Harga Beras Rp30 Ribu per Kg di Alor, Mentan Perintahkan Bulog Bangun Gudang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : pertanian.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp30 ribu per kilogram saat distribusi terganggu mendapat perhatian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Keluhan itu disampaikan langsung seorang mahasiswa asal Alor dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (6/8), dan langsung direspons dengan instruksi kepada Perum Bulog untuk mengirim beras serta membangun gudang di daerah tersebut apabila belum tersedia.
Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Undip, Adriano Padama, mengatakan tingginya harga beras di Alor tidak lepas dari keterbatasan distribusi pangan di wilayah kepulauan. Menurut dia, kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24-27 ribu ton setiap tahun, sedangkan produksi daerah baru mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan tersebut.
Akibatnya, pasokan beras masih bergantung pada pengiriman dari luar daerah. Di wilayah perkotaan, harga beras berkisar Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. Sementara di daerah pedalaman, harganya mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram. Saat hujan menghambat distribusi, harga beras bahkan bisa melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.
“Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Tapi di pedalaman bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras. Harganya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram,” kata Adriano.
Tak lama setelah mendengar keluhan tersebut, Amran menghentikan jalannya dialog dan langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan ribuan mahasiswa yang mengikuti kegiatan.
“Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” ujar Amran, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.
Amran juga meminta Bulog memastikan infrastruktur distribusi pangan di Kabupaten Alor tersedia agar pasokan beras dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan. Saudara-saudara kita di Alor harus mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” katanya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan itu, Adriano turut menceritakan dampak mahalnya harga beras terhadap masyarakat di daerahnya. Menurutnya, sebagian warga, terutama anak-anak, terpaksa mengganti konsumsi beras dengan umbi-umbian karena harga pangan yang terlalu mahal.
Selain menginstruksikan langkah penanganan untuk Alor, Amran juga menyampaikan akan membantu biaya tempat tinggal Adriano selama dua tahun menjalani kuliah di Semarang.
“Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses,” ujar Amran, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
