Peristiwa

SPBU Masturah Kenten Layani Pengisian BBM Pakai Jerigen, Bikin Lalin Macet

Pelayanan pengisian BBM gunakan Jerigen

 

PEMANDANGAN antrian kendaraan mengular di SPBU Kenten Simpang BLK Palembang menjadi hal yang biasa. Namun hal itu cukup membuat banyak konsumen naik darah saat melakukan pengisian BBM di juga disebut warga SPBU Masturah yang terletak di Jalan M.P Mangkunegara Palembang.

 

Pasalnya SPBU dengan nomor 24.301 05 ini selalu melayani pengisian dengan jerigen plastik dengan kapasitas 5 hingga 30 liter. Dari penelusuran redaksi praktik ini ternyata sudah dilakukan sejak lama, buruknya pelayanan menjadikan SPBU Kenten ini kerap menyumbang kemacetan di jam tertentu.

 

Sumadi (43) salah satu pelanggan yang tinggal di Komplek Perumahan Yuka Palembang selalu mengeluhkan kondisi yang dialaminnya. Menurutnya pengisian di SPBU Masturah selalu menimbulkan kemacetan karena petugas pengisian selalu melayani pengisian BBM dengan jerigen.

 

“Terus terang selalu bikin macet dan antre panjang setiap saya ngisi bensin. Saya ini rakyat tentunya pengen juga menikmati BBM subsidi dari pemerintah. Tapi petugas selalu melayani pengisian dengan jerigen,” keluhnya saat dibincangi, Selasa 13 Oktober 2020.

 

Selain melayani pengisian dengan jerigen ada fakta baru yang diduga SPBU Kenten ini kerap juga melayani para penjual bensin eceran. Saat jam tertentu apabila stok BBM jenis bensin mulai dijual banyak antrian motor dengan tangki yang diduga sudah mengalami modifikasi. “Saat pengisian kadang saya perhatikan yang mengisi itu ngantri dan jenis motornya juga sama yakni motor Suzuki Thunder yang kapasitasnya tangki besar. Dan mereka berbaris ngantri ngisi full, jelas sekali bikin tambah macet, ” paparnya.

 

Praktik pengisian BBM jenis apapun dengan menggunakan jerigen plastik dilarang karena rawan menyebabkan terjadinya gesekan api yang membahayakan. Begitu juga pengisian atau penadahan BBM untuk dijual lagi kepada masyarakat tidak diperbolehkan. “Kalau dilarang kenapa masih di SPBU Kenten ini masih banyak dilakukan, bukannya subsidi itu hak rakyat,” pungkasnya. [yip]

Comments

Terpopuler

To Top