Senin, 9 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Industri tanpa data emisi terancam tertinggal.

PERUSAHAAN multinasional mulai menekan pemasok industri di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membuka data emisi gas rumah kaca (GRK) secara transparan. Tekanan itu mendorong pemerintah mempercepat penguatan sistem pelaporan karbon nasional agar industri dalam negeri tidak kehilangan daya saing di pasar global.

Isu tersebut mencuat dalam 2nd Indonesia Japan Environment Week  mempertemukan pemerintah Indonesia dan Jepang untuk membahas kerja sama pengendalian emisi, dekarbonisasi industri, dan penguatan sistem transparansi karbon.

Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi KLH/BPLH, Mitta Ratna Djuwita, mengatakan perusahaan global kini tidak lagi hanya menilai kualitas dan harga produk, tetapi juga mulai memeriksa jejak karbon dari seluruh rantai pasok industri

“Perusahaan multinasional kini menuntut transparansi emisi GRK di seluruh rantai pasoknya,” ujar Mitta belum lama ini mengutip laman resmi kemenlh.go.id.

Menurutnya, perubahan itu membuat isu emisi karbon bergeser menjadi faktor penting dalam persaingan industri internasional. Perusahaan yang tidak memiliki data emisi yang jelas berisiko semakin sulit masuk ke rantai pasok global.

Mitta menegaskan pemerintah tidak ingin industri nasional tertinggal di tengah perubahan standar perdagangan dunia yang semakin ketat terhadap isu lingkungan.

“Bagi Indonesia, ini bukan lagi sekadar kewajiban lingkungan, tetapi sudah menjadi faktor utama dalam menjaga dan meningkatkan daya saing industri,” katanya.

Pemerintah kemudian memperkuat sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) untuk mendukung pengukuran dan pelaporan emisi karbon nasional secara lebih terstandar dan kredibel.

KLH/BPLH menilai sistem tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) dan komitmen Net Zero Emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.

Namun, pemerintah mengakui pelaksanaan sistem MRV di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Banyak pelaku usaha, terutama sektor usaha kecil dan menengah, masih kesulitan memahami standar pelaporan emisi yang terus berkembang.

Pelaku industri juga menghadapi potensi tambahan biaya administrasi dan kebutuhan penyesuaian sistem produksi agar sesuai dengan tuntutan transparansi karbon global.

Mitta mengatakan pemerintah berupaya menjaga agar sistem pelaporan emisi tidak membebani dunia usaha secara berlebihan.

“Kami ingin memastikan sistem MRV tidak hanya kredibel, tetapi juga praktis dan efisien,” ujarnya.

Pemerintah juga memperluas kerja sama Internasional untuk memperkuat sistem transparansi karbon Nasional. Jepang menjadi salah satu mitra utama karena dinilai memiliki pengalaman lebih maju dalam pengembangan sistem pengukuran dan pelaporan emisi.

Direktur Kerja Sama Internasional untuk Dekarbonisasi dan Infrastruktur Pembangunan Berkelanjutan Ministry of Environment Japan (MOEJ), Nameki Mimi, menambahkan perubahan global yang berlangsung cepat justru membuka peluang kerja sama lebih besar antara Indonesia dan Jepang.

“Dunia berubah begitu cepat. Dengan berbagai persamaan maupun perbedaan yang dimiliki, kita memiliki peluang besar untuk saling belajar dan membangun kolaborasi yang kuat di sektor lingkungan,” kata Nameki.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda lingkungan global sehingga kerja sama kedua negara penting untuk mempercepat pengembangan sistem transparansi emisi yang lebih kuat dan mudah diterapkan industri.

Forum tersebut juga membahas harmonisasi sistem pelaporan emisi, pengembangan solusi teknis, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Di tengah meningkatnya tekanan pasar internasional terhadap standar lingkungan, perusahaan kini tidak lagi cukup hanya menawarkan produk murah dan kompetitif. Dunia industri juga mulai menghadapi tuntutan baru untuk membuktikan proses produksi mereka berjalan lebih ramah lingkungan dan memiliki data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat Semakin Cepat,  Kenapa Ya ?

