Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 668
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERWISATA ke Medan tanpa mampir ke situs sejarah ibarat makan nasi goreng tanpa kecap kosong rasanya. Untungnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambangi Medan, bukan untuk cari bolu meranti, tapi untuk memastikan warisan budaya tak lenyap di tengah derasnya arus kopi kekinian dan cafe estetik.

Mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, Istana Maimoon, sampai Rumah Tjong A Fie, semua ditengok satu per satu. Ini bukan kunjungan biasa, ibarat dokter yang lagi periksa denyut nadi peradaban yang mulai ngos-ngosan karena terlalu lama didiamkan, padahal jejak sejarah sebagai jangkar budaya yang bukan sekadar buat foto-foto pre-wedding.

Pertama-tama, mari kita mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, di sana tersimpan peninggalan bernilai sejarah, salah satunya Cerutu Sultan Serdang. Ya, cerutu, Saudara-saudara!. Sebuah simbol aristokrat yang dulu mungkin menjadi ‘filter story’ para bangsawan saat rapat keluarga sambil memutuskan siapa yang boleh meminang putri sultan.

Selain itu, ada juga informasi soal relief di Gua Umang, kalau relief ini bisa bicara, mungkin dia sudah buka channel YouTube buat menceritakan kisah cinta dan peperangan zaman batu. Tapi sayangnya, teknologi belum sampai ke sana, jadi kita masih harus baca narasi pakai panel info museum.

Ketika Menbud Fadli menyambangi Istana Maimoon, ia menyatakan keinginan untuk menjadikannya cagar budaya nasional. Saya setuju, bangunan indah ini seperti seorang ratu tua yang sudah pensiun dari dunia panggung glamor, tapi masih menyimpan gaun terbaiknya di lemari.

“Mudah-mudahan bisa jadi ikon budaya Sumatera Utara,” kata Fadli. Semoga benar-benar bisa, karena kalau tidak, Istana Maimoon hanya akan jadi background TikTok yang dilupakan setelah 15 detik trending.

Lihatlah Prancis dengan Versailles-nya atau Jepang dengan Kuil Kinkaku-ji, mereka tak cuma menjual sejarah, mereka mengemasnya jadi produk wisata, edukasi, dan kebanggaan nasional. Lha kita?. Kadang malah anggaran pemugaran kalah sama anggaran bikin gapura HUT RT.

Kemudian beralihlah rombongan ke Rumah Tjong A Fie. Di sinilah saya merasa sejarah dan empati bertemu di satu titik.

Tjong A Fie bukan sekadar pengusaha, dia adalah philanthropist yang bahkan mungkin lebih dulu ngerti konsep CSR daripada perusahaan sekarang. Beliau membangun rumah ibadah lintas agama, menyumbang fasilitas publik, dan mendamaikan banyak konflik.

Jepang punya Fukuzawa Yukichi, Tiongkok punya Sun Yat Sen. Medan punya Tjong A Fie. Tapi sayangnya, seringkali kita lupa, rumah beliau hanya dikunjungi kalau ada tugas sekolah, bukan sebagai tempat ziarah ideologi keberagaman.

Menbud Fadli menyebut Istana Maimoon bisa jadi enclave budaya Melayu. Bagus, tapi enclave itu jangan cuma jadi kantong yang bolong, tempat kita menyimpan kenangan tapi lupa menjahitnya dengan program nyata.

Budaya itu seperti benang tenun, kalau tidak diikat dengan sinergi antarlembaga dan niat gotong royong, maka benangnya akan kusut, ujungnya jadi taplak meja nostalgia.

Kita bisa belajar dari Korea Selatan, yang menyulap drama sejarah jadi produk ekspor budaya lewat K-Drama dan museum digital. Medan juga bisa, asal jangan kalah semangatnya sama semangkuk soto medan yang kebanyakan santan.

Kunjungan kerja ini harus lebih dari sekadar selfie diplomatik. Harus jadi pemantik, harus jadi cikal bakal gelombang pelestarian budaya berbasis rakyat. Kalau perlu, libatkan anak muda dan bikin konten sejarah dengan gaya stand-up comedy. Buat kompetisi podcast sejarah lokal, revitalisasi bangunan tua jadi ruang kreatif anak muda.

Karena bangsa yang besar bukan cuma yang banyak pengikut TikTok-nya, tapi yang mau merawat jejak sejarahnya dengan hati-hati seperti merawat surat cinta pertama.

“Jika kita tidak menulis ulang sejarah dengan tindakan hari ini, maka generasi besok hanya akan membaca reruntuhan”.

Jadi  jagalah, rawat, dan gemakan kembali suara masa lalu agar bisa membimbing arah masa depan, kadang, masa depan justru sembunyi di balik lemari antik Tjong A Fie dan cerutu Sultan yang sudah padam asapnya tapi masih membekas aromanya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penilaian Ombudsman RI, OKI Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dalam Pelayanan Publik

    Penilaian Ombudsman RI, OKI Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dalam Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir meraih penghargaan Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi tahun 2018 dari Ombudsman RI. Penganugerahan itu sebuah prestasi karena sebelumnya Kabupaten OKI masuk zona kuning pada 2017, dan kini masuk dalam zona hijau dengan nilai yang cukup tinggi 90,71, dari rentang  89 sampai 110. Anggota Ombudsman RI, Dendi Ramadhona mengatakan […]

  • SGM diminta promosikan kendaraan listrik di Kota ini di Sumsel

    SGM diminta promosikan kendaraan listrik di Kota ini di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.139
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima audiensi managemen PT. Sriwijaya Gemilang Motorindo (SGM) diruang kerjanya, Selasa (27/12)siang mengharapkan agar  promosi penggunaan  motor listrik  lebih digencarkan. “Karena penggunaan motor listrik  masih belum masif,  kita harapkan pihak  PT Sriwijaya Gemilang Motorindo melakukan  promosi ke daerah-daerah. Sediakan tempat charging (pengisian daya) lengkap dengan  […]

  • Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.964
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Whoosh International Cartoon Contest 2023, merayakan kreativitas dan kerjasama internasional melalui kompetisi kartun dan komik bertema kereta cepat yang telah menarik peserta dari berbagai negara. Pada malam tanggal 21 Desember 2023, Jakarta menyaksikan sebuah perhelatan yang menggabungkan seni dan diplomasi internasional melalui Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023. Acara ini, yang […]

  • Kabarnya, Sungai Ini yang Pertama di Timbun Belanda

    Kabarnya, Sungai Ini yang Pertama di Timbun Belanda

    • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.183
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, – SIAPA sangka ternyata nama Tengkuruk dahulunya adalah nama sebuah anak sungai yang mengalir, persis tepat disamping Masjid Agung Palembang, hal itu berdasarkan Denah Peta Kraton Palembang tahun 1811, yang dibuat Mayor William Thorn di dalam buku berjudul ‘Memoir of the Conquest of Java’ diterbitkan Military Library Whitehall, London pada 1815. Seperti dikutip dari […]

  • 5 Ribu Pegawai KAI Divaksin

    5 Ribu Pegawai KAI Divaksin

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan vaksinasi massal kepada 5.246 pegawai KAI Group di Pusdiklat Ir. H Juanda KAI, Kota Bandung, yang dimulai pada Selasa (23/3). Para pegawai yang divaksin adalah mulai dari level manajemen hingga pelaksana di bidang operasional, frontliner dan administrasi yang bertugas di Bandung. “Kami ingin para pegawai terlindungi lewat vaksinasi tersebut. […]

  • Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

    Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    INDONESIA mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20. Yakni, kualitas pendidikan untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, dan masa depan dunia kerja. Isu pendidikan menjadi hal strategis yang dibahas dalam pertemuan negara-negara Group of Twenty atau G20. Presidensi atau Keketuaan Indonesia berperan menentukan agenda prioritas dalam rangkaian pertemuan […]

expand_less
WordPress Archive Cool Timeline Pro – Horizontal & Vertical Timeline Plugin For WordPress Cooper Studio Elementor Template Kit Coppola – Movie and Film Production WordPress Theme Coprot – Factory & Industrial Elementor Template Kit CopyGen – AI Writer & Copywriting Landing Page WordPress Theme Corano – Jewellery Theme for WooCommerce WordPress Core Minimalist Photography Portfolio Coreconsult – Big Industry & Business Consulting WordPress Theme Corino – Liquor Online Store WooCommerce Theme Corn – Medical Prevention Elementor Template Kit