Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA banyak sorotan, industri kerajinan Indonesia ternyata sedang melaju cukup kencang dibanding dengan sektor lain sibuk bicara pemulihan dan tantangan global. Sektor ini justru diam-diam mencatatkan lonjakan menyusul nilai ekspornya sudah menembus USD 806,63 juta pada 2025 atau naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka ini mungkin tidak sering jadi bahan obrolan, mungkin juga tidak sepopuler sawit atau tambang. Tapi justru di situlah menariknya, industri kerajinan bergerak tanpa banyak gaduh, tapi hasilnya nyata.

Di balik capaian itu, ada satu hal yang mulai terlihat jelas, arah pembinaan yang tidak lagi setengah-setengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, tampaknya mulai mengubah cara pandang. Industri kerajinan tidak lagi cuma dilihat sebagai pelengkap, tapi sebagai sektor yang punya potensi ekspor serius.

Ibaratnya salah satu ‘mesin sunyi’ dari strategi yang  ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,  kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya, berdiri balai yang tugasnya tidak main-main menempa sumber daya manusia industri kerajinan agar bisa naik kelas.

Di tempat ini, pelatihan tidak berhenti di cara membuat produk. Pengrajin tidak hanya diajari menghasilkan barang yang rapi atau menarik. Mereka juga didorong memahami standar mutu, sertifikasi, hingga bagaimana produk bisa diterima pasar yang lebih luas.

Pendekatannya mulai terasa lebih komplet. Ada pelatihan teknis, ada sertifikasi produk, ada sertifikasi kompetensi, bahkan sampai ke sertifikasi halal dan industri hijau. Kalau diibaratkan, ini bukan lagi sekadar belajar membuat barang, tapi belajar bagaimana bertahan dan bersaing di pasar yang makin ketat.

Apa yang disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini terkait soal peningkatan daya saing pelaku industri memang mulai terlihat bentuknya di lapangan. Bukan hanya jargon, tapi sudah masuk ke level teknis.

Namun, cerita ini tidak sepenuhnya mulus, Masalah klasik industri kecil sebenarnya belum benar-benar hilang. Banyak pelaku usaha yang bisa naik setelah pelatihan, tapi kemudian kembali melambat. Penyebabnya beragam, seperti  akses pasar yang belum stabil, keterbatasan modal, atau pendampingan yang tidak berlanjut.

Di sinilah sering kali program bagus kehilangan momentum. Pelatihan selesai, sertifikat didapat, tapi jalan setelah itu terasa sepi. Tidak semua pelaku usaha siap langsung lompat ke pasar yang lebih besar.

Makanya, langkah memperkuat kolaborasi mulai jadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta jadi penting untuk memastikan pembinaan tidak berhenti di ruang pelatihan.

Kalau ekosistemnya nyambung, dampaknya bisa jauh lebih terasa. Produk tidak hanya jadi, tapi juga terserap pasar. Pelaku usaha tidak hanya belajar, tapi juga berkembang.

Oleh sebab itu, industri kerajinan Indonesia sebenarnya punya satu keunggulan yang sulit ditiru negara lain terkait identitasnya. Produk-produk ini bukan sekadar barang, tapi membawa cerita. Dari batik, anyaman, ukiran, sampai berbagai wastra, semuanya punya karakter yang kuat.

Di pasar global yang semakin seragam, justru hal-hal seperti ini yang dicari. Produk dengan cerita punya nilai lebih. Tapi tentu saja, cerita saja tidak cukup.

Pasar internasional tetap bicara soal kualitas dan konsistensi sehingga sertifikasi dan standardisasi menjadi semacam tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal sering kali hanya berhenti di pasar domestik.

Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pelatihan dan sertifikasi bisa dibilang langkah yang cukup relevan. Tidak instan, tapi punya arah.

Kalau melihat data dan program yang berjalan, industri kerajinan Indonesia sekarang sedang ada di fase yang menarik. Fondasi mulai diperkuat, pelaku usaha mulai dipersiapkan, dan peluang pasar sudah terbuka.

Tapi tetap saja, tantangan terbesarnya ada di konsistensi.

