Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 23 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Program Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) membawa tujuan yang sulit dibantah, memperkuat ketahanan pangan bahkan tujuannya bisa mendorong masyarakat, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Namun, program pangan tidak pernah cukup dinilai dari seberapa baik rencana disusun atau seberapa lengkap aturan dibuat.

Ujian sebenarnya justru terjadi ketika program itu berhadapan dengan persoalan di lapangan. Bibit harus tersedia dan sampai kepada penerima. Tanaman harus tumbuh. Petani membutuhkan pendampingan.

Ketika terjadi gagal tanam atau persoalan produksi, harus ada langkah yang jelas. Di samping itu, koordinasi antara pemerintah, pendamping, petani, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya tidak boleh berhenti hanya di kata-kata rapat.

Oleh sebab itu, pembicaraan mengenai manajemen risiko dalam GSMP menjadi penting. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menegaskan penerapan manajemen risiko diperlukan untuk mengawal keberlanjutan GSMP. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Peningkatan Kapasitas Tim Efektif bertajuk strategi tata kelola GSMP melalui penerapan manajemen risiko, Rabu (9/9/2026).

Gagasan itu patut diacungkan jempol, sebab, mengelola program pangan memang tidak bisa hanya berpikir tentang target, tetapi juga harus memikirkan apa yang terjadi ketika target itu tidak berjalan sesuai rencana.

Persoalannya, jangan sampai manajemen risiko hanya menjadi istilah baru dalam tata kelola pemerintahan.

Masyarakat tidak membutuhkan istilah yang rumit. Mereka membutuhkan program yang terasa manfaatnya.

Jika ada persoalan bibit, bagaimana penyelesaiannya? Jika terjadi gagal tanam, siapa yang bergerak lebih dulu? Jika pendampingan tidak berjalan maksimal, bagaimana pemerintah mengetahuinya? Dan ketika banyak pihak dilibatkan, siapa yang memastikan semua benar-benar bekerja sesuai perannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini justru penting dijawab sejak awal, sebab, kelemahan program pemerintah kerap kali bukan karena tidak memiliki aturan. Masalahnya bisa muncul ketika aturan tersebut tidak berjalan konsisten di lapangan.

Edward sendiri mengingatkan instrumen dan SOP yang sudah tersedia harus diimplementasikan secara optimal. Artinya, Pemprov Sumsel sebenarnya sudah melihat adanya celah antara perencanaan dan pelaksanaan yang perlu terus dikawal.

Hal ini tentu, bukan berarti GSMP harus dianggap gagal, sebaliknya, kritik semacam ini diperlukan agar program yang membawa kepentingan masyarakat luas tidak berhenti pada ukuran administratif.

Keberhasilan GSMP semestinya tidak hanya dilihat dari berapa banyak kegiatan yang dilakukan atau berapa banyak kelompok yang terlibat.

Ukurannya harus lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, apakah produksi pangan meningkat, apakah masyarakat semakin mudah memenuhi kebutuhan pangan, apakah petani memperoleh pendampingan ketika menghadapi masalah, dan apakah program mampu bertahan ketika menghadapi risiko.

Melihat pertanyaan di atas, tentu manajemen risiko harus benar-benar bekerja. Risiko gagal tanam, misalnya, seharusnya tidak baru dibicarakan setelah tanaman gagal. Pemerintah dan pendamping perlu memetakan kemungkinan masalah sejak awal, termasuk ketersediaan bibit, kondisi lahan, kemampuan penerima, hingga pola pendampingan.

Begitu pula dengan koordinasi, melibatkan banyak pihak memang penting, tetapi semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula kebutuhan untuk memperjelas siapa melakukan apa.

Forum koordinasi jangan hanya menjadi tempat menyampaikan laporan. Forum tersebut harus mampu menjadi ruang untuk mendeteksi masalah dan mengambil keputusan sebelum persoalan menjadi lebih besar.

Solusinya sebenarnya tidak harus rumit

Pemprov Sumsel dapat memperkuat sistem pemantauan berbasis kondisi lapangan, membuat indikator keberhasilan yang mudah diukur, memperjelas tanggung jawab setiap pihak, serta memastikan pendamping tidak hanya hadir ketika program dimulai.

Pendamping harus menjadi mata dan telinga program di lapangan, ketika ada persoalan, informasi harus cepat naik ke pengambil kebijakan.

Ketika ada kelompok yang berhasil, praktik baiknya bisa ditiru di wilayah lain. Sebaliknya, ketika ada kegagalan, persoalannya harus dibedah untuk mencari penyebab, tak cukup hanya dicatat sebagai angka untuk dokumen laporan tahunan.

Yang tidak kalah penting, keberhasilan GSMP perlu dilihat dari perspektif masyarakat. Pemerintah tentunya memiliki indikator kinerja sendiri. Tetapi masyarakat memiliki ukuran yang lebih sederhana.

Apakah program tersebut benar-benar membantu kehidupan mereka? dan apakah sudah merata diseluruh Sumsel, yang bisa jadi bahan coleteh masyarakat bahwa kami makanan dari hasil tanam di halaman rumah di lahan -lahan tidur deket rumah.

Pertanyaan itulah yang pada akhirnya akan menentukan apakah GSMP mampu menjadi program jangka panjang atau hanya menjadi salah satu agenda pemerintah yang berganti seiring waktu.

Oleh sebab itu, langkah Pemprov Sumsel memasukkan manajemen risiko ke dalam tata kelola GSMP merupakan arah yang tepat. Tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai setelah rapat selesai.

Tantangannya adalah memastikan konsep tersebut benar-benar sampai ke lahan, kelompok tani, pendamping, dan masyarakat penerima manfaat.

GSMP tidak perlu hanya terlihat berhasil dalam laporan. Program ini harus mampu menunjukkan manfaat ketika berhadapan dengan persoalan nyata. Sebab ketahanan pangan tak cukup soal menanam dan memanen.

Ketahanan pangan adalah soal bagaimana sebuah kebijakan mampu bertahan menghadapi masalah, cepat memperbaiki kekurangan, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan ketika harga beras yang diinginkan masyarakat hilang dari pasaran dan dampaknya menjadi keluhan di tingkat masyarakat. Di situlah manajemen risiko GSMP benar-benar akan diuji. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes Selesaikan Pembayaran Klaim 1.373 RS, Berapa Besarnya Biaya Klaim tersebut ?

    Kemenkes Selesaikan Pembayaran Klaim 1.373 RS, Berapa Besarnya Biaya Klaim tersebut ?

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah menyelesaikan pembayaran tahap pertama klaim pelayanan COVID-19 Tahun 2021 sebesar Rp16,14 triliun. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Rita Roghayah mengatakan uang tersebut digunakan untuk membayar klaim kepada 1.373 rumah sakit (RS) yang memberikan pelayanan dan perawatan COVID-19 di seluruh Indonesia. “Adapun 1.373 RS tersebut terdiri dari 803 RS Swasta, 415 Rumah […]

  • Sidak Jalan Siaran Kelurahan Sako, Begini Reaksinya Wawako

    Sidak Jalan Siaran Kelurahan Sako, Begini Reaksinya Wawako

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, tidak dapat menyembunyikan kekesalannya saat meninjau Jalan Siaran Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang. Jalan padat lalulintas  yang terletak persis didepan Pasar Satelit Perumnas Sako ini, kondisinya berlobang yang hampir disepanjang jalan pasar tersebut. Parahnya lagi, lobang jalan kini tergenang air yang sewaktu waktu dapat membahayakan penguna jalan. “Besok kita akan […]

  • Sabet 6 Medali emas, Muba Puncaki Klasemen Porprov

    Sabet 6 Medali emas, Muba Puncaki Klasemen Porprov

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII di Prabumulih sepertinya jadi panggung Kontingen Muba. Betapa tidak, hingga Minggu (17/11/2019) Kontingen Muba sudah mengantongi 6 medali emas dan menduduki peringkat satu klasemen sementara. Dari total sepuluh medali  yang diraih, diantaranya empat medali emas cabor atlet tenis lapangan dan dua medali emas cabor Wushu dari kontingen Muba. Adapun […]

  • Berikan Data Yang Benar Demi Suksesnya Pendataan Keluarga, Minta Gubernur

    Berikan Data Yang Benar Demi Suksesnya Pendataan Keluarga, Minta Gubernur

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru minta agar masyarakat memberikan data yang benar kepada petugas BKKBN demi suksesnya pendataan keluarga. Pendataan Keluarga (PK) di Sumsel  yang merupakan program nasional dari BKKN  dilakukan pada keluarga Gubernur Sumsel  sebagai tanda di launchingnya secara serentak PK di seluruh wilayah Sumsel berbarengan dengan daerah lainnya secara Nasional. Pendataan Keliarga […]

  • Hoaks Masih Jadi Tantangan IKP

    Hoaks Masih Jadi Tantangan IKP

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    MENETRALISIR informasi yang tidak benar atau hoaks masih menjadi tantangan bagi Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Maka itu diperlukan kerja bersama yang solid dalam mengatasi hal tersebut. “Suatu hal yang menantang, kita bisa menetralisir hoaks yang sudah tersebar,” ujar Plt. Dirjen IKP Kementerian Kominfo Mira Tayyiba ketika memberikan kata […]

  • Kuda Bernama Jethro & Flash Jordan Bawa ‘Dua Srikandi’ Daftar ke KPU Kota Palembang

    Kuda Bernama Jethro & Flash Jordan Bawa ‘Dua Srikandi’ Daftar ke KPU Kota Palembang

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Fitrianti Agustinda-Nandriani Octarina naik kuda saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Rabu (28/8/2024). Duo Srikandi  tersebut tiba di kantor KPU Palembang sekitar pukul 13.00 WIB, yang dikawal ratusan orang pendukungnya. Fitri-Nandri langsung menunggangi kuda yang masing-masing bernama Jethro dan Flash […]

expand_less
WordPress Archive Memoir – Wedding Event & Party Organizer Elementor Template Kit Memoreel – Photography Template Kit Memory – Wedding Photography Elementor Template Kits Menda – Ecommerce WordPress Themes Menica – Wedding Elementor Template Kit Mental — Art & Portfolio WordPress Theme Mental Care – Therapy & Counseling Psychologist WordPress Theme Mentor Icon Pack for Codestar Framework Menu by User Role for WordPress Menu Editor by WP Adminify