Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

Diam-Diam Ngebut, Industri Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA banyak sorotan, industri kerajinan Indonesia ternyata sedang melaju cukup kencang dibanding dengan sektor lain sibuk bicara pemulihan dan tantangan global. Sektor ini justru diam-diam mencatatkan lonjakan menyusul nilai ekspornya sudah menembus USD 806,63 juta pada 2025 atau naik lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka ini mungkin tidak sering jadi bahan obrolan, mungkin juga tidak sepopuler sawit atau tambang. Tapi justru di situlah menariknya, industri kerajinan bergerak tanpa banyak gaduh, tapi hasilnya nyata.

Di balik capaian itu, ada satu hal yang mulai terlihat jelas, arah pembinaan yang tidak lagi setengah-setengah.

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, tampaknya mulai mengubah cara pandang. Industri kerajinan tidak lagi cuma dilihat sebagai pelengkap, tapi sebagai sektor yang punya potensi ekspor serius.

Ibaratnya salah satu ‘mesin sunyi’ dari strategi yang  ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,  kota yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya, berdiri balai yang tugasnya tidak main-main menempa sumber daya manusia industri kerajinan agar bisa naik kelas.

Di tempat ini, pelatihan tidak berhenti di cara membuat produk. Pengrajin tidak hanya diajari menghasilkan barang yang rapi atau menarik. Mereka juga didorong memahami standar mutu, sertifikasi, hingga bagaimana produk bisa diterima pasar yang lebih luas.

Pendekatannya mulai terasa lebih komplet. Ada pelatihan teknis, ada sertifikasi produk, ada sertifikasi kompetensi, bahkan sampai ke sertifikasi halal dan industri hijau. Kalau diibaratkan, ini bukan lagi sekadar belajar membuat barang, tapi belajar bagaimana bertahan dan bersaing di pasar yang makin ketat.

Apa yang disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini terkait soal peningkatan daya saing pelaku industri memang mulai terlihat bentuknya di lapangan. Bukan hanya jargon, tapi sudah masuk ke level teknis.

Namun, cerita ini tidak sepenuhnya mulus, Masalah klasik industri kecil sebenarnya belum benar-benar hilang. Banyak pelaku usaha yang bisa naik setelah pelatihan, tapi kemudian kembali melambat. Penyebabnya beragam, seperti  akses pasar yang belum stabil, keterbatasan modal, atau pendampingan yang tidak berlanjut.

Di sinilah sering kali program bagus kehilangan momentum. Pelatihan selesai, sertifikat didapat, tapi jalan setelah itu terasa sepi. Tidak semua pelaku usaha siap langsung lompat ke pasar yang lebih besar.

Makanya, langkah memperkuat kolaborasi mulai jadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta jadi penting untuk memastikan pembinaan tidak berhenti di ruang pelatihan.

Kalau ekosistemnya nyambung, dampaknya bisa jauh lebih terasa. Produk tidak hanya jadi, tapi juga terserap pasar. Pelaku usaha tidak hanya belajar, tapi juga berkembang.

Oleh sebab itu, industri kerajinan Indonesia sebenarnya punya satu keunggulan yang sulit ditiru negara lain terkait identitasnya. Produk-produk ini bukan sekadar barang, tapi membawa cerita. Dari batik, anyaman, ukiran, sampai berbagai wastra, semuanya punya karakter yang kuat.

Di pasar global yang semakin seragam, justru hal-hal seperti ini yang dicari. Produk dengan cerita punya nilai lebih. Tapi tentu saja, cerita saja tidak cukup.

Pasar internasional tetap bicara soal kualitas dan konsistensi sehingga sertifikasi dan standardisasi menjadi semacam tiket masuk. Tanpa itu, produk lokal sering kali hanya berhenti di pasar domestik.

Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pelatihan dan sertifikasi bisa dibilang langkah yang cukup relevan. Tidak instan, tapi punya arah.

Kalau melihat data dan program yang berjalan, industri kerajinan Indonesia sekarang sedang ada di fase yang menarik. Fondasi mulai diperkuat, pelaku usaha mulai dipersiapkan, dan peluang pasar sudah terbuka.

Tapi tetap saja, tantangan terbesarnya ada di konsistensi.