Industri seperti ini tidak bisa tumbuh dengan pola kejut. Tidak cukup dengan program besar sesekali. Yang dibutuhkan justru ritme yang stabil pembinaan yang terus jalan, akses pasar yang dijaga, dan ekosistem yang makin rapi.

Kalau itu bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka ekspor yang sekarang terlihat lumayan akan berubah jadi jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan mungkin, saat itu terjadi, orang baru sadar sektor yang selama ini dianggap kecil ternyata punya peran yang tidak kecil.

Industri kerajinan memang tidak selalu tampil di depan. Tapi pelan-pelan, ia menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu datang dari yang paling besar, melainkan dari yang paling konsisten bergerak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi -Ma’ruf Dilantik, PDIP Sumsel Gelar Acara Syukuran

    Jokowi -Ma’ruf Dilantik, PDIP Sumsel Gelar Acara Syukuran

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    PDIP Sumsel menggelar acara syukuran atas dilantiknya Joko Widodo [Jokowi] – Ma’ruf Amin menjadi Presiden -Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Acara syukuran tersebut di selenggarakan di Kantor DPD PDIP Sumsel, minggu malam akhir pekan ini. Menurut Wakil Ketua DPD PDIP Sumsel Santo Adjis selaku partai pengusung, PDIP patut mensyukuri keberhasilan yang dicapai dan kembali memimpin negara Indonesia. […]

  • Sumsel Ingin Kawasan Wisata Petanang Diisi Pustaka Literasi 

    Sumsel Ingin Kawasan Wisata Petanang Diisi Pustaka Literasi 

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.027
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe dengan resmi meletakan batu pertama Kawasan Wisata Petanang Kota Lubuk Linggau, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama PT Silampari Wisata Sejahtera. Bertempat di Kawasan Wisata Terpadu Petanang (17/10), dalam kata sambutan […]

  • Bybit Rayakan Hari Jadi MIBR ke-20 dengan Koleksi NFT ‘Phygital’ Eksklusif

    Bybit Rayakan Hari Jadi MIBR ke-20 dengan Koleksi NFT ‘Phygital’ Eksklusif

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.284
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, DUBAI, UNITED ARAB EMIRATES – Media OutReach –  Bybit, bursa kripto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan bangga mendukung mitra Made in Brazil (MIBR) dalam meluncurkan serangkaian NFT untuk merayakan ulang tahun ke-20 tim esports tersebut. Disebut NFT fisik karena terkait dengan pakaian di kehidupan nyata.   Bybit secara eksklusif akan […]

  • Mimpi Dimas Jadi Pemain Timnas

    Mimpi Dimas Jadi Pemain Timnas

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pagar Alam- Dimas Nanda Sugandi bermimpi menjadi pemain timnas Indonesia setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik pada ajang Turnamen Sepakbola dan Coaching Clinic bertajuk Alex Noerdin Cup 2019 zona Pagaralam. Pemain asal sekolah sepakbola (SSB) Bintang Besemah ini dipilih oleh lima punggawa Timnas All Star Alex Noerdin Cup 2019  yang dipimpin langsung oleh Pelatih Kepala […]

  • Wujudkan Ekosistem Smart City, OKI Gandeng ITB

    Wujudkan Ekosistem Smart City, OKI Gandeng ITB

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama terkait percepatan pengembangan dan transformasi kota cerdas (Smart City). Kerjasama itu ditandai dengan pelaksanaan  Fokus Group Discusion (FGD) pengembangan Ekosistem Smart City Kabupaten Ogan Komering Ilir Bertempat di Meeting Room Sekolah Bisnis Institut Teknologi Bandung(ITB), Senin (15/05/2023). […]

  • BMKG : Anak Gunung Krakatau Waspada, Masyarakat Jauhi Kawah

    BMKG : Anak Gunung Krakatau Waspada, Masyarakat Jauhi Kawah

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan sepanjang Kamis (96 /9/2018) –  Jumat (7/9/2018) dini hari mengalami gempa tremor menerus, teramati sinar api dan terdengar suara dentuman. BMKG, dalam rilis meneruskan laporan Windi Cahya Untung dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit