Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Halal Bukan Lagi Soal Makanan, Kini Piring Ikut ‘Disertifikasi Iman’

Halal Bukan Lagi Soal Makanan, Kini Piring Ikut ‘Disertifikasi Iman’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA kita mikir halal itu urusan dapur, tapi sekarang, ternyata piring juga ikut antre sertifikasi.

Kalimat itu mungkin terdengar seperti candaan, namun di dunia industri hari ini sedikit berbeda bahkan sudah menjadi arah kebijakan serius.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini mendorong industri kecil dan menengah (IKM) untuk bersiap menghadapi kewajiban sertifikasi halal bagi produk barang gunaan, termasuk alat makan keramik.

Artinya sederhana tapi agak “menggeser kebiasaan lama” artinya bukan cuma makanan yang diperhatikan kehalalannya, tapi juga wadah yang bersentuhan langsung dengannya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin menjelaskan penguatan industri halal bukan hanya urusan pasar, melain bagian dari transformasi industri nasional. “Penguatan industri halal tidak hanya menjawab kebutuhan pasar domestik yang besar, tetapi juga membuka peluang ekspor yang semakin luas,” ujarnya.

Kalau ditarik ke bahasa yang lebih sederhana, halal sekarang bukan cuma soal keyakinan di meja makan, tapi juga soal strategi dagang di pasar global.

Oleh karena, piring keramik dari Cirebon, Purwakarta, hingga Bogor ikut naik kelas, sebab bukan lagi hanya sebagai produk kerajinan, tapi bagian dari ekosistem industri halal yang sedang dibangun.

Misalnya saja, di Bandung Jawa Barat (Jabar), sejumlah pelaku IKM bahkan sudah mengikuti pendampingan khusus soal sertifikasi halal, mereka belajar bukan hanya desain atau kualitas, tapi juga bahan baku, proses produksi, sampai standar yang harus dipenuhi agar lolos sertifikasi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menambahkan sertifikasi halal untuk barang gunaan punya peran penting karena bersentuhan langsung dengan makanan. “Alat makan dan barang gunaan halal lainnya yang tersertifikasi halal berpotensi memberikan kontribusi positif pada kinerja ekspor, terutama pada negara-negara yang mayoritas beragama Islam,” terangnya.

Kalau dipikir-pikir, hal ini tentunya menarik juga, dulu piring hanya dinilai dari satu hal yang retak atau tidak, sekarang bertambah satu parameter baru, halal atau tidak.

Padahal piring sendiri mungkin tidak pernah merasa berubah niat, dari dulu tugasnya tetap sama menampung nasi, lauk, atau mie instan tengah malam tanpa banyak protes.

Tapi, dunia industri memang tidak sesederhana itu.

Digarap maksimal

Data Kemenperin menunjukkan, nilai ekspor alat makan keramik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD12,68 juta, dengan pasar utama Amerika Serikat dan Eropa seperti Prancis, Jerman, Belanda, hingga Tiongkok. Namun, pasar negara-negara mayoritas Muslim masih menyimpan peluang yang belum tergarap maksimal.

Ke Timur Tengah saja, ekspor masih relatif kecil, misalnya Uni Emirat Arab sekitar USD254 ribu, Arab Saudi USD223 ribu, Malaysia USD108 ribu, dan Brunei Darussalam USD17 ribu.

Di sinilah sertifikasi halal diposisikan bukan sekadar administrasi, tapi “tiket masuk” ke pasar yang lebih luas. “Capaian ini menunjukkan produk alat makan keramik Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global. Namun peluang di pasar halal dunia masih sangat terbuka lebar,” jelas Reni.

Namun  peluang itu, realitasnya tidak selalu mulus sebab bagi IKM, sertifikasi bukan cuma soal niat baik, tapi juga soal biaya, proses, dan kesiapan teknis.

Tidak semua pelaku usaha kecil langsung siap ketika standar tiba-tiba naik level.

Meski begitu, seperti banyak cerita industri di Indonesia, adaptasi biasanya tidak menunggu sempurna dulu, jalan sambil berbenah sudah jadi kebiasaan.

Dan mungkin ke depan, kita tidak hanya akan bertanya apakah makanan itu halal atau tidak, tapi juga apakah wadahnya sudah ikut tersertifikasi ?.

Jika masalah itu mulai diwujudkan, berarti kita sedang memasuki bab baru industri pasalnya dimana kepercayaan tidak hanya melekat pada isi, tapi juga pada tempat ia disajikan.

