Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » INVESTASI : “Bukan Dongeng Duyung, Ini Kisah Duit dari Laut!”

INVESTASI : “Bukan Dongeng Duyung, Ini Kisah Duit dari Laut!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 604
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI mana ada laut, di situ ada harapan (Asal Bukan Lautan Utang), dulu waktu kecil, kalau ditanya “cita-cita mau jadi apa?”, jawaban kita standar dokter, pilot, atau dukun. Tapi zaman sekarang, kalau ada anak ngomong, “Aku pengin jadi pengusaha pengolahan tuna ekspor ke Korea,” wah, itu bukan cuma anak cerdas… tapi juga anak yang sudah ikut webinar BKPM.

Sebab ternyata, di balik deburan ombak dan bau amis yang menusuk itu, ada potensi duit mengalir kayak arus bawah laut. Tapi sayangnya, dari dulu laut Indonesia kayak anak bawang di pasar investasi. Potensi besar, tapi diremehin. Padahal negara kita punya garis pantai sepanjang kenangan mantan panjang banget, tapi kadang nggak dimanfaatkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekarang mulai melek digital dan duit. Bareng BKPM dan dinas-dinas daerah, mereka gandeng tangan, bukan buat joget TikTok, tapi buat promosi investasi sektor kelautan dan perikanan.

Dari mulai perizinan yang dulunya ribet kayak urusan warisan, sekarang dipermudah. Hambatan-hambatan yang sebelumnya kayak karang tajam di pinggir pantai, mulai diselesaikan. Bahkan, mereka juga bantu cari jodoh eh, maksudnya cari investor yang siap merapatkan dompet ke dermaga.

Pada triwulan I 2025, tercatat investasi sektor kelautan dan perikanan tembus Rp2,38 triliun. PMDN masih jadi juara lokal dengan 61%, sisanya PMA alias Penanaman Modal Asing.

Yang paling menggoda dompet investor ternyata pengolahan hasil perikanan, dari ikan yang tadinya cuma digoreng sama emak-emak di dapur, sekarang bisa jadi sushi ekspor.

Disusul budi daya, penangkapan, perdagangan, sampai jasa perikanan (entah ini yang ngurusin delivery cumi atau spa khusus lobster, belum jelas).

Trio Kribo Investasi
Jawa Timur dan Jawa Tengah jadi primadona investasi, mungkin karena ikannya ramah, atau karena pelabuhannya wangi. DKI Jakarta juga nyempil di posisi tiga. Tapi yang bikin kita mangap, Korea Selatan jadi investor terbesar. Artinya, oppa-oppa sana sekarang nggak cuma naksir K-Pop, tapi juga K-Fish alias produk ikan kita.

Pepatah Ikan “Yang Tak Diselami, Takkan Terpancing”
Kita ini negara maritim, tapi selama ini manja di pinggir. Coba bandingkan Vietnam yang lautnya lebih sempit dari kolam renang hotel bintang tiga, bisa ekspor udang sampai ke Eropa.  Bahkan Norwegia, negara dingin yang ikannya harus dilatih lari kecil biar hangat, bisa sukses dengan salmon.

Artinya, bukan soal seberapa luas lautmu, tapi seberapa niat kamu menyelaminya. Indonesia punya laut seluas dosa mantan, tapi kalau nggak diolah, ya tetap aja jadi kolam kosong.

Sudah saatnya kita nggak cuma andalkan tangkap-tangkap ikan manual, KKP dan BKPM sudah mulai bikin pelatihan digital marketing buat pelaku usaha perikanan. Bayangkan, nanti ada influencer dari Demak jualan abon

Kita bisa bikin eco-fish tourism, tempat wisata edukasi yang ngajarin anak-anak cara menyapa hiu dengan sopan. Atau festival Seafood Fiesta antar desa yang ditayangkan langsung di YouTube. Di Islandia, mereka sudah bikin teknologi cold storage terapung. Di Indonesia? Paling banter kita masih ngandelin lemari es pinjaman mertua.

Sosialisasi itu penting, tapi kalau ujungnya cuma jadi seminar dan snack box, ya zonk juga. Harus ada pengawalan dan pemetaan serius. Daerah perlu dibantu bikin investment roadmap, bukan cuma brosur penuh jargon.

Pemda harus mulai aktif. Jangan sampai investor datang ke kantor, tapi disuruh balik karena “Pak Kadis lagi futsal.” Nah, loh!

Kita mesti percaya, produk perikanan Indonesia itu kayak kamu yang sudah ditolak berkali-kali tapi tetap laku karena unik. Meski banyak tantangan, kalau dikelola dengan sistem yang baik, dari hulu sampai hilir, maka ikan kita bukan cuma buat konsumsi lokal, tapi bisa melanglang buana ke Dubai dan Denmark.

