Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Industri tanpa data emisi terancam tertinggal.

PERUSAHAAN multinasional mulai menekan pemasok industri di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membuka data emisi gas rumah kaca (GRK) secara transparan. Tekanan itu mendorong pemerintah mempercepat penguatan sistem pelaporan karbon nasional agar industri dalam negeri tidak kehilangan daya saing di pasar global.

Isu tersebut mencuat dalam 2nd Indonesia Japan Environment Week  mempertemukan pemerintah Indonesia dan Jepang untuk membahas kerja sama pengendalian emisi, dekarbonisasi industri, dan penguatan sistem transparansi karbon.

Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi KLH/BPLH, Mitta Ratna Djuwita, mengatakan perusahaan global kini tidak lagi hanya menilai kualitas dan harga produk, tetapi juga mulai memeriksa jejak karbon dari seluruh rantai pasok industri

“Perusahaan multinasional kini menuntut transparansi emisi GRK di seluruh rantai pasoknya,” ujar Mitta belum lama ini mengutip laman resmi kemenlh.go.id.

Menurutnya, perubahan itu membuat isu emisi karbon bergeser menjadi faktor penting dalam persaingan industri internasional. Perusahaan yang tidak memiliki data emisi yang jelas berisiko semakin sulit masuk ke rantai pasok global.

Mitta menegaskan pemerintah tidak ingin industri nasional tertinggal di tengah perubahan standar perdagangan dunia yang semakin ketat terhadap isu lingkungan.

“Bagi Indonesia, ini bukan lagi sekadar kewajiban lingkungan, tetapi sudah menjadi faktor utama dalam menjaga dan meningkatkan daya saing industri,” katanya.

Pemerintah kemudian memperkuat sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) untuk mendukung pengukuran dan pelaporan emisi karbon nasional secara lebih terstandar dan kredibel.

KLH/BPLH menilai sistem tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) dan komitmen Net Zero Emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.

Namun, pemerintah mengakui pelaksanaan sistem MRV di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Banyak pelaku usaha, terutama sektor usaha kecil dan menengah, masih kesulitan memahami standar pelaporan emisi yang terus berkembang.

Pelaku industri juga menghadapi potensi tambahan biaya administrasi dan kebutuhan penyesuaian sistem produksi agar sesuai dengan tuntutan transparansi karbon global.

Mitta mengatakan pemerintah berupaya menjaga agar sistem pelaporan emisi tidak membebani dunia usaha secara berlebihan.

“Kami ingin memastikan sistem MRV tidak hanya kredibel, tetapi juga praktis dan efisien,” ujarnya.

Pemerintah juga memperluas kerja sama Internasional untuk memperkuat sistem transparansi karbon Nasional. Jepang menjadi salah satu mitra utama karena dinilai memiliki pengalaman lebih maju dalam pengembangan sistem pengukuran dan pelaporan emisi.

Direktur Kerja Sama Internasional untuk Dekarbonisasi dan Infrastruktur Pembangunan Berkelanjutan Ministry of Environment Japan (MOEJ), Nameki Mimi, menambahkan perubahan global yang berlangsung cepat justru membuka peluang kerja sama lebih besar antara Indonesia dan Jepang.

“Dunia berubah begitu cepat. Dengan berbagai persamaan maupun perbedaan yang dimiliki, kita memiliki peluang besar untuk saling belajar dan membangun kolaborasi yang kuat di sektor lingkungan,” kata Nameki.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda lingkungan global sehingga kerja sama kedua negara penting untuk mempercepat pengembangan sistem transparansi emisi yang lebih kuat dan mudah diterapkan industri.

