Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Usia 80 Tahun, Sumsel Belum Pensiun

Usia 80 Tahun, Sumsel Belum Pensiun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di saat banyak yang mulai cari kursi goyang, Sumsel justru masih sibuk kejar target

MEMASUKI usia ke 80 tahun biasanya manusia itu mulai akrab dengan ‘wedangan’ teh hangat tanpa gula, pokoknya mengurangi dari rasa manis-manis dan lemak yang bikin kalestrol tinggi.

Jadwal cek tekanan darah, sudah dilingkari tanggalnya di kelender, bahkan anak dan cucu sering patroli agar tak begadang dan salah makan.

Tapi di usia yang sudah delapan dekade, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) justru masih sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, dan memburu berbagai capaian pembangunan dan mengoleksi penghargaan seperti peserta (Anak-anak) lomba tujuh belasan yang tak mau pulang sebelum dapat piala.

Suasana itu terasa dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumsel di Gedung DPRD Sumsel, Senin (18/5/2026).

Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang hadir di ruang sidang yang siang itu dipenuhi nuansa refleksi, tetapi juga optimisme.

Di hadapan anggota dewan dan tamu undangan, Herman Deru mengingatkan ulang tahun daerah bukan hanya acara seremonial dengan pidato formal dan tepuk tangan basa-basi. Menurutnya, usia 80 tahun menjadi momen penting untuk melihat kembali perjalanan panjang Sumsel sekaligus membaca arah masa depan.

“Di usia yang semakin matang, Sumsel memiliki modal besar berupa sejarah, budaya, serta kekayaan sumber daya alam yang luar biasa untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Herman Deru.

Kalimat itu terdengar seperti nasihat seorang ayah kepada anaknya. Santai, tetapi penuh pesan. Dan memang, di usia 80 tahun, Sumsel seolah sedang menunjukkan daerah ini tidak cukup hanya hidup dari romantisme masa lalu. Nama besar sejarah tanpa pembangunan nyata hanya akan jadi pajangan di lemari kenangan.

Yang membuat pidato itu terasa “berisi” bukan Cuma  kata-kata optimistis, tetapi angka-angka yang ikut berbicara.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sumsel mencapai 5,35 persen dan menjadi tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Angka itu bukan hanya statistik dingin di atas kertas rapat. Di tengah situasi ekonomi global yang masih sering batuk-batuk, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa dapur ekonomi Sumsel masih mengepul.

Memang belum level “lari maraton sambil angkat barbel”, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa mesin pembangunan daerah ini belum kehabisan bensin.

Tak hanya soal pertumbuhan ekonomi, pemerintah provinsi juga menyoroti penurunan angka kemiskinan. Per September 2025, persentase kemiskinan Sumsel berada di angka 9,85 persen. Sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan menjadi 0,76 persen, lebih baik dibanding capaian nasional sebesar 0,85 persen.

Angka bicara

Di dunia birokrasi, angka kadang lebih jujur daripada slogan, pasalnya spanduk bisa dicetak besar, baliho bisa dipasang di mana-mana, tetapi data sulit diajak berbohong terlalu lama.

Karena itu, capaian yang disampaikan Herman Deru dalam rapat paripurna tersebut setidaknya memberi gambaran pembangunan di Sumsel tidak hanya sibuk berhenti di meja seremoni.

Dan menariknya, gaya Herman Deru dalam menyampaikan capaian daerah sering kali tidak terdengar terlalu kaku. Ada nuansa optimisme yang dibungkus bahasa sederhana. Seolah ingin mengatakan pembangunan bukan urusan elite semata, melainkan sesuatu yang harus terasa sampai ke warung kopi, pasar tradisional, hingga dapur rumah warga.

Di usia 80 tahun ini, Sumsel tampaknya juga sedang menikmati tahapan yang menarik, apalagi sudah usia lanjut alias cukup tua dan punya pengalaman, namun belum kehilangan tenaga untuk mencoba hal baru.

Hal itu terlihat dari banyaknya penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Sumsel sepanjang 2025 hingga awal 2026. Mulai dari bidang pembangunan daerah, inovasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, keterbukaan informasi publik, reformasi birokrasi, digitalisasi daerah, hingga pengentasan kemiskinan dan stunting.

Kalau semua penghargaan itu dipajang sekaligus, mungkin dinding kantor pemerintah harus mulai tambah rak baru.

Namun dibalik deretan penghargaan tersebut, tantangan tentu belum selesai lantaran masyarakat biasanya tidak terlalu peduli dengan berapa banyak trofi yang dipajang kalau jalan –jalannya masih rusak, harga kebutuhan pokok naik, atau lapangan kerja terasa sempit.

Di situlah pentingnya menjaga pola pembangunanm agar tidak hanya bagus dalam laporan, tetapi juga terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

HUT ke-80 Sumsel akhirnya bukan hanya soal bertambahnya usia administratif sebuah provinsi.

HUT itu menjadi semacam pengingat bahwa daerah ini juga punya “fase hidup”. Ada masa membangun pondasi, ada masa bertahan menghadapi krisis, dan ada masa membuktikan diri di tengah persaingan, dan Sumsel tampaknya ingin masuk ke fase terakhir itu.

