Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

“Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI DUNIA perminyakan, ada dua jenis orang yang tangannya berminyak karena kerja, dan yang kantongnya berminyak karena bisa dibilang kebetulan dekat dengan sumber minyak. Nah, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan tampaknya sedang berusaha masuk ke kategori pertama  yang tangannya belepotan minyak, karena kerja keras, bukan karena main licin-licinan.

Senin (13/10/2025) kemarin, Pemkab Muba resmi menjalin kerja sama strategis dengan SKK Migas, bahasa kerennya sih nota kesepakatan tentang sinergi kegiatan usaha hulu migas, namun kalau mau dibikin simpel, ini semacam perjanjian “ayo kita sama-sama gali minyak, tapi jangan sampai rakyatnya malah kehabisan bensin buat hidup”.

Bupati Muba, H. M. Toha Tohet SH, dengan bangga menyebut bahwa Muba menerima Dana Bagi Hasil (DBH) migas sebesar Rp674 miliar, tertinggi di Sumsel, angka yang bikin mata melotot dan jantung deg-degan kayak lihat tagihan listrik pas akhir bulan, tapi kata Bupati, duit sebanyak itu bukan buat gaya-gayaan, melainkan buat nambah bensin pembangunan, biar ekonomi Muba melaju kencang, tapi tetap di jalur yang benar.

Pepatah bilang, “air tenang menghanyutkan”,  kalau minyak, tenang-tenang bisa meledak juga, karena banyak daerah di Indonesia yang dulu kaya migas, tapi akhirnya tinggal cerita, minyaknya habis, rakyatnya nangis. Untungnya, Muba keliatannya belajar dari pengalaman tetangga.

Oleh karena itu, makanya Bupati Toha getol ngomong soal Participating Interest (PI) 10 persen, ini bukan arisan minyak, tapi bentuk partisipasi daerah biar nggak cuma jadi penonton. “PI 10 persen ini harus jadi instrumen nyata mendukung kesejahteraan rakyat,” katanya.

Bahasanya memang formal, tapi maknanya sangat dalam sedalam sumur bor, he..he, jangan sampai minyaknya keluar, tapi manfaatnya mampir ke tempat lain. Kalau pepatah lama bilang, “ayam mati di lumbung padi” jangan sampai rakyat Muba haus di sumur minyak sendiri.

Nota kesepakatan itu nggak cuma buat pajangan di dinding kantor, kayak ijazah yang cuma dibingkai, tapi gak pernah dipakai, Di dalamnya ada empat poin penting, misalnya pemberdayaan tenaga kerja lokal, pengembangan masyarakat, pemanfaatan kandungan lokal, dan tentu saja, PI 10 persen tadi.

Artinya, warga Muba gak cuma jadi penonton ketika rig minyak berdiri gagah, tapi juga ikut kerja, ikut nyumbang, dan ikut menikmati hasilnya. Kalau dulu warga cuma lihat asap dapur perusahaan, sekarang semoga dapurnya sendiri juga bisa ngebul.

Deputi SKK Migas, Eka Bhayu Setta, juga bilang hal yang keren, sebab sinergi ini bukan cuma buat kepentingan Nasional, namun juga untuk otonomi daerah. Ini kayak hubungan pacaran yang sehat, bukan yang satu ngatur, satu nurut, tapi sama-sama nyari titik bahagia.

Jangan jadi “Minyak Goreng”

Memang kadang kalau sudah ngomongin soal minyak, banyak yang tangannya gatel, ada aja yang tergoda buat goreng proyek, goreng”data, bahkan goreng kebijakan. Tapi Muba sekarang kayaknya lagi bertekad, agar minyak cukup digoreng di dapur, bukan di meja rapat.

Kepala Bappeda Mursalin SE MM sampai bilang, kerja sama ini harus terintegrasi sama rencana pembangunan daerah, bahasa sederhananya jangan sampai proyek migas ini kayak nasi goreng tanpa bumbu, banyak tapi hambar, harus ada rasa lokal, manfaat nyata, dan aroma kesejahteraan yang nyebar ke seluruh penjuru Muba.

Kalau dipikir-pikir, Muba ini daerahnya unik, lantaran minyaknya banyak, tapi yang bikin salut adalah semangatnya menjaga, agar kekayaan alam nggak berubah jadi bencana sosial. Di tengah euforia “DBH 674 miliar”, Pemkab-nya komit tetap ngomong soal tenaga kerja lokal, UMKM, dan masyarakat sekitar tambang.

Ini kayak orang dapet durian runtuh, tapi masih sempat mikirin orang lain yang belum kebagian durian, nah, jarang-jarang loh!. Coba kalau kita bisa ngebayangi semua daerah kaya sumber dayanya punya mental kayak gini, wow sudah pasti Indonesia gak cuma jadi negara penghasil minyak, tapi juga penghasil harapan.

Dari kerja sama Muba dan SKK Migas ini, ada pelajaran berharga, yaitu sumber daya alam itu bukan jaminan kesejahteraan, tapi kesempatan untuk membuktikan kebijaksanaan, apalagi minyak itu bisa habis, tapi integritas dan kolaborasi kalau dijaga bisa terus mengalir.

