Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FORUM Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 kembali menempatkan isu lama dalam ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan lambatnya hilirisasi sektor unggulan.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjelaskan peningkatan nilai tambah hanya dapat dicapai melalui penguatan industri pengolahan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Pernyataan itu memperkuat posisi hilirisasi sebagai agenda utama pembangunan ekonomi daerah. Namun dalam praktiknya, struktur ekonomi Sumsel masih menunjukkan ketergantungan kuat pada komoditas primer seperti kopi, sawit, dan kelapa.

Bahkan sebagian besar produk masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi, dengan proses pengolahan lanjutan yang terbatas di dalam daerah.

Oleh karena itu, kondisi ini mencerminkan struktur rantai nilai yang belum berkembang,  pasalnya aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi pada tahap produksi awal, sementara nilai tambah terbesar terjadi di luar daerah, terutama pada tahap pengolahan, branding, dan distribusi.

Akibatnya, Sumsel tetap berada pada posisi pemasok bahan baku dalam sistem ekonomi yang lebih luas.

Ketergantungan pada bahan mentah menciptakan kerentanan ekonomi yang signifikan. Harga komoditas ditentukan oleh pasar global yang fluktuatif, sehingga pendapatan petani dan pelaku usaha lokal sangat bergantung pada kondisi eksternal. Bahkan ketika harga turun, dampaknya langsung terasa pada ekonomi daerah tanpa adanya penyangga nilai dari sektor hilir.

Dalam forum tersebut, Herman Deru juga menyoroti peran pemuda dalam transformasi ekonomi daerah. Ia menyebutkan generasi muda sebagai aktor penting dalam menghadapi arus investasi dan perubahan struktur industri.

Namun, tantangan utama tidak terletak pada jumlah tenaga kerja muda, melainkan pada kesenjangan keterampilan yang masih cukup lebar antara kebutuhan industri hilir dan kapasitas tenaga kerja lokal.

Sektor hilir membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, manajerial, serta kewirausahaan yang lebih kompleks dibandingkan sektor hulu, sebab tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga setidaknya peran pemuda berisiko terbatas pada sektor ekonomi non-strategis yang tidak memiliki dampak besar terhadap peningkatan nilai tambah daerah.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel M. Puri Andamas menyampaikan  FORBISDA 2026 difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya pada komoditas unggulan daerah.

Ia menekankan pentingnya memetakan strategi hilirisasi dari hulu hingga hilir, agar potensi ekonomi seperti kopi, sawit, dan kelapa dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar di tingkat lokal.

Salah satu fokus yang juga ditekankan adalah perluasan peran pengusaha muda hingga ke tingkat desa.  Apalagi desa di Sumsel memiliki basis produksi yang kuat, namun masih lemah dalam aspek pengolahan, manajemen usaha, dan akses pasar.

Akibatnya, sebagian besar desa hanya berperan sebagai penyedia bahan baku tanpa kemampuan untuk mengolah atau meningkatkan nilai produk.

Sehingga dengan kondisi  ini  terkesan ada ketimpangan dalam distribusi nilai ekonomi, karena  desa yang menjadi pusat produksi tidak secara otomatis menjadi penerima manfaat terbesar dari aktivitas ekonomi tersebut.

Nilai tambah justru terkonsentrasi di luar wilayah produksi, terutama pada pelaku industri pengolahan dan distribusi yang memiliki akses lebih kuat terhadap modal dan teknologi.

Secara struktural, tantangan hilirisasi di Sumsel tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga dengan keterbatasan infrastruktur industri.

Oleh sebab itu industri pengolahan masih belum berkembang secara merata, sementara akses terhadap pembiayaan dan teknologi masih terbatas. Kondisi ini menghambat proses transformasi ekonomi dari berbasis komoditas primer menjadi berbasis industri bernilai tambah.

Selain itu, integrasi antara sektor produksi, industri, dan pasar masih lemah. Rantai pasok belum terhubung secara efisien, sehingga proses hilirisasi berjalan parsial dan tidak berkelanjutan. Dalam banyak kasus, upaya pengolahan produk masih berskala kecil dan belum mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

Kemampuan eksekusi

FORBISDA 2026 berfungsi sebagai ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk membahas arah kebijakan ekonomi. Namun efektivitas forum seperti ini sangat bergantung pada tindak lanjut konkret setelah diskusi berlangsung.

Tanpa implementasi yang terukur, forum berisiko hanya menjadi ruang repetisi narasi kebijakan tanpa perubahan struktural yang nyata.