Semoga piring yang selama ini hanya diam saja di sudut dapur, akhirnya bisa ikut duduk di meja besar percakapan industri global, lengkap dengan tanda kepercayaan yang kini jadi bahasa baru perdagangan dunia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Laporkan, Bila Harga Tes PCR Masih Mahal

    Segera Laporkan, Bila Harga Tes PCR Masih Mahal

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.361
    • 0Komentar

    HARGA tes Polymerase Chain Reaction (PCR) mahal? “Bila menemukan pelanggaran, masyarakat dapat melapor ke dinas kesehatan (Dinkes). Dinkes akan melakukan investigasi serta pembinaan bertingkat,” tegas Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir, di Jakarta, belum lama ini. Pernyataan keras pejabat teras Kementerian Kesehatan, itu merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Presiden Joko Widodo. […]

  • Ini Kata Sekda Target 5 Tahun ke Depan

    Ini Kata Sekda Target 5 Tahun ke Depan

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.426
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG Palembang – Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-73 di Kantor PT.PLN (Persero) UIP Sumbagsel, Senin (29/10/2018) dihadiri langsung  Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar. Sekda datang mewakili  Wakil Gubernur Sumsel untuk menyampaikan sambutan Hari Listrik Nasional yang bertema Prestasi Nyata Terangi Indonesia. Dalam sambutannya, Nasrun menjelaskan secara detail menyampaikan visi misi pemerintah Sumatera Selatan […]

  • Pandemi Covid-19 Harus Diantisipasi Melalui Imun dan Iman, Terang Wapres

    Pandemi Covid-19 Harus Diantisipasi Melalui Imun dan Iman, Terang Wapres

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    RAMADHAN tahun ini merupakan kali kedua yang harus dilalui dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Selain bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diperlukan ikhtiar lahiriah untuk menghadapi pandemi tersebut. “Kunci dalam menghadapi kondisi pandemi ini adalah iman, imun, aman dan amin,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Pesantren Ramadan Dokter Indonesia […]

  • Pelaku Usaha Pariwisata Peroleh Bahan Pokok Lauk Pauk Siap Saji

    Pelaku Usaha Pariwisata Peroleh Bahan Pokok Lauk Pauk Siap Saji

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    BANTUAN bantuan terdampak COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus disalurkan, setelah menuntaskan bantuan kepada warga pra sejahtera secara merata hingga ke pelosok serta bantuan kepada pelaku usaha/pedagang berupa sarana usaha (UMKM), bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (16/9/2020) “Bantuan hari ini dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi […]

  • Tingkatkan Ekonomi IKM, BBI Terus Digemahkan

    Tingkatkan Ekonomi IKM, BBI Terus Digemahkan

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 535
    • 0Komentar

    PEMERINTAH konsisten mengampanyekan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri untuk mendongkrak pertumbuhan industri Tanah Air, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) sehingga Bangga Buatan Indonesia terus digemahkan. Kampanye itu, merupakan wujud pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang dilatarbelakangi semangat untuk membangkitkan gairah pelaku usaha IKM melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi bisnis. “Melalui […]

  • Perdana, 19,8 ton kopi robusta berkualitas Sumsel di Ekspor ke Negeri Jiran

    Perdana, 19,8 ton kopi robusta berkualitas Sumsel di Ekspor ke Negeri Jiran

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.646
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sebanyak 19,8 ton kopi robusta berkualitas Sumatera Selatan, dengan standar defect maksimum 80 diekspor ke Negeri Jiran -Malaysia.   Ekspor perdana itu  dilakukan  PT. Agri Ekspor Indonesia, sebuah perusahaan eksportir kopi  dipimpin  generasi milenial melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.   “Ekspor kopi robusta merupakan tonggak sejarah baru bagi Sumsel, terima kasih Pelindo yang […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Video Player Ultimate Video Player WordPress Plugin Ultimate WhatsApp Chat | WordPress WhatsApp Chat Support Plugin Ultimate WooCommerce Brands Plugin Ultimate Woocommerce Page Templates Builder | KingComposer add-on Ultimate Woocommerce Page Templates Builder | WPBakery Page Builder add-on Ultimate WooCommerce Tip or Donation Ultimate WordPress Preloader – 99 CSS3 Preloaders Ultimate WP Domain Search Ultimate WP GDPR Compliance Toolkit for WordPress