Investasi di sektor kelautan dan perikanan ini kayak berenang di laut yang penuh harta karun. Tapi kalau nyeburnya sendirian, bisa-bisa digigit ubur-ubur birokrasi.

Makanya, sinergi antara pusat, daerah, investor, dan rakyat itu wajib. Jangan jadi ikan tongkol yang jalan sendiri, tapi jadilah kawanan ikan teri yang kompak, walau kecil tapi bikin formasi keren.

Jadi, mari kita ubah paradigma. Laut bukan cuma buat tempat galau liatin sunset, tapi ladang emas biru yang siap digarap. Dan ingat, kalau bisa bikin investasi jalan, jangan tunggu ikan terbang dulu baru gerak. Yuk, berenang bareng menuju Indonesia sebagai Raja Lautan Asia Tenggara!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 264 Petugas Kebersihan OKI Terima Zakat

    264 Petugas Kebersihan OKI Terima Zakat

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Sebanyak 264 orang petugas kebersihan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menerima zakat dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten OKI. Penyaluan zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq, Jum’at, (14/4/23) di Kayuagung. “Alhamdulillah, hari ini kita salurkan zakat yang dikumpulkan dari para muzakki di melalui Baznas OKI. Hari ni disalurkan kepada […]

  • Jadi Tuan Rumah Pertikara 2022, Wagub Sumsel : ‘Malu Bro, Kalau Kita Tidak Siap’

    Jadi Tuan Rumah Pertikara 2022, Wagub Sumsel : ‘Malu Bro, Kalau Kita Tidak Siap’

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel melantik pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel Pengganti Antar Waktu (PAW) masa bakti 2017-2022 di Griya Agung, Kamis (16/1/2020). Kepada puluhan pengurus yang baru dilantik, Mawardi dengan sungguh-sungguh berharap agar mereka mulai melakukan persiapan Sumsel sebagai tuan rumah Perkemahan […]

  • Massa Padati GBK, Jokowi : Rakyat yang Datang Tidak Ada Pesimis

    Massa Padati GBK, Jokowi : Rakyat yang Datang Tidak Ada Pesimis

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Massa yang hadir dalam kampanye Akbar di Gelora Bung Karno [GBK] berdesakan, hingga di luar stadion. Kampanye Akbar pasangan Calon Presiden [Capres] 01, Joko Widodo [Jokowi] dan Calon Wakil Presiden [Wacapres] Ma’ruf Amin diselenggarakan sejak Sabtu siang, [13/4/2019] itu ikut diramaikan 500 artis yang berteman Konser Puih Bersatu. Dalam orasi politik, Jokowi menyampaikan pentingnya […]

  • Migas, Anak Muda & Proposal Magang Duduk Semeja

    Migas, Anak Muda & Proposal Magang Duduk Semeja

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    KANTOR PPSDM Migas di Cepu tampak lebih ramai dari biasanya hari ini, bukan karena ada inspeksi mendadak atau kunjungan dadakan, tapi karena banyak tamu datang dari berbagai daerah dan instansi. Ada yang datang pakai jas rapi, ada yang gayanya simpel, tapi satu hal sama, semua datang dengan agenda serius. Nama acaranya Partnership Gathering PPSDM Migas […]

  • Gubernur Ikuti Monev Pencegahan Korupsi KPK, Pejabat Harus Gencar Cegah Korupsi

    Gubernur Ikuti Monev Pencegahan Korupsi KPK, Pejabat Harus Gencar Cegah Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan korupsi terintegrasi 2021 bersama Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah II KPK RI, Nana Mulyana dan PIC Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Sumatera Selatan Alfi Rachman Waluyo di Auditorium Bina Praja Selasa (12/10) pagi. Melalui monitoring dan evaluasi ini HD berharap tata kelola […]

  • Masih Pandemi,  Menag: Ajak Meriahkan Malam Iduladha dalam Takbir Akbar Virtual

    Masih Pandemi, Menag: Ajak Meriahkan Malam Iduladha dalam Takbir Akbar Virtual

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    MEMERIAHKAN malam Hari Raya Iduladha 1442 H, Pemerintah menggelar Takbir Akbar Virtual. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, ikut menyambut malam Iduladha dengan menggemakan takbir dari rumah masing-masing. “Mari meriahkan malam Hari Raya Iduladha dalam Takbir Akbar Virtual,” ajak Menag di Jakarta, Senin (19/7/2021). Menurut Menag, Takbir Akbar Virtual akan dihadiri […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Estimated Shipping Date Per Product WooCommerce EU Cookie Consent Plugin, WordPress GDPR Compliance WooCommerce Eu Vat & B2B WooCommerce EU VAT Number WooCommerce Event QR Code Email Tickets WooCommerce Event Ticket Woocommerce Export Products to XLS WooCommerce FedEx Shipping Method WooCommerce File Approval WooCommerce First Order Discount