Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 679
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERWISATA ke Medan tanpa mampir ke situs sejarah ibarat makan nasi goreng tanpa kecap kosong rasanya. Untungnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambangi Medan, bukan untuk cari bolu meranti, tapi untuk memastikan warisan budaya tak lenyap di tengah derasnya arus kopi kekinian dan cafe estetik.

Mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, Istana Maimoon, sampai Rumah Tjong A Fie, semua ditengok satu per satu. Ini bukan kunjungan biasa, ibarat dokter yang lagi periksa denyut nadi peradaban yang mulai ngos-ngosan karena terlalu lama didiamkan, padahal jejak sejarah sebagai jangkar budaya yang bukan sekadar buat foto-foto pre-wedding.

Pertama-tama, mari kita mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, di sana tersimpan peninggalan bernilai sejarah, salah satunya Cerutu Sultan Serdang. Ya, cerutu, Saudara-saudara!. Sebuah simbol aristokrat yang dulu mungkin menjadi ‘filter story’ para bangsawan saat rapat keluarga sambil memutuskan siapa yang boleh meminang putri sultan.

Selain itu, ada juga informasi soal relief di Gua Umang, kalau relief ini bisa bicara, mungkin dia sudah buka channel YouTube buat menceritakan kisah cinta dan peperangan zaman batu. Tapi sayangnya, teknologi belum sampai ke sana, jadi kita masih harus baca narasi pakai panel info museum.

Ketika Menbud Fadli menyambangi Istana Maimoon, ia menyatakan keinginan untuk menjadikannya cagar budaya nasional. Saya setuju, bangunan indah ini seperti seorang ratu tua yang sudah pensiun dari dunia panggung glamor, tapi masih menyimpan gaun terbaiknya di lemari.

“Mudah-mudahan bisa jadi ikon budaya Sumatera Utara,” kata Fadli. Semoga benar-benar bisa, karena kalau tidak, Istana Maimoon hanya akan jadi background TikTok yang dilupakan setelah 15 detik trending.

Lihatlah Prancis dengan Versailles-nya atau Jepang dengan Kuil Kinkaku-ji, mereka tak cuma menjual sejarah, mereka mengemasnya jadi produk wisata, edukasi, dan kebanggaan nasional. Lha kita?. Kadang malah anggaran pemugaran kalah sama anggaran bikin gapura HUT RT.

Kemudian beralihlah rombongan ke Rumah Tjong A Fie. Di sinilah saya merasa sejarah dan empati bertemu di satu titik.

Tjong A Fie bukan sekadar pengusaha, dia adalah philanthropist yang bahkan mungkin lebih dulu ngerti konsep CSR daripada perusahaan sekarang. Beliau membangun rumah ibadah lintas agama, menyumbang fasilitas publik, dan mendamaikan banyak konflik.

Jepang punya Fukuzawa Yukichi, Tiongkok punya Sun Yat Sen. Medan punya Tjong A Fie. Tapi sayangnya, seringkali kita lupa, rumah beliau hanya dikunjungi kalau ada tugas sekolah, bukan sebagai tempat ziarah ideologi keberagaman.

Menbud Fadli menyebut Istana Maimoon bisa jadi enclave budaya Melayu. Bagus, tapi enclave itu jangan cuma jadi kantong yang bolong, tempat kita menyimpan kenangan tapi lupa menjahitnya dengan program nyata.

Budaya itu seperti benang tenun, kalau tidak diikat dengan sinergi antarlembaga dan niat gotong royong, maka benangnya akan kusut, ujungnya jadi taplak meja nostalgia.

Kita bisa belajar dari Korea Selatan, yang menyulap drama sejarah jadi produk ekspor budaya lewat K-Drama dan museum digital. Medan juga bisa, asal jangan kalah semangatnya sama semangkuk soto medan yang kebanyakan santan.

Kunjungan kerja ini harus lebih dari sekadar selfie diplomatik. Harus jadi pemantik, harus jadi cikal bakal gelombang pelestarian budaya berbasis rakyat. Kalau perlu, libatkan anak muda dan bikin konten sejarah dengan gaya stand-up comedy. Buat kompetisi podcast sejarah lokal, revitalisasi bangunan tua jadi ruang kreatif anak muda.

Karena bangsa yang besar bukan cuma yang banyak pengikut TikTok-nya, tapi yang mau merawat jejak sejarahnya dengan hati-hati seperti merawat surat cinta pertama.

“Jika kita tidak menulis ulang sejarah dengan tindakan hari ini, maka generasi besok hanya akan membaca reruntuhan”.

Jadi  jagalah, rawat, dan gemakan kembali suara masa lalu agar bisa membimbing arah masa depan, kadang, masa depan justru sembunyi di balik lemari antik Tjong A Fie dan cerutu Sultan yang sudah padam asapnya tapi masih membekas aromanya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Gubernur Sumsel Jadi Tersangka Pembangunan Masjid Sriwijaya

    Mantan Gubernur Sumsel Jadi Tersangka Pembangunan Masjid Sriwijaya

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    MANTAN Gubernur Sumsel menjadi tersangka pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Setelah di Periksa di Kejaksaan Tinggi Sumsel. Viktor Antonius Saragih, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi membenarkan. “Hari Ini [Rabu, 22/9/2021], disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999,”ujarnya, Rabu. Selain itu Kejaksaan juga  ikut menetapkan Mantan Komisaris Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi […]

  • Dampak COVID-19, 32.611 Pelanggan PDAM Tirta Randik Dibebaskan Tagihan

    Dampak COVID-19, 32.611 Pelanggan PDAM Tirta Randik Dibebaskan Tagihan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.889
    • 0Komentar

    UNTUK  meringankan beban ekonomi masyarakat selama menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi telah membuat kebijakan menggratiskan tagihan atau pembayaran air bersih pelanggan PDAM selama tiga bulan. Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam hal ini […]

  • Positif Covid-19 Banyuasin Melejit jadi 91 Orang

    Positif Covid-19 Banyuasin Melejit jadi 91 Orang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.041
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Banyuasin mengumumkan penambahan 3 orang terkonfirmasi positif virus Corona, 1 orang meninggal dan 2 orang Sembuh. Juru Bicara GTPP Kabupaten Banyuasin Aminuddin mengatakan 3 orang Terkonfirmasi Positif itu berinisial Ny. SBA (P 33) BA III, Tn. Mst (L 59) Tl. Kelapa, Ny. Drl (P 32) Betung. “Alhamdulillah ada […]

  • Tinjau Persiapan Asian Games, DPR RI :Tak Ada Lagi yang Perlu Ditakutkan

    Tinjau Persiapan Asian Games, DPR RI :Tak Ada Lagi yang Perlu Ditakutkan

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    “Yang tak kalah penting juga kita harus menjaga prestasi untuk merebut medali sebanyak-banyaknya,”

  • Bisa Jadi Contoh, IAIN Lhokseumawe Kasih Keringanan UKT

    Bisa Jadi Contoh, IAIN Lhokseumawe Kasih Keringanan UKT

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    INSTITUT Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe memberikan keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi seluruh mahasiswa akibat dari pandemi covid 19 yang masih mewabah di Indonesia. Khusus bagi mahasiswa yang orang tuanya wafat terdampak Covid, dibebaskan UKT nya. Hal ini disampaikan Rektor IAIN Lhokseumawe saat  menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Pendopo Aceh […]

  • Raker Forsesdasi Bahas Tiga Agenda Penting

    Raker Forsesdasi Bahas Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Sabtu, 28 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Sekretaris Daerah Nasrun Umar menggelar Rapat Kerja Dewan Pengurus Pusat Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) yang dipimpin langsung oleh Plh. Sekretaris Jenderal Kemendagri Hamdani di Hotel Aryaduta, Jumat (27/7/2018). Raker yang mengangkat tema “Bersatu Padu Menuju Aparatur Profesional dalam Rangka Mewujudkan Otonomi Daerah” berlangsung pada 27-28 Juli 2018 ini diselenggarakan bertujuan […]

expand_less
WordPress Archive Cool Timeline Pro – Horizontal & Vertical Timeline Plugin For WordPress Cooper Studio Elementor Template Kit Coppola – Movie and Film Production WordPress Theme Coprot – Factory & Industrial Elementor Template Kit CopyGen – AI Writer & Copywriting Landing Page WordPress Theme Corano – Jewellery Theme for WooCommerce WordPress Core Minimalist Photography Portfolio Coreconsult – Big Industry & Business Consulting WordPress Theme Corino – Liquor Online Store WooCommerce Theme Corn – Medical Prevention Elementor Template Kit