Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Haji Selesai, Kemabruran Tak Boleh Berhenti, Menhaj Ingatkan Jemaah soal Tanggung Jawab Setelah Pulang

Haji Selesai, Kemabruran Tak Boleh Berhenti, Menhaj Ingatkan Jemaah soal Tanggung Jawab Setelah Pulang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan haji tidak semestinya berakhir ketika jemaah kembali ke tanah air. Justru setelah meninggalkan Tanah Suci, perubahan sikap dan perilaku menjadi bagian penting untuk menunjukkan kemabruran yang diperoleh selama menjalankan ibadah.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah agar pengalaman spiritual selama berhaji tidak berhenti sebagai kenangan. Nilai-nilai yang didapat selama berada di Tanah Suci perlu dibawa ke kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Haji selesai, tetapi kemabruran tidak boleh selesai. Ukuran haji mabrur bukan hanya apa yang dilakukan di Tanah Suci, melainkan bagaimana kita hidup setelah kembali,” ujar Irfan Yusuf saat menghadiri Doa Syukur dan Pengajian Manasik Jemaah Haji 1447 H serta Jemaah Haji 1448 H di Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, perubahan itu dapat terlihat dari hal-hal sederhana. Akhlak semakin baik, ibadah yang lebih kuat, serta kepedulian kepada sesama menjadi bagian dari gambaran seorang jemaah yang mampu menjaga kemabrurannya.

Oleh sebab itu, jemaah yang telah menunaikan ibadah haji juga diharapkan tidak menyimpan pengalamannya untuk diri sendiri. Mereka dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, terutama calon jemaah yang sedang mempersiapkan keberangkatan.

Pengalaman mengenai kondisi di Tanah Suci, pengaturan waktu, menjaga kesehatan, kedisiplinan hingga menjaga kekhusyukan dinilai penting untuk dibagikan kepada calon jemaah haji.

“Jemaah yang sudah berhaji adalah sumber pembelajaran. Ceritakan pengalaman yang sebenarnya, apa yang harus disiapkan, bagaimana menjaga kesehatan, disiplin, dan kekhusyukan selama berada di Tanah Suci,” katanya.

Persiapan Haji 1448 H Tak Perlu Menunggu Dekat Keberangkatan

Pesan mengenai kemabruran juga beriringan dengan persiapan jemaah haji 1448 H yang saat ini masih memiliki waktu cukup panjang sebelum keberangkatan. Irfan meminta calon jemaah menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak dini.

Persiapan bukan hanya menyangkut administrasi dan manasik haji. Kondisi fisik serta kesiapan mental juga perlu mendapat perhatian agar jemaah mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Salah satu yang ditekankan adalah istithaah kesehatan haji. Calon jemaah diminta tidak menunggu sampai mendekati keberangkatan untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengendalian penyakit penyerta, menjaga pola makan, cukup beristirahat dan rutin berolahraga menjadi bagian dari persiapan yang perlu dilakukan.

“Pemeriksaan kesehatan bukan penghambat keberangkatan. Justru itulah ikhtiar kita agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke tanah air dalam kondisi terbaik,” tegasnya.

Manasik Haji Harus Membekali Jemaah Menghadapi Kondisi Nyata

Persiapan jemaah juga tidak berhenti pada pemahaman tata cara ibadah. Bimbingan manasik diharapkan mampu membuat jemaah lebih mandiri ketika menghadapi situasi nyata di Arab Saudi.

Jemaah perlu memahami pola pergerakan selama berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina, termasuk penggunaan transportasi serta mekanisme pelayanan yang tersedia.

Kemampuan tersebut penting karena jutaan jemaah dari berbagai negara menjalankan ibadah dalam waktu dan lokasi yang sama. Dalam kondisi seperti itu, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap arahan petugas ikut menentukan keselamatan bersama.

Irfan menilai jemaah yang semakin siap secara fisik, mental dan pengetahuan akan lebih mudah menjalankan ibadah secara tertib.

Tiga Target Besar Penyelenggaraan Haji

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah kembali menjelaskan arah penyelenggaraan haji Indonesia melalui konsep Tri Sukses Haji.

Sukses pertama adalah sukses ritual, yakni memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah secara sah, benar dan tertib hingga mencapai kemabruran.

Target kedua berkaitan dengan ekosistem ekonomi haji. Penyelenggaraan haji diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi umat dan pelaku usaha Indonesia.

Sementara target ketiga adalah sukses keadaban dan peradaban. Haji diharapkan membentuk pribadi yang semakin jujur, disiplin, sabar dan memiliki kepedulian terhadap orang lain.

“Tri Sukses Haji hanya bisa terwujud melalui kolaborasi. Pemerintah, petugas, KBIHU, keluarga, dan jemaah harus berjalan bersama untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin baik,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap tawaran perjalanan ibadah yang tidak sesuai ketentuan. Irfan mengingatkan calon jemaah agar memastikan penyelenggara umrah memiliki izin resmi sebagai PPIU dan tidak mudah tergiur tawaran haji cepat maupun penggunaan visa yang tidak semestinya.

Keberhasilan haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ritual di Tanah Suci. Bagi jemaah yang telah pulang, tantangan berikutnya justru bagaimana nilai ibadah tersebut tetap hidup dalam keseharian dan memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Penerapan SPM untuk OKI, Begini Hasilnya..

    Laporan Penerapan SPM untuk OKI, Begini Hasilnya..

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    HASIL evaluasi laporan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Ogan Komering Ilir raih capaian tertinggi tingkat nasional seluruh Kabupaten di Indonesia dengan perolehan skor xxxxxxxx “Standar Pelayanan Mininal ini merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar dan menjadi urusan pemerintahan yang wajib diperoleh setiap warga negara secara minimal”, terang Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan […]

  • Wagub Inginkan Kerja Nyata Alumni UMP Memajukan Pembangunan di Sumsel 

    Wagub Inginkan Kerja Nyata Alumni UMP Memajukan Pembangunan di Sumsel 

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 666
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Milad ke-43 sekaligus wisuda ke-72 Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), di Grand Ballroom Hotel Wyndam, Rabu (15/6). Dalam kesempatan itu Wagub Mawardi Yahya mengucapkan selamat  kepada keluarga besar UMP yang telah berhasil meluluskan mahasiswanya dan merayakan Milad ke-43. Ia turut mendoakan agar UMP dapat terus meningkatkan kualitas layanan Pendidikan […]

  • “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    Drama Keluarga Harimau di Bukittinggi

  • Survei-Sarimuda

    Aksi Borong Memborong Partai, Sarimuda Santai Nanggapinya, Yang Penting Tidak ‘Berkoar’

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.236
    • 0Komentar

    Dia sendiri dengan Rozak sudah mendapat dukungan dari Nasdem dan PKS. Tidak mungkin nyambut dukungan lagi

  • Sotir Surat Suara, KPU Palembang Upah Masyarakat Rp100 per lembar

    Sotir Surat Suara, KPU Palembang Upah Masyarakat Rp100 per lembar

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang memperdayakan masyarakat untuk membantu menyotir dan melipat surat suara yang akan digunakan untuk Pilpres dan Pileg. Masyarakat yang membantu itu diberi upah Rp100 per lembar surat suara. Pantauan dilapangan, ratusan masyarakat yang melakukan penyotiran dan pelipatan surat suara dilakukan pengawasan dari petugas KPU, Bawaslu, Polisi hingga Sat Pol PP. […]

  • Belida Asli Palembang Nyaris Tinggal Cerita, Kini Ditemukan Lagi: Bisakah Kembali ke Sungai Musi?

    Belida Asli Palembang Nyaris Tinggal Cerita, Kini Ditemukan Lagi: Bisakah Kembali ke Sungai Musi?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Belida asli Palembang, Chitala hypselonotus, yang sempat menghilang sejak 2015 kembali teridentifikasi melalui riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju. Penemuan kembali spesies tersebut kini dilanjutkan dengan upaya pengembangbiakan dan pengembangan teknologi pembenihan untuk membuka jalan menuju restocking di Sungai Musi. Langkah itu […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Category Accordion WooCommerce Ceneo.pl / Nokaut.pl / Domodi.pl Integration WooCommerce Chained Products WooCommerce Chained Products Pro – one-get-one deals, hard sells, product suites WooCommerce Chase Paymentech WooCommerce Cheapest & Most Expensive Product Promotions! WooCommerce Checkout Add-Ons WooCommerce Checkout Field Editor WooCommerce Checkout Google Address Auto Complete WooCommerce Composite Products