Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » CATATAN KAKI : Ketika Pupuk Pusri Jadi Orang Ketiga [Cinta Segitiga Demi Ketahanan Pangan]

CATATAN KAKI : Ketika Pupuk Pusri Jadi Orang Ketiga [Cinta Segitiga Demi Ketahanan Pangan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
  • visibility 1.335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang cinta sejati itu nggak mengenal waktu dan tempat, maka PT Pusri Palembang sudah membuktikannya dari zaman ponsel masih pakai antena.

Ibarat di dunia pertanian yang penuh lika-liku kayak sinetron kolosal jam 7 malam, Pusri bukan cuma sekadar perusahaan pupuk. Dia ini ibarat pasangan idaman, nggak cuma datang waktu butuh, tapi juga setia nemenin di saat bibit belum tumbuh, cuaca nggak bersahabat, bahkan saat hama datang kayak mantan yang belum move on.

Di tengah musim tanam yang kadang galau kayak playlist anak senja, dan cuaca yang labilnya ngalahin chat balasan “ok” doang. Pusri hadir seperti pelukan hangat di pagi buta.

Nggak cuma bawa pupuk bersubsidi, tapi juga logistik yang tertata rapi, program pendampingan yang bukan ala-ala seminar motivasi, melainkan real turun ke lapangan. Ini bukan cinta lewat janji manis, tapi cinta lewat aksi nyata, seperti jenis cinta yang ditabur dari harapan, dipupuk dengan kerja nyata, lalu dipanen bersama.

Karena di dunia pertanian, pupuk bukan sekadar zat kimia. Dia adalah bentuk kasih sayang dalam wujud butiran putih penuh harapan. Dan Pusri? Datangnya seperti emak-emak yang tahu anaknya belum makan nggak banyak omong, tapi selalu siap sedia.

Bukti nyatanya? Lihat saja saat Panen Raya serentak yang digelar di 14 provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto di Sumatera Selatan, belum lama ini, khususnya di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, panen raya bukan cuma perayaan hasil tani, tapi juga momen haru biru. Tanah yang dulunya sepi sekarang rame kayak pasar subuh. Petani sumringah, sawah berseri, dan yang paling penting panen melimpah.

Di tengah gegap gempita panen, hadir Pak Saifullah Lasindrang, Direktur Keuangan & Umum PT Pusri. Beliau ini bukan datang buat numpang selfie terus balik ke kantor ber-AC.

Enggak, bro !. Beliau hadir buat bilang langsung.  “Tenang, kami di sini buat bantu. Kami bukan ghosting kayak gebetan waktu kamu ngajak nikah.” Gitu kira-kira bahasa sederhananya.

Dan emang bukan kaleng-kaleng. Stok pupuk bersubsidi di Sumsel itu disiapin sampe 200% dari ketentuan minimum. Ibarat kamu mau camping semalam, tapi bawa mi instan cukup buat sebulan.

Gak tanggung-tanggung. Ada 10 gudang Lini 3 yang siaga, 42 distributor, dan 559 kios pupuk lengkap. Jadi kalau ada yang bilang petani susah pupuk, bisa jadi dia belum kenalan sama yang namanya Pusri.

Cinta sejati

Cinta sejati itu bukan yang datang saat panen doang. Tapi yang nemenin dari saat benih ditanam, lahan digarap, sampai bulir padi menguning dan siap dipetik. Dan Pusri, dalam hal ini, sudah kayak pasangan ideal selalu ada, nggak neko-neko, dan rajin ngasih edukasi.

Mereka ngajarin soal pemupukan berimbang, cara tanam yang baik, bahkan manajemen lahan. Karena buat Pusri, petani itu bukan sekadar pengguna produk. Tapi mitra sejati. Teman satu perjuangan. Kalo Pusri orang, mungkin dia tipe sahabat yang mau denger curhat kamu sambil nyeduhin kopi dan ngeluarin solusi, bukan sekadar bilang “sabar ya”.

Panen Raya ini bukan cuma jadi panggung seremoni, tapi ajang memperkuat sinergi. Antara pemerintah, BUMN, dan para pelaku pertanian yang sama-sama ingin negeri ini nggak cuma kenyang, tapi juga mandiri pangan. Soalnya, kalo nasi di piring kita harus impor terus, itu sama kayak tiap hari makan di luar padahal dapur sendiri bisa masak enak.

Negara yang kuat itu bukan cuma yang punya rudal, tapi yang bisa panen sendiri. Dan itu butuh dukungan nyata dari tanah yang sehat, petani yang semangat, dan tentu saja pupuk yang datang tepat waktu. Karena kalau pupuk telat, padi bisa lemas. Kayak kamu ketinggalan sarapan tapi disuruh lari pagi.

Kisah antara petani, padi, dan Pusri ini adalah kisah cinta yang patut kita rawat. Karena bukan cuma tanah yang perlu disiram, tapi juga semangat. Ketika petani merasa dihargai, diberdayakan, dan ditemani, maka hasil pertanian akan melampaui angka ia jadi sumber kebahagiaan nasional. Pusri telah menunjukkan bahwa industri bisa punya hati, bisa menyentuh sawah tanpa menginjak, dan bisa mencintai negeri tanpa pamrih.

Jadi yuk, kita jaga semangat ini. Karena kalau Pusri terus ada, petani terus semangat, dan pemerintah terus mendukung, maka Indonesia nggak cuma swasembada pangan, tapi juga swasembada kebahagiaan, kayak bait ini Pupuk Pusri datang, bikin padi tersenyum, petani bahagia, cinta segitiga paling setia di Nusantara. Amin..[***]

[

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garap Plasma Lele untuk Warga Prasejahtera

    Garap Plasma Lele untuk Warga Prasejahtera

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    PEMKAB Kabupaten Musi Banyuasin membuat program terobosan dan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga di Bumi Serasan Sekate. Kali ini, melalui Dinas Perikanan Muba yang bekerjasama dengan Bappeda Muba mengimplementasikan Program Plasma Lele. “Ya, ada satu terobosan program yang saat ini sedang kita siapkan bersama Bappeda Muba sebagai bentuk penanggulangan kemiskinan,” ujar Plt Kepala Dinas Perikanan […]

  • Puluhan Pengurus Kolpah Piwari Gunungjati Dikukuhkan

    Puluhan Pengurus Kolpah Piwari Gunungjati Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    SETELAH menerima audiensi pengurus Kolpah Piwari Gunungjati (KPG) terkait rencana pengukuhan kepengurusan KPG periode 2020-2023 di Ruang Rapat Sekda Provinsi Sumsel, Selasa (3/3) lalu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Nasrun Umar secara resmi mengukuhkan 49 Pengurus Kolpah Piwari Gunungjati (KPG) masa bakti 2020-2023 di Graha Bina Praja, Senin (9/3/2020). Kolpah Piwari Gunungjati Ini merupakan […]

  • Patin Sumsel Tembus Nomor 1 Nasional, Sektor Perikanan Didorong Jadi Komoditas Unggulan

    Patin Sumsel Tembus Nomor 1 Nasional, Sektor Perikanan Didorong Jadi Komoditas Unggulan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Ikan patin bukan sekadar komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Sumatera Selatan. Produksinya kini tercatat berada di posisi pertama secara nasional. Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong sektor perikanan Sumsel berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melihat potensi itu masih bisa diperbesar. Dukungan terhadap […]

  • Foolball Board Game, Saat Strategi Timnas Bisa Dimainkan di Atas Meja Makan

    Foolball Board Game, Saat Strategi Timnas Bisa Dimainkan di Atas Meja Makan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri +62 ini, yang namanya sepak bola udah kayak agama kedua, dari bayi baru bisa jalan sampai bapak-bapak pensiunan yang hobinya debat formasi di pos ronda, semua punya pendapat soal Timnas. Namun selama ini, bentuk dukungan kita ya itu-itu aja beli jersey KW, nonton bareng di warung kopi, dan ngatain wasit kayak […]

  • UHC Muba Capai 100 Persen di Sumsel, Wajar Kalo’ BPJS Kesehatan Kasih Ini, Bupati Sebut Sejalan Dengan RPJMN Pemerintah Pusat

    UHC Muba Capai 100 Persen di Sumsel, Wajar Kalo’ BPJS Kesehatan Kasih Ini, Bupati Sebut Sejalan Dengan RPJMN Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    BPJS Kesehatan Cabang Palembang memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA atas komitmennya mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang, Palembang Rudhy Suksmawan Hardhiko usai penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan Cabang Palembang dan […]

  • Pamit Cari Ikan, Ditemukan Tak Bernyawa

    Pamit Cari Ikan, Ditemukan Tak Bernyawa

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    Lahat – Ramlan (45) warga Wanaraya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat sejak hari Sabtu (11/5/2019) sekitar pukul 14.00 WIB pamit mencari ikan tak kunjung pulang, kemudian ditemukan tewas dengan luka lecet di pinggang. Warga Wanaraya sempat dihebohkan dengan penemuan salah satu warga mereka dengan kondisi tertelungkup dan sudah menjadi mayat, penemuan ini di sekatar rawa […]

expand_less
WordPress Archive Accordion FAQ – WordPress FAQ Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Responsive Accordion for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer) Accordionza – jQuery Plugin Accu – Healthcare, Massage WordPress Theme AceBeat – DJ Personal Page WordPress Theme Acele – Responsive APP Showcase WordPress Theme Acelle Connect – WordPress Plugin for Acelle Mail ACF Extended Pro