Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Menanti Lebaran di Ujung Rindu, Bukan di Ujung Ibu Jari

Menanti Lebaran di Ujung Rindu, Bukan di Ujung Ibu Jari

  • account_circle Bono
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lebaran kota palembang

Di jantung Kota Palembang, suasana pagi di hari kemenangan ini terasa begitu akrab namun sekaligus asing. Dari balik jendela-jendela rumah kayu yang berjejer, aroma tajam cuka pempek beradu dengan gurihnya santan malbi yang baru saja matang. Udara seolah menebal oleh wangi rempah, menusuk hidung dan membangkitkan memori yang telah lama tertidur.

Sambil menggenggam ponsel di tangan, sebuah tanya tiba-tiba muncul di benak: ke mana perginya keriuhan Lebaran masa kecil kita dulu? Mengapa suasana hari raya kini terasa jauh berbeda, meski kita berada di tanah kelahiran yang sama?

Langkah Kaki di Masa Lalu

Dahulu, Lebaran di Palembang sama sekali bukan soal memperbarui status di media sosial. Lebaran adalah sebuah adu cepat mengetuk pintu tetangga. Kita mungkin masih ingat betul bagaimana pagi hari setelah Shalat Id adalah sebuah perlombaan tanpa medali. Kaki-kaki kecil kita melangkah mantap, berlarian dari satu rumah ke rumah lain di lorong-lorong sempit kawasan Plaju hingga Sei-Batang.

lebaran-kue-lapis-legit

Di masa itu, tidak ada janji temu yang diatur lewat grup WhatsApp. Kita cukup datang, mengetuk pintu, bersalaman seerat mungkin, lalu duduk melingkar di atas karpet bersama sanak saudara dan tetangga. Di atas meja, “surga” kuliner Palembang telah menanti untuk memanjakan lidah. Ada Malbi daging sapi dengan cita rasa manis gurih yang khas, Rendang yang pedas nendang, hingga Opor Ayam dengan kuah kuning yang kental dan menggoda selera.

Jangan lupakan pula para “Ratu” meja tamu: deretan kue basah kebanggaan wong Palembang. Mulai dari Lapis Legit yang aromanya harum mentega, Matsuba yang lembut berlapis-lapis, hingga Bolu 8 Jam yang kenyal kecokelatan hasil kesabaran panjang sang pembuat. Tentu saja, piring kecil berisi Pempek dengan siraman cuko hitam yang kental tak pernah absen dari panggung hidangan. Semuanya kita cicipi, berpindah dari satu rumah ke rumah lain, hingga perut tak lagi sanggup menampung beban kenikmatan itu.

Aroma Kemenangan dalam Amplop

Namun, bagi seorang anak kecil di masa itu, momen yang paling mendebarkan tetaplah saat prosesi bersalaman. Sambil mencium tangan para tetua untuk memohon doa, mata kita sulit untuk tidak melirik ke arah saku baju mereka. Ada harapan besar yang membuncah di sana.

Kita menanti munculnya amplop putih atau hijau yang berisi lembaran uang baru yang masih kaku. Bau uang baru itu—bau khas kertas bank yang segar—adalah aroma kemenangan yang paling nyata. Itulah penghargaan tertinggi bagi kita setelah sebulan penuh belajar menahan lapar dan dahaga.

lebaran-jaman-sekarang

Keheningan di Balik Layar

Kini, empat puluh tahun berlalu, pemandangan itu telah berganti. Di tahun 2026 ini, silaturahmi seolah terhenti tepat di ujung ibu jari. Jika kita melihat ke sekeliling, pemandangan paradoks sering kali terlihat: orang-orang duduk di sofa yang sama, di dalam ruangan yang sama, menghadap meja dengan hidangan yang sama, namun mata mereka terpaku pada layar smartphone masing-masing.

Fenomena “Individualisme Digital” ini nyata dan menghimpit. Kita seringkali lebih sibuk memotret potongan Kue Matsuba untuk dijadikan konten story daripada mengobrol dengan bibi atau nenek yang sudah berpayah-payah membuatnya. Kita lebih sigap membalas ucapan “Minal Aidin” di grup sekolah daripada mendengarkan petuah kakek yang duduk tepat di sebelah kita.

Dahulu, arti sosial adalah tentang bertemu dan bertukar rasa secara fisik. Sekarang, sosial sering kali hanya berarti “Media Sosial”. Seorang sesepuh sempat berkeluh kesah dengan raut melankolis, “Dulu mah ramai, suara ketawa sampai ke jalan. Sekarang sepi, tangannya gerak-gerak main HP semua. Amplop tetap dicari, tapi ngobrolnya sudah tidak ada.”

