Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Menanti Lebaran di Ujung Rindu, Bukan di Ujung Ibu Jari

Menanti Lebaran di Ujung Rindu, Bukan di Ujung Ibu Jari

  • account_circle Bono
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lebaran kota palembang

Di jantung Kota Palembang, suasana pagi di hari kemenangan ini terasa begitu akrab namun sekaligus asing. Dari balik jendela-jendela rumah kayu yang berjejer, aroma tajam cuka pempek beradu dengan gurihnya santan malbi yang baru saja matang. Udara seolah menebal oleh wangi rempah, menusuk hidung dan membangkitkan memori yang telah lama tertidur.

Sambil menggenggam ponsel di tangan, sebuah tanya tiba-tiba muncul di benak: ke mana perginya keriuhan Lebaran masa kecil kita dulu? Mengapa suasana hari raya kini terasa jauh berbeda, meski kita berada di tanah kelahiran yang sama?

Langkah Kaki di Masa Lalu

Dahulu, Lebaran di Palembang sama sekali bukan soal memperbarui status di media sosial. Lebaran adalah sebuah adu cepat mengetuk pintu tetangga. Kita mungkin masih ingat betul bagaimana pagi hari setelah Shalat Id adalah sebuah perlombaan tanpa medali. Kaki-kaki kecil kita melangkah mantap, berlarian dari satu rumah ke rumah lain di lorong-lorong sempit kawasan Plaju hingga Sei-Batang.

lebaran-kue-lapis-legit

Di masa itu, tidak ada janji temu yang diatur lewat grup WhatsApp. Kita cukup datang, mengetuk pintu, bersalaman seerat mungkin, lalu duduk melingkar di atas karpet bersama sanak saudara dan tetangga. Di atas meja, “surga” kuliner Palembang telah menanti untuk memanjakan lidah. Ada Malbi daging sapi dengan cita rasa manis gurih yang khas, Rendang yang pedas nendang, hingga Opor Ayam dengan kuah kuning yang kental dan menggoda selera.

Jangan lupakan pula para “Ratu” meja tamu: deretan kue basah kebanggaan wong Palembang. Mulai dari Lapis Legit yang aromanya harum mentega, Matsuba yang lembut berlapis-lapis, hingga Bolu 8 Jam yang kenyal kecokelatan hasil kesabaran panjang sang pembuat. Tentu saja, piring kecil berisi Pempek dengan siraman cuko hitam yang kental tak pernah absen dari panggung hidangan. Semuanya kita cicipi, berpindah dari satu rumah ke rumah lain, hingga perut tak lagi sanggup menampung beban kenikmatan itu.

Aroma Kemenangan dalam Amplop

Namun, bagi seorang anak kecil di masa itu, momen yang paling mendebarkan tetaplah saat prosesi bersalaman. Sambil mencium tangan para tetua untuk memohon doa, mata kita sulit untuk tidak melirik ke arah saku baju mereka. Ada harapan besar yang membuncah di sana.

Kita menanti munculnya amplop putih atau hijau yang berisi lembaran uang baru yang masih kaku. Bau uang baru itu—bau khas kertas bank yang segar—adalah aroma kemenangan yang paling nyata. Itulah penghargaan tertinggi bagi kita setelah sebulan penuh belajar menahan lapar dan dahaga.

lebaran-jaman-sekarang

Keheningan di Balik Layar

Kini, empat puluh tahun berlalu, pemandangan itu telah berganti. Di tahun 2026 ini, silaturahmi seolah terhenti tepat di ujung ibu jari. Jika kita melihat ke sekeliling, pemandangan paradoks sering kali terlihat: orang-orang duduk di sofa yang sama, di dalam ruangan yang sama, menghadap meja dengan hidangan yang sama, namun mata mereka terpaku pada layar smartphone masing-masing.

Fenomena “Individualisme Digital” ini nyata dan menghimpit. Kita seringkali lebih sibuk memotret potongan Kue Matsuba untuk dijadikan konten story daripada mengobrol dengan bibi atau nenek yang sudah berpayah-payah membuatnya. Kita lebih sigap membalas ucapan “Minal Aidin” di grup sekolah daripada mendengarkan petuah kakek yang duduk tepat di sebelah kita.

Dahulu, arti sosial adalah tentang bertemu dan bertukar rasa secara fisik. Sekarang, sosial sering kali hanya berarti “Media Sosial”. Seorang sesepuh sempat berkeluh kesah dengan raut melankolis, “Dulu mah ramai, suara ketawa sampai ke jalan. Sekarang sepi, tangannya gerak-gerak main HP semua. Amplop tetap dicari, tapi ngobrolnya sudah tidak ada.”

