugas berjibaku melakukan gotong […]

expand_less
WordPress Archive Vegi - Vegan Street Food Restaurant & Takeaway Elementor Template Kit Vegfirm – Grocery & Supermarket WordPress Theme Veggie Organic Food & Eco Online Store Products Template Kit Veliki – AI, Big Data Analytics & Machine Learning Elementor WordPress Theme Veloria - Hotel & Resort Elementor Pro Template Kit Veloza – Influencer & Talent Agency Elementor Template Kit Veltrix – Admin & Dashboard Template Veneno – Coronavirus Information WordPress Theme Venexy – Lawyer Elementor Kit Venezia – Digital Marketing WordPress Theme