Kesenjangan antara narasi kebijakan dan implementasi lapangan menjadi pola yang berulang dalam pembangunan ekonomi daerah. Hilirisasi telah lama menjadi agenda prioritas, namun transformasi industri berjalan lambat karena hambatan struktural yang bersifat multidimensi, mulai dari infrastruktur, pembiayaan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

Sumsel saat ini berada dalam masa transisi ekonomi dari berbasis komoditas primer menuju ekonomi berbasis nilai tambah, apalagi proses transisi ini masih menghadapi sejumlah hambatan yang signifikan.

Oleh sebab itu, tanpa percepatan dalam penguatan industri hilir, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan integrasi ekonomi desa ke dalam rantai nilai, ketergantungan pada bahan mentah akan terus berlanjut dalam jangka panjang.

FORBISDA 2026 kembali menegaskan kesadaran atas masalah tersebut, tetapi juga memperlihatkan  tantangan utama bukan lagi pada pemahaman konsep, melainkan pada kemampuan eksekusi.

Perubahan struktural membutuhkan konsistensi kebijakan, investasi jangka panjang, dan keterlibatan aktif sektor swasta serta generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih bernilai tambah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sumsel Terima Plakat WTP ke 7 dari Menkeu

    Gubernur Sumsel Terima Plakat WTP ke 7 dari Menkeu

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menerima piagam dan plakat penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 7 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Serah terima piagam dan plakat penghargaan tersebut dilakukan KA Kanwil Kekayaan Negara Sumsel Babel sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumsel di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (3/11/21). KA Kanwil Kekayaan […]

  • Angka Terpapar Covid di Palembang Tinggi, Ini Yang Dilakukan Wawako Palembang

    Angka Terpapar Covid di Palembang Tinggi, Ini Yang Dilakukan Wawako Palembang

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    DI Simpang Empat antara Jalan Kapt. Rivai, Radial terlihat ramai di senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi lalu lintas dan sejumlah Aparatur Sipil [ASN] Pemkot Palembang juga terlihat serius menstop kendaraan roda dua [R2] dan Empat [R4]. Tampak Walikota Palembang Fitrianti Agustinda  juga hadir ditengah Polisi lalu Lintas dan ASN tersebut sembagi membagi-bagikan masker […]

  • Kebut Vaksinasi COVID-19 dengan Perluas Pos Pelayanan dan Menghapus Syarat KTP Domisili

    Kebut Vaksinasi COVID-19 dengan Perluas Pos Pelayanan dan Menghapus Syarat KTP Domisili

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan percepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan berikan pelayanan pada target vaksinasi tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP di Pos pelayanan vaksinasi Kemenkes Hang Jebat dan semua UPT Vertikal Kemenkes (Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, dan Poltekkes) baik untuk pemberian vaksinasi dosis ke 1 atau dosis ke 2. Vaksin dan logistik vaksinasi […]

  • Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PAJAK kendaraan jarang jadi sorotan rutin, bahkan dianggap selesai saat di loket pembayaran, namun di Palembang, urusan yang tampak sederhana itu tiba-tiba berubah jadi pertanyaan yang lebih besar dari sekadar administrasi. Di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Wali Kota Ratu Dewa belum lama ini menemukan satu masalah yang mengganggu logika dasar, sebuah kendaraan tercatat […]

  • Muara Enim Ikut Rakor FGD Promosi  Inbound Investment Indonesia – Korea

    Muara Enim Ikut Rakor FGD Promosi  Inbound Investment Indonesia – Korea

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.636
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim ikut ambil andil dalam Rapat koordinasi (Rakor) virtual Forum Group Discussion (FGD) Promosi Inbound Investment Indonesia – Korea Selatan dari Ruang Rapat Sekda Muara Enim. Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Pemkab Muara Enim, Husen Aswadi didampingi Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Muara Enim terkait, Kamis (29/4/2021). Dalam FGD perangkat daerah Pemkab Muara Enim […]

  • Terancam Pencemaran, Walikota Palembang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai Musi

    Terancam Pencemaran, Walikota Palembang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai Musi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Walikota Palembang H. Harnojoyo mengajak masyarakat Palembang untuk menjaga kebersihan Sungai Musi dari pencemaran. “Masyarakat Palembang jangan percaya bila Sungai Musi akan selalu selamanya mampu memasok sumber air bagi masyarakat. Apalagi bila perilaku kita tidak menjaganya,” ujarnya pada Seminar Nasional Hari Air Dunia Tahun 2019 di Gedung Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya, Kamis […]

expand_less
WordPress Archive Wilcity – Directory Listing WordPress Theme Wildcard Coupons WooCommerce Plugin Wilmër – Construction WordPress Theme Wiloke 3D Parallax Wiloke Business Hours For Elementor Wiloke Elementor Image Comparison Wiloke FAQs Prite Elementor Addon Wiloke Highlight Featured Products for Elementor Wiloke Icon Box Envy For Elementor Wiloke Posts Slider for Elementor