Senin, 31 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca Ulang Tata Kelola Kredit Bank Daerah

 

BEBERAPA tahun terakhir, perjalanan Bank Sumsel Babel (BSB) terasa seperti berlayar di laut yang cuacanya sulit ditebak, belum sempat air tenang, ombak berikutnya sudah datang lagi. Dari dinamika internal yang sempat dikaitkan dengan proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga munculnya kasus kredit bermasalah di sejumlah daerah, perhatian publik seperti tak pernah benar-benar jeda.

Isu-isu itu silih berganti menghiasi pemberitaan dari portal berita online yang bergerak cepat hingga halaman koran yang lebih tenang, tapi tetap tajam membaca situasi. Nama bank plat merah ini beberapa kali muncul dalam arus informasi yang terus mengalir, dibaca, dibagikan, lalu dibicarakan di ruang-ruang publik dengan beragam sudut pandang.

Namun, cerita ini bukan hanya soal masalah yang datang beruntun. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana sebuah sistem bekerja saat diuji dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Di sejumlah laporan media, pola kasus kredit bermasalah yang muncul terasa punya kemiripan. Di beberapa wilayah Sumatera Selatan,  seperti Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, sorotan mengarah pada dugaan penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam perkembangannya, perhatian juga mengarah ke sejumlah wilayah lain, termasuk Pagar Alam serta kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang berada dalam lingkup operasional yang sama.

Meski tidak semuanya muncul dengan skala pemberitaan yang sama, sebagian kasus bahkan melibatkan nilai yang tidak kecil, sehingga wajar jika rangkaian sorotan ini membuat publik melihat persoalan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dicermati lebih luas, bukan hanya kejadian yang berdiri sendiri.

Ada hal-hal yang sejak awal sudah mengundang tanda tanya, nama tercatat sebagai debitur, tapi orangnya tidak pernah merasa mengajukan pinjaman, rekening aktif, tapi tidak dipegang pemiliknya, kredit cair, tapi aktivitas usahanya sulit ditemukan.

Hal-hal seperti ini bukan cuma soal administrasi yang kurang rapi. Hal inilah yang menyentuh lebih mendasar, apakah proses pengecekan dan pengawasan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya?

Di atas kertas, sistem perbankan sebenarnya sudah punya “sabuk pengaman” berlapis. Ada verifikasi identitas, analisis kelayakan, sampai pemantauan setelah kredit diberikan. Semua itu dibuat supaya risiko bisa ditekan sejak awal.

Namun praktik dilapangan kadang kerap kali berjalan dengan cerita yang berbeda. Ada target yang harus dikejar, ada keterbatasan di level operasional, dan ada juga kondisi sosial yang tidak selalu mudah dipetakan. Dalam situasi seperti itu, celah kecil bisa saja terbuka dan kalau tidak cepat terlihat, ia bisa berkembang jadi persoalan yang lebih besar.

Pertanyaan yang muncul menjadi wajar, sebab ini semata soal oknum, atau ada bagian dari sistem yang perlu diperkuat?

Pertanyaan ini sangat penting bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan ke depan berjalan lebih rapi.

Dalam praktiknya, ada tiga hal yang selalu jadi pegangan utama, antara lain verifikasi nasabah (KYC), analisis kredit, dan pengawasan setelah pencairan.

Tiga hal ini seperti pagar berlapis. Kalau satu longgar, masih ada yang lain menahan. Tapi kalau semuanya ikut renggang, maka risiko jadi lebih mudah lolos.

Di sisi lain, karakter bank daerah juga membawa tantangan sendiri. Wilayahnya luas, kondisi tiap daerah berbeda. Cabang menjadi ujung tombak, sementara pusat memegang kendali arah dan sistem. Di sinilah pentingnya hubungan yang rapi antara keduanya, bukan hanya soal aturan, melainkan juga soal bagaimana informasi bergerak cepat dan keputusan bisa diambil tanpa terlambat.

Karena pada akhirnya, yang paling menentukan bukan hanya sistem, tapi kepercayaan. Dan kepercayaan itu unik, sebab kepercayaan itu tidak terlihat dalam bentuk angka- angka, bahkan dampaknya bisa terasa ke mana-mana. Sekali muncul keraguan, orang akan mulai melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sumsel Babel punya peran yang tidak kecil. BSB hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, dari pelaku usaha kecil sampai pembiayaan yang lebih besar.

Oleh karena itu, setiap dinamika yang muncul pasti ikut dirasakan luas.

Di tengah situasi ini, pihak manajemen melalui Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan menjelaskan penyaluran kredit tetap berjalan dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan aturan regulator.

Proses seperti Know Your Customer (KYC) dan analisis kelayakan kredit disebut dilakukan secara berjenjang.

Manajemen juga menyebutkan penguatan terus dilakukan, baik dari sisi sistem maupun pengawasan internal, termasuk melalui pengembangan teknologi informasi sesuai kebutuhan operasional.

Di sisi lain, operasional bank disebut tetap berjalan normal dan layanan kepada nasabah tetap dijaga.

Keamanan dana nasabah pun ditegaskan sebagai prioritas utama, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pernyataan ini memberikan gambaran upaya pembenahan berjalan. Tinggal bagaimana memastikan bahwa apa yang dirancang di pusat benar-benar terasa sampai ke lapangan bukan hanya dilaporan, tapi juga dalam praktik sehari-hari.

Momentum untuk berbenah

Tahapan seperti ini selalu membawa dua hal sekaligus catatan dan kesempatan.

Ada yang perlu diperbaiki, namun juga ada ruang untuk memperkuat yang sudah ada.

Apalagi perbaikan tidak selalu harus besar, justru yang paling menentukan sering kali hal-hal dasar, seperti memastikan data nasabah benar-benar valid guna memperkuat pengecekan di lapangan, dan menjaga agar proses kredit tidak sekadar rapi di atas kertas, tapi juga sesuai dengan kondisi nyata.

Di saat yang sama, penting membangun kebiasaan kerja yang lebih teliti dan konsisten.

Sistem yang baik akan berjalan maksimal kalau orang-orang di dalamnya juga menjaga standar yang sama.

Semoga Bank Sumsel Babel dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik, semakin kuat, dan tetap menjadi andalan dalam menopang serta menggerakkan ekonomi daerah.

Dari RUPS hingga KUR, dari ruang rapat hingga lapangan, semua terhubung dalam satu garis besar, yaitu yang paling tentang tata kelola.

Sebab, jika fondasi ini kuat, sistem akan mampu menahan tekanan. Jika tidak, masalah kecil bisa muncul berulang dalam bentuk yang berbeda.

Pada akhirnya, badai tidak selalu datang untuk menjatuhkan. Terkadang badai itu  hadir untuk menguji dan mengingatkan kita,  apakah sebuah sistem cukup tangguh untuk terus berlayar, atau perlu memperkuat dirinya sebelum melanjutkan perjalanan, semoga ke depannya lebih baik lagi. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa di Muba Bakal Peroleh Dana Rp2 Miliar, Begini Kata Bupati  Jika Rakyatnya Tak Sejahtera

    Desa di Muba Bakal Peroleh Dana Rp2 Miliar, Begini Kata Bupati  Jika Rakyatnya Tak Sejahtera

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    PERCEPATAN pembangunan infrastruktur serta upaya-upaya untuk mengentaskan kemiskinan dilakukan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dimulai dari kawasan pedesaan, di tahun 2020 mendatang kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menargetkan akan ada kurang lebih Rp250 miliar alokasi dana desa (DD) untuk wilayah Kabupaten Muba. Dengan besaran dana desa tersebut bisa saja nantinya satu desa mendapat Rp […]

  • Kembalikan Citra  & Kepercayaan Publik

    Kembalikan Citra  & Kepercayaan Publik

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) saat ini berbenah lebih baik lagi terutama menghindari dan mencegah terjadinya praktik korupsi khususnya dalam pelayanan publik dan pemerintahan di lingkungan Pemkab Muba. Hal ini ditegaskan Plt Bupati Beni Hernedi SIP, Jumat (4/2/2022) saat menghadiri Konsolidasi Kepala Daerah Gelombang II Seluruh Indonesia di Sekolah Partai DPPPDI Perjuangan, Jakarta Selatan. “Saat ini […]

  • Siap Gelar Gubernur dan Kapolda Cup 2019

    Siap Gelar Gubernur dan Kapolda Cup 2019

    • calendar_month Minggu, 24 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Usai melakukan lawatannya ke sejumla daerah,  pagi Gubernur Sumsel H Herman Deru meninjau langsung venue shooting range di Jakabaring Sport City (JSC). Selain untuk Latihan menembak bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumsel, agenda imi dimanfaatkannya untuk mengecek perawatan venue shooting range pasca Asian Games 2018. Herman Deru tak sendiri, ia ditemani Wakapolda Sumsel […]

  • Tradisi Melebung, Kesempatan Gub dan Wagub Sumsel Membaur dengan Masyarakat OI

    Tradisi Melebung, Kesempatan Gub dan Wagub Sumsel Membaur dengan Masyarakat OI

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    TRADISI melebung merupakan warisan nenek moyang masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir [OI], Sumatera Selatan [Sumsel]. Tradisi ini merupakan kegiatan masyarakat di sana untuk menangkap dan memanen ikan di air rawa yang mulai surut memasuki musim kemarau. Memanen ikan pun dihadari oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakilnya Mawardi Yahya pada akhir pekan ini. Selain ikut menjaga […]

  • Liga 2 Bakal Kembali Digelar, Manajemen Muba Babel United Gercep Kumpulkan Sponsor

    Liga 2 Bakal Kembali Digelar, Manajemen Muba Babel United Gercep Kumpulkan Sponsor

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.826
    • 0Komentar

    RENCANA lanjutan liga 2 bakal kembali digelar, membuat manajemen Muba Babel United langsung gercep (gerak cepat) mempersiapkan financial tim laskar ranggonang untuk kembali berlaga dengan maksimal. Vakum-nya liga 2 sejak 16 Maret lalu dikarenakan pandemi covid-19 sehingga mengharuskan seluruh laga pertandingan ditunda. Berdasarkan informasi, Hari ini Sabtu (6/6/2020) klub berhome base di Stadion Serasan Sekate, […]

  • TUMI Rayakan Pembukaan Toko Flagship Asia Pasifik Pertama Di Omotesando Tokyo

    TUMI Rayakan Pembukaan Toko Flagship Asia Pasifik Pertama Di Omotesando Tokyo

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Aktor dan Penyanyi Jepang Takumi Kitamura bergabung dengan TUMI untuk pembukaan toko dengan konsep terbaru Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire –  TUMI, merek internasional terkemuka dalam bidang perjalanan, gaya hidup, dan aksesori, mengumumkan pembukaan toko andalan-nya yang pertama di wilayah Asia Pasifik pada hari ini. Toko yang baru dirancang ini terletak di […]

expand_less
WordPress Archive Ocularus – Minimal Photography WordPress Theme ODA — Really Minimal and Strong WordPress Theme Odear – Multi-Concept Creative WordPress Theme Odette – Restaurant Elementor Template Kit Odio – Music WP Theme For Bands, Clubs, and Musicians Off the Shelf – Online Marketing WordPress Theme Offer Your Price Offline Payment Gateway Plugin Ogami – Organic Store WordPress Theme Oganic – Organic Food Elementor Template kit