Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 1.096
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat jalan protokol lebih viral dari beranda media sosial (Jeep Willys vs Algoritma TikTok).

DI tengah deru Jeep Willys yang suaranya seperti orang tua batuk, tapi keras kepala, dan sepeda ontel yang berdecit seolah mengeluh karena masih diajak keliling kota di usia senja, kepala mendadak terasa seperti diputar radio tua.

Bukan radio Bluetooth, bukan Spotify Premium, tapi seolah radio jadul mendesis kenangan. Tanpa aba-aba, lirik Koes Plus muncul sendiri di benakku yang saat itu kebetulan ada di Sabtu pagi Jalan Protokol tempat kendaraan ‘barang antik’  kompoi, terdengar suaranya pas seperti disetel alam, sepenggal lirik lagu yang ku ingat itu, “Hatiku gembira punya mobil tua, peninggalan jaman dulu kala.

Mobil tua, mobil tua, modelnya lucu dan mengagumkan…..” Lucu, juga iya, sangat mengagumkan, jelas, bukan karena bodinya kinclong, tapi karena setiap goresannya seperti menyimpan cerita yang tidak bisa diedit dan tidak bisa di-skip.

Jeep-jeep tua itu melaju pelan, tidak tergesa, tidak terburu-buru mengejar apa pun. Seolah mereka ingin mengajari satu kota hidup tidak selalu harus cepat asal bisa sampai. Tidak ada yang saling menyalip, tidak ada yang klakson emosi, apalagi pamer kecepatan.

Setiap putaran rodanya membawa potongan masa lalu, tentang zaman ketika kendaraan bukan simbol gaya hidup, tapi alat perjuangan. Tentang masa ketika orang tidak sibuk memperbaiki angle kamera, melainkan memperbaiki strategi bertahan hidup.

Yang lebih menarik lagi, pagi akhir pekan lalu itu, warga Palembang justru menikmatinya, biasanya suara knalpot sedikit saja bisa memicu status Facebook bernada keluhan panjang, tapi knalpot Jeep Willys ini malah disambut senyum.

Bahkan, anak-anak melongo, orang dewasa bengong, pembeli berhenti menawar kepada pedagang. Bahkan lalu lintas seperti ikut maklum, seolah satu kota sepakat, hari ini tidak perlu buru-buru, hari itu waktunya untuk mengingat sejarah.

Di antara iring-iringan kendaraan klasik itu, sepeda ontel ikut mengayuh pelan, suaranya kriet-kriet seperti sedang mengeluh, tapi tetap setia melaju. Anak-anak mungkin bertanya dalam hatinya, ini cosplay atau orang beneran? Tapi, justru di situlah asyiknya.

Apalagi, sejarah itu  biasanya cuma muncul di buku pelajaran dan soal ujian, hari itu lewat di depan mata tanpa bisa di-skip, tanpa ring light, tanpa filter estetik.

Ketika iring-iringan itu terus bergerak, suasana berubah, seperti ajakan kolektif yang ringan tapi dalam “Mari-mari jangan ketinggalan, ramai-ramai keliling kota.”

Palembang benar-benar menurutku, kota diklaim ‘kota tua’ ini berkeliling bukan untuk pamer kendaraan, bukan cari konten, apalagi mengejar viral, keliling kota,  bisa jadi versi refleksi untuk menyusuri jalan sambil mengingat  sebelum ada jalan mulus, lampu lalu lintas, dan gedung tinggi, pernah ada masa ketika kota ini dipertahankan dengan nyali, bukan dengan kata-kata manis Ironisnya, sejarah hari itu datang tanpa WiFi tapi tetap viral dan  sejarah juga tidak ada live streaming resmi, tidak ada drone, tidak ada caption bombastis.

Namun, semua mata tertuju, semua ponsel terangkat. Satu kota berhenti scrolling, di zaman ketika segalanya harus online, justru yang paling menyentuh adalah yang datang secara offline. Asap knalpot memang bikin mata sedikit pedih, tapi setidaknya itu asap jujur bukan asap pencitraan, bukan pula asap janji.