    Perjalanan Banyuwangi ke Nusa Tenggara Barat Semakin Cepat, Kenapa Ya ?

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi pembukaan lintasan kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gilimas di Nusa Tenggara Barat. “Saya senang melihat ada suatu pergerakan dari Banyuwangi menuju Lembar atau sebaliknya, juga dari Banyuwangi menuju Gilimas. Kami akan terus kembankan angkutan Roro (penyeberangan) menjadi lebih efektif,” kata Menhub di Pelabuhan […]

  • AI Makin Pintar, Wartawan Harus Lebih Manusia

    AI Makin Pintar, Wartawan Harus Lebih Manusia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    AI makin pintar, bahkan kini mampu meringkas berita lebih cepat dari wartawan yang masih muter-muter cari parkiran. Di sisi lain, wartawan justru dituntut untuk tetap dan semakin manusia. Di era teknologi serba canggih ini, hampir semua pekerjaan bisa dipermudah mesin. Termasuk di dunia jurnalistik, di mana AI mampu menyajikan ringkasan berita rapi, judul seksi, dan […]

  • Jasad Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Hadir Di Akad Nikah Anaknya

    Jasad Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Hadir Di Akad Nikah Anaknya

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    DIBAWAH cuaca mendung dan tidak bersahabat tidak menghalangi Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin, H. Slamet untuk menghadiri acara akad nikah, salah satu korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Jurang Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Selain menghadiri dan menjadi saksi, kedatangan Wakil Bupati, juga sekalian melayat Almarhum Warsono di rumah duka tersebut. Tampak suasana duka menyimuti hari […]

  • Dinkominfo Muba Fasilitasi Aplikasi Zoom Clouds Meeting pada Rapat Paripurna

    Dinkominfo Muba Fasilitasi Aplikasi Zoom Clouds Meeting pada Rapat Paripurna

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.404
    • 0Komentar

    MESKI saat ini aktifitas roda pemerintah dibatasi akibat dampak dari wabah Covid-19 atau virus corona, namun jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Musi Banyuasin tetap memaksimalkan proses roda pemerintahan dan pelayanan publik untuk warga Muba. Dengan fasilitas kecanggihan teknologi, Senin (6/4/2020) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama DPRD Muba tetap akan melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda […]

  • Bentuk Generasi Baca & Berbudaya Anak Usia Dini Melalui Bertutur

    Bentuk Generasi Baca & Berbudaya Anak Usia Dini Melalui Bertutur

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.829
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) gelar lomba Bertutur/Bercerita tingkat SD/MI se Kabupaten Muba. Gelaran ini untuk terus  menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta buku, Acara  bertema ‘Tanamankan Budaya Literasi Keluarga untuk Membangun Karakter Generasi Membaca dan Berbudaya Menuju Muba Maju Berjaya 2022,’ […]

  • Waspada, BMKG Perkirakan Masih Akan Terjadi Hujan Disertai Angin Kencang

    Waspada, BMKG Perkirakan Masih Akan Terjadi Hujan Disertai Angin Kencang

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.304
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hujan disertai angin kencang yang berpeluang menimbulkan bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi di wilayah Indonesia dua hari ini, Senin – Selasa, 7-8 Maret 2022. Berdasarkan hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan bahwa fenomena La Nina dengan intensitas lemah masih berlangsung (dengan ditandai oleh nilai SOI sebesar +8,5 dan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts with AI WooCommerce Easy Checkout Field Editor, Fees & Discounts WooCommerce Elavon Converge Payment Gateway WooCommerce ELTA Courier Voucher & Label WooCommerce Email Attachments WooCommerce Email Customizer WooCommerce Email Customizer with Drag and Drop Email Builder WooCommerce Email Order – Instant Order by Email WooCommerce Email Template Customizer