Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Petugas Haji, Amanah Tinggi

Petugas Haji, Amanah Tinggi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
  • visibility 825
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Setiap musim haji, langit Tanah Suci tak hanya menyambut jutaan doa dari seluruh penjuru dunia, tapi juga menanti rombongan jamaah dari Indonesia, bahkan dari Sumatera Selatan pun setiap tahun ribuan jamaah berangkat ke tanah suci.  Haji asal Sumatera Selatan bahkan kian tahun kian ramai.

Tahun ini, ada 7.012 nama yang siap berangkat menunaikan rukun Islam kelima. Jumlah yang kalau dikumpulkan bisa bikin satu stadion penuh sesak oleh lautan mukena dan ihram, luar biasa…

Disisi lain, ada satu profesi yang tiap tahun muncul, tapi nggak ada jurusan kuliahnya. Namanya Petugas Haji Daerah, alias PHD. (Maaf jangan salah paham atau gagal paham disingkat gatot ya) karena ini bukan gelar akademik. PHD, itu bukan berarti kamu doktor, tapi harus paham kalau PHD itu, tugasnya harus siap jadi tukang pikir, tukang angkut, tukang jawab, tukang sabar, dan kadang-kadang… tukang urut jamaah yang kesemutan di Muzdalifah.

Di Sumsel, Jum’at kemarin (11 April 2025), Sekretaris Daerah Sumsel, Pak Edward Candra, resmi membuka pelatihan PHD di Asrama Haji Palembang. Beliau datang bukan buat ngecek catering atau nyicip kurma, tapi buat kasih wejangan penting ke 48 petugas terpilih yang lolos seleksi. Mereka ini ibarat “the chosen one” versi Sumsel, dipilih buat mendampingi 7.012 jamaah haji yang akan berangkat tahun ini. Jumlah segitu, kalau digabung, bisa bikin arisan RT se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Pak Sekda tegaskan  PHD itu nggak main-main, gak main kesempatan, tapi harus berkerja sungguh, harus serius, profesional, dan tetep ramah. Nggak boleh songong, nggak boleh baperan, apalagi kalau jamaah mulai tanya hal-hal absurd kayak, “Ustaz, unta di Arab dikasih pakan apa ya?”

Iya, harus maklum namanya juga jamaah kita, terlebih banyak yang lensia. Ada yang baru pertama kali naik pesawat, ada yang kangen anak pas baru nyampe Madinah, ada juga yang sibuk nyari WiFi buat update status “Menuju Baitullah, doakan ya bestiee~”

Di sinilah PHD harus tampil  bukan cuma paham rukun haji, tapi juga jadi tempat curhat, penenang hati, bahkan kadang harus jadi alarm hidup karena jamaahnya lupa jam berapa mabit.

Oleh sebab itu, Pak Sekda pesen supaya pelatihan ini jangan dianggap kayak seminar pengantar tidur. Harus disimak serius. Karena nanti di lapangan, nggak ada waktu mikir dua kali.

Jamaah nyasar? Jemput. Ada yang ketinggalan sandal? Bantu cari. Ada yang minta air zam-zam padahal baru 3 menit lalu dikasih? Ya kasih lagi, sambil senyum.

Asisten I, Pak Sunarto, juga bilang pelatihan ini dilaksanain 4 hari penuh. Artinya, para PHD bakal digembleng abis-abisan, biar siap tempur kayak pasukan Avengers versi Syariah.

Tapi ada satu hal yang sering kelupaan jadi PHD bukan cuma soal tugas, tapi soal niat. Ini ladang pahala, bro. Kalau kamu kerja dengan hati, bantu jamaah dengan ikhlas, senyum walau keringat netes kayak ujan gerimis, Insya Allah itu jadi amal jariyah.

Jadi  para PHD terpilih, jangan cuma semangat pas pembukaan. Tapi tetap semangat saat harus dorong kursi roda di tengah suhu 45 derajat, sambil nyari koper jamaah yang warnanya mirip semua hijau daun pandan.

Kalau ada masalah, jangan panik. Jangan langsung update status galau. Tapi cari solusi. Ingat pesan Sekda kerjasama, cepat tanggap, jaga nama baik daerah. Intinya, jadi pahlawan tanpa pamrih, tapi kalau bisa sih tetap ganteng dan wangi meski keringetan.

Akhir kata, semoga para petugas haji kita bukan hanya siap secara fisik dan mental, tapi juga punya bekal batin yang kuat. Sebab, mengurus jamaah haji itu seperti mengurus ribuan lilin dalam satu ruangan: harus hati-hati, sabar, dan tetap terang meski angin tantangan datang dari segala arah.

Jadi PHD itu kayak sendok pas makan nasi. Kecil, kadang nggak diperhatiin, tapi kalau nggak ada, bubar semua acara makan. Petugas haji harus begitu nggak usah cari panggung, tapi harus selalu siap sedia. Nggak perlu jadi pusat perhatian, tapi jadi pusat pertolongan. Nggak usah ngeluh, karena pahala diam-diam lagi dicatet di langit.

Jadi buat kalian para PHD, selamat bertugas. Ingat, yang kalian dampingi bukan cuma jamaah, tapi tamu-tamu Allah. Bantu mereka dengan hati, layani dengan senyum, dan jangan lupa… sandal jangan sampai ketuker.Selamat bertugas, di tengah padang pasir perjuangan para tamu Allah. Amin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Covid-19 Tegur Manajemen BNI, Ini Alasannya

    Satgas Covid-19 Tegur Manajemen BNI, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.454
    • 0Komentar

    KERUMUNAN Bank BNI Cabang Kayuagung dinilai melanggar ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Keramaian yang terjadi akibat antrian nasabah disalah satu bank milik pemerintah itu membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir bergerak. Dikomandoi Sat Pol PP, Satgas mengingatkan manajemen Bank untuk menerapkan protokol kesehatan. […]

  • Ancaman Hukuman Mati Menanti Otak Pembunuh PNS Aprianiti

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Otak Pembunuh PNS Aprianiti

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    MASIH Ingat, kan dengan pembunuhan dilakukan Yudi terhadap temannya,  Aprianiti, PNS Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang jasadnya dikubur di TPU Kandang Kawat dengan di cor minggu lalu. Kini Yudi dan satu pelaku lainnya sudah meringkuk di Sel Tahanan, dan Polisi terus melakukan […]

  • Sembako Cukup, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Khawatir

    Sembako Cukup, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Khawatir

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengingatkan masyarakat untuk tidak panik terkait kabar kenaikan harga bahan pokok menjelang ramadhan tahun ini. Sebab, pemerintah sendiri termasuk di Sumsel terus melakukan berbagai antisipasi agar harga bahan pokok tetap stabil dan tersedia. “Jangan panik terhadap kabar kenaikan harga menjelang ramadhan ini. Pemerintah juga berupaya agar makanan pokok tetap tersedia […]

  • Peringatan Hari Kartini, TP PKK Muba Berbagi Sembako & Masker di Tengah Covid-19

    Peringatan Hari Kartini, TP PKK Muba Berbagi Sembako & Masker di Tengah Covid-19

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.291
    • 0Komentar

    DAMPAK Wabah Covid-19 sangat dirasakan betul oleh seluruh dunia, termasuk daerah Kabupaten Musi Banyuasin, sehingga sejumlah relawan terketuk hatinya melihat keadaan seperti ini. TP PKK Muba, bersama Dharma wanita Persatuan Muba, Ikatri Muba dan Ikatan Istri Anggota Partai Golkar Muba melakukan kegiatan kemanusiaan Perempuan Muba Peduli, untuk masyarakat berupa pembagian sembako, wastafel portabel dan masker. […]

  • Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muba terus maksimalkan antisipasi serta penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin terus. Beberapa Posko di wilayah perbatasan Muba pun diperketat guna meminimalisir penularan wabah Covid-19 yang masuk di wilayah Muba. Plt Kepala BPBD Muba, Indita Purnama menyebutkan, saat ini posko-posko penanganan dan pencegahan Covid-19 di area perbatasan Muba terus […]

  • Pemprov. Sumsel Bantu Bangun Jalan & Jembatan di Desa Rantau Kadam

    Pemprov. Sumsel Bantu Bangun Jalan & Jembatan di Desa Rantau Kadam

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel menganggarkan pembangunan jalan dan jembatan pada tahun ini di Desa Rantau Kadam, Kabupaten Muratara. Bantuan infrastruktur itu sebesar Rp30 miliar, Meski memang belum bisa dikatakan cukup untuk menuntaskan pembangunan di Muratara. Namun demikian pembangunan ini dapat dirasakan masyarakat. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan agar Bupati Muratara untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan terlebih […]

expand_less
WordPress Archive WordPress Country Selector WordPress Download Manager Pro + Addons WordPress Dynamic Keyword Insertion WordPress Easy Menu Editor WordPress Event Manager, Event Calendar and Booking Plugin WordPress Events Calendar Registration & Tickets WordPress Expire Passwords WordPress Form Builder Plugin, Contact form – ARForms WordPress GDPR & CCPA WordPress GDPR & CCPA