Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mari Dukung Bersama, Akselerasi Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat Terbuka Lebar Bagi Indonesia

Mari Dukung Bersama, Akselerasi Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat Terbuka Lebar Bagi Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
  • visibility 934
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang, mengatakan akselerasi ekspor pertanian Indonesia sangat terbuka lebar, untuk mewujudkanya Kementan mengajak semua pemangku kepentingan bahu membahu dalam mewujudkan gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) 2024.

Dilansir dari InfoPublik.id, peranan Badan Karantina Pertanian (Barantan) sangatlah penting dalam meningkatkan pelayanan fasilitasi pertanian khususnya bagi ekspor pertanian. Selain itu, Barantan juga bagian dari perlindungan sumber daya alam hayati pertanian dari ancaman hama penyakit yang berbahaya

“Bagi sebagian orang yang baru mendengar, mungkin nggak masuk akal untuk mewujudkan tiga kali lipat ekspor pertanian pada 2024. Saya kira ini kepentingan nasional, kepentingan kita semua. Apabila semua administrasi bergerak mewujudkannya, bukanlah pekerjaan yang berat untuk kita wujudkan tiga kali lipat ekspor,” kata Bambang saat memberikan pidato kunci dalam webinar yang diselenggarakan Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) dan Badan Karantina Pertanian bertemakan “Strategi Pembiayaan Ekspor Pertanian untuk Mendukung Gratieks” kemaren.

Dari sisi on farm saja, kata Bambang, target tiga kali lipat ekspor pertanian dapat dengan mudah dicapai.

“Target tiga kali lipat ekspor ini untuk kebaikan kita semua karena pengaruh akselerasi ekspor ini tentunya berdampak pada perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan petani, sehingga wajib hukumnya semua pihak memberikan dukungan,” ujarnya.

Menurut Bambang, berkat semangat tiga kali lipat ekspor yang terus digelorakan Kementan selama ini, kini setiap daerah sudah mulai sadar akan potensi pertaniannya masing-masing bahkan ikut bergerak menyuskeskan gerakan ekspor. Pada 2020, ekspor pertanian Indonesia telah menjangkau lebih dari 150 negara.

“Untuk mengangkat dan mengakselerasi ekspor sangat besar terutama peluang peluang bagi pengusaha yang saat ini sudah melaksanakan aktivitas usaha agribisnisnya maupun yang baru merintis, peluang peluang itu sangat besar,” ujarnya.

Apalagi, kata Bambang, pemerintah telah menyediakan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada 2020 dialokasikan sebesar Rp56 triliun dan 2021 mencapai Rp71 triliun.

“Kami berharap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan tersebut. Usaha pertanian kalau diseriusi akan berhasil. Resiko kegagalan yang menjadi momok sebenaranya tidak sepenuhnya benar, kalau kita serius,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan, hampir semua komoditas perkebunan mengalami pertumbuhan yang meningkat selama pandemi COVID-19.

Dedi mengatakan, pertumbuhan ekspor dari 2020 dan 2021 (Januari-Juni) volume ekspor naik 3,4 persen dan nilai ekspor juga naik 44,8 persen.

“Saat ini baik dari segi volume maupun dari segi nilainya, ekspor pertanian memang masih didominasi kelapa sawit, kemudian diikuti karet, kelapa, kakao, kopi dan komoditas lainnya,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, Ditjen Perkebunan telah menetapkan komoditas ekspor dalam tiga bagian. Pertama, komoditas utama (dari sisi volume) yakni kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, vanili, kayu manis, cengkeh, dan teh.

Kedua komoditas andalan yaitu, sawit dan karet. Ketiga komoditas pengembangan yaitu, nilam, sagu, stevia, pinang, lontar, sereh wangi dan beberapa komoditas lainnya.

“Stevia tanaman untuk pertama kali kita sudah ekspor dan ini peluangnya sangat besar karena hanya beberapa negara di dunia aja yang bisa menghasilkan stevia. Apalagi kita berada di garis Khatulistiwa,” ujarnya.

Selain itu, potensi ekspor kopi mencapai Rp73,79 triliun, sementara capaiannya hanya Rp13,48 triliun. “Artinya ada kehilangan potensi ekspor sebanyak Rp60,30 triliun. Karena itu perlu ada perbaikan, misalnya peremajan, maka angka tiga kali lipat tidak sulit,” ujarnya.

Koordinator Substansi Keamanan hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, Ihsan Nugroho, mengatakan, peran karantina dalam pertanian dalam peningkatan ekspor di antaranya memastikan komoditas pertanian yang diekspor sesuai dengan ketentuan Sanitary Phytosanitary (SPS) di negara tujaun.

“Kalau teman-teman kami di pelabuhan memperketat itu semata-mata untuk melindungungi sumber daya hayati kita. Kita tidak mempersulit, tetapi ketika tidak sesuai dengan ketentuan dengan kesehatan, tumbuhan dan hewan, itu tidak kita bisa main-main,” ujarnya.

“Jadi jangan anggap kami mempersulit di pelabuhan, kalau memang ada yang mengalami kendala. Silakan laporkan kepada kami. Artinya, Badan Karantina Pertanian ingin memberikan pelayanan terbaik dan tidak perlu ditakuti. Kami mitra yang baik untuk mendukung pelaku eksportir,” sambungnya.

Selain itu, kata Ihsan, peran karantina dalam pertanian dalam peningkatan ekspor adalah memberikan jaminan kesehatan komoditas pertanian yang diekspor bebas dari quarantine pest negara tujuan.

