Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Legalitas Sawit Rakyat Muba Kunci Akses Ekonomi Hijau

Legalitas Sawit Rakyat Muba Kunci Akses Ekonomi Hijau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.395
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU bicara soal sawit rakyat di Musi Banyuasin (Muba), ceritanya mirip seperti pepatah lama “Ayam mati di lumbung padi” Bayangkan, para pekebun sawit sudah puluhan tahun berkeringat, menanam, merawat, panen, bahkan jadi tulang punggung ekonomi keluarga. Eh, belakangan lahan mereka tiba-tiba dicap “kawasan hutan”. Jadi, ibaratnya sudah capek nanam singkong, yang dapat malah dituduh maling ubi tetangga, lucu tapi getir, kan?

Nah, di sinilah masuk peran Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H., yang belakangan viral bukan karena joget TikTok, tapi karena nekat pasang badan untuk sawit rakyat. Ia bilang dengan lantang bahwa Pemkab Muba siap menganggarkan APBD-P demi percepatan pelepasan lahan sawit rakyat dari status kawasan hutan. Kalau istilah warung kopi, ini namanya “bupati ikut patungan” biar rakyat bisa tidur nyenyak.

Cerita sawit rakyat di Muba ini unik, banyak dari lahan itu dulunya program transmigrasi dan plasma perusahaan. Jadi bukan asal serobot hutan. Tapi belakangan, status hukum berubah-ubah bak sinetron kejar tayang. Akibatnya, petani sawit rakyat seperti duduk di ujung jalan buntu, mau ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR) tak bisa, mau akses modal ke bank ditolak, mau sertifikasi ISPO ditendang duluan.

Padahal, secara ekonomi, sawit rakyat ini penyumbang besar, bukan hanya buat dapur mereka sendiri, tapi juga roda perekonomian daerah. Dari upah buruh, pedagang pupuk, sampai warung tepi jalan, semua kebagian rezeki. Jadi kalau sawit rakyat tersendat, dampaknya berantai, ekonomi lokal bisa seret, seperti motor kehabisan bensin.

Biasanya APBD dipakai untuk bangun jalan, jembatan, atau gedung perkantoran megah, namun kali ini, Bupati Muba mengalokasikan APBD-P khusus untuk inventarisasi dan verifikasi pelepasan kawasan hutan, ini semacam jurus kreatif ala daerah, karena dari APBN anggaran tersebut tidak tersedia.

Kebijakan ini menarik karena menyentuh langsung perut rakyat, dengan legalitas lahan, petani sawit rakyat bisa akses program PSR, sertifikasi ISPO, hingga masuk ke rantai pasok global. Intinya, sawit rakyat tidak lagi dianggap anak tiri, melainkan naik kelas jadi pemain resmi di panggung ekonomi hijau.

Dalam dunia bisnis, legalitas itu ibarat SIM bagi pengendara, mau motornya baru, lampunya terang, atau helmnya mahal, kalau tak punya SIM tetap saja dianggap melanggar. Sama halnya dengan sawit rakyat, kebun mereka subur, hasilnya bagus, tapi tanpa legalitas lahan, akses ke program pemerintah dan pasar internasional tertutup.

Apalagi, pasar global makin cerewet soal isu keberlanjutan. Uni Eropa, misalnya, sudah pasang aturan ketat soal deforestasi. Kalau sawit rakyat masih berstatus di kawasan hutan, otomatis mereka akan dicoret dari daftar pemasok,  ini bisa jadi ancaman serius buat devisa negara dan keberlanjutan ekonomi daerah.

Maka, langkah Pemkab Muba ini bukan hanya soal agraria, tapi juga strategi ekonomi, memberi kepastian hukum pada sawit rakyat berarti memberi tiket masuk ke ekonomi hijau yang lebih berdaya saing.

Coba bayangkan begini ada tujuh ketua KUD sawit di Muba datang audiensi ke bupati, situasinya mirip rombongan pemain dangdut minta izin manggung di kampung sebelah. Kalau tak ada izin, bisa-bisa dibubarkan satpam. Tapi setelah bupati kasih dukungan, mereka bisa manggung dengan sound system resmi, bukan pakai toa mushola pinjaman.

Itulah makna legalitas sawit rakyat, dengan izin resmi, pekebun bisa manggung di panggung ekonomi nasional bahkan global, bukan lagi tampil sembunyi-sembunyi.

Ada hal serius di balik dagelan ini, kalau pemerintah dulu mendorong transmigrasi dan plasma sawit, jangan sekarang tiba-tiba mengklaim lahan itu sebagai kawasan hutan tanpa solusi. Itu sama saja seperti orang tua yang dulu menyuruh anaknya jadi pemain bola, lalu saat sudah mahir, dibilang jangan main di lapangan, itu bukan punya kamu.

Masyarakat butuh kepastian, bukan kebijakan plin-plan, dukungan Bupati Muba menjadi sinyal penting  daerah tidak tinggal diam. Jika daerah lain meniru langkah ini, bisa jadi ada terobosan besar dalam reforma agraria yang lebih adil.