Menemukan Kembali Makna “Pulang”

Lebaran memang selalu tentang pulang. Namun, pulang sejatinya bukan sekadar soal raga yang sampai di kampung halaman atau langkah kaki yang menginjak rumah panggung orang tua. Pulang adalah tentang kesediaan untuk meletakkan sejenak dunia digital kita.

Pulang adalah tentang menyesap kuah cuko bersama dalam satu meja, mendengarkan tawa renyah saudara, dan kembali merasakan hangatnya sentuhan tangan saat bersalaman. Mari kita simpan ponsel sejenak. Sebab, legitnya sepotong Lapis Legit jauh lebih nikmat dirasakan langsung di lidah daripada hanya dilihat melalui dinginnya layar ponsel.

  • Penulis: Bono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Bershalawat Disesaki Ribuan Warga

    Sumsel Bershalawat Disesaki Ribuan Warga

    • calendar_month Sabtu, 15 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Hujan yang mengguyur Palembang Jumat (14/12/2018) sore tak mampu menyurutkan semangat ribuan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memadati acara Sumsel bershalawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf yang digekar dii Halaman Griya Agung. Sumsel Bersholawat yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya ini berlangsung dalam rangka Maulid […]

  • 15 Tahun Vakum, PM Thailand Anutin Datang ke Indonesia: Apa yang Berubah?

    15 Tahun Vakum, PM Thailand Anutin Datang ke Indonesia: Apa yang Berubah?

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kedatangan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul ke Jakarta membawa satu catatan penting dalam hubungan kedua negara. Setelah 15 tahun tidak ada kunjungan resmi perdana menteri Thailand ke Indonesia, Bangkok kembali membuka komunikasi tingkat tertinggi dengan Jakarta melalui pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (3/8/2026). Momen ini bukan hanya kunjungan kenegaraan, […]

  • Perdagangan Antardaerah Diperkuat, Presiden Minta Setiap Daerah Fokus Pada Produk Unggulannya

    Perdagangan Antardaerah Diperkuat, Presiden Minta Setiap Daerah Fokus Pada Produk Unggulannya

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 580
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) meminta setiap daerah untuk fokus dalam mengembangkan produk unggulan masing-masing. Hal tersebut ditegaskan Presiden Joko Widodo saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo Tahun 2021, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. “Setiap daerah harus fokus pada produk unggulannya sehingga bisa saling menopang, bisa saling […]

  • Utang Subsidi Pupuk Rp3,2 Triliun, Dirut Pusri Palembang Curhat kepada DPR RI

    Utang Subsidi Pupuk Rp3,2 Triliun, Dirut Pusri Palembang Curhat kepada DPR RI

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Jajaran Direktur PT Pupuk Sriwidjaja [Pusri] Palembang menerima kunjungan Ketua Tim Panja Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, Rabu [6/2/2019]. Dihadapan  Ketua Tim Panja Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro mengatakan utang subsidi pupuk yang belum dibayarkan sebesar Rp3,2 lebih triliun. Utang tersebut terhitung pada […]

  • Masyarakat Papua Harus Sukseskan PON, Kapolres Resmikan Poskamling

    Masyarakat Papua Harus Sukseskan PON, Kapolres Resmikan Poskamling

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

      SETELAH dibangun selama kurang lebih 3 minggu antara warga yang dibantu dengan Kepolisian  dan Babinsa setempat, Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum akhirnya  meresmikan Poskamling  yang ada di  di Pintu Air, Kelurahan  Maro Merauke, Kemaren. Kapolres  Merauke  AKBP Untung Sangaji, M.Hum  mengharapkan dengan hadirnya Poskamling  ini   maka akan semakin  tercipta keamanan dan ketertiban […]

  • Istri Gubernur Komandoi Gerakan Perempuan Peduli Mangrove

    Istri Gubernur Komandoi Gerakan Perempuan Peduli Mangrove

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    MENINGKATKAN kepedulian perempuan terhadap kelestarian hutan mangrove, Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru yang akrab disapa Feby Deru ikut mengomandoi gerakan  Penanaman Serentak Mangrove di 12 Provinsi di Indonesia, di wilayah Sumsel di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Desa Sungsang, Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin, Selasa (9/7/2019]. Gerakan yang berpusat di Kecamatan Bunaken, Kota Manado […]

expand_less
WordPress Archive Calafate - Portfolio & WooCommerce Creative WordPress Theme Calculated Field for Elementor Form Calculated Fields Form PRO Caldera Forms for AMP Caldwell Tour & Travel Elementor Template Kit CaLeader – Car Dealer WordPress Theme Calendarista Premium Edition – WordPress appointment booking System Calendarista Premium – WP Reservation Booking & Appointment Booking Plugin & Schedule Booking System Calendarize it! for WordPress Calens – Call Center Services WordPress Theme