Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kemarau Datang, Jangan Biarkan Sawah Kering

Kemarau Datang, Jangan Biarkan Sawah Kering

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • visibility 800
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Musim kemarau itu ibarat tamu yang suka datang tanpa diundang, nginepnya lama, dan kalau pulang pun ninggalin bekas. Apalagi buat petani, musim kemarau bisa lebih horor dari sinetron tengah malam: sawah ngambek, air susah, dan panen bisa berubah jadi kenangan manis belaka. Wajar saja, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, ikutan serius dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan bersama Kemendagri dan Kementan. Bukan karena ingin pamer latar belakang Zoom yang rapi, tapi karena petani di Sumsel tak bisa hidup dari harapan dan hujan semata.

Dalam rapat itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi, Husnain, menyampaikan sejumlah strategi percepatan tanam yang jujur saja, terdengar seperti resep masak identifikasi bahan (tanah dan benih), cek alat dapur (alsintan), atur jadwal masak (jadwal tanam), lalu cicipin tiap saat (monitoring dan evaluasi). Bedanya, kalau masak nasi tinggal pencet tombol, tanam padi butuh gotong royong dan gerak cepat  bukan cuma gerak bibir.

Wagub Cik Ujang harus jadi dirigen yang memastikan orkestra pertanian ini tak sumbang. Jangan cuma janjikan irigasi, tapi pipa airnya tinggal mitos. Jangan ajak percepatan tanam, kalau alsintan malah disimpan di gudang karena takut lecet.

Langkah antisipatif memang sudah dibeberkan  dari identifikasi potensi tanam hingga evaluasi rutin. Tapi kalau implementasi di lapangan masih pakai cara kuno alias tunggu komando dari atas, ya sama saja seperti menyuruh petani menari di tengah gurun semangat boleh tinggi, tapi airnya tetap nggak ada.

Di tingkat daerah, sinergi perlu di-upgrade. Jangan sampai ada kepala daerah yang baru sadar musim kemarau setelah kolam renang pribadinya ikut surut. Koordinasi bukan cuma soal bikin grup WhatsApp, tapi juga turun ke lapangan, bicara sama petani, dan paham medan. Jangan sampai pupuknya datang pas panen, dan benihnya datang setelah petani kehilangan harapan.

Jika Kementan dan Kemendagri kalau ingin swasembada pangan, jangan hanya gencar saat rapat nasional. Perlu dukungan konkret, seperti dana khusus untuk irigasi darurat, subsidi benih cepat tanam, hingga pelatihan petani menghadapi kekeringan ala milenial cepat, praktis, dan tahan banting.

Dan terakhir, solusinya sederhana tapi tak mudah libatkan desa dalam pemetaan kebutuhan, jangan serahkan semua pada kabupaten yang kadang suka bingung mana yang sawah mana yang lapangan bola, buat dashboard digital real-time yang bisa diakses petani untuk cek jadwal tanam, ketersediaan air, dan info bantuan. Dan yang paling penting, beri ruang bagi inovasi lokal: siapa tahu petani di Ogan Ilir sudah punya sistem irigasi bambu ala Jepang yang tinggal direplikasi.

Musim kemarau tak bisa dihindari, tapi panik tak harus jadi tradisi. Kalau semua pihak sigap, dari menteri sampai mandor sawah, bukan tak mungkin kita bisa menyulap kemarau jadi masa panen. Karena seperti kata petani senior di pelosok Musi Rawas, “Bumi boleh kering, tapi semangat tanam jangan ikut mengering!”. Kalau kata orang tua “jangan menanam janji, tapi panenlah bukti”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.429
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musibanyuasin [Muba] ikut ambil bagian melayani para peserta kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih, Desa Sumber Harum, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba. Apriadi Sekretaris Dinas Perpustakan dan Kearsipan Muba mengatakan, perpustakaan keliling tersebut sengaja melayani kegiatan perkemahan. Diharapkan dengan layanan perpustakaan ini membuat para peserta kemah […]

  • Bentuk Pemimpin Masa Depan, Kaum Milanial Muba Dilatih Kepemimpinan, Sekda : Butuh Proses Lahirkan Pemimpin, Gak Tiba-tiba

    Bentuk Pemimpin Masa Depan, Kaum Milanial Muba Dilatih Kepemimpinan, Sekda : Butuh Proses Lahirkan Pemimpin, Gak Tiba-tiba

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 50 peserta Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersemangat hadir di pembukaan LKS Kabupaten Muba, di aula Gambo Residence Sekayu, Selasa (29/6/2021). Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi membuka  kegiatan LKS tingkat Kabupaten Muba, ditandai dengan  pemasangan tanda peserta secara simbolis. […]

  • Beasiswa Muba Diserap 41 Perguruan Tinggi di Indonesia

    Beasiswa Muba Diserap 41 Perguruan Tinggi di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    KEPEDULIAN dan bantuan untuk mahasiswa dan mahasiswi asal Musi Banyuasin terus mengalir dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Setelah beberapa waktu lalu Bupati Muba Dodi Reza mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mahasiswa-mahasiswi Muba yang terdampak COVID-19 bahkan sampai dirasakan oleh mahasiswa asal Muba […]

  • Konser Sabrina Carpenter, Galaxy S23 Ultra bantu penggemar lebih dekat dengan sensasi pop

    Konser Sabrina Carpenter, Galaxy S23 Ultra bantu penggemar lebih dekat dengan sensasi pop

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    Samselterkini.co.id, – Saat tur dunia “emails i can’t send” Sabrina Carpenter berlanjut, pelajari tentang bagaimana Galaxy S23 Ultra membantu penggemar lebih dekat dengan sensasi pop daripada sebelumnya. Saat ini, mengingat pengalaman sama pentingnya dengan pengalaman itu sendiri. Itu sebabnya kerumunan konser dan festival sering disinari lautan layar smartphone. Pengalaman langsung ini menciptakan kenangan berharga yang […]

  • Gempa M7,7 NTT, Korban Tewas Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

    Gempa M7,7 NTT, Korban Tewas Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 71 orang meninggal dunia, satu di antaranya merupakan warga Kabupaten Nagekeo. Di tengah penanganan darurat, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian juga mencapai puluhan ribu. Data terbaru BNPB […]

  • Jalan May Zen, Sei Selincah Rusak Parah, Warga Kok Gak Tidak Diperbaiki?

    Jalan May Zen, Sei Selincah Rusak Parah, Warga Kok Gak Tidak Diperbaiki?

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    Antrian kendaraan akibat macet tersebut hampir 50 meter setiap pagi dan siang ketika sekolah di daerah setempat membubarkan anak muridnya

expand_less
WordPress Archive Easy Digital Downloads Xero Easy Digital Downloads Zapier Addon Easy Select and Share Pro Easy Social Share Buttons for WordPress Easy Table of Contents for AMP Easy Tables – Table Manager for WPBakery Page Builder Easy Video Player WordPress & WooCommerce Plugin Easy View Shortcode in WPBakery Page Builder Easy WooCommerce Per Product Shipping EasyBook – Directory & Listing WordPress Theme