Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » “Pasar Audio Digital Indonesia: 270 Juta Telinga Bikin Investor Geleng-Geleng”

“Pasar Audio Digital Indonesia: 270 Juta Telinga Bikin Investor Geleng-Geleng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 1.166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH nggak kepikiran kalau obrolan receh di warung kopi yang biasanya dimulai dengan kalimat sakti “katanya…” sebenarnya bisa jadi aset miliaran rupiah kalau direkam, dikemas, lalu diunggah jadi podcast? Nah, inilah yang sekarang lagi rame pasar audio digital. Dari radio, podcast, sampai streaming, semua sedang naik daun. Dan lucunya, Indonesia kebagian panggungnya lewat Radiodays Asia 2025 yang pertama kali digelar di luar Malaysia, tepatnya di Jakarta.

Kalau pepatah bilang, “ada gula ada semut”, maka di dunia audio “ada audiens, ada investor yang ngintip peluang”. Radiodays Asia ini bukan sekadar ajang seminar serius, tapi kayak pameran jajan pasar, investor global datang, liat-liat, coba-coba, siapa tahu ada startup audio, studio podcast, atau teknologi AI lokal yang bisa dibawa pulang dan digarap besar-besaran.

Bayangkan Indonesia ini kayak sound system raksasa, penduduk 270 juta jiwa itu ibarat speaker aktif: sekali dinyalain, suaranya menggema sampai tetangga sebelah. Nah, dengan konsumsi digital yang makin gila-gilaan, Indonesia otomatis jadi “test market” yang seksi banget buat para investor audio.

Mau bikin aplikasi podcast? Uji coba di Indonesia, mau eksperimen iklan audio interaktif? Taruh di sini dulu. Bahkan teknologi AI buat dubbing suara pun bisa dicoba di pasar kita yang terkenal kreatif plus doyan hiburan.

Kementerian Ekraf paham betul, Radiodays Asia 2025 bukan cuma buat pamer pidato, tapi buat narik duit,  eh, maksudnya narik investasi, kalau berhasil, subsektor audio bisa jadi mesin ekonomi baru. Bukan mustahil tukang rekaman kamar bisa jadi pengusaha, asal punya ide dan telinga investor yang pas.

Biar nggak kayak orang nyasar, mari kita tengok tiga negara yang udah jagoan memanfaatkan audio buat investasi dan ekonomi kreatif.

Korea Selatan – K-Pop Bikin Dunia Joget
Dulu Korea juga biasa-biasa aja. Tapi begitu mereka ngegas di industri musik, muncul BTS, Blackpink, dan kawan-kawan. Audio (musik) jadi alat diplomasi ekonomi.

Bukan cuma jual lagu, tapi juga jual budaya, pariwisata, sampai produk mie instan. Nah, siapa bilang Indonesia nggak bisa bikin versi audio kita sendiri? Bayangin kalau ada “Podcaster Indonesia” yang bisa mendunia, kayak Joko & Joni Show trending di Spotify global.

Amerika Serikat -Podcast Jadi Duit Serius
Amerika itu rajanya podcast, dari Joe Rogan sampai serial investigasi yang bikin orang ketagihan, pasar podcast di sana jadi tambang emas. Iklan miliaran dolar nyangkut di sana.

Bedanya, kalau di kita podcast kadang masih buat curhat receh, di sana udah jadi bisnis profesional. Artinya, kalau serius, Indonesia juga bisa bikin podcast bukan cuma buat “ngisi waktu pas macet”, tapi juga jadi mesin cuan.

India – Bollywood Audio Story
India itu ibarat pabrik hiburan dunia. Film, musik, bahkan radio lokal mereka masih hidup subur. Baru-baru ini, platform audio digital India juga meledak karena mereka rajin masukin cerita rakyat, drama audio, sampai konser virtual. Mereka paham, pasar domestik gede itu modal utama. Indonesia juga punya cerita rakyat segudang, tinggal dibungkus digital, wayang, legenda nusantara, sampai horor kos-kosan bisa jadi konten global.

Nah, tiga contoh itu ngasih kita pelajaran audio bukan sekadar suara, tapi investasi budaya plus bisnis.

Bayangin begini dulu bapak-bapak bangga kalau bisa jadi penyiar radio, sekarang, anak muda bangga kalau podcast-nya trending di Spotify. Besok-besok, bisa jadi ada startup lokal yang bikin AI pengganti MC hajatan, jadi orang kawinan tinggal bilang “Alexa, bukain acara mantenan dong!”

Kocaknya, inovasi audio ini ternyata bisa bawa duit serius. Investor global yang datang ke Radiodays Asia 2025 itu ibarat emak-emak di pasar, mereka bakal pegang-pegang dagangan, nawar harga, lalu beli yang dianggap paling menguntungkan. Bedanya, barang yang mereka cari bukan cabe rawit, tapi ide kreatif audio digital Indonesia.

Pepatah Jawa bilang, “Witing tresno jalaran soko kulino”, kalau kita kebiasaan cuma dengerin konten luar negeri, kapan orang luar bisa jatuh cinta sama konten kita? Radiodays Asia 2025 ini kesempatan emas buat Indonesia bukan cuma jadi pasar audio, tapi juga jadi produsen audio yang dikonsumsi global.

Kalau Korea bisa dengan K-Pop, Amerika dengan podcast, dan India dengan drama audio, kenapa Indonesia nggak bisa dengan kearifan lokal yang kita punya? Asal konsisten, bukan nggak mungkin 2045 nanti dunia ikut dengerin Podcast Ketoprak Modern atau Serial Audio Horor Pocong Goes Global.

Radiodays Asia 2025 di Jakarta adalah tanda bahwa Indonesia bukan cuma penonton, tapi bisa jadi pemain besar di pasar audio digital global. Dengan 270 juta penduduk, kreativitas tanpa batas, dan momentum sebagai tuan rumah, Indonesia punya peluang besar untuk narik investasi dan jadi hub audio digital Asia.

Jadi, kalau dulu radio cuma buat dengerin dangdut koplo pas ngeronda, sekarang audio digital bisa jadi jalan kita menuju Indonesia Emas 2045. Ingat pepatah “Air beriak tanda tak dalam, tapi audio berisik tanda investasi makin jalan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan PON,  Polda Jateng Kirim Personel Kawal Atlet PON XX ke Papua

    Amankan PON, Polda Jateng Kirim Personel Kawal Atlet PON XX ke Papua

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah (Jateng) bakal memberikan pengawalan untuk para atlet asal Jateng yang akan berlaga di PON XX Papua. Ada 21 personel gabungan yang dikerahkan untuk memberikan pengawalan bagi para atlet. “Tim mendampingi kontingen hingga pelaksanaan PON usai dan diploting bertugas di 4 kota,” jelas Kabid Humas Polda Jateng. Kabid Humas Polda Jateng menyebut ada […]

  • Gubernur Sumsel Restui Tim iGEM Unsri Bersaing ke Boston USA

    Gubernur Sumsel Restui Tim iGEM Unsri Bersaing ke Boston USA

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Empat orang mahasiswa perwakilan Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tergabung dalam tim International Genetically Engineered Machine (iGEM) Competition, Rabu (14/11/2018) siang beraudiensi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru. Kedatangan mahasiswa-mahasiswi berprestasi ini dalam rangka meminta dukungan dan restu dari Gubernur Sumsel untuk bersaing dalam kompetisi iGEM di Boston akhir 2019 mendatang. Adapun empat mahasiswa […]

  • Warga Yang Sakit di Korea Itu Akhirnya Bisa Berkumpul Lagi dengan Keluarganya

    Warga Yang Sakit di Korea Itu Akhirnya Bisa Berkumpul Lagi dengan Keluarganya

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    MASIH ingat JA, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Palembang, yang dikabarkan menderita sakit TBC akut dan meningitis di Korea Selatan beberapa waktu lalu, akhirnya bisa berkumpul bersama keluarganya. Ia kembalinya ke kampung halamannya setelah Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja […]

  • Nelayan Muba Peroleh 1.036 Paket Konversi BBM ke BBG 

    Nelayan Muba Peroleh 1.036 Paket Konversi BBM ke BBG 

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    KABAR gembira bagi para nelayan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pasalnya perjuangan getol demi realisasi kebutuhan nelayan, oleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ke Kementerian ESDM dengan di back up oleh Pimpinan Komisi VII DPR RI H Ir Alex Noerdin SH MM yang juga mantan Bupati Muba dan Gubernur Sumsel […]

  • Gubernur Ajak Masyarakat Promosikan Museum SMB

    Gubernur Ajak Masyarakat Promosikan Museum SMB

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    KEBERADAAN Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan tempat yang tepat untuk menjelajahi sejarah Palembang dengan memiliki peninggalan sejarah mulai dari koleksi foto prasasti Kedukan Bukit, serta berbagai sisa-sisa sejarah lainya termasuk yang berasal dari era Sriwijaya. Untuk diketahui, bangunan museum  ini dibangun antara tahun 1821 -1824 diamana sebelumnya menjadi Istana Kesultanan Palembang Darussalam. Usai membuka […]

  • SPBU Masturah Kenten Layani Pengisian BBM Pakai Jerigen, Bikin Lalin Macet

    SPBU Masturah Kenten Layani Pengisian BBM Pakai Jerigen, Bikin Lalin Macet

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.726
    • 0Komentar

      PEMANDANGAN antrian kendaraan mengular di SPBU Kenten Simpang BLK Palembang menjadi hal yang biasa. Namun hal itu cukup membuat banyak konsumen naik darah saat melakukan pengisian BBM di juga disebut warga SPBU Masturah yang terletak di Jalan M.P Mangkunegara Palembang.   Pasalnya SPBU dengan nomor 24.301 05 ini selalu melayani pengisian dengan jerigen plastik […]

expand_less
WordPress Archive AutoTrics – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Autozpro – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme Autrics | Car Services and Auto Mechanic WordPress Theme Autumn – Responsive Prestashop 1.6 Theme with Blog Autusin - Auto Parts & Car Accessories Shop Elementor WooCommerce WordPress Theme Auxo – Minimal WooCommerce Shopping WordPress Theme Auzora – Drone Aerial Photography Elementor Template Kit AV Studio – One Page WordPress Theme Avada | Website Builder For WordPress & WooCommerce Avada Website Builder Elements