Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Halal Bukan Lagi Soal Makanan, Kini Piring Ikut ‘Disertifikasi Iman’

Halal Bukan Lagi Soal Makanan, Kini Piring Ikut ‘Disertifikasi Iman’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA kita mikir halal itu urusan dapur, tapi sekarang, ternyata piring juga ikut antre sertifikasi.

Kalimat itu mungkin terdengar seperti candaan, namun di dunia industri hari ini sedikit berbeda bahkan sudah menjadi arah kebijakan serius.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini mendorong industri kecil dan menengah (IKM) untuk bersiap menghadapi kewajiban sertifikasi halal bagi produk barang gunaan, termasuk alat makan keramik.

Artinya sederhana tapi agak “menggeser kebiasaan lama” artinya bukan cuma makanan yang diperhatikan kehalalannya, tapi juga wadah yang bersentuhan langsung dengannya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin menjelaskan penguatan industri halal bukan hanya urusan pasar, melain bagian dari transformasi industri nasional. “Penguatan industri halal tidak hanya menjawab kebutuhan pasar domestik yang besar, tetapi juga membuka peluang ekspor yang semakin luas,” ujarnya.

Kalau ditarik ke bahasa yang lebih sederhana, halal sekarang bukan cuma soal keyakinan di meja makan, tapi juga soal strategi dagang di pasar global.

Oleh karena, piring keramik dari Cirebon, Purwakarta, hingga Bogor ikut naik kelas, sebab bukan lagi hanya sebagai produk kerajinan, tapi bagian dari ekosistem industri halal yang sedang dibangun.

Misalnya saja, di Bandung Jawa Barat (Jabar), sejumlah pelaku IKM bahkan sudah mengikuti pendampingan khusus soal sertifikasi halal, mereka belajar bukan hanya desain atau kualitas, tapi juga bahan baku, proses produksi, sampai standar yang harus dipenuhi agar lolos sertifikasi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menambahkan sertifikasi halal untuk barang gunaan punya peran penting karena bersentuhan langsung dengan makanan. “Alat makan dan barang gunaan halal lainnya yang tersertifikasi halal berpotensi memberikan kontribusi positif pada kinerja ekspor, terutama pada negara-negara yang mayoritas beragama Islam,” terangnya.

Kalau dipikir-pikir, hal ini tentunya menarik juga, dulu piring hanya dinilai dari satu hal yang retak atau tidak, sekarang bertambah satu parameter baru, halal atau tidak.

Padahal piring sendiri mungkin tidak pernah merasa berubah niat, dari dulu tugasnya tetap sama menampung nasi, lauk, atau mie instan tengah malam tanpa banyak protes.

Tapi, dunia industri memang tidak sesederhana itu.

Digarap maksimal

Data Kemenperin menunjukkan, nilai ekspor alat makan keramik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD12,68 juta, dengan pasar utama Amerika Serikat dan Eropa seperti Prancis, Jerman, Belanda, hingga Tiongkok. Namun, pasar negara-negara mayoritas Muslim masih menyimpan peluang yang belum tergarap maksimal.

Ke Timur Tengah saja, ekspor masih relatif kecil, misalnya Uni Emirat Arab sekitar USD254 ribu, Arab Saudi USD223 ribu, Malaysia USD108 ribu, dan Brunei Darussalam USD17 ribu.

Di sinilah sertifikasi halal diposisikan bukan sekadar administrasi, tapi “tiket masuk” ke pasar yang lebih luas. “Capaian ini menunjukkan produk alat makan keramik Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global. Namun peluang di pasar halal dunia masih sangat terbuka lebar,” jelas Reni.

Namun  peluang itu, realitasnya tidak selalu mulus sebab bagi IKM, sertifikasi bukan cuma soal niat baik, tapi juga soal biaya, proses, dan kesiapan teknis.

Tidak semua pelaku usaha kecil langsung siap ketika standar tiba-tiba naik level.

Meski begitu, seperti banyak cerita industri di Indonesia, adaptasi biasanya tidak menunggu sempurna dulu, jalan sambil berbenah sudah jadi kebiasaan.

Dan mungkin ke depan, kita tidak hanya akan bertanya apakah makanan itu halal atau tidak, tapi juga apakah wadahnya sudah ikut tersertifikasi ?.

Jika masalah itu mulai diwujudkan, berarti kita sedang memasuki bab baru industri pasalnya dimana kepercayaan tidak hanya melekat pada isi, tapi juga pada tempat ia disajikan.

Semoga piring yang selama ini hanya diam saja di sudut dapur, akhirnya bisa ikut duduk di meja besar percakapan industri global, lengkap dengan tanda kepercayaan yang kini jadi bahasa baru perdagangan dunia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Superstar Vietnam Sơn Tùng M-TP Menandai Era Baru Dengan Single Bahasa Inggrisnya Yang Sangat Dinanti, “Making My Way”, Menuju Kesuksesan Internasional

    Superstar Vietnam Sơn Tùng M-TP Menandai Era Baru Dengan Single Bahasa Inggrisnya Yang Sangat Dinanti, “Making My Way”, Menuju Kesuksesan Internasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.308
    • 0Komentar

      Single Baru Kini Tersedia Via The Orchard   Catatan Singkat: Salah satu superstar terbesar dari Vietnam, Sơn Tùng M-TP, merilis single berbahasa Ingris terbarunya, “Making My Way”. Popularitasnya di industri musik melesat cepat, memikat hati audiens di seluruh dan di luar negeri dengan musik yang unik dan penampilan yang menggemparkan. Artis serba bisa ini […]

  • Kenalkan Kurikulum MBKM, Prodi Ilkom Gelar Sosialisasi Profil Lulusan

    Kenalkan Kurikulum MBKM, Prodi Ilkom Gelar Sosialisasi Profil Lulusan

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.093
    • 0Komentar

    Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) mengadakan Sosialisasi Profil Lulusan Prodi Ilkom di Auditorium Rafa Tower UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (16/05/2023) Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta tiga profil jurusan yang nantinya akan dipilih oleh mahasiswa saat menginjak semester 5 nanti. Program tersebut antara lain, Marketing Communications Specialist, […]

  • Rapat Koordinasi bersama Kepala Sekretariat Presiden, Harnojoyo Bahas Mekanisme Distribusi Sembako

    Rapat Koordinasi bersama Kepala Sekretariat Presiden, Harnojoyo Bahas Mekanisme Distribusi Sembako

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H Harnojoyo, melalui rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang membahas mekanisme pendistribusian sembako bantuan Presiden Republik Indonesia (RI) dan koordinasi teknis lainnya  menyampaikan bahwa akan ada bantuan sembako untuk masyarakat Palembang yang terdata di luar PKH dari Presiden Republik Indonesia. “Melalui rapat koordinasi bersama Kepala Sekretariat Presiden, beliau menyampaikan akan ada bantuan paket sembako […]

  • “Nembak Cewek dengan Senjato“

    “Nembak Cewek dengan Senjato“

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    Senjata api untuk warga sipil yang diusulkan oleh ketua MPR akhir – akhir ini menjadi bahan perbincangan yang sangat hangat. Ujang : “ Lemak nian kalau kito ini jadi polisi yo Kacibob ??? “ Kacibob : “ Lemak aponyo kalau dak punyo duit walau badan bagus dak ado lokaknyo nak jadi polisi !!! “ Ujang […]

  • GFSR 2026, 20 Tahun Berlalu, Pelajaran Gempa Yogyakarta Dibawa BNPB ke Dunia

    GFSR 2026, 20 Tahun Berlalu, Pelajaran Gempa Yogyakarta Dibawa BNPB ke Dunia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membawa pembelajaran dari Gempa Yogyakarta 2006 ke The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR 2026) yang digelar di Jakarta pada September 2026. Pengalaman Yogyakarta dinilai penting sebagai contoh pembangunan ketangguhan masyarakat berbasis pembelajaran lokal. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan hal tersebut seusai bertemu […]

  • Muba Ikuti Evaluasi Smart City Tahap I

    Muba Ikuti Evaluasi Smart City Tahap I

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Evaluasi Implementasi Program Kota Cerdas (Smart City) Tahap I Tahun 2024. Yang diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari progres hasil rekomendasi dari Tim Asesor kepada 241 Kota/kabupaten yang terpilih pada periode 2017-2023. Kegiatan ini dilaksanakan di The Meru Sanur Hotel […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Video Player Ultimate Video Player WordPress Plugin Ultimate WhatsApp Chat | WordPress WhatsApp Chat Support Plugin Ultimate WooCommerce Brands Plugin Ultimate Woocommerce Page Templates Builder | KingComposer add-on Ultimate Woocommerce Page Templates Builder | WPBakery Page Builder add-on Ultimate WooCommerce Tip or Donation Ultimate WordPress Preloader – 99 CSS3 Preloaders Ultimate WP Domain Search Ultimate WP GDPR Compliance Toolkit for WordPress