Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » TAWA TAPI TAHU : Semir Sepatu Kiwi, Sudah Puluhan Tahun Setia Layani Manusia

TAWA TAPI TAHU : Semir Sepatu Kiwi, Sudah Puluhan Tahun Setia Layani Manusia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 1.018
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KIWI merek -ku, aku semir sepatu termasuk legendaris, usia ku? Jangan tanya, bro, aku sudah nongkrong di rak warung sejak puluhan tahun, saat kamu masih main kelereng sambil pakai celana kolor motif kotak-kotak, dari dulu sampai sekarang, tugasku satu bikin sepatu mengkilap, kinclong kayak wajah orang habis gajian.

Aku ini ibarat kopi hitam, tampak sederhana, tapi bikin hidup lebih bersemangat. Orang tua dulu kalau ke kondangan nggak mungkin lupa olesin aku ke sepatu. Kalau nggak, sepatunya pucat pasi, kalah kinclong sama rambut disasak Tante sebelah rumah.

Pepatah lama bilang“Sepatu yang mengkilap, membuka jalan seluas-luasnya”. Itu benar adanya, banyak orang dulu percaya, kalau sepatunya kinclong, rezeki pun ikut datang. Lha gimana nggak, bos kantor jadi terkesan, calon mertua jadi klepek-klepek, bahkan tukang parkir pun rela kasih senyum ekstra. Semua berkat aku, si Kiwi.

Puluhan tahun, aku pertama kali muncul di rak kayu warung depan gang, bungkusku hitam dengan logo burung Kiwi, sederhana tapi berwibawa. Anak-anak kecil sering ngintip aku, nyangka aku itu coklat padat. Untung nggak ada yang coba gigit, kalau nggak, bisa-bisa mereka langsung ngecap, “rasanya mirip oli mesin campur kopi pahit”.

Di era itu, bapak-bapak biasanya punya ritual sakral setiap minggu pagi ambil aku, gosok sepatu kulitnya, terus cermin di ruang tamu jadi korban buat ngecek kilap. Kalau sepatunya udah bisa dipakai buat ngaca kumis, berarti misi berhasil.

Aku sering ketawa sendiri, soalnya tiap kali sepatu hitam sudah mengkilap, pemiliknya jalan keluar rumah dengan dada membusung. Persis ayam jantan baru menang sabung.

Hidup itu sebenarnya mirip dengan menyemir sepatu, kalau kamu malas nyemir, sepatu jadi kusam, reputasi juga ikut meredup. Tapi kalau rajin gosok, sepatu bercahaya, langkah pun jadi percaya diri. Sama kayak hidup, kalau kamu rajin rawat diri dan jaga hati, aura positifmu bakal memantul ke mana-mana.

Aku sering membisikkan pepatah ke sepatu yang aku rawat “Kilap itu bukan sulap. Butuh sabar, gosokan, dan ketekunan”

Begitu juga hidup, nggak ada sukses instan, nggak ada semir sekali gosok langsung kaya raya, semua butuh proses, butuh keringat, butuh keyakinan.

Aku sering jadi korban salah paham, pernah ada emak-emak nyangka aku itu balsem, bayangin aja, hampir aja aku dioles ke punggung bapak yang encok. Untung kepegang dulu sama anaknya, kalau nggak, bisa viral tahun 90-an “Bapak gosok punggung pakai Kiwi, kini punggungnya mengkilap!”

Lalu, ada juga anak kos tahun 2000-an yang iseng, sepatunya nggak punya, tapi dia tetap beli aku, katanya buat poles helm biar kayak baru. Aku sih nggak nolak, namanya juga pengabdian. Tapi jujur aja, aku lebih suka bercumbu sama sepatu kulit daripada helm plastik murahan.

Aku ini nggak pilih-pilih, mau sepatu kantor, sepatu sekolah, bahkan sepatu tentara, semua bisa aku bikin glowing. Waktu 90-an, anak-anak sekolah sampai punya pepatah “Nilai boleh merah, tapi sepatu tetap hitam mengkilap”

Aku terharu lho, itu artinya aku lebih penting dari nilai matematika, mungkin gara-gara kalau sepatunya kinclong, guru BP jadi malas negur.

Sekarang, zamannya sudah beda, anak muda lebih suka sepatu sneakers putih, katanya biar estetik buat feed Instagram. Sepatu kulit mulai jarang dipakai, kecuali pas nikahan atau sidang skripsi.

Tapi jangan salah, aku masih bertahan. Karena orang akhirnya sadar, sneakers boleh putih, tapi sepatu kulit tetap juara kalau urusan wibawa, dan siapa lagi yang bisa bikin sepatu kulit glowing? Tentu aku, si Kiwi.

Aku ibarat pepatah Jawa “Tua-tua keladi, makin tua makin jadi”, meski usiaku puluhan tahun, keberadaanku masih dibutuhkan.

Hidup itu seperti sepatu, kadang kita terinjak, kadang kita kena lumpur. Tapi selama ada semir dan gosokan, kita bisa kembali berkilau.

Begitu juga manusia, jangan minder kalau pernah jatuh, gagal, atau dilecehkan. Selama ada usaha dan semangat, kita bisa bangkit lagi, bahkan lebih bersinar dari sebelumnya.

Aku, semir sepatu Kiwi, adalah saksi bisu sejak  dulu, dari zaman kelereng, pager betis, sampai zaman TikTok, tugasku nggak pernah berubah bikin langkah manusia lebih percaya diri.

Ingat, sepatu yang berkilau bukan cuma soal gaya, tapi soal sikap hidup, orang yang peduli sama detail kecil kayak semir sepatu, biasanya juga peduli dengan hal-hal besar dalam hidup.

Jadi kalau kamu ketemu aku di warung, jangan ragu beli, biar sepatumu kinclong, auramu menyala, dan jalanmu terbuka lebar. Karena, kata pepatah “Langkah yang mantap dimulai dari sepatu yang mengkilap”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang  Ramadhan, Ini Permintaan Kakanwil Kemenkumham Sumsel Kepada Para Kalapas

    Jelang Ramadhan, Ini Permintaan Kakanwil Kemenkumham Sumsel Kepada Para Kalapas

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Harun Sulianto Jumat ( 25/3) mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan petunjuk dan pengarahan kepada para kalapas dan Ka Rutan dalam rangka peningkatan kewaspadaan menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1443 H. Kakanwil mengatakan bahwa Sekjen Kemenkumham Komjen Pol Andap Budhi Revianto telah mengeluarkan 10 petunjuk dan arahan yang […]

  • PDAM Tirta Musi Bakal di Suntik Modal, Semoga Air Bersih Mengalir di Perum Kami, Asa Warga

    PDAM Tirta Musi Bakal di Suntik Modal, Semoga Air Bersih Mengalir di Perum Kami, Asa Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.830
    • 0Komentar

    HUJAN beberapa hari ini menjadi berkah bagi masyarakat Perum Pesona Harapan dan Nirvana, Jalan KH. Azhari Kalidoni Palembang. Maklum daerah ini merupakan salah satu zona merah air bersih yang ada di Kota Palembang. Hampir 7 tahun, warga setempat yang tinggal di perum itu, bertahan hidup dengan mengandalkan air sumur yang kondisinya berkarat, kuning, bau, dan […]

  • Horee, Walikota Sebut Insentif Ketua RT dan RW Bakal Naik Lagi

    Horee, Walikota Sebut Insentif Ketua RT dan RW Bakal Naik Lagi

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    “Kami siap berjuang bersama Pak Harnojoyo untuk mensukseskan program Palembang Emas,”

  • Pemkab OKI Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran

    Pemkab OKI Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berupaya melindungi warganya dari bahaya paparan Covid-19 yang sampai saat ini belum 100 persen hilang. Melalui Surat Edaran Bupati Ogan Komering Ilir nomor 430/376/DISBUDPAR/2022 tentang Penyelenggaraan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Pemkab mewaspadai timbulnya transmisi Covid-19 dari kota ke desa karena dilonggarkannya kebijakan mudik lebaran tahun 2022 […]

  • Pertamina Pastikan Pasokan & Distribusi Aman, Meski Permintaan Solar Subsidi Meningkat

    Pertamina Pastikan Pasokan & Distribusi Aman, Meski Permintaan Solar Subsidi Meningkat

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.211
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) terus berupaya agar penyaluran BBM Solar Subsidi (Biosolar) berjalan lancar dan tepat sasaran ke masyarakat di tengah permintaan yang meningkat. Pertamina pun memastikan stok ketersediaan biosolar saat ini dalam kondisi aman, bahkan Pertamina melakukan penambahan pasokan di SPBU meski telah melebihi kuota yang ditetapkan demi kelancaran distribusi ke masyarakat.   Direktur Utama […]

  • Ombudsman RI Anugerahi Muba Kepatuhan Standar Pelayanan Zona Hijau

    Ombudsman RI Anugerahi Muba Kepatuhan Standar Pelayanan Zona Hijau

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    PELAYANAN publik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berbenah dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Setelah menyandang predikat kepatuhan standar pelayanan zona kuning, tahun 2019 ini Ombudsman RI menganugerahi predikat kepatuhan standar pelayanan zona hijau kepada pelayanan publik kepada Pemkab Muba. “Predikat kepatuhan standar pelayanan zona hijau ini artinya kepatuhan standar pelayanan publik yang dijalankan […]

expand_less
WordPress Archive WordPress WooCommerce Marketplace Split Order Plugin WordPress WooCommerce Multi Vendor Marketplace Plugin WordPress WooCommerce Product Compare Plugin WordPress WooCommerce Quick Invoice PDF WordPress WooCommerce Repeat Order Plugin WordPress WooCommerce Return And ExChange RMA Plugin WordPress & WooCommerce Scraper Plugin, Import Data from Any WebSite. WordPressomatic WordPress To WordPress Automatic Crossposter Plugin for WordPress WorkaLock - Locksmith & Key Maker Service Elementor Pro Template Kit Workly - Job Listing & Career Recruitment Elementor Template Kit