Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dua PR Sekda Sumsel di Satu Layar

Dua PR Sekda Sumsel di Satu Layar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 1.147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA inflasi itu punya rasa, mungkin rasanya seperti cabai rawit di ujung lidah dan pedasnya agak lama, bikin keringat keluar meski cuaca lagi adem, begitulah kira-kira suasana dapur rumah tangga akhir-akhir ini membuat harga beras naik, daging ayam ikut terbang, cabai merah apalagi lebih cepat naik daripada sinyal internet tengah malam.

Nah, di tengah situasi perut rakyat mulai manyun, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, Senin (13/10/2025), ikut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Program 3 Juta Rumah, digelar daring Kemendagri, dan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Lokasinya di Command Center Pemprov Sumsel, tempat dimana semua data berdesakan di layar, mirip warung kopi penuh kabar pagi-pagi.

Bahkan lucunya, rapat kali ini membahas dua hal yang di permukaan tampak gak nyambung, masalah inflasi pangan dan program perumahan rakyat, tapi kalau dipikir-pikir, memang keduanya sama penting, sebab hidup ini gak cukup cuma punya dapur yang ngebul tanpa ada atap buat berteduh.

Mendagri Tito menyampaikan pesan Presiden yang mengapresiasi daerah-daerah berhasil menjaga harga beras tetap waras. Katanya, operasi pasar Bulog perlu digencarkan, koordinasi dengan BPS diperkuat, jangan sampai data di meja beda jauh dengan realita di pasar.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bumbu data, yakni Sumsel berada di posisi ketiga tertinggi Indeks Perkembangan Harga (IPH), naik karena harga daging ayam dan cabai merah rawit,  alias, dua komoditas paling sering bikin emak-emak misuh di dapur.

Masalah inflasi ini memang rumit, tapi intinya sederhana pasalnya ketika harga pangan naik, daya beli masyarakat ikut turun, dan masyarakat mulai menghitung ulang isi dompet sebelum belanja, sehingga kenaikan harga bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal psikologi, misalnya orang mulai cemas, menahan konsumsi, dan pada akhirnya roda ekonomi jadi seret.

Inflasi memang bukan hanya sebagai tanggung jawab pasar, tapi juga hasil gotong royong kebijakan, mulai dari pengawasan distribusi pangan, efisiensi logistik, sampai pemberdayaan petani lokal agar rantai pasok tak selalu bergantung pada daerah lain.

Bahkan, jika dibiarkan, inflasi bisa jadi seperti api kecil di dapur, karena awalnya cuma menghangatkan, namun lama-lama bisa membakar periuk, ibarat pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, sayangnya, kalau yang naik harga bukan tabungan, tapi cabe dan ayam, ya… bukitnya jadi beban.

Rakor seperti ini penting, tapi jangan berhenti di layar laptop, data yang indah di PowerPoint tak akan bikin harga cabe turun di pasar. Pemerintah daerah perlu turun menjejak tanah memastikan jalur distribusi lancar, petani tidak rugi, dan stok Bulog benar-benar sampai ke dapur rakyat, bukan berhenti di gudang.

Belajar 

Pemprov Sumsel sudah punya modal kuat, antara lain koordinasi cepat lewat Command Center, sinergi dengan Bulog, dan pemantauan harga harian,  tinggal diperkuat di bagian respon cepat di lapangan, karena yang dihadapi bukan sekadar inflasi, tapi juga rasa panik masyarakat.

Selain urusan dapur, rapat juga membahas Program 3 Juta Rumah, pemerintah pusat menekankan agar daerah aktif melaporkan progres dan kendala, ini penting, karena rumah bukan cuma bangunan, tapi simbol kestabilan keluarga.

Kalau inflasi bikin dapur sulit ngebul, backlog perumahan bikin rakyat kesulitan punya atap sendiri, maka wajarlah kalau dua isu ini dibahas sekaligus karena rakyat butuh kenyang dan tenang.

Kepala Dinas Perkim Sumsel, Novian Aswardani, dan Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Henky Putrawan, ikut mendampingi Sekda dalam rapat, artinya, Pemprov Sumsel menaruh perhatian serius bukan hanya pada laporan, tapi juga langkah nyata ke depan.

Solusinya tak harus rumit,  pertama, harus memperkuat kerjasama lintas instansi dan kabupaten/kota untuk memastikan operasi pasar berjalan berkesinambungan. Kedua, memperpendek rantai pasok agar harga tak melonjak di tengah jalan. Ketiga, memberdayakan petani dan peternak lokal, karena ketahanan pangan sejatinya lahir dari tanah sendiri.

Untuk program perumahan, penting agar Pemprov memastikan akses kredit perumahan rakyat lebih inklusif, terutama bagi pekerja informal yang selama ini sulit mengakses KPR. Rumah rakyat jangan cuma jadi program, tapi jadi kenyataan yang bisa disentuh.

Oleh sebab itu, rapat demi rapat boleh saja digelar, data boleh naik-turun setiap bulan, tapi ujungnya selalu sama, yakni rakyat menunggu perubahan nyata, pasalnya  angka inflasi di layar belum tentu sama dengan pedasnya harga di pasar.

Dari sinilah, Sumsel bisa belajar satu hal, yaitu menjaga kestabilan harga dan perumahan rakyat bukan sekadar program teknis, tapi ibadah sosial. Pemerintah yang sigap menstabilkan harga sama nilainya dengan pedagang yang jujur menimbang beras, dua-duanya menjaga keseimbangan kehidupan. Semoga, dari ruang Command Center yang dingin itu, lahir kebijakan yang hangat sehangat nasi di meja rakyat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab OKI Pastikan Harga Tetap Bersahabat

    Pemkab OKI Pastikan Harga Tetap Bersahabat

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI)  ngebantu warga biar tetap bisa belanja hemat! Lewat program pasar murah, harga kebutuhan pokok jadi lebih bersahabat. Jadi, nggak perlu takut dompet jebol buat nyiapin Lebaran tahun ini! Bupati OKI, H. Muchendi, bilang kalau program ini bukan cuma soal menekan inflasi, tapi juga bentuk kepedulian biar semua warga […]

  • Liza Sako Jelaskan Warna Kertas Suara Pemilu 2019

    Liza Sako Jelaskan Warna Kertas Suara Pemilu 2019

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pesta Demokrasi di Indonesia, tinggal hitungan hari lagi, kesempatan yang sedikit ini banyak dipergunakan Calon Legislatif (Caleg) untuk mendatangi beberapa lokasi di daerah pilihan (Dapil)nya, guna mensosialisasikan tata cara pencoblosan serta mengerangkan program apa saja yang akan dibawa apabila mereka terpilih nanti. Hal itu diungkapkan, Calon Legislatif (Caleg) Dapil Palembang Nomor Urut […]

  • Tiba di Madinah, Jamaah Umroh Asal Muba Kabarkan Sehat, Bupati : Alhamdullilah, Saya Bersyukur

    Tiba di Madinah, Jamaah Umroh Asal Muba Kabarkan Sehat, Bupati : Alhamdullilah, Saya Bersyukur

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.065
    • 0Komentar

    SEBANYAK 163 jemaah umrah umroh asal Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mendarat di Madinah pukul 18.05 waktu Madinah, di kabarkan mereka dalam keadaan sehat walafiat. Kabar ini, disampaikan langsung oleh jamaah kepada Bupati Muba H Dodi Reza Alex melalui pesan WhatsApp, Senin (2/12/2019). “Ass wr wb izin melaporkan kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Jamaah […]

  • Setelah Terhenti, Kini Riau Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

    Setelah Terhenti, Kini Riau Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 611
    • 0Komentar

    JEMAAH umrah asal Riau yang diberangkatkan ke tanah suci Makkah jumlahnya terus bertambah, yang sebelumnya sempat terhenti akibat Pandemi Covid. Pada Jumat (28/1/2022) sebanyak 43 jemaah umrah asal Riau dibawah naungan Perusahaan travel haji dan umrah di Provinsi Riau Muhibbah Travel mulai memberangkatkan jemaah umrahnya. Ini perdana dilakukan sejak di-stopnya akibat pandemi COVID-19 sejak 2020 […]

  • Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Inilah Jamaah Haji Tertua di Indonesia, Berapa Usianya !

    Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Inilah Jamaah Haji Tertua di Indonesia, Berapa Usianya !

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    Madinah – Tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (26/5/2023) dini hari, Harun bin Senar (119 tahun), jemaah haji tertua Indonesia disambut petugas haji Indonesia di sana. Pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini bersama 449 jemaah lainnya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-6. Di usianya yang sudah sepuh, Mbah Harun terlihat sehat. […]

  • Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

    Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    BERWISATA ke Medan tanpa mampir ke situs sejarah ibarat makan nasi goreng tanpa kecap kosong rasanya. Untungnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambangi Medan, bukan untuk cari bolu meranti, tapi untuk memastikan warisan budaya tak lenyap di tengah derasnya arus kopi kekinian dan cafe estetik. Mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, Istana Maimoon, sampai […]

expand_less
WordPress Archive LaJavela – Bar Nightlife & Pub Elementor Template Kit Lakeside - Nature Cottage Elementor Template Kit Lamaro – Yacht Club and Rental Boat Service WordPress Theme Lambda – Premium Moodle Theme Lamira – Furniture & Cosmetics WooCommerce Theme Lana Login with Telegram Passport for WordPress Lana Two Factor with Telegram for WordPress Land Estate – Real Estate WordPress Theme Landingue – Landing and One Page Builder Plugin for WordPress Site Landio – Multipurpose Elementor Template Kit