Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 802
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAR kata pos, bayangan kita biasanya ke arah tempat nongkrong malam-malam di ujung gang pos ronda, di situlah warga gantian jaga malam, sambil rebahan di dipan bambu, ngopi hitam tanpa gula, sesekali main gaple sampai meja gedebuk kayak mau pecah. Fungsinya jelas biar maling mikir dua kali sebelum nekat, dan biar warga kampung merasa ada yang jaga.

Nah, sekarang muncul pos yang agak beda Pos Bantuan Hukum (Posbankum). Bedanya jauh sama pos ronda, kalau pos ronda jagain maling jemuran, Posbankum jagain hak-hak warga yang sering ketiban apes di ranah hukum, kalau pos ronda isinya bunyi kentongan “tok-tok-tok”, Posbankum harusnya bunyi “ketok palu” adil tapi dengan nada ramah.

Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru ke Posbankum di Desa Siju, Banyuasin, jelas bukan sekadar formalitas. Ini langkah simbolis bahwa hukum jangan cuma turun ke kota besar dengan gedung megah, tapi juga harus hadir di desa yang masih banyak warganya bingung bedain surat kuasa dengan surat undangan kawinan.

Mari kita jujur, banyak warga desa kalau dengar kata hukum langsung keningnya berkerut. Hukum sering dianggap urusan pengacara mahal, polisi, jaksa, atau hakim yang duduk di kursi tinggi dengan toga hitam. Padahal, hukum mestinya seperti pagar rumah, kalau dipasang dengan benar, bikin nyaman, kalau dipasang asal-asalan, malah bikin kaki nyangkut waktu keluar masuk.

Posbankum ini ibarat pos ronda yang naik level, dulu orang kampung ronda supaya maling nggak masuk, sekarang pos ini ronda supaya ketidakadilan nggak main seenaknya. Dulu orang jaga biar ayam nggak hilang, sekarang jaga biar hak waris, tanah, atau masalah sengketa kecil nggak bikin warga kehilangan akal sehat.

Ada pepatah Jawa bilang “Wong cilik nek ora diayomi, koyo kebo ilang tali”, artinya, rakyat kecil tanpa perlindungan hukum gampang tersesat dan dimanfaatkan. Posbankum ini jadi tali, itu jadi penuntun biar nggak nyasar di hutan hukum yang rimbun.

Kedepannya program Posbankum nantinya jangan sampai cuma jadi bangunan cantik dengan papan nama mengkilap, sementara isinya kosong kayak pos ronda siang bolong. Hukum itu bukan sekadar formalitas, tapi butuh pendampingan nyata. Kalau posnya cuma jadi tempat tempel spanduk atau ngadem dari panas, ya sama saja dengan bangun gazebo di sawah, indah dipandang, tapi nggak ada efek langsung ke warga.

Pemerintah daerah dan pusat harus memastikan ada struktur jelas, petugas terlatih, dan layanan gampang diakses, jangan sampai warga datang minta konsultasi hukum, yang ditemui malah kursi kosong. Bayangkan kalau maling masuk kampung, ronda lagi tidur, kentongan malah jadi bantal, kan sama aja bohong.

Kalau bisa, Posbankum ini juga bukan cuma melayani masalah hukum setelah kejadian, tapi juga edukasi pencegahan, misalnya, ngajarin warga cara bikin surat perjanjian sederhana, bedanya jual beli resmi dengan “jual beli ala lisan” di warung kopi, sampai soal pentingnya bayar pajak tepat waktu, karena kalau kata orang tua. “Sedia payung sebelum hujan lebih murah daripada ganti genteng sesudah bocor.”

Supaya beda dari program pasaran, ada baiknya Posbankum ini juga jadi kampung literasi hukum, jangan bayangkan muluk-muluk kayak seminar kampus dengan power point ribet. Cukup dengan cara sederhana, yakni teater rakyat, pentas wayang, atau lomba pantun hukum di acara 17 Agustusan, misalnya pantun begini

Jalan ke pasar bawa keranjang, beli sayur lupa bawa uang.

Kalau berurusan jangan curang, hidup damai jadi tenang.

Lewat cara begitu, hukum jadi akrab, bukan sesuatu yang bikin takut. Anak-anak sejak dini ngerti bahwa keadilan itu bukan milik pengacara doang, tapi milik semua orang.

Selain itu, Posbankum juga bisa sinergi dengan program digitalisasi desa. Zaman sekarang, nggak semua masalah harus datang fisik. Seandainya Posbankum punya aplikasi sederhana warga bisa tanya lewat WA atau web desa, terus dapat jawaban langsung dari petugas hukum, ibarat ronda zaman dulu pakai kentongan, sekarang tinggal pencet tombol di HP.

