Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Kabar Baik untuk Jamaah Haji, Arab Saudi Turunkan Paket Layanan haji 1444 H, Ini Penjelasannya..

Kabar Baik untuk Jamaah Haji, Arab Saudi Turunkan Paket Layanan haji 1444 H, Ini Penjelasannya..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
  • visibility 1.187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Jakarta – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief membenarkan  Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022.

Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.

Dijelaskan Hilman, yang diturunkan Pemerintah Arab Saudi adalah paket layanan haji. Adapun yang dimaksud dengan paket itu adalah layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.

Untuk warga domestik, Pemerintah Arab Saudi menawarkan empat paket layanan Masyair tahun 1444 H/2023 M

1. Mulai SAR 10,596 – SAR 11,841 (sekitar Rp43 juta – Rp48 juta)
2. Mulai SAR 8,092 – SAR 8,458 (sekitar Rp33 juta – Rp34,5 juta)
3. Mulai SAR 13,150 (sekitar Rp53,6 juta)

Saudi menawarkan juga paket keempat, mulai SAR 3,984 (sekitar Rp16 juta), namun tidak ada layanan di Mina (hanya akomodasi dan konsumsi di Arafah dan Muzdalifah)

“Itulah yang disebut paket layanan haji yang ditangani oleh Syarikah atau perusahaan di Saudi. Harganya pada tahun lalu karena alasan pandemi, naik sangat signifikan. Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30% dan itu sangat signifikan,” tegas Hilman di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

“Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR4.632,87. Turun sekitar SAR1.024 atau 30%,” sambungnya.

Jadi dalam usulan BPIH tahun ini, kata Hilman, pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga sesuai yang ditetapkan Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan kualitas layanan bagi jemaah di Masyair.

“Kepada perusahaan penyedia layanan, kami tetap meminta komitmen agar dengan harga yang ditetapkan pemerintah Saudi itu, layanan yang diberikan kepada jemaah juga tetap berkualitas,” jelasnya.

Namun demikian, kata Hilman, komponen BPIH tidak hanya paket layanan haji. Komponen biaya haji yang diusulkan pemerintah kepada DPR itu juga mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi, baik Jeddah, Makkah, maupun Madinah.

“Di luar Masyair, masa tinggal jemaah sekitar 30 hari, baik di Makkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya,” papar Hilman.

Selain itu, penyusunan usulan BPIH juga memperhatikan komponen kurs Dollar (USD) dan kurs Riyal (SAR). Dalam usulan itu, asumsi yang digunakan adalah Rp15.300 untuk kurs 1USD, dan Rp4.080 untuk kurs 1SAR. Pada 2022, kurs SAR yang digunakan adalah Rp3.846. Untuk kurs USD tahun 2022 adalah Rp14.425.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah komponen pesawat. Sebab, ini sangat bergantung pada harga avtur.

“Usulan pemerintah terkait BPIH 1444 H itu belum final, karena terbuka untuk dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Semoga kita bisa mendapatkan rumusan yang paling pas terkait biaya haji tahun ini,” tandasnya.

Kenapa Bipih Naik?

Kemenag mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Lantas, kenapa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dalam usulan pemerintah justru naik?

Hilman menjelaskan bahwa itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen Bipih dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% Bipih dan 30% nilai manfaat.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis,” terang Hilman Latief di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp4,45 juta. Sementara Bipih yang harus dibayar jemaah sebesar Rp30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13%, sementara Bipih 87%.

Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019). Karena Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59%.

“Kondisi ini sudah tidak normal dan harus disikapi dengan bijak,” jelasnya.

Nilai manfaat, lanjut Hilman, bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karenanya, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk lebih dari 5 juta yang masih menunggu antrean berangkat. Mulai sekarang dan seterusnya, nilai manfaat harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan. “Tentu kami juga mendorong BPKH untuk terus meningkatkan investasinya baik di dalam maupun luar negeri pasca pandemi Covid-19 ini, sehingga kesediaan nilai manfaat lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Jika komposisi Bipih dan Nilai Manfaat masih tidak proporsional, maka nilai manfaat akan cepat tergerus dan tidak sehat untuk pembiaayaan haji jangka panjang.

“Jika komposisi Bipih (41%) dan NM (59%), dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat cepat habis. Padahal jamaah yang menunggu 5-10 tahun akan datang juga berhak atas nilai manfaat,” urainya.

Untuk itulah, kata Hilman, Pemerintah dalam usulan yang disampaikan Menag  saat Raker bersama Komisi VIII DPR, mengubah skema menjadi Bipih (70%) dan NM (30%). “Mungkin usulan ini tidak populer, tapi Pak Menteri melakukan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji sekaligus menjaga keberlanjutannya,” tegasnya.

“Ini usulan pemerintah untuk dibahas bersama Komisi VIII DPR. Kita tunggu kesepakatannya, semoga menghasilkan komposisi paling ideal! Amin,” tutupnya.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras Mahal Bukan Biang Inflasi Palembang, BI Ungkap Ancaman Lain

    Beras Mahal Bukan Biang Inflasi Palembang, BI Ungkap Ancaman Lain

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Harga beras masih tinggi di Palembang, tetapi ada satu fakta yang paling menarik, sebab beras ternyata bukan penyumbang inflasi terbesar di kota ini. Ternyata komoditas beras berada di urutan kedua, fakta itu terungkap dalam rapat koordinasi Pemerintah Kota Palembang bersama Bank Indonesia (BI), Bulog, Satgas Ketahanan Pangan dan Badan Pusat Statistik di Rumah Dinas Wali […]

  • Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Ini Dipercaya jadi Ketua Aspikom Sumsel 2019-2022

    Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Ini Dipercaya jadi Ketua Aspikom Sumsel 2019-2022

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Sangat aktif dalam membumikan Aspikom di Sumsel  selama ini, beliau juga piawai, teruji dan tuntas dalam segala kegiatan Aspikom selama ini.

  • Ditunggu, Generasi Milenial Jadi Pelopor Usaha Pertanian

    Ditunggu, Generasi Milenial Jadi Pelopor Usaha Pertanian

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya menilai Duta Pertanian milenial  mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian, dimana keberadaan para petani milenial memang sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. “Provinsi Sumsel  membutuhkan generasi milenial yang sudah berpengalaman dibidang pertanian. untuk bisa menjadi duta pertanian jadi […]

  • Wujudkan Pelajar Madrasah Paham Digital, Kominfo dan Kemenag Laksanakan Kerjasama

    Wujudkan Pelajar Madrasah Paham Digital, Kominfo dan Kemenag Laksanakan Kerjasama

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Agama bekerja sama untuk meningkatkan kecakapan digital pelajar madrasah. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan, pelajar dari madrasah di seluruh Indonesia merupakan bagian penting dalam proses mewujudkan transformasi digital. “Acara hari ini, rekan-rekan madrasah yang ada di seluruh Indonesia berkumpul secara virtual untuk […]

  • Porprov.Sumsel 2019, Kontingen Palembang Ingin Juara Umum Lagi

    Porprov.Sumsel 2019, Kontingen Palembang Ingin Juara Umum Lagi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    “Palembang sudah mengoleksi 10 kali juara umum. Semoga bisa mempersembahkan predikat juara umum untuk ke-11 kalinya,”

  • Bagikan 500 Masker, PWI Banyuasin Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan

    Bagikan 500 Masker, PWI Banyuasin Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.049
    • 0Komentar

    PWI Banyuasin berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kab. Banyuasin membagikan sebanyak 500 masker secara gratis kepada pengguna jalan, guna mencegah penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap semakin pekat.   Bagi-bagi masker ini dilaksanakan di sepanjang Jalan Komplek Perkantoran Pemerintah Kab. Banyuasin. “Fokus utama yakni para pelajar, terutama siswa SD dipusatkan di SDN V Banyuasin II,” kata Ketua PWI […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Cart Add-ons WooCommerce Cart Notices WooCommerce Cart Plugin – Ultimate Shopping Cart Solution WooCommerce Cart Reports WooCommerce Cart Variation Switcher | Change Variant in Cart WooCommerce Cart – WooCart Pro WooCommerce Catalog Mode WooCommerce Catalog Visibility Options WooCommerce Category Accordion WooCommerce Ceneo.pl / Nokaut.pl / Domodi.pl Integration