Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » PT PLN Segera Berbenah, Menteri BUMN Hanya Beri Waktu Enam Bulan

PT PLN Segera Berbenah, Menteri BUMN Hanya Beri Waktu Enam Bulan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
  • visibility 672
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HANYA Diberi waktu enam bulan. Itulah target yang ditetapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berbenah dalam pembentukan perusahaan induk (holding) dan subholding.

Bila terealisasi, ini merupakan era baru bagi pengelolaan bisnis BUMN setrum tersebut. Di bawah orkestrasi Menteri BUMN Erick Thohir, kementerian itupun akan mencari benchmark berkaitan dengan rencana tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, saat ini PLN dalam fase studi banding dengan sejumlah perusahaan listrik negara lain untuk menentukan kebijakan lanjutan mengenai holding dan subholding di dalam perusahaan. PLN saat ini masih melakukan studi banding dengan perusahaan besar dari Korea Selatan, Italia, dan Malaysia untuk menentukan kebijakan subholding PLN.

“Hasil awal benchmarking confirm, harus spin off pembangkit listrik menjadi subholding sendiri, lalu di dalam subholding itu seluruh pembangkit listrik harus transisi besar-besaran ke energi baru terbarukan [EBT],” katanya, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut, Erick menyatakan, PLN saat ini memiliki utang lebih dari Rp500 triliun sehingga tidak dapat menambah utang lagi. Dengan demikian, guna pengembangan bisnisnya, subholding pembangkit listrik mesti mencari alternatif pendanaan lain seperti aksi korporasi di pasar modal.

Erick menegaskan, aksi korporasi ini tidak berarti seakan-akan menjual aset negara ke pihak lain. Dia pun lantas mencontohkan konsolidasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) melakukan rights issue yang juga disambut optimistis oleh pasar domestik.

Selain bisnis pembangkit, PLN juga bakal fokus pada transmisi dan pemasaran listriknya. Harapan pemerintah, PLN dapat mulai melakukan ekspor energi listrik ke negara lain. Erick juga membuka peluang PLN merambah bisnis fiber optic dengan potensi jaringan kabel yang dimilikinya sehingga dapat muncul bisnis baru yang dikembangkan.

“Dengan demikian, ada subholding pembangkit listrik dengan segala turunannya, ada PLN holding,” ujarnya.

Lebih lanjut, transformasi korporasi PLN ini bakal dituntaskan pada 2022, dengan target pembentukan virtual holding pada pertengahan tahun ini. “Sudah terkonfirmasi kami tuntaskan tahun ini, enam bulan sebelum akhir tahun ada virtual holding di PLN, seperti di Pelindo dan Pertamina. Transisi penuh pada 2025, kalau bisa lebih cepat,” tuturnya.

 

Lebih Efisien

Tentu rencana pembentukan holding dan subholding patut diapresiasi. Melalui transformasi itu, harapannya operasional korporasi menjadi lebih efisien. Alasannya, PLN sudah memiliki banyak unit bisnis dan anak usaha.

Aspek lainnya, proses pengambilan keputusan juga akan lebih cepat sebagai bagian efisiensi usaha. Holding juga akan lebih mengonsolidasikan masalah keuangan dan restrukturisasi utang.

Selain siap membentuk holding, PLN juga bakal melikuidasi anak usahanya, PT PLN Batu Bara. Targetnya, proses likuidasi ini juga dapat rampung tahun ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap rantai pasok batu bara di dalam PLN. Harapannya, rantai pasok dapat lebih efisien dan terintegrasi. “Rantai pasok yang kompleks dan berbelit-belit disederhanakan,” katanya.

Dia juga menegaskan, transformasi di tubuh PLN bukan merupakan bagian dari liberalisasi sektor ketenagalistrikan. Erick Thohir menjelaskan, peran PLN Batu Bara sejatinya dapat dijalankan oleh subholding yang akan dibentuk.

“Tentu konsolidasi subholding power plant atau pembangkit ada hubungan dengan turunan power plant, salah satunya PLN Batu Bara. Opsinya ada dua, ditutup atau dimerger. Itu yang sedang kami pelajari lagi,” paparnya.

Erick melanjutkan, PLN juga kini sudah membentuk pola pembayaran batu bara yang berbeda dengan sebelumnya. Saat ini, pembayaran pembelian batu bara dapat dituntaskan dalam sepekan setelah pengiriman dilakukan.

Khusus persoalan pasokan batu bara ke perusahaan setrum negara, telah menimbulkan polemik. Bahkan dalam satu kesempatan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta agar PLN melakukan pembelian batu bara tidak lagi menggunakan skema free on board (FOB), melainkan dengan cost, insurance, and freight (CIF) untuk memastikan pengiriman batu bara aman hingga ke pembangkit.

Pada kesempatan yang berbeda, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menyampaikan bahwa sebenarnya perihal pembentukan holding dan subholding ini masih dalam kajian awal. Mengenai apakah ada pihak lain atau pembangkit milik swasta yang akan masuk ke dalam subholding pembangkit PLN, dia tak menutup kemungkinan itu. “Ini sebetulnya masih kajian awal. Untuk komposisinya bagaimana, ini dilakukan dan bisa diselesaikan pada triwulan kedua 2022 atau akhir triwulan pertama,” terang Pahala.

Bagaimana bentuk holding dan subholding, Pahala tak bersedia menyebutkan seperti apa. Pahala hanya memberikan kemungkinan kurang lebih pelaksanaannya berkaca dari perusahaan-perusahaan listrik di negara tetangga. Layanan pembangkitan, misalnya, akan menjadi subholding tersendiri.

“Dan di PLN tidak semua pembangkit dimiliki sendiri, karena ada lewat skema IPP, dengan investor IPP bagi PLN untuk pasokan,” terang Pahala.

Bila mengacu kepada ucapan Pahala, pembentukan subholding BUMN pelat merah mengacu ke lini layanannya, transmisi, pembangkitan, distribusi dan ritel. Hal ini merupakan upaya transformasi PLN dalam memberikan elektrifikasi kepada masyarakat, demi meningkatkan demand listrik. Sebab, tantangan ke depan, kata Pahala, akan terjadi permintaan listrik yang meningkat signifikan.

Di tambah lagi pada 2022 pasokan listrik ke sistem PLN mencapai 7,4 Giga Watt (GW). “PLN bisa memastikan dari sisi industri, rumah tangga, dan memastikan kondisi keuangan,” ungkapnya.

Tujuan pembentukan holding dan subholding PLN salah satunya adalah untuk menjamin kesediaan listrik masyarakat. Sehingga ke depan, masyarakat tidak akan mengalami byar pet atau mati listrik yang berulang-ulang. Kondisi keuangannya pun menjadi sehat.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pede-nya Gub Sumsel Sebut SDA Sumsel Bisa Perkecil Ketimpangan dengan Jawa

    Pede-nya Gub Sumsel Sebut SDA Sumsel Bisa Perkecil Ketimpangan dengan Jawa

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    POTENSI Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah di kawasan Sumatera khususnya Sumsel diyakini  dapat modal untuk memperkecil ketimpangan antara pulau Sumatera dan Jawa. Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH,MM saat membuka acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto – Indikator Sosial Ekonomi (Konreg PDRB-ISE) se Sumatera 2019, di Hotel The Zuri Transmart. . ” […]

  • Bikin Kegiatan Art Normal, Wawako Ingatkan Ini

    Bikin Kegiatan Art Normal, Wawako Ingatkan Ini

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menyambut baik atas kedatangan pengurus Dewan Kesenian Palembang [DKP] menyampaikan beberapa program yang akan direncanakan dalam waktu dekat. “Tetapi memang rencana-rencana ini harus disesuaikan juga dengan kondisi yang ada, karena mengingat kita saat ini sedang bencana Covid-19. Jadi mereka harus bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ungkap Fitri Audiensi dengan […]

  • Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Gubernur Ajak Masyarakat Gunakan Produk Dalam Negeri

    Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Gubernur Ajak Masyarakat Gunakan Produk Dalam Negeri

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.331
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru diwakili PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel SA Supriono membuka rapat koordinasi pelaksanaan dan penyusunan kelompok kerja Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Audiorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Senin (7/3). Dalam sambutannya, Supriono mengajak masyarakat untuk memulai menggunakan produk buatan dalam negeri hasil Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) […]

  • Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

      MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Bahkan menurutnya tidak ada lagi pengekangan terhadap pers. “Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah […]

  • Baca !! Ini Kalender Pendidikan Tahun 2020/2021 di Banyuasin, Dimulai Dari 13 Juli 2020

    Baca !! Ini Kalender Pendidikan Tahun 2020/2021 di Banyuasin, Dimulai Dari 13 Juli 2020

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.746
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin menetapkan kegiatan belajar mengaja harus untuk semua tingkatan di wilayahnya dalam kalender pendidikan Tahun 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020. Hal tersebut tertuang dalam keputusan Surat Edaran Bupati Banyuasin Nomor 776/DISDIKBUD/2020 tentang perubahan kelima atas surat edaran Bupati Banyuasin. Dalam surat keputusan tersebut, Hari pertama masuk sekolah Tahun pelajaran 2020/2021, dimulai pada tanggal 13 […]

  • Fasilitasi KPU Muba, Targetkan Tingkat Partisipasi Masyarakat Diatas Rata-rata

    Fasilitasi KPU Muba, Targetkan Tingkat Partisipasi Masyarakat Diatas Rata-rata

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    BUPATI Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menargetkan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin terhadap pilkada kedepannya meningkat diatas rata-rata yang ditentukan. Harapan ini diungkapkannya saat menerima kunjungan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Musi Banyuasin Yufizer ST beserta rombongan, Selasa (29/12/2020) di Ruang Audiensi Bupati. Bupati DRA juga sangat menyambut […]

expand_less
WordPress Archive Gymsick – Fitness and Gym WordPress Theme Gymsite – Gym & Fitness Elementor Template Kit GZone – Insert Amazon / WooCommerce Products into Posts / Pages H-Code Multipurpose OnePage & Multi Page Template Haaken – Fashion Store WordPress Theme Habitro – Nutrition Health and Diet WordPress Theme Hadé – Business Elementor Template Kit Hadkaur - Fitness and Gym WordPress Theme Hadona – One Product, WooCommerce WordPress Theme Hair Care – Responsive Salon WordPress Theme