Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA banyak sorotan, industri kerajinan Indonesia ternyata sedang melaju cukup kencang dibanding dengan sektor lain sibuk bicara pemulihan dan tantangan global. Sektor ini justru diam-diam mencatatkan lonjakan menyusul nilai ekspornya sudah menembus USD 806,63 juta pada 2025 atau naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka ini mungkin tidak sering jadi bahan obrolan, mungkin juga tidak sepopuler sawit atau tambang. Tapi justru di situlah menariknya, industri kerajinan bergerak tanpa banyak gaduh, tapi hasilnya nyata.

Di balik capaian itu, ada satu hal yang mulai terlihat jelas, arah pembinaan yang tidak lagi setengah-setengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, tampaknya mulai mengubah cara pandang. Industri kerajinan tidak lagi cuma dilihat sebagai pelengkap, tapi sebagai sektor yang punya potensi ekspor serius.

Ibaratnya salah satu ‘mesin sunyi’ dari strategi yang  ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,  kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya, berdiri balai yang tugasnya tidak main-main menempa sumber daya manusia industri kerajinan agar bisa naik kelas.

Di tempat ini, pelatihan tidak berhenti di cara membuat produk. Pengrajin tidak hanya diajari menghasilkan barang yang rapi atau menarik. Mereka juga didorong memahami standar mutu, sertifikasi, hingga bagaimana produk bisa diterima pasar yang lebih luas.

Pendekatannya mulai terasa lebih komplet. Ada pelatihan teknis, ada sertifikasi produk, ada sertifikasi kompetensi, bahkan sampai ke sertifikasi halal dan industri hijau. Kalau diibaratkan, ini bukan lagi sekadar belajar membuat barang, tapi belajar bagaimana bertahan dan bersaing di pasar yang makin ketat.

Apa yang disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini terkait soal peningkatan daya saing pelaku industri memang mulai terlihat bentuknya di lapangan. Bukan hanya jargon, tapi sudah masuk ke level teknis.

Namun, cerita ini tidak sepenuhnya mulus, Masalah klasik industri kecil sebenarnya belum benar-benar hilang. Banyak pelaku usaha yang bisa naik setelah pelatihan, tapi kemudian kembali melambat. Penyebabnya beragam, seperti  akses pasar yang belum stabil, keterbatasan modal, atau pendampingan yang tidak berlanjut.

Di sinilah sering kali program bagus kehilangan momentum. Pelatihan selesai, sertifikat didapat, tapi jalan setelah itu terasa sepi. Tidak semua pelaku usaha siap langsung lompat ke pasar yang lebih besar.

Makanya, langkah memperkuat kolaborasi mulai jadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta jadi penting untuk memastikan pembinaan tidak berhenti di ruang pelatihan.

Kalau ekosistemnya nyambung, dampaknya bisa jauh lebih terasa. Produk tidak hanya jadi, tapi juga terserap pasar. Pelaku usaha tidak hanya belajar, tapi juga berkembang.

Oleh sebab itu, industri kerajinan Indonesia sebenarnya punya satu keunggulan yang sulit ditiru negara lain terkait identitasnya. Produk-produk ini bukan sekadar barang, tapi membawa cerita. Dari batik, anyaman, ukiran, sampai berbagai wastra, semuanya punya karakter yang kuat.

Di pasar global yang semakin seragam, justru hal-hal seperti ini yang dicari. Produk dengan cerita punya nilai lebih. Tapi tentu saja, cerita saja tidak cukup.

Pasar internasional tetap bicara soal kualitas dan konsistensi sehingga sertifikasi dan standardisasi menjadi semacam tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal sering kali hanya berhenti di pasar domestik.

Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pelatihan dan sertifikasi bisa dibilang langkah yang cukup relevan. Tidak instan, tapi punya arah.

Kalau melihat data dan program yang berjalan, industri kerajinan Indonesia sekarang sedang ada di fase yang menarik. Fondasi mulai diperkuat, pelaku usaha mulai dipersiapkan, dan peluang pasar sudah terbuka.

Tapi tetap saja, tantangan terbesarnya ada di konsistensi.