Industri seperti ini tidak bisa tumbuh dengan pola kejut. Tidak cukup dengan program besar sesekali. Yang dibutuhkan justru ritme yang stabil pembinaan yang terus jalan, akses pasar yang dijaga, dan ekosistem yang makin rapi.

Kalau itu bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka ekspor yang sekarang terlihat lumayan akan berubah jadi jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan mungkin, saat itu terjadi, orang baru sadar sektor yang selama ini dianggap kecil ternyata punya peran yang tidak kecil.

Industri kerajinan memang tidak selalu tampil di depan. Tapi pelan-pelan, ia menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu datang dari yang paling besar, melainkan dari yang paling konsisten bergerak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setiap Rumah yang Berdiri Sebagai Mesin Ekonomi Mini & Memutar Roda UMKM Lokal

    Setiap Rumah yang Berdiri Sebagai Mesin Ekonomi Mini & Memutar Roda UMKM Lokal

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    KALAU membicarakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal terakhir yang mencapai 5,12%, jangan cuma mikir angka-angka di layar TV atau laporan statistik. Coba pikirkan seandainya pertumbuhan itu kayak mobil balap F1 yang melesat, tapi mesinnya bukan cuma bahan bakar, ada juga kru, ban cadangan, bahkan tukang cuci helm pembalap. Di dunia nyata, salah satu “mesin” paling handal […]

  • Pemuda  Harus Sanggup Buka Pandangan ke Luar Batas-batas Tembok Kekinian Dunia

    Pemuda  Harus Sanggup Buka Pandangan ke Luar Batas-batas Tembok Kekinian Dunia

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin menggelar Upacara Bendera  Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-93 di halaman Kantor Bupati Muba, Kamis (28/10/2021). Sekretaris Daerah, Drs H Apriyadi bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP. Tampak hadir pada peringatan ini Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba Muba AKBP Alamsyah […]

  • 3 Desa di OKI Isolasi Mandiri, Pemkab Salurkan Sembako

    3 Desa di OKI Isolasi Mandiri, Pemkab Salurkan Sembako

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.629
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, mengirimkan bantuan sembako ke tiga desa yang sedang memberlakukan isolasi mandiri. Sebanyak 1.550 paket sembako diserahkan Pemkab OKI untuk meringankan beban masyarakat di tiga desa yang melakukan isolasi mandiri tersebut, antara lain Desa Panca Tunggal Benawa, Desa Sinar Harapan Mulya dan Desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam, OKI. “Kami […]

  • Si Putri Bakal Nilai Layanan Publik OKI

    Si Putri Bakal Nilai Layanan Publik OKI

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat. Guna mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah, Pemkab OKI memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik terintegrasi atau Si Putri. “Layanan Si Putri ini guna memastikan keterlibatan masyarakat dalam proses pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk memastikan manfaat […]

  • Minyak Goreng Subsidi Dijual Bebas, Boleh Beli Tanpa Kupon

    Minyak Goreng Subsidi Dijual Bebas, Boleh Beli Tanpa Kupon

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    PENDIDTRIBUSIAN minyak goreng curah bersubsidi di Tabalong hingga saat ini masih dalam kondisi stabil, hal ini dibuktikan dengan pendistribusiannya yang kini sudah menyebar sampai ke desa-desa yang ada di wilayah Tabalong dan bahan pokok tersebut bisa dibeli tanpa gunakan kupon. Mengenai pendistribusian ke desa difasilitasi oleh pemerintah desa masing-masing. Minyak goreng curah ini sudah 3 […]

  • Pentingnya Memahami Pengetahuan Produk di Dunia Pemasaran

    Pentingnya Memahami Pengetahuan Produk di Dunia Pemasaran

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.456
    • 0Komentar

    PENGETAHUAN tentang produk (product knowledge) di dunia pemasaran merupakan hal yang mutlak untuk dketahui oleh tenaga pemasaran (salesman, detailer) entah apapun itu produk yang dipasarkan. Sebab jika tidak bisa berakibat fatal terhadap produk itu sendiri, bahkan lebih berbahaya jika sampai membahayakan pelanggan karena salah informasi (miss commucation). Misalnya, clean pembersih lantai yang warnanya mirip minuman kaleng, dibilang minuman penuh energi; […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit