Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Keluarkan Imbauan untuk Jemaah Umrah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Situasi Timur Tengah memanas sehingga Kementerian Haji mengeluarkan imbauan untuk jemaah haji asal Indonesia agar lebih cermat untuk memantau informasi perjalanan di tengah perkembangan situasi keamanan disana.
Mereka yang masih berada di Arab Saudi maupun yang belum berangkat diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dan memastikan informasi melalui sumber resmi.
Imbauan tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dilaman resmi kementrian haji dilansir, senin.
Warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah, diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengingatkan WNI agar menghindari lokasi yang berpotensi rawan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, dan mengikuti arahan otoritas setempat.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Sementara calon jemaah yang masih menunggu keberangkatan, Kemenhaj meminta agar komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terus dilakukan.
Informasi mengenai jadwal dan status penerbangan perlu dipastikan agar jemaah mengetahui apabila ada perubahan dalam rencana perjalanan.
Kemenhaj juga mengingatkan calon jemaah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Setiap kabar mengenai perjalanan perlu dikonfirmasi melalui penyelenggara atau sumber resmi pemerintah.
“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.
Sementara itu, WNI yang sudah berada di Arab Saudi diminta lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kemenhaj mengimbau mereka menghindari kawasan yang berpotensi membahayakan dan membatasi kegiatan yang tidak mendesak, terutama di wilayah yang terdampak perkembangan situasi keamanan.
Jemaah umrah juga diminta tetap menjalin komunikasi dengan PPIU masing-masing. Penyelenggara perjalanan diharapkan memantau kondisi jemaah secara berkala serta segera menyampaikan informasi penting yang berkaitan dengan keselamatan dan perjalanan mereka.
Selain menjaga kewaspadaan, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya. Ichsan mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan, khususnya bagi jemaah dan keluarga yang sedang menunggu kepastian perjalanan.
Untuk memperoleh perkembangan terbaru, WNI di Arab Saudi diimbau mengikuti informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.
Kemenhaj menegaskan keselamatan harus menjadi perhatian utama selama situasi keamanan kawasan masih berkembang. Jemaah diminta mematuhi ketentuan setempat, menjaga koordinasi dengan penyelenggara perjalanan, dan memastikan informasi penting melalui saluran resmi.
Dengan langkah tersebut, jemaah diharapkan dapat menentukan tindakan berdasarkan informasi yang jelas dan terverifikasi, baik selama berada di Arab Saudi maupun sebelum memulai perjalanan umrah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
