Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA banyak sorotan, industri kerajinan Indonesia ternyata sedang melaju cukup kencang dibanding dengan sektor lain sibuk bicara pemulihan dan tantangan global. Sektor ini justru diam-diam mencatatkan lonjakan menyusul nilai ekspornya sudah menembus USD 806,63 juta pada 2025 atau naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka ini mungkin tidak sering jadi bahan obrolan, mungkin juga tidak sepopuler sawit atau tambang. Tapi justru di situlah menariknya, industri kerajinan bergerak tanpa banyak gaduh, tapi hasilnya nyata.

Di balik capaian itu, ada satu hal yang mulai terlihat jelas, arah pembinaan yang tidak lagi setengah-setengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, tampaknya mulai mengubah cara pandang. Industri kerajinan tidak lagi cuma dilihat sebagai pelengkap, tapi sebagai sektor yang punya potensi ekspor serius.

Ibaratnya salah satu ‘mesin sunyi’ dari strategi yang  ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,  kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya, berdiri balai yang tugasnya tidak main-main menempa sumber daya manusia industri kerajinan agar bisa naik kelas.

Di tempat ini, pelatihan tidak berhenti di cara membuat produk. Pengrajin tidak hanya diajari menghasilkan barang yang rapi atau menarik. Mereka juga didorong memahami standar mutu, sertifikasi, hingga bagaimana produk bisa diterima pasar yang lebih luas.

Pendekatannya mulai terasa lebih komplet. Ada pelatihan teknis, ada sertifikasi produk, ada sertifikasi kompetensi, bahkan sampai ke sertifikasi halal dan industri hijau. Kalau diibaratkan, ini bukan lagi sekadar belajar membuat barang, tapi belajar bagaimana bertahan dan bersaing di pasar yang makin ketat.

Apa yang disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini terkait soal peningkatan daya saing pelaku industri memang mulai terlihat bentuknya di lapangan. Bukan hanya jargon, tapi sudah masuk ke level teknis.

Namun, cerita ini tidak sepenuhnya mulus, Masalah klasik industri kecil sebenarnya belum benar-benar hilang. Banyak pelaku usaha yang bisa naik setelah pelatihan, tapi kemudian kembali melambat. Penyebabnya beragam, seperti  akses pasar yang belum stabil, keterbatasan modal, atau pendampingan yang tidak berlanjut.

Di sinilah sering kali program bagus kehilangan momentum. Pelatihan selesai, sertifikat didapat, tapi jalan setelah itu terasa sepi. Tidak semua pelaku usaha siap langsung lompat ke pasar yang lebih besar.

Makanya, langkah memperkuat kolaborasi mulai jadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta jadi penting untuk memastikan pembinaan tidak berhenti di ruang pelatihan.

Kalau ekosistemnya nyambung, dampaknya bisa jauh lebih terasa. Produk tidak hanya jadi, tapi juga terserap pasar. Pelaku usaha tidak hanya belajar, tapi juga berkembang.

Oleh sebab itu, industri kerajinan Indonesia sebenarnya punya satu keunggulan yang sulit ditiru negara lain terkait identitasnya. Produk-produk ini bukan sekadar barang, tapi membawa cerita. Dari batik, anyaman, ukiran, sampai berbagai wastra, semuanya punya karakter yang kuat.

Di pasar global yang semakin seragam, justru hal-hal seperti ini yang dicari. Produk dengan cerita punya nilai lebih. Tapi tentu saja, cerita saja tidak cukup.

Pasar internasional tetap bicara soal kualitas dan konsistensi sehingga sertifikasi dan standardisasi menjadi semacam tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal sering kali hanya berhenti di pasar domestik.

Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pelatihan dan sertifikasi bisa dibilang langkah yang cukup relevan. Tidak instan, tapi punya arah.

Kalau melihat data dan program yang berjalan, industri kerajinan Indonesia sekarang sedang ada di fase yang menarik. Fondasi mulai diperkuat, pelaku usaha mulai dipersiapkan, dan peluang pasar sudah terbuka.

Tapi tetap saja, tantangan terbesarnya ada di konsistensi.

Industri seperti ini tidak bisa tumbuh dengan pola kejut. Tidak cukup dengan program besar sesekali. Yang dibutuhkan justru ritme yang stabil pembinaan yang terus jalan, akses pasar yang dijaga, dan ekosistem yang makin rapi.