Sehingga, asanya jangan sampai generasi berikutnya cuma baca di buku sejarah, “dulu Muba punya minyak”, tanpa pernah ngerasain manfaatnya.

Kalau kata orang tua dulu, “rezeki itu kayak minyak di panci,  kalau api terlalu besar, bisa gosong, tapi kalau sabar diatur, bisa matang sempurna”, begitu pula dengan migasnya,  jangan serakah, jangan tergesa, kelolalah dengan hati, bukan hanya kalkulator.

Oleh sebab itu, kerja sama dengan SKK Migas ini bukan cuma soal menandatangani kertas dan saling tukar plakat, ini soal tekad membuktikan bahwa Muba bisa makmur tanpa jadi licin, bisa kaya tanpa jadi congkak, dan bisa berminyak tanpa tergelincir.

Kalau semua berjalan sesuai niat baiknya, Insya Allah, bukan mustahil suatu hari nanti, orang akan bilang “Muba bukan cuma penghasil minyak, tapi juga penghasil senyum untuk rakyatnya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Himbau Muslimat NU Aktif Jadi Contoh Pencegahan Penyebaran Covid

    Gubernur Himbau Muslimat NU Aktif Jadi Contoh Pencegahan Penyebaran Covid

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

      PRABUMULIH- Di sela kunjungan kerjanya ke Kota Prabumulih, Gubernur Sumsel H.Herman Deru menyempatkan diri menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama (NU) dan Harlah Muslimat NU ke-75 yang digelar berbarengan pengukuhan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kota Prabumulih, di Pendopoan Rumah Dinas Walikota, Senin (29/03/2021).   GUBERNUR berpesan di usianya ke-75 Muslimat NU bukan hanya menjadi […]

  • Yuk, Laporkan  SPT Tahunan !

    Yuk, Laporkan  SPT Tahunan !

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.439
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel  Mawardi Yahya, menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2018 melalui e-Filing dalam acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, Selasa (12/3/2019) di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumsel dan Kepulauan Babel. Melalui aksi ini, mereka berdua berharap dapat meningkatkan kepatuhan warga […]

  • Mampukah 3 Gubernur Sumsel di Eranya Menangkan Jokowi-Ma’ruf ?

    Mampukah 3 Gubernur Sumsel di Eranya Menangkan Jokowi-Ma’ruf ?

    • calendar_month Jumat, 28 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.749
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang  – Pemilihan presiden [Pilpres ] akan digelar April 2019, Tim Kampanye Nasional [JKN] yang mengusung Jokowi-Ma’ruf mulai mengatur strategi kemenangan, salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel]. Di motorin 3 tokoh [Mantan Gubernur Sumsel, Syarial Oesman, Mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin dan Gubernur Sumsel saat ini, Herman Deru], berkomitmen memenangkan  pasangan […]

  • BI Ngobrol dengan BINGO, 3 Tema Ini Diangkat, Kaum Milenial Harus  Jadi Kaum Perubahan

    BI Ngobrol dengan BINGO, 3 Tema Ini Diangkat, Kaum Milenial Harus  Jadi Kaum Perubahan

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.630
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) menyelenggarakan BI Ngobrol Bersama Komunitas (BINGO) di Kampus area Provinsi Jawa Tengah, secara virtual pada hari ini (7/7). BINGO merupakan kegiatan edukasi publik yang rutin dilakukan BI kepada generasi milenial khususnya mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia. Pelaksanaan BINGO area Provinsi Jawa Tengah dilakukan BI bekerjasama dengan IAIN Salatiga, Universitas Diponegoro dan […]

  • Awasi Dana Bantuan PKK di Desa

    Awasi Dana Bantuan PKK di Desa

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.567
    • 0Komentar

    FEBY Deru ini didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melaksanakan kunjungan kerja PKK ke kabupaten OKU Timur tepatnya di Desa Karang Binangun II Kecamatan Belitang Madang Raya. Kehadiran mantan Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur dua periode itu selain melakukan pembinaan program kerja PKK, juga untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang […]

  • Silahkan Beraktivitas Asal Taati Prokes, kata Gubernur

    Silahkan Beraktivitas Asal Taati Prokes, kata Gubernur

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menegaskan dirinya tidak akan membuat aturan dan kebijakan yang membatasi akivitas masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini. Asal masyarakat itu sendiri disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M). “Jika masyarakat disiplin 3M, tentu kita tidak akan membuat aturan sulit yang membatasi […]

expand_less
WordPress Archive iDent – Dentist & Medical WordPress Theme IDonatePro - Blood Donation, Request And Donor Management WordPress Plugin Idoni – Creative Agency WordPress Theme iDonte – Charity Non-Profit Elementor Template Kit Idonte – Charity NonProfit WordPress Theme If-So Dynamic Content Pro Ignavo – Auto Parts WooCommerce Theme iGUE – Podcaster Elementor Template Kit Ijin – Legal Business & Tax Consultant Services Elementor Template Kit Ika – Portfolio