Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

“Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
  • visibility 827
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DITENGAH gonjang-ganjing politik yang lebih ramai dari pasar malam dan cuaca yang sering galau antara panas dan hujan, datanglah kabar menyegarkan hati dari kaki Gunung Marapi, bukan soal utang negara yang lunas atau harga cabai turun drastis, tapi kabar bahagia dari dunia konservasi, yakni  Tiga anak harimau Sumatera lahir sehat walafiat di TMSBK Bukittinggi!.

Kalau biasanya bayi manusia disambut dengan nasi kuning dan bedak dingin, anak harimau ini disambut dengan kamera wartawan, kunjungan pejabat, dan tentu saja nama yang sarat makna. Banun, Lestari, dan Rizki sebuah trio loreng yang mungkin suatu hari akan jadi influencer hutan, kalau mereka bisa selfie.

Tapi sabar, ini bukan sekadar soal lucunya anak harimau yang bikin kita pengin ngelus-ngelus layar, ini adalah kisah epik tentang cinta, luka, dan perjuangan harimau bernama Bujang Mandeh, si jantan yang harus kehilangan kaki demi selamat dari jerat pemburu, kalau kisah ini jadi sinetron, pasti menarik, judulnya “Tersandung Jerat, Terjerat Cinta”.

Bujang Mandeh ini adalah korban jebakan manusia, semacam jebakan batman, tapi jauh lebih kejam, gara-gara itu, kakinya harus diamputasi. Namun, seperti kata pepatah Minang yang dimodifikasi, “Biar kaki tinggal satu, asal hati tetap dua untuk cinta sejati”. Benar saja, cinta sejatinya datang dari Mantagi, harimau betina kelahiran TMSBK, cucu dari harimau legendaris Bancah dan Dara Jingga. Keluarga besar, kek!.

Hubungan mereka bersemi di kandang konservasi, bukan di aplikasi kencan, lalu hadirlah Banun, si sulung yang lahir Desember 2024, disusul adik kembar Lestari dan Rizki di bulan Mei 2025. Kelahiran mereka seakan menyatakan bahwa cinta di kandang, jika dibumbui perhatian medis dan program pelestarian, tetap bisa menghasilkan keturunan yang sehat dan bahagia. Tidak perlu bulan madu ke Bali atau staycation di Puncak.

Dibalik kelahiran lucu ini, kita harus jujur, konservasi itu bukan urusan sepele, ia seperti merawat jalinan benang kusut dalam kain batik, butuh ketelatenan, kesabaran, dan tentu saja anggaran yang nggak kayak dompet akhir bulan.

Menjaga spesies seperti harimau Sumatera yang statusnya sudah “Critically Endangered”. ibarat mempertahankan mantan agar balik lagi perlu usaha luar biasa, tapi kalau berhasil, bahagianya bukan main.

TMSBK Bukittinggi sendiri sudah kayak rumah sakit bersalin buat harimau, dari generasi ke generasi, mereka melahirkan harimau dengan sistem kekeluargaan yang jelas dan akte lahir yang sah. Bukan harimau ilegal yang dijual lewat Facebook dengan caption “baru lahir, jinak, cocok buat mainan anak”.

Namun kehadiran dua tokoh penting, yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto, membuat acara kelahiran ini terasa seperti pernikahan bangsawan. Ada pidato, ada harapan, dan tentu saja ada dokumentasi, mungkin yang kurang cuma nasi kotak dan grup WhatsApp keluarga harimau.

Yang jelas, bukan cuma soal kelahiran hewan lucu, Tapi  bukti bahwa ketika negara, lembaga konservasi, dan masyarakat bersatu seperti trio boyband, maka pelestarian itu bisa jadi konser sukses. Apalgi  kita tidak sedang merawat peliharaan, tapi menjaga pusaka bangsa. Harimau Sumatera itu bukan hanya loreng-loreng lucu, tapi simbol megahnya rimba yang kian menyempit!.

Kalau boleh kasih perumpamaan, kelahiran harimau ini ibarat lampu colok di tengah pemadaman, harapan yang menyala di gelapnya tantangan konservasi. Kalau dulu harimau banyak diburu buat jimat atau dipajang sebagai karpet ruang tamu, kini anak-anaknya dirayakan lebih dari kelulusan wisuda daring.

Kelahiran Banun, Lestari, dan Rizki adalah sinyal bahwa konservasi bukan mitos, bukan angan-angan pejabat tidur siang. Ia nyata, nyata seperti rasa lapar jam 10 malam. Tapi konservasi juga tak bisa jalan sendiri. Ia butuh dukungan semua pihak dari penjaga hutan hingga anak muda yang lebih suka buka media sosial [TikTok] ketimbang baca tentang satwa liar.

Mari kita ubah itu, mari kita viralkan bukan cuma challenge joget, tapi juga kabar baik dari hutan, karena kalau harimau pun bisa move on dari jerat dan melanjutkan hidup bahagia, masak kita yang punya dua kaki lengkap masih galau ditinggal gebetan?

Doakan Banun, Lestari, dan Rizki tumbuh jadi harimau yang sehat, bahagia, dan jangan sampai stress lihat manusia makin banyak selfie di hutan, kalau bisa ngomong, mungkin mereka akan bilang, “Biarkan kami hidup damai, jangan kami pula yang disuruh jaga hutan sementara manusianya malah bikin villa,”

Harimau lahir, kita girang. Tapi jangan cuma girang di bibir. Ayo jaga rimba, jangan hanya jagain gebetan yang belum tentu balas chat!. Satu hal lagi, semoga anak-anak harimau ini tumbuh dewasa, nggak kena stres karena sering diliatin pengunjung yang selfie pakai filter kuping kelinci.