Kalau itu bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka ekspor yang sekarang terlihat lumayan akan berubah jadi jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan mungkin, saat itu terjadi, orang baru sadar sektor yang selama ini dianggap kecil ternyata punya peran yang tidak kecil.

Industri kerajinan memang tidak selalu tampil di depan. Tapi pelan-pelan, ia menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu datang dari yang paling besar, melainkan dari yang paling konsisten bergerak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Dorong Negara G20,  Mari Bersama Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

    Presiden Dorong Negara G20, Mari Bersama Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    SEBAGAI payung besar bagi pemenuhan hak-hak pembangunan yang berkelanjutan (SDGs), sehingga target SDGs harus makin diperjuangkan pascapandemi COVID-19 ini. Apalagi akibat pandemi, kemiskinan ekstrem dunia kembali meningkat dari yang semula diharapkan 7,5 persen di 2021, naik kembali ke 9,4 persen. Dilansir dari laman presidenri.go.id, terganggunya rantai pasok global bukan hanya menggoyahkan kebutuhan industri, tetapi juga […]

  • Pemkot Bengkulu Salurkan Bantuan Baznas, Pemulung Juga Dapat Bantuan

    Pemkot Bengkulu Salurkan Bantuan Baznas, Pemulung Juga Dapat Bantuan

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 617
    • 0Komentar

    DI bulan penuh berkah, Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi sedang gencar-gencarnya menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurut Helmi-Dedy, Keutamaan di bulan Ramadhan ini, di antaranya pahala dilipat gandakan, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Ramadhan ini juga merupakan momentum yang luar biasa untuk […]

  • Agar Masyarakat Terhindar dari Covid -19, Bupati Muba  : “Garda Itu, Diri Kita Sendiri”

    Agar Masyarakat Terhindar dari Covid -19, Bupati Muba  : “Garda Itu, Diri Kita Sendiri”

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi kinerja pemerintah desa dengan konsep gotong royong yang telah dilaksanakan di tingkat desa khususnya menjaga kampung halaman dengan mengaktifkan kembali budaya Siskamling, apalagi saya pantau di  beberapa kecamatan dan desa Sudah Aktif menjalankan ronda  siang dan malam. Selain menjaga keamanan kampung secara bersama juga mendata warga kampung […]

  • Jaring Atlet, Gub Sumsel Ajak Sosialisasikan Olahraga Menembak

    Jaring Atlet, Gub Sumsel Ajak Sosialisasikan Olahraga Menembak

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    KETUM Pengprov Perbakin Sumsel, Herman Deru mengajak semua pihak khususnya yang terlibat dalam Perbakin Sumsel untuk ikut mensosialisasikan olahraga menembak, guna menjaring atlet penembak asal Sumsel. Dia berkeinginan agar olahraga menembak tidak lagi dikenal sebagai olahraga kalangan elit semata, melainkan olahraga yang memasyarakat di Sumsel. “Saya ingin semua yang terlibat dalam Perbakin agar bagaimana mensosialisasikan […]

  • Novel “Not BedTime Stories” Akhirnya Diluncurkan oleh BB Media

    Novel “Not BedTime Stories” Akhirnya Diluncurkan oleh BB Media

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.405
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Penulis anonim dengan sapaan Bang Bule merilis kembali buku horornya yang ketiga setelah novel pertama Apartment 12A-05 serta Laiba dan Nasir di tahun 2021 kemudian akhir tahun 2023. “Not BedTime Stories” resmi di luncurkan. Not Bed Time Stories adalah kumpulan 13 cerita horor yang terinspirasi dari kisah nyata dan pengalaman pribadi penulis […]

  • UPDATE Terbaru Zona Covid-19 di Kota Palembang, Kalidoni Masuk Zona Merah Resiko Tinggi, Baca Ini

    UPDATE Terbaru Zona Covid-19 di Kota Palembang, Kalidoni Masuk Zona Merah Resiko Tinggi, Baca Ini

    • calendar_month Senin, 10 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

      Sumber : Dinkes Palembang   PEMERINTAH Kota Palembang  melalui Dinas Kesehatan kota Palembang kembali mengumumkan  update terbaru Zona Covid-19 untuk minggu ke-18, mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan.   Dari total 108 Kelurahan yang ada di kota Palembang, terdapat 15 Kelurahan yang masih dalam kondisi zona hijau (kelurahan tidak ada resiko), 15 Kelurahan dalam […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit