Tips Persiapan Kesehatan Haji agar Lolos Laik Terbang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Persiapan kesehatan haji perlu dilakukan jauh sebelum jadwal keberangkatan agar jemaah mampu menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Bahkan melunasi biaya perjalanan saja tidak cukup. Kondisi fisik, pengendalian penyakit, serta kesiapan mengikuti aturan medis menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sejak dini.
Kasus 345 jemaah yang dinyatakan tidak laik terbang setelah tiba di embarkasi pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya menjadi pelajaran sehingga pemeriksaan kesehatan tidak boleh dianggap sebagai formalitas menjelang keberangkatan.
Persiapan yang terlambat berpotensi membuat masalah kesehatan baru diketahui ketika waktu keberangkatan sudah dekat.
5 Langkah Persiapan Kesehatan Haji yang Jangan Ditunda
Agar peluang berangkat dalam kondisi sehat semakin baik, calon jemaah perlu membangun kebiasaan yang mendukung kebugaran tubuh. Berikut langkah yang bisa mulai diterapkan.
1. Periksa kesehatan sejak jauh hari
Jangan menunggu panggilan keberangkatan untuk memeriksakan kondisi tubuh. Pemeriksaan kesehatan membantu mengidentifikasi masalah mungkin tidak menimbulkan gejala, seperti tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, atau masalah jantung.
Ikuti jadwal pemeriksaan yang ditetapkan petugas kesehatan dan tanyakan langkah lanjutan jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan.
2. Kendalikan penyakit sebelum berangkat
Bagi jemaah memiliki penyakit kronis, menjaga kondisi tetap stabil merupakan bagian penting dari persiapan haji. Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter, jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi, dan simpan catatan medis serta daftar obat yang digunakan.
Pemeriksaan berkala juga membantu tenaga kesehatan menilai apakah kondisi jemaah cukup stabil untuk menghadapi aktivitas fisik selama ibadah.
3. Latih stamina secara bertahap
Ibadah haji melibatkan banyak aktivitas berjalan kaki, berpindah tempat, dan menghadapi perubahan cuaca. Oleh karena itu, calon jemaah sebaiknya membiasakan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Jalan kaki secara teratur dapat menjadi pilihan awal. Tingkatkan durasi secara perlahan dan sesuaikan latihan dengan usia serta kondisi kesehatan. Jemaah yang memiliki keluhan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai latihan.
4. Jaga pola makan, tidur, dan kecukupan cairan
Kebugaran tidak hanya dibentuk melalui olahraga. Pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta kebiasaan minum yang baik turut mendukung kondisi tubuh.
Hindari memaksakan aktivitas ketika tubuh kelelahan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten lebih bermanfaat daripada perubahan pola hidup secara drastis menjelang keberangkatan.
5. Ikuti pemeriksaan dan manasik dengan serius
Pemeriksaan kesehatan dan bimbingan manasik memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi. Pemeriksaan membantu menilai kesiapan fisik, sedangkan manasik memberikan pemahaman tentang tata cara ibadah dan situasi yang akan dihadapi di Tanah Suci.
Calon jemaah perlu mengikuti arahan petugas, melengkapi persyaratan kesehatan sesuai ketentuan, serta memahami prosedur yang harus dijalani sebelum keberangkatan.
Mengapa Status Laik Terbang Penting bagi Jemaah?
Perjalanan haji bukan aktivitas biasa. Jemaah harus menghadapi perjalanan panjang, perubahan lingkungan, cuaca yang dapat berbeda dari Indonesia, serta rangkaian ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik.
Kondisi kesehatan yang belum terkendali dapat meningkatkan risiko gangguan selama perjalanan maupun ketika beribadah. Karena itu, penilaian laik terbang perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan jemaah, bukan sekadar hambatan administratif.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya mengingatkan pentingnya mempersiapkan kesehatan sejak awal. Pesan tersebut menjadi acuan calon jemaah agar bisa menjaga kondisi tubuh dan mengikuti manasik sebelum memasuki tahap akhir persiapan keberangkatan.
Angka 345 jemaah yang tidak laik terbang pada penyelenggaraan sebelumnya juga menjelaskan pentingnya pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Jangan Menunggu Mendekati Jadwal Keberangkatan
Kesalahan yang perlu dihindari calon jemaah adalah baru memperhatikan kesehatan ketika jadwal keberangkatan sudah semakin dekat.
Padahal, sebagian masalah kesehatan membutuhkan pemantauan dan penanganan dalam waktu yang tidak singkat.
Mulailah dengan memeriksakan diri, mengikuti anjuran tenaga medis, menjaga kebugaran sesuai kemampuan, dan memastikan seluruh tahapan persiapan dijalankan berdasarkan informasi resmi pemerintah.
Perlu diingat, menjaga kesehatan tidak menjamin seseorang otomatis memperoleh status laik terbang. Keputusan tersebut tetap mengikuti pemeriksaan dan ketentuan medis yang berlaku.
Persiapan haji yang baik bukan hanya tentang memastikan koper siap dan dokumen lengkap. Tubuh yang terjaga, penyakit yang terkendali, serta pemahaman ibadah yang memadai merupakan bekal penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman. (***) /Diolah dari sumber laman resmi haji.
- Penulis: Irwan Wahyudi