Di tengah suasana itu, Wali Kota Palembang ikut larut, bukan larut di kolom komentar, tapi larut di masa lalu, ia mengenakan seragam pejuang, duduk di mobil tua, dan melintasi jalan protokol. Biasanya pejabat naik podium dan bicara masa depan.

Kali ini, ia naik jeep dan mengajak menoleh ke belakang, pesannya singkat, tapi terasa lebih berat dari pidato panjang, kemerdekaan dibayar mahal, dan tugas hari ini adalah menjaganya.

Bukan mundur

Pemandangan itu terasa janggal tapi pas, di tengah zaman serba cepat, seorang pemimpin justru memilih melambat. Seolah ingin bilang  tidak semua kemajuan harus melupakan jejak. Bahwa menoleh ke belakang itu bukan berarti mundur, sebaliknya untuk  memastikan langkah ke depan tidak salah arah.

Oleh karena itu, di sela-sela deru mesin tua itu, ada rasa gembira yang aneh, bukan gembira karena hiburan, tapi gembira karena kesadaran,  yang kita sebut “kuno.”

Namun, ternyata tidak pernah benar-benar usang, malah sebaliknya  kitalah yang sering terlalu sibuk mengejar hal baru sampai lupa merawat ingatan lama, kita sibuk mengejar sinyal, baterai, dan validasi digital, sampai lupa ada sejarah yang tidak pernah minta diunggah, tapi jasanya kita nikmati setiap hari.

“Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam” ibarat cermin besar yang diletakkan di tengah kota, lantas cermin itu  memantulkan pertanyaan sederhana, dan menggelitik, bunyinya sejauh apa kita sudah mengisi kemerdekaan yang dulu diperjuangkan tanpa kamera, tanpa likes, dan tanpa algoritma.? dan, apakah kemerdekaan hari ini hanya kita nikmati, atau benar-benar kita rawat?

Kata orang tua dulu, “Jangan sampai karena mengejar bayangan, kita lupa matahari.” Sabtu itu, Palembang memilih mataharinya, bukan layar ponsel, bukan notifikasi, tapi ingatan kolektif tentang siapa kita dan dari mana kita berasal, serta tentang kota yang pernah berdiri gagah mempertahankan diri, dan kini berdiri di persimpangan zaman.

Jeep Willys itu mungkin pelan, berisik, dan boros bensin, sepeda ontel itu mungkin tua dan berderit, tapi keduanya mengalahkan algoritma TikTok dengan satu cara sederhana, yaitu membawa makna, mereka tidak mengejar perhatian, tapi mendapatkannya, tidak memaksa viral, tapi masih dikenang.

Acara kompoi mobil tua  memang tidak sekadar memperingati sejarah, kota ini sedang mengingatkan dirinya sendiri dan kita semua, bahwa kemerdekaan bukan konten musiman, dan bukan sekadar upacara, bukan sekadar parade, bukan pula sekadar cerita di buku. Ia adalah tanggung jawab yang harus dihidupi, bahkan ketika kamera sudah dimatikan dan sorak-sorai reda.

Mungkin benar kata lirik lagu Koesplus yang ku ingat-ingat di pagi itu, “hatiku gembira” bukan karena mobil tuanya itu lucu, namun karena kita diingatkan  tidak semua yang tua harus ditinggalkan.

Sebagian justru perlu sering-sering diajak jalan, supaya kita tidak lupa arah pulang, dan tidak salah mengira  kemajuan selalu berarti melaju kencang, padahal kadang cukup melambat, mendengar, lalu mengingat.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peroleh Beasiswa Pendidikan dari PTBA, 3 Anak yang Kurang Mampu Ini Bisa Sekolah Lagi
    CSR

    Peroleh Beasiswa Pendidikan dari PTBA, 3 Anak yang Kurang Mampu Ini Bisa Sekolah Lagi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.103
    • 0Komentar

    USIANYA baru 11 tahun, namun Tiara Aprilia telah memiliki pengalaman hidup yang luar biasa.Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Tiara justru berkelahi dengan waktu dan banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya. Tiara tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di sebuah rumah tumpangan di Lawang Kidul, Muara Enim. Ayahnya seorang […]

  • Hanya 10 Pejabat yang Aktif Berinteraksi di Twitter

    Hanya 10 Pejabat yang Aktif Berinteraksi di Twitter

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Keterbukaan informasi dan pembangunan kebijakan publik yang demokratis di Indonesia.

  • Dibutuhkan Perusahaan Rintisan Untuk Tingkatkan Ekonomi dalam Negeri

    Dibutuhkan Perusahaan Rintisan Untuk Tingkatkan Ekonomi dalam Negeri

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA –  Perusahaan rintisan dinilai sangat membantu untuk meningkat investasi dan perekonomian dalam negeri di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sempat jeblok di level Rp15.000 per Dollar AS. Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan peran perusahaan rintisan atau unicorn dibutuhkan untuk meningkatkan investasi dan ekonomi dalam negeri. Kehadiran unicorn akan […]

  • Sukses di Muba, Mendagri Keluarkan Edaran kepada Gub Sumatera, Jawa dan Kalimantan, Terkait Apa Ya ?

    Sukses di Muba, Mendagri Keluarkan Edaran kepada Gub Sumatera, Jawa dan Kalimantan, Terkait Apa Ya ?

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    MENTERI Dalam Negeri mengeluarkan surat edaran untuk para gubernur se Sumatera,Jawa dan Kalimantan terkait penggunaan aspal campur karet. Surat edaran itu memang masih relatif baru, tepatnya pada 8 Maret 2019 lalu yang isinya perintah Mendagri kepada Gubernur se Jawa-Kalimantan-Sumatera, agar berkoordinasi dengan Bupati/walikota setempat tentang penggunaan campuran aspal dengan karet alam petani untuk membangun infrastruktur […]

  • Akhirnya Demokrat Tetap Usung Prabowo-Sandi

    Akhirnya Demokrat Tetap Usung Prabowo-Sandi

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Setelah sempat menarik diri dari koalisi, akhir Partai Demokrat resmi mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Atas dukungan itu Sandi merasa bersyukur. Usai bertemu AHY di rumah Susilo Bambang Yudhoyono, Sandiaga Uno mengatakan alhamdulillah atas dukungan Demokrat kepadanya. “Alhamdulillah, langkah besar,” singkatnya, di Jakarta mengutip Warta Ekonomi.co.id Jumat (10/8/2018). Diketahui, sebelum Sandiaga tiba […]

  • Masyarakat diingatkan hati-hati, Sebagian Wil.Indonesia Berpotensi Hujan, Petir dan Angin Kencang

    Masyarakat diingatkan hati-hati, Sebagian Wil.Indonesia Berpotensi Hujan, Petir dan Angin Kencang

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.510
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Masyarakat di Indonesia diingatkan selalu hati-hati, pasalnya sebagian wilayah Indonesia berpotensi turun hujan lebat disertai petir. Hal itu diungkapkan dalam laporan  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan hujan lebat terjadi pada 23-25 April 2018. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangannya mengatakan adapun hujan lebat disertai petir tersebut terjadi […]

expand_less
WordPress Archive Flickomatic Automatic Post Generator and Flickr Auto Poster Plugin for WordPress Flights – Private Jets Elementor Template Kit Flinto – Modern and Minimal eCommerce WordPress Theme FlipTimer – Addon for Elementor Flix – Film & Video Production Elementor Template Kit FLO – Creative Portfolio & Resume Template Kit Float Menu Pro – Enhance WordPress Navigation with a Customizable Floating Menu Floating Button for AMP Floating Call Button – All In One Call Button Floating Cart for WooCommerce