“Karantina Pertanian juga sebagai focal point NPPO yang mampu menyampaikan Notification Non Compliance (NNC) ke negara tujuan apabila terdapat kendala ekspor,” kata Ihsan.

Wisnu Wasisa Putra Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, menjelaskan pelayanan ekspor juga dilakukan melalui berbagai kebijakan seperti agro klinik ekspor. Keberadaan klinik ekspor sangat membantu petani dan kalangan eksportir pertanian untuk memberikan akses informasi terkait potensi dan proses bisnis ekspor produk pertanian.

Webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Dedi Djunaedi (Direktur P2HP Kementerian Pertanian RI), Ihsan Nugroho (Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Barantan), dan Wisnu Wasisa Putra (Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan).(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jabat Mustasyar PWNU Sumsel

    Gubernur Jabat Mustasyar PWNU Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru resmi dilantik sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan periode 2020-2025 bersamaan dengan pelantikan Rois Syuriah, KH. Affandi dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel, KH. Amirudin Nahrawi. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA., berlangsung di Kampus Universitas IGM Palembang,kemarin. […]

  • Safari ramadhan dengan DPRD Sumsel, bangun keakraban songsong roda pemerintah ke depan

    Safari ramadhan dengan DPRD Sumsel, bangun keakraban songsong roda pemerintah ke depan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Seperti tahun sebelumnya di Bulan Suci Ramadhan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (HD) melakukan safari ramadhan ke tiap- tiap OPD.  Kali ini di dampingi langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang (CU) beserta jajaran Forkopimda Provinsi Sumsel.  Kegiatan safari Ramadhan 1446H kali ini dilaksanakan di Masjid Al-Raiyah DPRD Sumsel. Senin malam, (3/3/2025). Pada kesempatan […]

  • Independensi dan Profesionalitas KPU dalam Penyelenggaraan Pemilu

    Independensi dan Profesionalitas KPU dalam Penyelenggaraan Pemilu

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    Institusi penyelenggara pemilu merupakan pihak yang bertanggungjawab atas terlaksananya pemilu secara adil dan lancar. Secara umum tanggungjawab penyelenggara pemilu adalah implementasi proses pemilihan (electoral process) yang telah digariskan oleh peraturan perundang-undangan. Proses pemilihan itu meliputi tahap sebelum pemungutan suara, tahap pemungutan suara dan tahap setelah berlangsungnya pemunguatan suara. Berkaitan dengan lembaga penyelenggara pemilu, stadard internasional […]

  • Pilih Ngantor di Kelurahan Sukajaya, Apa yang Dilakukan Wawako Palembang ? Nah, Keluhannya -pun Gak Jauh Beda, Kan ? Yang Pasti PR-nya Bertambah, dengan Sabar Ini Jawab Finda

    Pilih Ngantor di Kelurahan Sukajaya, Apa yang Dilakukan Wawako Palembang ? Nah, Keluhannya -pun Gak Jauh Beda, Kan ? Yang Pasti PR-nya Bertambah, dengan Sabar Ini Jawab Finda

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.207
    • 0Komentar

    TERUS fokus terhadap keluhan warga masyarakat Kota Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda masih memilih untuk ngantor di Kantor Kelurahan melalui kegiatan kunjungan kerjanya yang kali ini dilakukan di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang. Diketahui, kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Walikota Palembang tersebut juga bukan tanpa alasan, dengan fokus di Kelurahan  Sukajaya, berbagai aspirasi warga […]

  • Ironis, Jelang Festival Sembilang 2019, Jembatan & Dermaga Apung di Desa Ini Rusak Parah

    Ironis, Jelang Festival Sembilang 2019, Jembatan & Dermaga Apung di Desa Ini Rusak Parah

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.028
    • 0Komentar

    JELANG Festival Sembilang Jembatan Dermaga Desa Sungsang III, Kecamatan Banyuasin II, Propinsi Sumatera Selatan kondisinya rusak parah, bahkan kondisinya sangat memperihatinkan. Kegiatan Festival Sembilang sebanarnya merupakan agenda rutin tiap tahunan, merupakan aset Pariwisata Kabupaten Banyuasin yang telah mendunia dan kerap didatangi turis mancanegara untuk melihat secara langsung jutaan Burung Migran di Taman Nasional Berbak-Sembilang, Kecamatan Banyuasin II. Ironisnya saat […]

  • Sinergi Pengaman Daerah Perairan dengan Bakamla RI,

    Sinergi Pengaman Daerah Perairan dengan Bakamla RI,

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin merupakan kabupaten yang memiliki banyak sungai, untuk itu Pemerintah Kabupaten Muba berinisiatif membangun Stasiun Pamantu Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Kecamatan Lalan, guna meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan. Demikian diungkapkan oleh Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba Dicky Meiriando SSTP MH, saat memimpin Rapat Tim Koordinasi […]

expand_less
WordPress Archive Stunning 3D Off Canvas Menu WordPress Plugin – 3D Menu Awesome Styler – Elementor Fashion Store eCommerce Theme StyleShop – Responsive Clothing/ Fashion Store WordPress WooCommerce Theme (Mobile Layout Ready) Stylish Links Pro Stylishion Fashion Store Elementor Template Kit Stynirk – Single Property WordPress Theme Subdomain Endpoints for AMP Subsco – Construction Elementor Template Kit Subscribe to Unlock Opt In Content Locker WordPress Plugin Subway – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme