Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca Ulang Tata Kelola Kredit Bank Daerah

 

BEBERAPA tahun terakhir, perjalanan Bank Sumsel Babel (BSB) terasa seperti berlayar di laut yang cuacanya sulit ditebak, belum sempat air tenang, ombak berikutnya sudah datang lagi. Dari dinamika internal yang sempat dikaitkan dengan proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga munculnya kasus kredit bermasalah di sejumlah daerah, perhatian publik seperti tak pernah benar-benar jeda.

Isu-isu itu silih berganti menghiasi pemberitaan dari portal berita online yang bergerak cepat hingga halaman koran yang lebih tenang, tapi tetap tajam membaca situasi. Nama bank plat merah ini beberapa kali muncul dalam arus informasi yang terus mengalir, dibaca, dibagikan, lalu dibicarakan di ruang-ruang publik dengan beragam sudut pandang.

Namun, cerita ini bukan hanya soal masalah yang datang beruntun. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana sebuah sistem bekerja saat diuji dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Di sejumlah laporan media, pola kasus kredit bermasalah yang muncul terasa punya kemiripan. Di beberapa wilayah Sumatera Selatan,  seperti Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, sorotan mengarah pada dugaan penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam perkembangannya, perhatian juga mengarah ke sejumlah wilayah lain, termasuk Pagar Alam serta kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang berada dalam lingkup operasional yang sama.

Meski tidak semuanya muncul dengan skala pemberitaan yang sama, sebagian kasus bahkan melibatkan nilai yang tidak kecil, sehingga wajar jika rangkaian sorotan ini membuat publik melihat persoalan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dicermati lebih luas, bukan hanya kejadian yang berdiri sendiri.

Ada hal-hal yang sejak awal sudah mengundang tanda tanya, nama tercatat sebagai debitur, tapi orangnya tidak pernah merasa mengajukan pinjaman, rekening aktif, tapi tidak dipegang pemiliknya, kredit cair, tapi aktivitas usahanya sulit ditemukan.

Hal-hal seperti ini bukan cuma soal administrasi yang kurang rapi. Hal inilah yang menyentuh lebih mendasar, apakah proses pengecekan dan pengawasan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya?

Di atas kertas, sistem perbankan sebenarnya sudah punya “sabuk pengaman” berlapis. Ada verifikasi identitas, analisis kelayakan, sampai pemantauan setelah kredit diberikan. Semua itu dibuat supaya risiko bisa ditekan sejak awal.

Namun praktik dilapangan kadang kerap kali berjalan dengan cerita yang berbeda. Ada target yang harus dikejar, ada keterbatasan di level operasional, dan ada juga kondisi sosial yang tidak selalu mudah dipetakan. Dalam situasi seperti itu, celah kecil bisa saja terbuka dan kalau tidak cepat terlihat, ia bisa berkembang jadi persoalan yang lebih besar.

Pertanyaan yang muncul menjadi wajar, sebab ini semata soal oknum, atau ada bagian dari sistem yang perlu diperkuat?

Pertanyaan ini sangat penting bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan ke depan berjalan lebih rapi.

Dalam praktiknya, ada tiga hal yang selalu jadi pegangan utama, antara lain verifikasi nasabah (KYC), analisis kredit, dan pengawasan setelah pencairan.

Tiga hal ini seperti pagar berlapis. Kalau satu longgar, masih ada yang lain menahan. Tapi kalau semuanya ikut renggang, maka risiko jadi lebih mudah lolos.

Di sisi lain, karakter bank daerah juga membawa tantangan sendiri. Wilayahnya luas, kondisi tiap daerah berbeda. Cabang menjadi ujung tombak, sementara pusat memegang kendali arah dan sistem. Di sinilah pentingnya hubungan yang rapi antara keduanya, bukan hanya soal aturan, melainkan juga soal bagaimana informasi bergerak cepat dan keputusan bisa diambil tanpa terlambat.

Karena pada akhirnya, yang paling menentukan bukan hanya sistem, tapi kepercayaan. Dan kepercayaan itu unik, sebab kepercayaan itu tidak terlihat dalam bentuk angka- angka, bahkan dampaknya bisa terasa ke mana-mana. Sekali muncul keraguan, orang akan mulai melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sumsel Babel punya peran yang tidak kecil. BSB hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, dari pelaku usaha kecil sampai pembiayaan yang lebih besar.

Oleh karena itu, setiap dinamika yang muncul pasti ikut dirasakan luas.

Di tengah situasi ini, pihak manajemen melalui Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan menjelaskan penyaluran kredit tetap berjalan dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan aturan regulator.

Proses seperti Know Your Customer (KYC) dan analisis kelayakan kredit disebut dilakukan secara berjenjang.

Manajemen juga menyebutkan penguatan terus dilakukan, baik dari sisi sistem maupun pengawasan internal, termasuk melalui pengembangan teknologi informasi sesuai kebutuhan operasional.

Di sisi lain, operasional bank disebut tetap berjalan normal dan layanan kepada nasabah tetap dijaga.

Keamanan dana nasabah pun ditegaskan sebagai prioritas utama, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pernyataan ini memberikan gambaran upaya pembenahan berjalan. Tinggal bagaimana memastikan bahwa apa yang dirancang di pusat benar-benar terasa sampai ke lapangan bukan hanya dilaporan, tapi juga dalam praktik sehari-hari.

Momentum untuk berbenah

Tahapan seperti ini selalu membawa dua hal sekaligus catatan dan kesempatan.

Ada yang perlu diperbaiki, namun juga ada ruang untuk memperkuat yang sudah ada.

Apalagi perbaikan tidak selalu harus besar, justru yang paling menentukan sering kali hal-hal dasar, seperti memastikan data nasabah benar-benar valid guna memperkuat pengecekan di lapangan, dan menjaga agar proses kredit tidak sekadar rapi di atas kertas, tapi juga sesuai dengan kondisi nyata.

Di saat yang sama, penting membangun kebiasaan kerja yang lebih teliti dan konsisten.

Sistem yang baik akan berjalan maksimal kalau orang-orang di dalamnya juga menjaga standar yang sama.

Semoga Bank Sumsel Babel dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik, semakin kuat, dan tetap menjadi andalan dalam menopang serta menggerakkan ekonomi daerah.

Dari RUPS hingga KUR, dari ruang rapat hingga lapangan, semua terhubung dalam satu garis besar, yaitu yang paling tentang tata kelola.

Sebab, jika fondasi ini kuat, sistem akan mampu menahan tekanan. Jika tidak, masalah kecil bisa muncul berulang dalam bentuk yang berbeda.

Pada akhirnya, badai tidak selalu datang untuk menjatuhkan. Terkadang badai itu  hadir untuk menguji dan mengingatkan kita,  apakah sebuah sistem cukup tangguh untuk terus berlayar, atau perlu memperkuat dirinya sebelum melanjutkan perjalanan, semoga ke depannya lebih baik lagi. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Platform E-niaga “mandy” Umumkan Pembiayaan Baru, Buka Jalan untuk Kemungkinan yang Diperluas

    Platform E-niaga “mandy” Umumkan Pembiayaan Baru, Buka Jalan untuk Kemungkinan yang Diperluas

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.433
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, JAKARTA, Media OutReach – mandy, platform e-commerce terkemuka, dengan gembira mengumumkan keberhasilan penyelesaian putaran pembiayaan sebesar USD 500 juta. Investor terhormat termasuk Alibaba, Sequoia Capital, dan IDG telah memberikan dukungan penting dan menyatakan keyakinan mereka atas pencapaian mandy.   Sejak memasuki pasar Indonesia, mandy berdedikasi untuk mengubah dan membentuk ekosistem e-commerce lokal. Dengan […]

  • HET Tidak Berubah, Gas Tiga Kilogram Tidak Naik

    HET Tidak Berubah, Gas Tiga Kilogram Tidak Naik

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA (Persero) mempertahankan harga elpiji subsidi tiga kilogram, meski tren harga kontrak Aramco (CPA) telah menyentuh angka 775 dolar AS per metrik ton pada Februari 2022 karena Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak alami perubahan. Tren CPA telah mengalami peningkatan sebesar 21 persen, dari rata-rata CPA sepanjang tahun lalu sebagai dampak konflik Rusia dengan Ukraina. […]

  • Tidak Pulang Kampung, Mari Liburan ke Bali

    Tidak Pulang Kampung, Mari Liburan ke Bali

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    TINGKAT hunian hotel di Bali terus meningkat, tapi tingkat okupansinya masih rendah. Namun bagi yang enggan berdesak-desakan di tengah arus mudik Lebaran, Bali bisa menjadi pilihan. Pulau Bali tidak termasuk sebagai destinasi utama mudik lebaran. Namun, liburan panjang untuk menyambut Idulfitri 1443 H ini, seperti yang biasa terjadi, akan memberikan luberan kunjungan wisata domestik (wisdom) […]

  • Pemkab Muba Akan Tingkatkan Nilai SAKIP

    Pemkab Muba Akan Tingkatkan Nilai SAKIP

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.350
    • 0Komentar

    SETELAH mengikuti Rapat Pembinaan Perencanaan SAKIP yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang juga turut diikuti Kabupaten kota se Provinsi Sumsel dengan narasumber Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan Reformasi Birokrasi RI, melalui video conference. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan terus berkomitmen untuk meningkatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). […]

  • Ombudsman RI Undang Pembicara Thailand, Belanda dan Australia dalam Seminar International

    Ombudsman RI Undang Pembicara Thailand, Belanda dan Australia dalam Seminar International

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ombudsman RI berencana akan mengundang pembicara Thailand, Belanda dan Australia di seminar Internasional  dalam rangka hari jadinya ke -19. Seminar International ini akan mengusung tema “A Better Public Service Delivery in The Era Of Disruption” atau “Pelayanan Publik Yang Baik di Tengah Era Disrupsi “. Rencanannya acara digelar di salah satu Hotel […]

  • Hayaaa, Alex Noerdin Ngaku Ditawari Main Film Mandarin Berjudul Equatorial Love

    Hayaaa, Alex Noerdin Ngaku Ditawari Main Film Mandarin Berjudul Equatorial Love

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    Orang nomor satu di Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali berkesempatan mendapat tawaran main film. Kali ini mantan Bupati Muba itu akan berakting dalam film Mandarin ber -genre romantis.

expand_less
WordPress Archive Ocularus – Minimal Photography WordPress Theme ODA — Really Minimal and Strong WordPress Theme Odear – Multi-Concept Creative WordPress Theme Odette – Restaurant Elementor Template Kit Odio – Music WP Theme For Bands, Clubs, and Musicians Off the Shelf – Online Marketing WordPress Theme Offer Your Price Offline Payment Gateway Plugin Ogami – Organic Store WordPress Theme Oganic – Organic Food Elementor Template kit