Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Kabar Baik untuk Jamaah Haji, Arab Saudi Turunkan Paket Layanan haji 1444 H, Ini Penjelasannya..

Kabar Baik untuk Jamaah Haji, Arab Saudi Turunkan Paket Layanan haji 1444 H, Ini Penjelasannya..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
  • visibility 1.174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Jakarta – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief membenarkan  Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022.

Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.

Dijelaskan Hilman, yang diturunkan Pemerintah Arab Saudi adalah paket layanan haji. Adapun yang dimaksud dengan paket itu adalah layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.

Untuk warga domestik, Pemerintah Arab Saudi menawarkan empat paket layanan Masyair tahun 1444 H/2023 M

1. Mulai SAR 10,596 – SAR 11,841 (sekitar Rp43 juta – Rp48 juta)
2. Mulai SAR 8,092 – SAR 8,458 (sekitar Rp33 juta – Rp34,5 juta)
3. Mulai SAR 13,150 (sekitar Rp53,6 juta)

Saudi menawarkan juga paket keempat, mulai SAR 3,984 (sekitar Rp16 juta), namun tidak ada layanan di Mina (hanya akomodasi dan konsumsi di Arafah dan Muzdalifah)

“Itulah yang disebut paket layanan haji yang ditangani oleh Syarikah atau perusahaan di Saudi. Harganya pada tahun lalu karena alasan pandemi, naik sangat signifikan. Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30% dan itu sangat signifikan,” tegas Hilman di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

“Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR4.632,87. Turun sekitar SAR1.024 atau 30%,” sambungnya.

Jadi dalam usulan BPIH tahun ini, kata Hilman, pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga sesuai yang ditetapkan Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan kualitas layanan bagi jemaah di Masyair.

“Kepada perusahaan penyedia layanan, kami tetap meminta komitmen agar dengan harga yang ditetapkan pemerintah Saudi itu, layanan yang diberikan kepada jemaah juga tetap berkualitas,” jelasnya.

Namun demikian, kata Hilman, komponen BPIH tidak hanya paket layanan haji. Komponen biaya haji yang diusulkan pemerintah kepada DPR itu juga mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi, baik Jeddah, Makkah, maupun Madinah.

“Di luar Masyair, masa tinggal jemaah sekitar 30 hari, baik di Makkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya,” papar Hilman.

Selain itu, penyusunan usulan BPIH juga memperhatikan komponen kurs Dollar (USD) dan kurs Riyal (SAR). Dalam usulan itu, asumsi yang digunakan adalah Rp15.300 untuk kurs 1USD, dan Rp4.080 untuk kurs 1SAR. Pada 2022, kurs SAR yang digunakan adalah Rp3.846. Untuk kurs USD tahun 2022 adalah Rp14.425.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah komponen pesawat. Sebab, ini sangat bergantung pada harga avtur.

“Usulan pemerintah terkait BPIH 1444 H itu belum final, karena terbuka untuk dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Semoga kita bisa mendapatkan rumusan yang paling pas terkait biaya haji tahun ini,” tandasnya.

Kenapa Bipih Naik?

Kemenag mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Lantas, kenapa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dalam usulan pemerintah justru naik?

Hilman menjelaskan bahwa itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen Bipih dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% Bipih dan 30% nilai manfaat.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis,” terang Hilman Latief di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp4,45 juta. Sementara Bipih yang harus dibayar jemaah sebesar Rp30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13%, sementara Bipih 87%.

Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019). Karena Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59%.

“Kondisi ini sudah tidak normal dan harus disikapi dengan bijak,” jelasnya.

Nilai manfaat, lanjut Hilman, bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karenanya, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk lebih dari 5 juta yang masih menunggu antrean berangkat. Mulai sekarang dan seterusnya, nilai manfaat harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan. “Tentu kami juga mendorong BPKH untuk terus meningkatkan investasinya baik di dalam maupun luar negeri pasca pandemi Covid-19 ini, sehingga kesediaan nilai manfaat lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Jika komposisi Bipih dan Nilai Manfaat masih tidak proporsional, maka nilai manfaat akan cepat tergerus dan tidak sehat untuk pembiaayaan haji jangka panjang.

“Jika komposisi Bipih (41%) dan NM (59%), dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat cepat habis. Padahal jamaah yang menunggu 5-10 tahun akan datang juga berhak atas nilai manfaat,” urainya.

Untuk itulah, kata Hilman, Pemerintah dalam usulan yang disampaikan Menag  saat Raker bersama Komisi VIII DPR, mengubah skema menjadi Bipih (70%) dan NM (30%). “Mungkin usulan ini tidak populer, tapi Pak Menteri melakukan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji sekaligus menjaga keberlanjutannya,” tegasnya.

“Ini usulan pemerintah untuk dibahas bersama Komisi VIII DPR. Kita tunggu kesepakatannya, semoga menghasilkan komposisi paling ideal! Amin,” tutupnya.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oh SFC, Nasibmu Kini…

    Oh SFC, Nasibmu Kini…

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Menjawab keresahan masyarakat terkait kelangsungan klub sepakbola kebanggaan Sriwijaya FC (SFC) pascadegradasi ke liga 2, Gubernur Sumsel Herman Deru dengan tegas menyatakan segera mengajak jajaran manajemen SFC berikut pengurus, tokoh olahraga, suporter hingga masyarakat untuk duduk bersama berembuk. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat menggelar konfrensi pers bersama Direktur PT SOM, Muddai Madang di hadapan […]

  • Survei Buktikan, Mayoritas Umat Patuhi SE Panduan Ibadah Ramadhan

    Survei Buktikan, Mayoritas Umat Patuhi SE Panduan Ibadah Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    PUSLITBANG Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag menggelar survei tentang “Dinamika Umat Islam Menjalani Ramadhan 1442 H/2021 M”. Penelitian diselenggarakan secara online dengan penyebaran angket pada periode 26-30 April 2021. Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan M. Adlin Sila mengatakan, survei bertujuan memberikan gambaran mengenai kepatuhan masyarakat terhadap Surat Edaran Menag RI No SE […]

  • Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

    Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Perempuan bilang, “Bahagia itu sederhana, lihat suami pulang dari sawah bawa beras, bukan bawa tagihan cicilan motor.” Dan ternyata benar. Hari Senin kemarin, sawah di Desa Cahya Maju, Kabupaten OKI, bukan cuma jadi tempat padi tumbuh subur, tapi juga jadi pusat perhatian nasional. Sawah yang biasanya jadi tempat curhat burung pipit dan kodok […]

  • Pagi-pagi Buta Walikota Blusukan di Daerah Lunjuk Jaya, 2 Masalah Ini Biasa Jadi Penyebab Keluhan Warganya, Nah yang Satu Ini JugaTetap Jadi Perhatian!

    Pagi-pagi Buta Walikota Blusukan di Daerah Lunjuk Jaya, 2 Masalah Ini Biasa Jadi Penyebab Keluhan Warganya, Nah yang Satu Ini JugaTetap Jadi Perhatian!

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo nampaknya tidak merasa lelah untuk terus menanggapi setiap keresahan masyarakat. Seperti yang dilakukannya, di Jalan Lunjuk Jaya Palembang, kemarin. Walikota Palembang menyempatkan diri untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Lunjuk Jaya terkait jalan rusak serta kondisi selokan yang kerap kali menjadi penyebab genangan air. “Tadi kita sudah meminta warga setempat untuk langsung melaporkan […]

  • Keinginan Gub Sumsel Untuk Ketua KONI Terpilih

    Keinginan Gub Sumsel Untuk Ketua KONI Terpilih

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    DARI sederet nama calon Ketua Umum Koni Sumsel yang bermunculan dalam agenda Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) 2019 beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel H.Herman Deru menginginkan mereka yang terpilih harus dapat memajukan olahraga di Sumsel. Hal itu diungkapkannya saat mendampingi Menpora RI Imam Nachrawi meninjau venue Bowling, Rabu (31/7/2019). Dikatakannya ketua terpilih harus memiliki pemahaman […]

  • Ini yang Dibahas Kemenparekraf dalam Rakor Strategi Reaktivasi Pariwisata Kepulauan Riau 

    Ini yang Dibahas Kemenparekraf dalam Rakor Strategi Reaktivasi Pariwisata Kepulauan Riau 

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.784
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan rapat koordinasi bersama dengan kementerian dan lembaga serta industri terkait, untuk membahas strategi reaktivasi pariwisata di Kepulauan Riau. Reaktivasi ini diharapkan mampu membuka perbatasan Batam-Bintan sebagai pilot project dengan negara tetangga, yaitu Singapura. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo pada 16 Maret […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Cart Add-ons WooCommerce Cart Notices WooCommerce Cart Plugin – Ultimate Shopping Cart Solution WooCommerce Cart Reports WooCommerce Cart Variation Switcher | Change Variant in Cart WooCommerce Cart – WooCart Pro WooCommerce Catalog Mode WooCommerce Catalog Visibility Options WooCommerce Category Accordion WooCommerce Ceneo.pl / Nokaut.pl / Domodi.pl Integration