Kalau pelepasan kawasan hutan ini berhasil, dampaknya luar biasa, yakni petani dapat kepastian hukum, ekonomi lokal hidup, warung-warung ramai lagi, pemda dapat tambahan PAD dari sawit berlegalitas dan Indonesia dapat poin lebih di mata pasar global soal komitmen keberlanjutan.

Singkatnya, ini bukan sekadar urusan sawit, tapi urusan masa depan ekonomi hijau Indonesia, legalitas lahan sawit rakyat bukan sekadar urusan kertas dan stempel, Ini soal keberlangsungan ekonomi, keadilan sosial, dan daya saing global. Muba sudah memberi contoh lewat keberanian menggunakan APBD-P untuk memperjuangkannya.

Kalau kebijakan ini berhasil, sawit rakyat tidak lagi jalan di tempat, mereka bisa ikut PSR, dapat sertifikasi ISPO, akses modal bank, hingga jadi pemain resmi di panggung global.

Jadi, pesan akhirnya sederhana, yakni jangan biarkan sawit rakyat mati di lumbung padi, mereka sudah berpuluh tahun berpeluh di kebun. Saatnya negara hadir penuh, bukan sekadar lewat seremonial, dan kalau Bupati Muba sudah pasang badan, seharusnya pemerintah pusat juga ikut turun gelanggang, sebab, sawit rakyat bukan masalah kecil, tapi fondasi besar ekonomi daerah dan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harapan Sekda Sumsel Saat Melantik Pengurus GIAN Sumsel

    Harapan Sekda Sumsel Saat Melantik Pengurus GIAN Sumsel

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    NARKOTIKA [narkoba] memang sangat berbahaya, apalagi barang haram ini peredaranannya sangat mengkhawatirkan, bahkan merusak mental generasi muda di Indonesia. Semua kalangan pun sangat serius memerangi narkotik di Indonesia agar dapat menjauhkan barang setan ini dari kehidupan generasi milanium. Dalam sebuah acara Pelantikan pengurus Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Sumsel, Sekda Prov. Sumsel Nasrun Umar mengatakan Gerakan […]

  • Sertifikasi TTK di Muba Dinobatkan Teraktif dan Terbanyak Peringkat I Wilayah Sumsel

    Sertifikasi TTK di Muba Dinobatkan Teraktif dan Terbanyak Peringkat I Wilayah Sumsel

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan handal di bumi Serasan Sekate akhirnya diganjar penghargaan. Setelah dilakukannya sebanyak 200 Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) di Kabupaten Muba untuk mengikuti uji kompetensi dan percepatan sertifikasi pada November 2018 lalu. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan Penghargaan Kepada Bidang Jasa […]

  • Shalat Iduladha 1442H, Menag: Junjung Nilai Kemanusiaan, Jaga Kesehatan di Tengah Pandemi

    Shalat Iduladha 1442H, Menag: Junjung Nilai Kemanusiaan, Jaga Kesehatan di Tengah Pandemi

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    MENAG Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1442H kepada seluruh umat Islam di Tanah Air. Menurut Menag, Iduladha mengingatkannya pada pesan penting Rasulullah Saw saat menyampaikan khutbah wukuf pada Haji Wada’, 14 Abad silam. Pesan itu sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Wahai manusia sesungguhnya darahmu, hartamu, dan harga dirimu terjaga dan termuliakan. Tidak boleh […]

  • Hindari Polusi Udara, Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker

    Hindari Polusi Udara, Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Pada 2016 level polusi di kota-kota besar Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,5 kali lipat lebih buruk dari standar yang ditetapkan oleh WHO.

  • Sumsel Komitmen Jadi Daerah Terbaik Pembangunan Pelayanan Publik

    Sumsel Komitmen Jadi Daerah Terbaik Pembangunan Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.409
    • 0Komentar

    Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, Pemprov terus berkomitmen mewujudkan pembangunan pelayanan publik dan dan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik

  • “QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

    “QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    DUNIA pameran Internasional selalu ada yang jadi bintang panggung, kadang robot humanoid Jepang, kadang mobil listrik Eropa, kadang juga makanan aneh yang bikin pengunjung bingung, “Ini dimakan apa dipajang?” Tapi tahun ini, di World Expo 2025 Osaka, salah satu bintang dari Indonesia bukanlah sate padang atau batik tulis, melainkan sesuatu yang lebih sering kita pakai […]

expand_less
WordPress Archive Walmartomatic – Walmart Affiliate Money Generator Plugin for WordPress Walogin – Membership management with Blockchain (Authenticator) Walsall – Minimal Agency WordPress Theme Wam – Creative Agency WordPress Theme Wandau | Art & History Museum WordPress Theme WanderAway – Travel Blog WordPress Theme Wapo – Vape & Tobacco WordPress Theme Warning Old Browser – WordPress plugin Warranties and Returns for WooCommerce Warren – Life and Business Coach WordPress Theme