Kilang Plaju Perkuat Pengamanan dari Darat hingga Ruang Udara, Koordinat Kawasan Diverifikasi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : humas pertamina
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengamanan objek vital nasional tidak hanya berhenti pada kawasan di darat. Ruang udara di atas area operasional Kilang Minyak Plaju juga menjadi bagian yang diperkuat untuk memastikan kegiatan kilang tetap aman dan terlindungi.
Upaya itu dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju melalui assessment Aeronautical Information Publication (AIP) yang disertai site survey pada 19–20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bersama PT Pertamina Training and Consulting (PTC).
Assessment ini antara lain digunakan untuk melihat kondisi ruang udara di sekitar kawasan kilang, memetakan potensi risiko navigasi, sekaligus memvalidasi koordinat wilayah operasional. Hasilnya menjadi bagian dari proses untuk memperoleh informasi dan perizinan AIP secara resmi.
Langkah ini penting, karena Kilang Plaju berstatus sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas). Artinya, pengamanan kawasan tidak hanya menyangkut fasilitas fisik dan aktivitas operasional, tetapi juga membutuhkan kepastian aspek keselamatan serta keamanan ruang udara di atasnya.
Dalam pelaksanaannya, assessment melibatkan unsur AirNav Indonesia atau Perum LPPNPI, termasuk tim dari Pusat Informasi Aeronautika dan bidang kartografi serta perancang prosedur penerbangan.
Unsur TNI AU melalui Pabandya Pinak Paban I/Ren Spotdirga Letkol Hera Himawan N. Hadi serta jajaran manajemen AirNav Palembang juga turut terlibat.
Di bagian lain, pengamanan dari darat juga kembali diperiksa. Tim Auditor Direktorat Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga melaksanakan Supervisi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) 1 internal Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada 19–21 Agustus 2026.
Supervisi dipimpin Dedi Sugiri selaku Lead Auditor SMP bersama tim auditor lintas unit operasional itu dilakukan guna melihat penerapan sistem pengamanan di Kilang Plaju, termasuk pengamanan fisik dan langkah penanggulangan berbagai potensi risiko.
Pjs Manager HSSE Kilang Plaju Ery Puspiartono mengatakan penguatan pengamanan ruang udara dan sistem pengamanan di kawasan kilang merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan operasional sekaligus keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Sebagai Objek Vital Nasional, Kilang Plaju tidak hanya fokus pada keandalan operasional di darat, tetapi juga harus memastikan aspek keselamatan dan keamanan di ruang udara terlindungi dengan standar tertinggi,” kata Ery.
Menurutnya, keterlibatan otoritas aeronautika, TNI AU, AirNav Palembang dan tim auditor internal menunjukkan bahwa pengamanan kilang dilakukan secara terintegrasi, sekaligus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Penguatan juga menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju memenuhi regulasi, termasuk penerapan Sistem Manajemen Pengamanan yang mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019.
Dengan assessment ruang udara dan supervisi sistem pengamanan yang dilakukan secara bersamaan, Kilang Plaju berupaya memastikan perlindungan fasilitas strategis tidak hanya kuat di area kilang, tetapi juga memperhitungkan ruang udara di atasnya.
Oleh sebab itu, Obvitnas yang berperan dalam mendukung kebutuhan energi, pengamanan berlapis seperti ini menjadi bagian penting untuk menjaga kegiatan operasional tetap berjalan aman dan berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
