Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca Ulang Tata Kelola Kredit Bank Daerah

 

BEBERAPA tahun terakhir, perjalanan Bank Sumsel Babel (BSB) terasa seperti berlayar di laut yang cuacanya sulit ditebak, belum sempat air tenang, ombak berikutnya sudah datang lagi. Dari dinamika internal yang sempat dikaitkan dengan proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga munculnya kasus kredit bermasalah di sejumlah daerah, perhatian publik seperti tak pernah benar-benar jeda.

Isu-isu itu silih berganti menghiasi pemberitaan dari portal berita online yang bergerak cepat hingga halaman koran yang lebih tenang, tapi tetap tajam membaca situasi. Nama bank plat merah ini beberapa kali muncul dalam arus informasi yang terus mengalir, dibaca, dibagikan, lalu dibicarakan di ruang-ruang publik dengan beragam sudut pandang.

Namun, cerita ini bukan hanya soal masalah yang datang beruntun. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana sebuah sistem bekerja saat diuji dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Di sejumlah laporan media, pola kasus kredit bermasalah yang muncul terasa punya kemiripan. Di beberapa wilayah Sumatera Selatan,  seperti Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, sorotan mengarah pada dugaan penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam perkembangannya, perhatian juga mengarah ke sejumlah wilayah lain, termasuk Pagar Alam serta kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang berada dalam lingkup operasional yang sama.

Meski tidak semuanya muncul dengan skala pemberitaan yang sama, sebagian kasus bahkan melibatkan nilai yang tidak kecil, sehingga wajar jika rangkaian sorotan ini membuat publik melihat persoalan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dicermati lebih luas, bukan hanya kejadian yang berdiri sendiri.

Ada hal-hal yang sejak awal sudah mengundang tanda tanya, nama tercatat sebagai debitur, tapi orangnya tidak pernah merasa mengajukan pinjaman, rekening aktif, tapi tidak dipegang pemiliknya, kredit cair, tapi aktivitas usahanya sulit ditemukan.

Hal-hal seperti ini bukan cuma soal administrasi yang kurang rapi. Hal inilah yang menyentuh lebih mendasar, apakah proses pengecekan dan pengawasan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya?

Di atas kertas, sistem perbankan sebenarnya sudah punya “sabuk pengaman” berlapis. Ada verifikasi identitas, analisis kelayakan, sampai pemantauan setelah kredit diberikan. Semua itu dibuat supaya risiko bisa ditekan sejak awal.

Namun praktik dilapangan kadang kerap kali berjalan dengan cerita yang berbeda. Ada target yang harus dikejar, ada keterbatasan di level operasional, dan ada juga kondisi sosial yang tidak selalu mudah dipetakan. Dalam situasi seperti itu, celah kecil bisa saja terbuka dan kalau tidak cepat terlihat, ia bisa berkembang jadi persoalan yang lebih besar.

Pertanyaan yang muncul menjadi wajar, sebab ini semata soal oknum, atau ada bagian dari sistem yang perlu diperkuat?

Pertanyaan ini sangat penting bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan ke depan berjalan lebih rapi.

Dalam praktiknya, ada tiga hal yang selalu jadi pegangan utama, antara lain verifikasi nasabah (KYC), analisis kredit, dan pengawasan setelah pencairan.

Tiga hal ini seperti pagar berlapis. Kalau satu longgar, masih ada yang lain menahan. Tapi kalau semuanya ikut renggang, maka risiko jadi lebih mudah lolos.

Di sisi lain, karakter bank daerah juga membawa tantangan sendiri. Wilayahnya luas, kondisi tiap daerah berbeda. Cabang menjadi ujung tombak, sementara pusat memegang kendali arah dan sistem. Di sinilah pentingnya hubungan yang rapi antara keduanya, bukan hanya soal aturan, melainkan juga soal bagaimana informasi bergerak cepat dan keputusan bisa diambil tanpa terlambat.

Karena pada akhirnya, yang paling menentukan bukan hanya sistem, tapi kepercayaan. Dan kepercayaan itu unik, sebab kepercayaan itu tidak terlihat dalam bentuk angka- angka, bahkan dampaknya bisa terasa ke mana-mana. Sekali muncul keraguan, orang akan mulai melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sumsel Babel punya peran yang tidak kecil. BSB hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, dari pelaku usaha kecil sampai pembiayaan yang lebih besar.

Oleh karena itu, setiap dinamika yang muncul pasti ikut dirasakan luas.

Di tengah situasi ini, pihak manajemen melalui Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan menjelaskan penyaluran kredit tetap berjalan dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan aturan regulator.

Proses seperti Know Your Customer (KYC) dan analisis kelayakan kredit disebut dilakukan secara berjenjang.

Manajemen juga menyebutkan penguatan terus dilakukan, baik dari sisi sistem maupun pengawasan internal, termasuk melalui pengembangan teknologi informasi sesuai kebutuhan operasional.

Di sisi lain, operasional bank disebut tetap berjalan normal dan layanan kepada nasabah tetap dijaga.

Keamanan dana nasabah pun ditegaskan sebagai prioritas utama, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pernyataan ini memberikan gambaran upaya pembenahan berjalan. Tinggal bagaimana memastikan bahwa apa yang dirancang di pusat benar-benar terasa sampai ke lapangan bukan hanya dilaporan, tapi juga dalam praktik sehari-hari.

Momentum untuk berbenah

Tahapan seperti ini selalu membawa dua hal sekaligus catatan dan kesempatan.

Ada yang perlu diperbaiki, namun juga ada ruang untuk memperkuat yang sudah ada.

Apalagi perbaikan tidak selalu harus besar, justru yang paling menentukan sering kali hal-hal dasar, seperti memastikan data nasabah benar-benar valid guna memperkuat pengecekan di lapangan, dan menjaga agar proses kredit tidak sekadar rapi di atas kertas, tapi juga sesuai dengan kondisi nyata.

Di saat yang sama, penting membangun kebiasaan kerja yang lebih teliti dan konsisten.

Sistem yang baik akan berjalan maksimal kalau orang-orang di dalamnya juga menjaga standar yang sama.

Semoga Bank Sumsel Babel dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik, semakin kuat, dan tetap menjadi andalan dalam menopang serta menggerakkan ekonomi daerah.

Dari RUPS hingga KUR, dari ruang rapat hingga lapangan, semua terhubung dalam satu garis besar, yaitu yang paling tentang tata kelola.

Sebab, jika fondasi ini kuat, sistem akan mampu menahan tekanan. Jika tidak, masalah kecil bisa muncul berulang dalam bentuk yang berbeda.

Pada akhirnya, badai tidak selalu datang untuk menjatuhkan. Terkadang badai itu  hadir untuk menguji dan mengingatkan kita,  apakah sebuah sistem cukup tangguh untuk terus berlayar, atau perlu memperkuat dirinya sebelum melanjutkan perjalanan, semoga ke depannya lebih baik lagi. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arab Saudi Puji Haji Indonesia, Petugas Jadi Termotivasi

    Arab Saudi Puji Haji Indonesia, Petugas Jadi Termotivasi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026. Apresiasi tersebut membuat para petugas haji Indonesia semakin termotivasi untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Apresiasi itu disampaikan langsung Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah saat mengunjungi layanan […]

  • Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

    Demo Buruh 28 Agustus 2025 – Teriakan dari Jalanan, Alarm dari Perut yang Keroncongan

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    HIDUP itu memang ibarat dapur, maka demo buruh 28 Agustus 2025 adalah suara panci yang jatuh berulang kali di lantai berisik, bikin kaget, tapi tak bisa diabaikan, dari Jakarta sampai Surabaya, dari Batam sampai Makassar, ribuan buruh tumplek blek di jalanan, menuntut apa yang seharusnya sudah jadi hak, kerja yang manusiawi dan upah yang bisa […]

  • 2 Daerah di Indonesia Ini di Guncang Gempa, Berapa Kekuatannya ?

    2 Daerah di Indonesia Ini di Guncang Gempa, Berapa Kekuatannya ?

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    DUA daerah di Indonesia di guncang gempa, dini hari gempa M 6.0 menguncang Halmehera, Maluku Utara sekitar 01.21 WIT Minggu [15/9/2019], sementara Gempa tektonik magnitudo 3,8 kembali terjadi di laut selatan Kabupaten Malang. Gempa magnitudo 3,8 terjadi pada pukul 09.17 WIB. Gempa di Halmahera dini hari dengan kedalaman dangkal 41 km dengan episenter terletak di laut pada […]

  • Calon Pelanggan Jargas Capai 6.034 SR

    Calon Pelanggan Jargas Capai 6.034 SR

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.455
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Pelembang ditahun 2019 ini akan melanjutkan kembali pembangunan Jaringan gas (Jargas) di 5 Kecamatan. 5 titik Wilayah tersebut diantaranya Seberang Ulu 1 dan 2, Sako, Semarang Borang dan Jakabaring. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Palembang Zuriat mengatakan jika pembangunan tersebut dibagi per wilayah yaitu Seberang sebanyak 4 ribu dan Ulu sekitar 3 ribu. Jadi […]

  • Kasus Positif COVID-19 di Sumsel, Jubir Gugus Ingatkan Masyarakat Perhatikan Physical Distancing

    Kasus Positif COVID-19 di Sumsel, Jubir Gugus Ingatkan Masyarakat Perhatikan Physical Distancing

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    DENGAN adanya penambahan kasus positif COVID-19 di Sumsel, Gugus menghimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan physical distancing dengan menjaga jarak antara satu orang dengan seseorang lainnya. Mengingat virus ini paling jauh menyebar dalam jarak 1-2 meter. Jubir Tim Percepatan Penanganan Covid 19 di Provinsi Sumsel, dr Zen Ahmad SpPD (K) mengatakan kalau berada jarak lebih dari […]

  • Bertemu Kepala Negara, Tokoh Adat Mendukung Penuh IKN

    Bertemu Kepala Negara, Tokoh Adat Mendukung Penuh IKN

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    KETERLIBATAN Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam pembagunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim) memegang peran penting seperti tokoh adat. Kepala Adat Dayak Kenya, Ajang Tedung, saat bersama tokoh adat dan masyarakat Kaltim bertemu Presiden Joko Widodo di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Senin (31/1/2022), […]

expand_less
WordPress Archive Ocularus – Minimal Photography WordPress Theme ODA — Really Minimal and Strong WordPress Theme Odear – Multi-Concept Creative WordPress Theme Odette – Restaurant Elementor Template Kit Odio – Music WP Theme For Bands, Clubs, and Musicians Off the Shelf – Online Marketing WordPress Theme Offer Your Price Offline Payment Gateway Plugin Ogami – Organic Store WordPress Theme Oganic – Organic Food Elementor Template kit