Sebab di usia yang tidak lagi muda, provinsi ini belum terlihat ingin duduk santai sambil mengenang masa lalu. Sumsel masih ingin bergerak, berbenah, dan sesekali membuktikan bahwa daerah di luar Jawa pun bisa tumbuh cepat tanpa kehilangan identitasnya.

Kalau diibaratkan manusia, Sumsel saat ini mungkin seperti orang tua yang belum mau pensiun karena merasa tenaganya masih kuat, pengalamannya masih dibutuhkan, dan mimpinya belum selesai.

Barangkali, itu bukan sikap yang buruk untuk sebuah daerah yang baru saja menginjak usia 80 tahun.

Sebab, usia itu memang hanya angka saja, namun yang paling penting bagaimana dapat menentukan arah sebuah daerah, bukan seberapa tua usianya, melainkan seberapa besar kemauannya untuk terus bergerak.

Di usia 80 tahun ini, Sumsel tampaknya belum ingin hanya  dikenang sebagai provinsi dengan sejarah panjang dan kekayaan alam melimpah. Daerah ini sedang mencoba membuktikan bahwa pembangunan tidak boleh ikut menua.

Karena bagi sebuah daerah, yang paling berbahaya bukan bertambah usia, melainkan kehilangan semangat untuk melangkah. (***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov. Sumsel Dorong Pengurus PUG  Berjalan Baik

    Pemprov. Sumsel Dorong Pengurus PUG Berjalan Baik

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya mendorong agar Pengarus Utamaan Gender (PUG) di Sumsel khususnya di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berjalan. Bahkan, Mawardi meminta agar PUG tersinkronisasi di setiap program yang telah dirancanakan OPD. “Ini penting. Apalagi hal itu telah diatur dalam Instruksi Presiden. Saya harapkan PUG tercermin di setiap program,” kata […]

  • Level PPKM Turun, DPRD Minta Pertimbangkan Syarat Penerbangan dengan PCR

    Level PPKM Turun, DPRD Minta Pertimbangkan Syarat Penerbangan dengan PCR

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 tahun 2021, telah menerbitkan kembali masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) per level, yang berlaku mulai tanggal 19 Oktober sampai 8 November 2021. Dilansir dari InfoPublik, adapun dalam instruksi tersebut salah satunya memuat ketetapan level sebaran COVID-19 di Kota Palangka Raya menjadi wilayah yang menerapkan PPKM […]

  • Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    TARGET zero emission tahun 2060 tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mencapainya, pemerintah terus mendorong transformasi pada dua sektor pokok, yakni energi dan sektor kehutanan serta tata guna lahan alias forestry and land use (FOLU) agar menjadikan iklim udara semakin baik. Selama ini, sektor energi dan FOLU itu adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK), […]

  • Ini Respon Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Terkait Inovasi Bahan Bakar Pembakit Listrik Gunakan Biomassa Sawit Saat Diskusi dengan Bupati Muba

    Ini Respon Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Terkait Inovasi Bahan Bakar Pembakit Listrik Gunakan Biomassa Sawit Saat Diskusi dengan Bupati Muba

    • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.402
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kembali melakukan terobosan inovasi bahan bakar pembakit listrik menggunakan biomassa sawit yang diantaranya berasal dari tandan buah kosong, serat buah, cangkang, batang pohon, pelepah serta Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Hal ini diketahui saat dia melakukan Audiensi dengan Direktur Jenderal […]

  • Demo 2 Mei, Cipayung Plus Kota Palembang Desak Regulasi Pro Neolib Dicabut

    Demo 2 Mei, Cipayung Plus Kota Palembang Desak Regulasi Pro Neolib Dicabut

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Palembang –Massa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Kota Palembang ( LMND, HMI, PMKRI,GMKI, PMII, KMHDI) melaku aksi demo di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, di Hari Pendidikan Nasional, kamis [2/5/2019]. Mereka menuntut pemerintah mewujudkan pendidikan gratis di Sumsel secara menyeluruh dan kebijakan lainnya. Pendidikan adalah hal dan hak mendasar yang wajib diperhatikan negara. Karena salah satu aspek penting […]

  • Pemerintah Terus Bantu Masyarakat Terdampak Covid, Program Kartu Prakerja Penyokong Masyarakat di Masa Pandemi

    Pemerintah Terus Bantu Masyarakat Terdampak Covid, Program Kartu Prakerja Penyokong Masyarakat di Masa Pandemi

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.335
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja saat ini terbukti mampu menjadi salah satu membantu masyarakat di masa dan pandemi. “Program Kartu Prakerja adalah bentuk inovasi dalam pelayanan publik untuk menyalurkan bantuan program secara masif kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ini semua dapat dilakukan dengan inovasi pemerintah dalam menerapkan sistem […]

expand_less
WordPress Archive Artion Content Copywriting Services Elementor Template Kit Artistic - Digital Marketing Agency WordPress Theme Artizani – Handmade Artists and Artisans WordPress Theme Arton – Beauty & Spa Salon Template Kit Artore Theater Entertainment & Performing Arts Elementor Template Kit Artsea – Photography & Art Gallery Elementor Template Kit ArtSpace – Wall Art & Print Shop WordPress theme Artsy – Tattoo Studio Elementor Template Kit Artvista – Art Gallery & Museum WordPress Theme Artwork – Painting Wall Preview Pupop Plugin | WooCommerce WordPress