Herman Deru juga sempat mengingatkan soal pemutihan pajak kendaraan. Ini contoh nyata bahwa kesadaran hukum itu luas. Jangan sampai warga rajin ronda jagain kampung, tapi lupa jaga surat kendaraan sendiri. Pepatah bilang “Rumput tetangga memang lebih hijau, tapi STNK sendiri jangan sampai mati”

Kalau semua sadar hukum, urusan negara jadi ringan, dari taat pajak, taat aturan lalu lintas, sampai urusan sengketa kecil di kampung bisa diselesaikan tanpa ribut panjang. Ingat, hukum itu ibarat lampu jalan, kalau lampunya padam, jalan gelap, maling betah, kalau lampunya terang, semua orang melangkah tenang.

Posbankum di Banyuasin ini adalah simbol negara hadir sampai ke desa, jangan biarkan pos ini hanya jadi “monumen papan nama.” Jadikan ia pos ronda versi modern, bukan cuma jagain ayam kampung, tapi juga jagain hak rakyat.

Kalau dulu bapak-bapak ronda sambil nyanyi, “satu jam saja kutidur malam ini…,” sekarang Posbankum harus nyanyi lagu baru “satu hak pun tak boleh hilang malam ini”; Dukung bersama, karena desa yang sadar hukum itu ibarat sawah dengan irigasi lancar, tanamannya subur, rakyatnya makmur, dan maling pun enggan lewat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dodi Reza Alex Ucapkan Selamat ke Presiden Jokowi

    Dodi Reza Alex Ucapkan Selamat ke Presiden Jokowi

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    PRESIDEN Jokowi buka puasa bersama dengan keluarga besar Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Bertempat di Ballroom The Sultan & Residence Jakarta, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, acara  bertema : Puasa untuk Kesatuan dan Cinta Tanah Air ini  dihadiri seribuan tamu undangan. Mayoritas undangan para pengurus Kadin seluruh Indonesia hingga ratusan anak yatim piatu. Dalam kesempatan […]

  • Kali 10 Terima WTP, Walkot Palembang Pesan Ini

    Kali 10 Terima WTP, Walkot Palembang Pesan Ini

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) laporan keuangan dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel. Torehan prestasi  predikat WTP  ini menambah catatan prestasi yang diraih untuk ke 10 secara berturut turut , Selasa (23/6/2020). Predikat itu […]

  • Pameran INACRAFT 2022 Resmi Ditutup, UMKM Pertamina Raih Transaksi dengan Nilai Luar Biasa !

    Pameran INACRAFT 2022 Resmi Ditutup, UMKM Pertamina Raih Transaksi dengan Nilai Luar Biasa !

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.946
    • 0Komentar

    The International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2022 resmi ditutup pada minggu (27/3). 24 UMKM mitra binaan PT Pertamina (Persero) meraup total transaksi hingga mencapai 4 Milyar selama gelaran INACRAFT 2022.   Di hari  terakhir gelaran INACRAFT 2022, 24 booth UMKM Pertamina mendapatkan respons positif dan di kunjungi banyak pembeli potensial baik dalam maupun luar negeri. […]

  • Peringati HUT RI ke 78, DPRD OKI Gelar Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

    Peringati HUT RI ke 78, DPRD OKI Gelar Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 13.471
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar rapat paripurna XXI masa sidang II mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, secara live streaming dalam rangka memperingati HUT RI Ke 78 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2023, bertempat di ruang sidang utama gedung DPRD OKI, Rabu (16/8/23). Paripurna dipimpin sekaligus dibuka langsung Ketua […]

  • Awali aktifitasnya di senin pagi, Pj Muba kunjungi Puskemas Lumpatan, ini catatannya yang perlu dibenahi..

    Awali aktifitasnya di senin pagi, Pj Muba kunjungi Puskemas Lumpatan, ini catatannya yang perlu dibenahi..

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi mengawali aktifitas dengan menyambangi Puskesmas Lumpatan. Dalam kesempatan itu, ia mengecek satu persatu ruang pelayanan dan mekanisme administrasi. “Penataan harus benar-benar diperhatikan, jangan semrawut buat senyaman mungkin warga yang ingin kontrol dan berobat,” tegas Apriyadi. Ia menyadari, kondisi Puskesmas Lumpatan saat ini dirasakan overload karena keterbatasan ruang. “Tapi […]

  • Resmi jadi WNI, Diks Tinggal Proses Perpindahan Federasi

    Resmi jadi WNI, Diks Tinggal Proses Perpindahan Federasi

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.948
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Erick mengapresiasi proses naturalisasi pemain berusia 28 tahun itu yang cepat berkat dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, Komisi XIII dan X DPR, Dirjen AHU dan Dirjen Imigrasi, serta Dukcapil DKI Jakarta. Selain Kevin Diks, pada kesempatan ini Estella Loupattij dan Noa Leatomu juga mengambil sumpah WNI. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyambut gembira […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Lightspeed POS Integration WooCommerce Live Notifications WooCommerce Local Delivery Shipping WooCommerce Local Pickup Plus WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags WooCommerce Lottery - WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Lottery – WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Magnifier – Image Panning with Slider WooCommerce Mailchimp Discount WooCommerce Manual Pricing – Name Your Price Plugin