Menemukan Kembali Makna “Pulang”

Lebaran memang selalu tentang pulang. Namun, pulang sejatinya bukan sekadar soal raga yang sampai di kampung halaman atau langkah kaki yang menginjak rumah panggung orang tua. Pulang adalah tentang kesediaan untuk meletakkan sejenak dunia digital kita.

Pulang adalah tentang menyesap kuah cuko bersama dalam satu meja, mendengarkan tawa renyah saudara, dan kembali merasakan hangatnya sentuhan tangan saat bersalaman. Mari kita simpan ponsel sejenak. Sebab, legitnya sepotong Lapis Legit jauh lebih nikmat dirasakan langsung di lidah daripada hanya dilihat melalui dinginnya layar ponsel.

  • Penulis: Bono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumsel Bantu Keringanan SPP/UKT 10 Ribu Mahasiswa

    Pemprov Sumsel Bantu Keringanan SPP/UKT 10 Ribu Mahasiswa

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    MENJAWAB pernyataan sikap yang diajukan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk meminta keringanan pembayaran SPP atau UKT secara menyeluruh kepada mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru  menyatakan Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 10 Miliar, untuk memberikan keringanan pembayaran SPP kepada 10.000 Mahasiswa […]

  • Walkot Palembang Saksikan Kantor Camat Kemuning Di Bongkar

    Walkot Palembang Saksikan Kantor Camat Kemuning Di Bongkar

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    KANTOR Camat Kemuning di bongkar karena berada di area perencanaan pembangunan Fly Over.Pembongkaran tersebut disaksikan langsung Walikota Palembang Harnojoyo bersama Sekda Pemkot Palembang Ratu Dewa. “Ini sebagai bukti komitmen kita. Fly Over di simpang sekip ini memang sangat dibutuhkan oleh kita untuk mengurai kemacetan di sini. Sebenarnya tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan Fly Over […]

  • Pemkot Palembang Sudah Bisa Terapkan Anjab dan ABK Berbasis Aplikasi

    Pemkot Palembang Sudah Bisa Terapkan Anjab dan ABK Berbasis Aplikasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 961
    • 0Komentar

    MASUKNYA era digitalisasi saat ini sudah tidak bisa dihindari lagi. Tuntutan jaman yang serba canggih, menyebabkan banyak peralihan dari manual menjadi digitalisasi berbasis aplikasi Seperti halnya dalam penerapan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang juga sudah beralih dari sistem manual menjadi sistem berbasis aplikasi. Hal ini diungkapkan […]

  • Masakan Lokal, dari Dapur Emak hingga Diplomasi Dunia

    Masakan Lokal, dari Dapur Emak hingga Diplomasi Dunia

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah lama bilang “jalan ke hati lewat perut”, napi Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya tampaknya lebih visioner untuk jalan ke panggung dunia melalui sambal terasi, rendang, dan pempek kapal selam! Saat bertemu Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) di Jakarta, 28 April 2025 lalu, Menekraf Teuku Riefky menyentil satu ide sederhana tapi […]

  • Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

    Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Tak semua air yang dipompa dari dalam tanah bisa kembali ke tempat asalnya, pasalnya selama bertahun-tahun, air tanah inilah menjadi andalan manusia di muka bumi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, gedung perkantoran, kawasan usaha hingga industri. Sementara dibagian lain, proses pengisian ulang cadangan air di bawah permukaan bumi sering kali tidak berjalan seimbang dengan […]

  • AK Gani Reading Society Diluncurkan, Museum A.K. Gani Kini Punya Peran Baru

    AK Gani Reading Society Diluncurkan, Museum A.K. Gani Kini Punya Peran Baru

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Budaya literasi di Palembang mendapat ruang baru. AK Gani Reading Society resmi diluncurkan di Museum A.K. Gani, Rabu (16/9/2026), membawa gagasan agar kegiatan membaca tidak berhenti pada buku, tetapi berkembang menjadi ruang diskusi, pertukaran pengetahuan, dan lahirnya gagasan. Kehadiran komunitas ini diharapkan membuka kemungkinan baru bagi Museum A.K. Gani. Museum yang selama ini […]

expand_less
WordPress Archive Calafate - Portfolio & WooCommerce Creative WordPress Theme Calculated Field for Elementor Form Calculated Fields Form PRO Caldera Forms for AMP Caldwell Tour & Travel Elementor Template Kit CaLeader – Car Dealer WordPress Theme Calendarista Premium Edition – WordPress appointment booking System Calendarista Premium – WP Reservation Booking & Appointment Booking Plugin & Schedule Booking System Calendarize it! for WordPress Calens – Call Center Services WordPress Theme