Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Rice Cooker Curhat, Dari Nasi & Cinta, hingga Kehidupan

Rice Cooker Curhat, Dari Nasi & Cinta, hingga Kehidupan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 862
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO, perkenalkan, aku adalah rice cooker, iya, penanak nasi yang selalu setia di pojokan dapur, walau tubuhku cuma kotak bulat berisi kabel, tugasku mulia, menanak nasi agar keluarga bisa makan dengan tenang.

Pepatah bilang, “tak ada rotan, akar pun jadi”, kalau tak ada aku, ya panci dan kompor dipaksa kerja keras, tapi jujur, nasi matang di panci kadang kerasnya kayak hati mantan yang belum move on, sedangkan aku? cukup colok listrik, tekan tombol, jreng, nasi pulen siap santap.

Jadi, kalau ada yang bilang aku cuma benda mati, tolong pikir lagi, aku ini saksi bisu dari drama dapur sampai romansa meja makan.

Setiap kali lampu indikatorku nyala merah, artinya aku lagi berjuang, nasi di dalamku berputar-putar dengan uap panas, sampai akhirnya jadi wangi menggoda.

Pernah ada kejadian lucu, si pemilik rumah lupa mencuci beras, langsung masukin ke perutku. Hasilnya? nasi keras kayak batu kali. Aku cuma bisa diam, padahal kalau bisa ngomong aku mau bilang “Nak, hidup itu butuh proses, jangan buru-buru, jangan males cuci beras”

Sama kayak cinta, kalau nggak diproses dengan sabar, hasilnya bisa bikin sakit gigi hati.

Aku punya musuh bebuyutan panci di atas kompor, dia sering nyindir, katanya aku “anak manja colokan”, katanya, tanpa listrik aku cuma kaleng kosong.

Ya memang benar, tapi kalau dipikir-pikir, hidup ini memang soal support system. Manusia pun butuh listrik hati, doa, cinta, dan perhatian. Jadi jangan remehkan aku hanya karena aku butuh colokan. Kalau kata pepatah, “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”. Sedikit watt listrik, lama-lama jadi nasi sepanci.

Dan jangan salah, meski kecil, aku bisa kasih energi buat seisi rumah, itu prestasi, bukan?

Dari sekian tahun aku bekerja, aku sadar manusia dan nasi punya kemiripan, nasi yang keras bisa jadi lembut setelah direndam dan dimasak. Manusia pun begitu, hati yang keras bisa luluh oleh kasih sayang.

Jangan suka buru-buru, seperti aku menanak nasi, butuh waktu 20–30 menit, hidup pun sama, kesabaran adalah kuncinya. Kalau buru-buru, bisa gosong.

Pepatah Jawa bilang “alon-alon waton kelakon”, perlahan-lahan asal tercapai, aku rasa pepatah itu cocok sekali, karena nasi yang sabar dimasak pasti lebih enak disantap.

Dari semua curhatku, ada satu pesan penting adalah belajarlah dari rice cooker, aku bekerja tanpa pamrih, diam tapi bermanfaat, sederhana tapi mengenyangkan.

Kalau hidupmu terasa berat, ingatlah aku, walau cuma di pojok dapur, aku tetap memberi arti, jangan menyepelekan hal kecil, karena kadang hal kecil justru jadi kunci bahagia.

Sebagai penutup, ingatlah pepatah “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya makan nasi juga” , jadi, yuk kita hargai setiap butir nasi dan setiap momen kehidupan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Gairah Seni, SMK 7 Palembang Gelar Ekspo

    Tingkatkan Gairah Seni, SMK 7 Palembang Gelar Ekspo

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 7 Palembang menggelar berbagai acara kesenian yang dibalut dalam sebuah Ekspo 2019, untuk meningkatkan kembali gairah seni di Palembang. Kepala SMK Negeri 7 Palembang Suparman, menerangkan Ekspo itu selain meningkatkan gairah Seni, juga diharapkan bisa mengedukasi agar seni dapat hidup. “Kita juga ingin menepis kalau masuk sekolah seni […]

  • SFT 2025: Sport, Tech, Lingkungan Trio Masa Depan

    SFT 2025: Sport, Tech, Lingkungan Trio Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.453
    • 0Komentar

    KALAU biasanya orang bilang “olahraga itu sehat, teknologi itu ribet, dan lingkungan itu hijau”, di Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 ketiganya malah dijodohkan jadi pasangan unik, ibarat nasi padang ada rendang, sambal ijo, dan sayur daun singkong. Sendiri-sendiri enak, tapi kalau disatukan… wuih, lengkap dan bikin kenyang masa depan. SFT 2025 masuk semifinal dengan […]

  • FH UM Palembang Dorong Hukum Progresif Pascatambang

    FH UM Palembang Dorong Hukum Progresif Pascatambang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    FAKULTAS  Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penataan Lahan Bekas Tambang Batubara dalam Perspektif Hukum Berkemajuan” di Ruang Biro Hukum FH UM Palembang, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dikemas santai dan interaktif dalam agenda Ngopi Kudai Edisi Halal Bi Halal, sebagai ruang silaturahmi akademik sekaligus forum diskusi strategis pasca Hari Raya. Acara […]

  • Ini Syarat Formasi Lowongan 59 CPNS OKI, Silahkan Baca.!!

    Ini Syarat Formasi Lowongan 59 CPNS OKI, Silahkan Baca.!!

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) resmi mengumumkan pembukaan seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 dilingkungannya pada Senin besok, (11/11/2019). Berdasarkan pengumuman panitia seleksi (pansel) Nomor : 800/927/BKD-II/2019 tentang informasi Penerimaan Seleksi CPNS OKI Tahun Anggaran 2019, Pemkab OKI membutuhkan 59 formasi jabatan di lingkungan Pemkab OKI. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan […]

  • Respons Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud terkait ini

    Respons Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud terkait ini

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kondisi jalan rusak parah yang terjadi di akses masuk Perumahan Mutiara Sejahtera Sekayu dan sangat menjadi keluhan warga, langsung direspons Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud. Jumat (15/3/2024) pagi, akses jalan rusak tersebut didatangi Pj. Bupati Apriyadi Mahmud dan langsung menemui pihak developer Perumahan Mutiara Sejahtera. “Jalan ini tidak hanya rusak parah, tetapi banjir juga […]

  • Koperasi Merah Putih, Desa Seharusnya Tak Lagi Jadi Anak Tiri Ekonomi

    Koperasi Merah Putih, Desa Seharusnya Tak Lagi Jadi Anak Tiri Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-Di tengah geliat Kampung Sukodadi yang biasanya sibuk dengan suara wajan goreng tempe dan anak-anak main lato-lato, hari itu suasananya beda. Koperasi Kelurahan Merah Putih tiba-tiba jadi pusat semesta, semacam “minimarket rasa negara” yang mendadak dikunjungi rombongan pejabat pusat. Tapi ini bukan kunjungan iseng sambil makan pempek, melainkan bagian dari misi besar memastikan koperasi desa […]

expand_less
WordPress Archive Edge Decor | Gardening & Landscaping WordPress Theme Edia – Blog & Magazine Elementor Template Kit eDigit WP – Multi-purpose Elementor WooCommerce Theme Edirne – Digital Services Elementor Template Kit Editor Blog – A WordPress Blog Theme for Bloggers Edrea – Personal Portfolio WordPress Theme EdSchool – Education Template Kit Edubin - Education WordPress Theme EduBlink – Education & Online Course WordPress Theme Educal - Online Courses & Education WordPress Theme