Industri seperti ini tidak bisa tumbuh dengan pola kejut. Tidak cukup dengan program besar sesekali. Yang dibutuhkan justru ritme yang stabil pembinaan yang terus jalan, akses pasar yang dijaga, dan ekosistem yang makin rapi.

Kalau itu bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka ekspor yang sekarang terlihat lumayan akan berubah jadi jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan mungkin, saat itu terjadi, orang baru sadar sektor yang selama ini dianggap kecil ternyata punya peran yang tidak kecil.

Industri kerajinan memang tidak selalu tampil di depan. Tapi pelan-pelan, ia menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu datang dari yang paling besar, melainkan dari yang paling konsisten bergerak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • stop-pungli

    Inilah Pungli yang Terjaring Oleh Tim Saber Pungli di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Tim Saber Pungli berhasil menjaring pungli di sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumsel dalam waktu kurun waktu 10, sejak 10 Oktober 2016- 13 September 2017.

  • Tahap ke-70: 5 Juta Vaksin Jadi Sinovac (20 September 2021)

    Tahap ke-70: 5 Juta Vaksin Jadi Sinovac (20 September 2021)

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    TAHAP ke-70, Indonesia terima kedatangan 5.000.000 dosis vaksin jadi Sinovac (CoronaVac) yang membuat total vaksin dari Sinovac yang sudah diterima mencapai 53.776.000 dosis. Total vaksin berupa bahan baku dan vaksin siap pakai di Indonesia sudah mencapai 262.350.400 dosis. Hingga 19 September 2021, Bio Farma telah mendistribusikan 31.142.594 dosis CoronaVac (Sinovac), 104.368.200 dosis COVID-19 Bio Farma […]

  • Ini Resiko Akibat Hobi Nonton TV

    Ini Resiko Akibat Hobi Nonton TV

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.952
    • 0Komentar

    TV memang menjadi salah satu media yang diminati banyak orang. Tidak hanya orangtua, bahkan anak-anak juga suka untuk melihat acara program yang disajikan. Sambil menonton TV sebagaian besar orang akan rebahan atau tiduran di sofa. Ada juga menonton TV sambil menikmati berbagai cemilan. Ternyata menonton TV sambil rebahan tidak baik untuk kesehatan. Hal ini akan […]

  • Walkot Palembang Ajak Kejari Baru Gabung di Forum Ini

    Walkot Palembang Ajak Kejari Baru Gabung di Forum Ini

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang, Harnojoyo berharapa kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang yang baru, Sugiyanta SH MH yang menggantikan Asmadi SH MH untuk bergabung di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah guna bersama-sama dalam membangun Kota Palembang. Pernyataan itu disampaikan Walikota  di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Senin [ 24/8/2020]. Ia mengapresiasinya atas apa yang telah dilakukan Asmadi […]

  • “Jalan licin bukan hanya karena hujan, tapi karena nasibnya memang sering disapu angin kebijakan”

    “Jalan licin bukan hanya karena hujan, tapi karena nasibnya memang sering disapu angin kebijakan”

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasana Palembang masih berkabut, tapi hati Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, jelas tak berkabut. Dengan semangat seperti mahasiswa mengejar dosen pembimbing, beliau menyatroni Menteri PUPR, Ir. Dody Hanggodo, yang sedang kunjungan ke Palembang. Namun jangan salah, ini bukan sekadar silaturahmi biasa sambil ngopi-ngopi cantik, tapi pertemuan berdaging dan berlemak penuh muatan strategis. Dibantu  […]

  • Terkait Gugatan Pilwabup, Semua Pihak Harus Terima Hasil

    Terkait Gugatan Pilwabup, Semua Pihak Harus Terima Hasil

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muara Enim – Adanya Pro dan Kontra hasil pemilihan Wakil Bupati oleh DPRD Muara Enim beberapa waktu lalu menuai banyak perhatian dan menimbulkan polemik di masyarakat. Ada yang memilih untuk mendukung DPRD melakukan pemilihan, sementar ada juga kelompok yang menolak pelaksanaan pemilihan tersebut. Untuk mengetahui sampai sejauh mana upaya gugatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit