Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » CATATAN KAKI : Ketika Pupuk Pusri Jadi Orang Ketiga [Cinta Segitiga Demi Ketahanan Pangan]

CATATAN KAKI : Ketika Pupuk Pusri Jadi Orang Ketiga [Cinta Segitiga Demi Ketahanan Pangan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
  • visibility 1.316
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang cinta sejati itu nggak mengenal waktu dan tempat, maka PT Pusri Palembang sudah membuktikannya dari zaman ponsel masih pakai antena.

Ibarat di dunia pertanian yang penuh lika-liku kayak sinetron kolosal jam 7 malam, Pusri bukan cuma sekadar perusahaan pupuk. Dia ini ibarat pasangan idaman, nggak cuma datang waktu butuh, tapi juga setia nemenin di saat bibit belum tumbuh, cuaca nggak bersahabat, bahkan saat hama datang kayak mantan yang belum move on.

Di tengah musim tanam yang kadang galau kayak playlist anak senja, dan cuaca yang labilnya ngalahin chat balasan “ok” doang. Pusri hadir seperti pelukan hangat di pagi buta.

Nggak cuma bawa pupuk bersubsidi, tapi juga logistik yang tertata rapi, program pendampingan yang bukan ala-ala seminar motivasi, melainkan real turun ke lapangan. Ini bukan cinta lewat janji manis, tapi cinta lewat aksi nyata, seperti jenis cinta yang ditabur dari harapan, dipupuk dengan kerja nyata, lalu dipanen bersama.

Karena di dunia pertanian, pupuk bukan sekadar zat kimia. Dia adalah bentuk kasih sayang dalam wujud butiran putih penuh harapan. Dan Pusri? Datangnya seperti emak-emak yang tahu anaknya belum makan nggak banyak omong, tapi selalu siap sedia.

Bukti nyatanya? Lihat saja saat Panen Raya serentak yang digelar di 14 provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto di Sumatera Selatan, belum lama ini, khususnya di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, panen raya bukan cuma perayaan hasil tani, tapi juga momen haru biru. Tanah yang dulunya sepi sekarang rame kayak pasar subuh. Petani sumringah, sawah berseri, dan yang paling penting panen melimpah.

Di tengah gegap gempita panen, hadir Pak Saifullah Lasindrang, Direktur Keuangan & Umum PT Pusri. Beliau ini bukan datang buat numpang selfie terus balik ke kantor ber-AC.

Enggak, bro !. Beliau hadir buat bilang langsung.  “Tenang, kami di sini buat bantu. Kami bukan ghosting kayak gebetan waktu kamu ngajak nikah.” Gitu kira-kira bahasa sederhananya.

Dan emang bukan kaleng-kaleng. Stok pupuk bersubsidi di Sumsel itu disiapin sampe 200% dari ketentuan minimum. Ibarat kamu mau camping semalam, tapi bawa mi instan cukup buat sebulan.

Gak tanggung-tanggung. Ada 10 gudang Lini 3 yang siaga, 42 distributor, dan 559 kios pupuk lengkap. Jadi kalau ada yang bilang petani susah pupuk, bisa jadi dia belum kenalan sama yang namanya Pusri.

Cinta sejati

Cinta sejati itu bukan yang datang saat panen doang. Tapi yang nemenin dari saat benih ditanam, lahan digarap, sampai bulir padi menguning dan siap dipetik. Dan Pusri, dalam hal ini, sudah kayak pasangan ideal selalu ada, nggak neko-neko, dan rajin ngasih edukasi.

Mereka ngajarin soal pemupukan berimbang, cara tanam yang baik, bahkan manajemen lahan. Karena buat Pusri, petani itu bukan sekadar pengguna produk. Tapi mitra sejati. Teman satu perjuangan. Kalo Pusri orang, mungkin dia tipe sahabat yang mau denger curhat kamu sambil nyeduhin kopi dan ngeluarin solusi, bukan sekadar bilang “sabar ya”.

Panen Raya ini bukan cuma jadi panggung seremoni, tapi ajang memperkuat sinergi. Antara pemerintah, BUMN, dan para pelaku pertanian yang sama-sama ingin negeri ini nggak cuma kenyang, tapi juga mandiri pangan. Soalnya, kalo nasi di piring kita harus impor terus, itu sama kayak tiap hari makan di luar padahal dapur sendiri bisa masak enak.

Negara yang kuat itu bukan cuma yang punya rudal, tapi yang bisa panen sendiri. Dan itu butuh dukungan nyata dari tanah yang sehat, petani yang semangat, dan tentu saja pupuk yang datang tepat waktu. Karena kalau pupuk telat, padi bisa lemas. Kayak kamu ketinggalan sarapan tapi disuruh lari pagi.

Kisah antara petani, padi, dan Pusri ini adalah kisah cinta yang patut kita rawat. Karena bukan cuma tanah yang perlu disiram, tapi juga semangat. Ketika petani merasa dihargai, diberdayakan, dan ditemani, maka hasil pertanian akan melampaui angka ia jadi sumber kebahagiaan nasional. Pusri telah menunjukkan bahwa industri bisa punya hati, bisa menyentuh sawah tanpa menginjak, dan bisa mencintai negeri tanpa pamrih.

Jadi yuk, kita jaga semangat ini. Karena kalau Pusri terus ada, petani terus semangat, dan pemerintah terus mendukung, maka Indonesia nggak cuma swasembada pangan, tapi juga swasembada kebahagiaan, kayak bait ini Pupuk Pusri datang, bikin padi tersenyum, petani bahagia, cinta segitiga paling setia di Nusantara. Amin..[***]

[

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khusus PMI, Bandara Juanda Surabaya Mulai Buka Perjalanan Internasional

    Khusus PMI, Bandara Juanda Surabaya Mulai Buka Perjalanan Internasional

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    BANDARA Juanda Surabaya mulai menerima kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), pada akhir pekan lalu. Dibukanya pintu masuk internasional setelah pemerintah membuka Bandara Juanda Surabaya, untuk penerbangan internasional berdasarkan surat keputusan ketua satuan tugas penanganan COVID-19 nomor 1 tahun 2022 tentang pintu masuk (entry point), tempat karantina, dan kewajiban RT-PCR […]

  • Upaya Selesaikan Pidana Ringan Tanpa Harus ke Pengadilan, Muba Bakal Dirikan 4 Rumah Restorative Justice 

    Upaya Selesaikan Pidana Ringan Tanpa Harus ke Pengadilan, Muba Bakal Dirikan 4 Rumah Restorative Justice 

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin bersama Kejaksaan Negeri Muba bekerjasama menetapkan Rumah Restorative Justice di Empat Kelurahan dalam Wilayah Kecamatan Sekayu, yaitu Kelurahan Balai Agung, Kelurahan Soak Baru, Kelurahan Serasan Jaya, Kelurahan Karyuara, Selasa (10/05/2022) bertempat di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba. Rumah Restorative Justice ini merupakan bentuk penyelesaian konflik yang tidak hanya mengadili dan menghukum pelaku […]

  • Muba Revitalisasi PS Tradisional Desa Karya Maju 

    Muba Revitalisasi PS Tradisional Desa Karya Maju 

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba bakal merevitalisasi  pasar tradisional Desa Karya Maju guna mendorong pemulihan ekonomi. “Hari ini saya datang dan melihat langsung kondisi pasar Desa Karya Maju yang sejak tahun 1983 sudah menjadi sentra ekonomi, melayani enam desa di Kecamatan Keluang. Nanti kita jadikan pasar Karya Maju menjadi pasar modern, namun pengelola harus diperhatikan, dijaga sarana dan prasarananya […]

  • Datangi Posko Jokowi-Ma’ruf, Ibu-ibu Ikhlas Jadi Relawan Jokowi

    Datangi Posko Jokowi-Ma’ruf, Ibu-ibu Ikhlas Jadi Relawan Jokowi

    • calendar_month Senin, 8 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Semarak Pilpres di Sumsel semakin terasa dengan tampilnya ibu-ibu rumah tangga ke gelanggang kampanye. Hal itu terlihat saat sekelompok ibu mendatangi posko pemenangan Relawan Sumsel Bersatu di kawasan Basuki Rahmat, Kota Palembang. Kedatangan mereka adalah untuk memastikan pasangan Jokowi-Ma’ruf menang di wilayahnya masing-masing. Mereka terlihat antusias mendiskusikan berbagai […]

  • Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

    Perusahaan Global Mulai Tuntut Transparansi Emisi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Industri tanpa data emisi terancam tertinggal. PERUSAHAAN multinasional mulai menekan pemasok industri di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membuka data emisi gas rumah kaca (GRK) secara transparan. Tekanan itu mendorong pemerintah mempercepat penguatan sistem pelaporan karbon nasional agar industri dalam negeri tidak kehilangan daya saing di pasar global. Isu tersebut mencuat dalam 2nd Indonesia Japan […]

  • Sementara Dialih Fungsikan, Asrama Haji Lampung Siap  Terima Pasien Covid-19

    Sementara Dialih Fungsikan, Asrama Haji Lampung Siap Terima Pasien Covid-19

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kembali mengalihfungsikan UPT Asrama Haji menjadi Rumah Sakit Covid-19. Setelah Asrama Haji Jakarta Pondok Gede dan Asrama Haji Sudiang Makassar beralih fungsi sementara menjadi RS Covid-19, kali ini giliran Asrama Haji Lampung. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, alih fungsi sementara asrama haji menjadi rumah sakit ini merupakan wujud komitmen Kementerian Agama untuk turut […]

expand_less
WordPress Archive Accordion FAQ – WordPress FAQ Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Responsive Accordion for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer) Accordionza – jQuery Plugin Accu – Healthcare, Massage WordPress Theme AceBeat – DJ Personal Page WordPress Theme Acele – Responsive APP Showcase WordPress Theme Acelle Connect – WordPress Plugin for Acelle Mail ACF Extended Pro