Forum tersebut juga membahas harmonisasi sistem pelaporan emisi, pengembangan solusi teknis, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Di tengah meningkatnya tekanan pasar internasional terhadap standar lingkungan, perusahaan kini tidak lagi cukup hanya menawarkan produk murah dan kompetitif. Dunia industri juga mulai menghadapi tuntutan baru untuk membuktikan proses produksi mereka berjalan lebih ramah lingkungan dan memiliki data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu trader capai tujuan mereka: pencapaian OctaFX di tahun 2022

    Bantu trader capai tujuan mereka: pencapaian OctaFX di tahun 2022

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 607
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA –  28 Desember 2022 – 2022 lalu adalah tahun perubahan dan perjuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar keuangan. Bagi broker internasional OctaFX, ini adalah tahun penuh kerja keras yang membantu mencapai beberapa pencapaian penting dan membuat investasi lebih mudah diakses oleh banyak orang di seluruh dunia. Inilah semua tentang 2022 […]

  • Gajah 3 Ton Dipasangi GPS Collar, BKSDA Bengkulu Pantau Pergerakannya di Seblat

    Gajah 3 Ton Dipasangi GPS Collar, BKSDA Bengkulu Pantau Pergerakannya di Seblat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pergerakan gajah liar di Bentang Alam Seblat (BAS), Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, kini bisa dipantau lebih detail. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu memasang GPS Collar pada seekor gajah betina yang diperkirakan memiliki bobot 2,8 hingga 3 ton. Perangkat tersebut sudah aktif dan gajah yang dipasangi GPS Collar terpantau masih bergerak. Pemantauan tersebut dinilai […]

  • Pemprov Dukung Cabor Pentaque Dongkrak Prestasi, Minta Maksimalkan Latihan

    Pemprov Dukung Cabor Pentaque Dongkrak Prestasi, Minta Maksimalkan Latihan

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima audiensi Federasi Olahraga Pentaque Indonesia (FOPI) Provinsi Sumsel, dalam rangka akan melaksanakan pengukuhan Pengurus Federasi Olahraga Pentaque Indonesia Prov Sumsel masa bakti 2021-2025. Wagub mengatakan,  Pemprov Sumsel akan mendukung kegiatan tersebut, ia juga menghimbau para pengurus untuk dapat berkoordinasi dengan OPD terkait mengenai masalah teknisnya. “Prinsipnya kita mendukung kegiatan […]

  • UN Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Sekolah Diminta Tetap Hasilkan Nilai Yang Berkualitas

    UN Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Sekolah Diminta Tetap Hasilkan Nilai Yang Berkualitas

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    MESKI ujian nasional [UN] bukan sebagai penentu kelulusan setidaknya sekolah tetap mempersiapkan peserta didiknya agar menghasilkan siswa yang berkualitas dengan nilai ujian tinggi. Plt Kepala Disdik Provinsi Sumsel, Drs Riza Fahlevi MM, menyebutkan, nilai UN yang baik atau tinggi akan memudahkan siswa khususnya siswa SMA-SMK tersebut masuk ke perguruan tinggi. “UN bukan penentu kelulusan tetapi […]

  • Jangan Terpancing Tawaran Pinjaman Online, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takut Laporkan Kegiatan Pinjol llegal

    Jangan Terpancing Tawaran Pinjaman Online, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Takut Laporkan Kegiatan Pinjol llegal

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati terkait pinjaman online (pinjol) ilegal dan jangan mudah terpancing. Petugas Kepolsiian meminta masyarakat tidak menanggapi pesan WhatsApp atau SMS yang berisi tawaran pinjaman online. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M Iqbal Alqudusy mengatakan penggrebekan yang dilakukan Polri serta penetapan sejumlah tersangka pinjaman online ilegal, […]

  • Data Harus Selalu Update, Komisi VIII Terus Dukung Kerja Keras Mensos Perbaiki Data

    Data Harus Selalu Update, Komisi VIII Terus Dukung Kerja Keras Mensos Perbaiki Data

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    KETUA Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengaku tidak ada masalah dengan gaya bicara Menteri Sosial Tri Rismaharini. Yandri menilai, apa yang dikerjakan Mensos, semata-mata untuk memperbaiki data kemiskinan, agar salur bantuan tepat sasaran, tepat guna, tepat jumlah, dan benar-benar ada perbaikan. “Kalau saya nyaman-nyaman saja. Apa yang dikerjakan Bu Risma semata-mata untuk perbaikan data. Kita […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts with AI WooCommerce Easy Checkout Field Editor, Fees & Discounts WooCommerce Elavon Converge Payment Gateway WooCommerce ELTA Courier Voucher & Label WooCommerce Email Attachments WooCommerce Email Customizer WooCommerce Email Customizer with Drag and Drop Email Builder WooCommerce Email Order – Instant Order by Email WooCommerce Email Template Customizer