Harimau mana tahan diganggu terus-menerus, apalagi kalau ada yang teriak, “Gemesss! Lucuuu banget pengin dipeluk!”.  Mbak, itu harimau lho, bukan bantal leher di travel dan buat para jomlo yang masih ngarep cinta sejati sambil nunggu keajaiban dari semesta, ingatlah bahwa bahkan harimau cacat pun bisa menemukan pasangan dan punya anak. Jadi jangan nyerah, mungkin jodohmu bukan terlambat, tapi lagi dicek KTP-nya di akhirat.

Pada akhirnya biarpun lorengnya di badan, cinta mereka sampai ke hati, biarpun kandangnya di Bukittinggi, semangatnya menggema sampai ke pelosok negeri, dan biarpun kita cuma bisa nonton dari Instagram, tetaplah kita ikut bahagia…
…karena harimau saja bisa bangkit dari luka, masa kamu terus-terusan ngarep balikan sama si mantan yang udah nikah sama orang Jakarta?

Sekian dari studio, kami pamit dulu, kalau harimau bisa tertawa, mungkin mereka juga bilang “Loreng boleh liar, tapi hati kami tetap sayang hutan!”. Sampai jumpa di kabar gembira konservasi selanjutnya, semoga bukan kelahiran kucing garong dari gang belakang. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik Pengurus Kadin Lahat, Ini Harapan Ketua Kadin Sumsel

    Lantik Pengurus Kadin Lahat, Ini Harapan Ketua Kadin Sumsel

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex selaku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sumatera Selatan melantik pengurus Kadin Kabupaten Lahat Periode 2021-2026 secara virtual, di Ruang Rapat Guest Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (13/1/2021). Pelantikan yang dilaksanakan tersebut merupakan hasil dari musyawarah Kadin Lahat pada tanggal 9 Januari 2021 lalu […]

  • KBRI Bandar Seri Begawan jumput bola bantu WNI yang butuh pelayanan kekonsuleran

    KBRI Bandar Seri Begawan jumput bola bantu WNI yang butuh pelayanan kekonsuleran

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.631
    • 0Komentar

    Seria, Brunei Darussalam – Lebih dari seratus orang WNI di kota Seria dan sekitarnya di Brunei Darussalam datang ke Brunei Shell Recreational Club (BSRC) untuk mengakses layanan terpadu KBRI Bandar Seri Begawan pada akhir pekan tanggal 23-24 Juli 2022. “Pelayanan ini adalah upaya jemput bola KBRI Bandar Seri Begawan untuk membantu WNI yang memerlukan pelayanan kekonsuleran maupun ketenagakerjaan. Alhamdulillah, […]

  • Waspada Covid-19, Seluruh Legislator & Pegawai Sekwan Pagaralam Lakukan Rapid Test

    Waspada Covid-19, Seluruh Legislator & Pegawai Sekwan Pagaralam Lakukan Rapid Test

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.103
    • 0Komentar

    SEBANYAK 25  anggota legislator dan Pegawai Sekwan DPRD Kota Pagaralam Sumsel melakukan rapid tes guna   mengetahui kondisi kesehatan di masa Pandemi covid-19. Rapid Test dilakukan hari ini, difasilitas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pagaralam,. Senin (15/6/2020). Dekky Aprizal Kepala Bagian Umum Kesekertariatan Dewan DPRD Pagaralam diselah kegiatan rapid test mengatakan,  kegiatan tersebut memang telah direncanakan sebelumnya […]

  • Inspirasi Tas Handmade: Kreativitas dalam Setiap Jahitan

    Inspirasi Tas Handmade: Kreativitas dalam Setiap Jahitan

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.528
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – [vritimes]Dengan sentuhan personal, kreativitas tanpa batas, kualitas superior, dan keberlanjutan yang dikedepankan, tas handmade bukan sekadar produk fashion, tetapi karya seni yang hidup. Di tengah hiruk-pikuk industri fashion yang didominasi oleh produksi massal, tas handmade muncul sebagai pernyataan unik tentang seni dan keindahan. Dalam setiap jahitan, tas handmade mencerminkan dedikasi, ketelitian, dan kreativitas para pengrajin. Berikut ini […]

  • Darurat Sampah di Indonesia, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

    Darurat Sampah di Indonesia, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    INDONESIA menghadapi tantangan serius yang sering terabaikan darurat sampah. Jalanan kota, tepi sungai, dan area publik menumpuk sampah yang mengancam kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup. Pertanyaannya bukan lagi “apakah sampah akan menjadi masalah?,” tapi “apa yang bisa kita lakukan mulai sekarang?” Masyarakat dapat memulai dari langkah sederhana, membuang sampah pada tempatnya dan memilah sesuai jenisnya. […]

  • Sumsel Raih Dua Penghargaan, Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

    Sumsel Raih Dua Penghargaan, Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) dibawah Kepemimpinan Gubernur H Herman Deru kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Terbaru penghargaan yang diterima dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2022 yang diselenggarakan  Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Adapun  kedua Anugerah Adinata Syariah 2022 yang diterima Pemprov Sumsel tersebut masing-masing kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Kategori Pemberdayaan Ekonomi Pesantren  yang […]

expand_less
WordPress Archive Robin – Cute & Colorful Blog Theme Robor – AI and Automation Integration WordPress Theme Robust – Premium Bootstrap 4 Admin, Dashboard & WebApp Kit Template Rocket Board – Metro WordPress Theme Rocket – Creative Multipurpose WordPress Theme RockON DJ – Music Club & Night Club WordPress Theme Rockway – Music Band & Musician Elementor Template Kit Rocland – Real Estate Group WordPress Theme Rodich – A Restaurant WordPress Theme Roethlon – American Football & NFL Elementor Template Kit