Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

Tjong A Fie, Cerutu Sultan & Mimpi jadikan Medan Sebagai Paris-nya Budaya Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 672
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERWISATA ke Medan tanpa mampir ke situs sejarah ibarat makan nasi goreng tanpa kecap kosong rasanya. Untungnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambangi Medan, bukan untuk cari bolu meranti, tapi untuk memastikan warisan budaya tak lenyap di tengah derasnya arus kopi kekinian dan cafe estetik.

Mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, Istana Maimoon, sampai Rumah Tjong A Fie, semua ditengok satu per satu. Ini bukan kunjungan biasa, ibarat dokter yang lagi periksa denyut nadi peradaban yang mulai ngos-ngosan karena terlalu lama didiamkan, padahal jejak sejarah sebagai jangkar budaya yang bukan sekadar buat foto-foto pre-wedding.

Pertama-tama, mari kita mulai dari Museum Daerah Deli Serdang, di sana tersimpan peninggalan bernilai sejarah, salah satunya Cerutu Sultan Serdang. Ya, cerutu, Saudara-saudara!. Sebuah simbol aristokrat yang dulu mungkin menjadi ‘filter story’ para bangsawan saat rapat keluarga sambil memutuskan siapa yang boleh meminang putri sultan.

Selain itu, ada juga informasi soal relief di Gua Umang, kalau relief ini bisa bicara, mungkin dia sudah buka channel YouTube buat menceritakan kisah cinta dan peperangan zaman batu. Tapi sayangnya, teknologi belum sampai ke sana, jadi kita masih harus baca narasi pakai panel info museum.

Ketika Menbud Fadli menyambangi Istana Maimoon, ia menyatakan keinginan untuk menjadikannya cagar budaya nasional. Saya setuju, bangunan indah ini seperti seorang ratu tua yang sudah pensiun dari dunia panggung glamor, tapi masih menyimpan gaun terbaiknya di lemari.

“Mudah-mudahan bisa jadi ikon budaya Sumatera Utara,” kata Fadli. Semoga benar-benar bisa, karena kalau tidak, Istana Maimoon hanya akan jadi background TikTok yang dilupakan setelah 15 detik trending.

Lihatlah Prancis dengan Versailles-nya atau Jepang dengan Kuil Kinkaku-ji, mereka tak cuma menjual sejarah, mereka mengemasnya jadi produk wisata, edukasi, dan kebanggaan nasional. Lha kita?. Kadang malah anggaran pemugaran kalah sama anggaran bikin gapura HUT RT.

Kemudian beralihlah rombongan ke Rumah Tjong A Fie. Di sinilah saya merasa sejarah dan empati bertemu di satu titik.

Tjong A Fie bukan sekadar pengusaha, dia adalah philanthropist yang bahkan mungkin lebih dulu ngerti konsep CSR daripada perusahaan sekarang. Beliau membangun rumah ibadah lintas agama, menyumbang fasilitas publik, dan mendamaikan banyak konflik.

Jepang punya Fukuzawa Yukichi, Tiongkok punya Sun Yat Sen. Medan punya Tjong A Fie. Tapi sayangnya, seringkali kita lupa, rumah beliau hanya dikunjungi kalau ada tugas sekolah, bukan sebagai tempat ziarah ideologi keberagaman.

Menbud Fadli menyebut Istana Maimoon bisa jadi enclave budaya Melayu. Bagus, tapi enclave itu jangan cuma jadi kantong yang bolong, tempat kita menyimpan kenangan tapi lupa menjahitnya dengan program nyata.

Budaya itu seperti benang tenun, kalau tidak diikat dengan sinergi antarlembaga dan niat gotong royong, maka benangnya akan kusut, ujungnya jadi taplak meja nostalgia.

Kita bisa belajar dari Korea Selatan, yang menyulap drama sejarah jadi produk ekspor budaya lewat K-Drama dan museum digital. Medan juga bisa, asal jangan kalah semangatnya sama semangkuk soto medan yang kebanyakan santan.

Kunjungan kerja ini harus lebih dari sekadar selfie diplomatik. Harus jadi pemantik, harus jadi cikal bakal gelombang pelestarian budaya berbasis rakyat. Kalau perlu, libatkan anak muda dan bikin konten sejarah dengan gaya stand-up comedy. Buat kompetisi podcast sejarah lokal, revitalisasi bangunan tua jadi ruang kreatif anak muda.

Karena bangsa yang besar bukan cuma yang banyak pengikut TikTok-nya, tapi yang mau merawat jejak sejarahnya dengan hati-hati seperti merawat surat cinta pertama.

“Jika kita tidak menulis ulang sejarah dengan tindakan hari ini, maka generasi besok hanya akan membaca reruntuhan”.

Jadi  jagalah, rawat, dan gemakan kembali suara masa lalu agar bisa membimbing arah masa depan, kadang, masa depan justru sembunyi di balik lemari antik Tjong A Fie dan cerutu Sultan yang sudah padam asapnya tapi masih membekas aromanya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.187
    • 0Komentar

    SEBANYAK 50 sopir Bus Trans Musi, PT Trans Musi Palembang [TMPJ] ikut simulator mengemudi kendaraan bus di Ballroom Hoten Santika Premier Palembang. “Yang pasti dalam bertugas harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Karena disini semua ada standar kecepatannya. Jadi tidak boleh ngebut,”kata Walikota Palembang, Harnojoyo, Rabu [6/1/2021]. Harnojoyo mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi […]

  • Indonesia Miliki Tiga Industri Mobil Listrik, Siap Produksi 1.680 Unit Pertahun

    Indonesia Miliki Tiga Industri Mobil Listrik, Siap Produksi 1.680 Unit Pertahun

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    DIREKTUR Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier, mengatakan ada tiga pelaku industri yang siap memproduksi bus listrik di Indonesia dengan kapasitas 1.680 unit per tahun dan ini menjadi kekuatan ekonomi nasional. “Saat ini ada tiga industri yang siap berproduksi dengan kapasitas 1.680 unit per tahun, di antaranya PT […]

  • SKJ 88 perkuat sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Muba

    SKJ 88 perkuat sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Muba

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Puluhan Personel Kejaksaan Negeri Sekayu, TNI-Polri dan ASN Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melaksanakan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88 dalam rangka menjaga kebugaran fisik dan kesehatan serta untuk mempererat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda di Kabupaten Muba, dilaksanakan di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Muba, Jumat (16/6/2023). Olahraga bersama tersebut diikuti oleh jajaran Kejaksaaan Negeri […]

  • Jaga Kawasan Konservasi, KKP Beri Pendampingan Tradisi Kasih Makan Laut di Banda, Ini Juga Dongkrak Kunjungan Wisatawan

    Jaga Kawasan Konservasi, KKP Beri Pendampingan Tradisi Kasih Makan Laut di Banda, Ini Juga Dongkrak Kunjungan Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.681
    • 0Komentar

    MASYARAKAT adat Namasawar di wilayah Taman Wisata Perairan (TWP) Laut Banda belum lama ini menjalankan tradisi Kasih Makan Laut sebagai wujud kegiatan menjaga lingkungan. Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Hendra Yusran Siry menjelaskan TWP Laut Banda adalah salah satu Kawasan Konservasi […]

  • Meski Pandemi, Pemprov Sumsel Extra Awasi 10 Kabupaten Rawan Karhutla

    Meski Pandemi, Pemprov Sumsel Extra Awasi 10 Kabupaten Rawan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel tidak hanya fokus dengan Covid-19 yang saat ini sedang melanda namun juga Pemprov Sumsel tetap fokus dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Seperti yang dilakukan Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menggelar Rapat penjelasan Bantuan Gubernur dalam rangka pencegahan dan kesipasiagaan kebakaran hutan dan lahan tahun 2020 di 10 Kabupaten/Kota di […]

  • Kapolri Awasi Minyak Goreng, Pedagang Apresiasi Kapolri Kawal Distribusi Minyak Goreng

    Kapolri Awasi Minyak Goreng, Pedagang Apresiasi Kapolri Kawal Distribusi Minyak Goreng

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 555
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memastikan ketersediaan bahan pangan salah satunya minyak goreng menjelang puasa dan lebaran karena jajarannya terus mengawal distribusi kebutuhan pokok tersebut. Bahkan para pedang di pasar tradisional yang dikunjungi Kapolri tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya dengan melimpahnya stok minyak goreng, kemaren. Para pedagang menyampaikan ucapan terima kasih kepada […]

expand_less
WordPress Archive Cool Timeline Pro – Horizontal & Vertical Timeline Plugin For WordPress Cooper Studio Elementor Template Kit Coppola – Movie and Film Production WordPress Theme Coprot – Factory & Industrial Elementor Template Kit CopyGen – AI Writer & Copywriting Landing Page WordPress Theme Corano – Jewellery Theme for WooCommerce WordPress Core Minimalist Photography Portfolio Coreconsult – Big Industry & Business Consulting WordPress Theme Corino – Liquor Online Store WooCommerce Theme Corn – Medical Prevention Elementor Template Kit