Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 1.196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RABU pagi ini, langit Kalidoni tampak murung seperti wajah anak kos yang baru sadar uang kiriman belum turun. Mendung menggantung rendah, lalu meneteskan hujan rintik-rintik yang bikin badan ingin terus meringkuk. Usai subuh, bukannya bersemangat, saya justru memilih duduk diam di pojok rumah, sambil mendengarkan musik lagu lama yang tak lekang oleh waktu. Rumah saya berdiri di Perumahan Pesona Harapan Jaya RT 50, Kalidoni Palembang,  wilayah yang kadang oleh orang kota disebut “marjinal”. Tapi bagi saya, inilah kampung tenang, kampung damai, kampung yang sesungguhnya.

Perumahan Pesona Harapan Jaya tahap I letaknya paling ujung, jauh dari kebisingan kota, kiri kanan, depan belakang, masih dipeluk hutan tua. Pohon karet, akasia, sampai sawit berdiri gagah seperti para veteran yang sudah puluhan tahun berjaga. Angin datang membawa bisikan dari daun-daun yang selalu bergoyang, kadang lembut, kadang keras, seperti nasihat emak yang mood-nya naik turun. Kalau saya sebut tempat ini “kampung”, rasanya lebih pas. Karena selain rumah-rumah sederhana, ayam masih bebas main di jalan, kucing bergelimpangan di teras tetangga, dan suara burung pagi selalu jadi alarm alami.

Kota mungkin menyebutnya perumahan marjinal, tapi bagi saya justru di sinilah letak kemewahan sejati, coba bandingkan orang kota berdesak-desakan, suara klakson tiap menit, AC menyala 24 jam sampai listrik jantungan. Sementara kami, tiap hari dapat AC gratis dari angin hutan, musik gratis dari kicau burung, dan hiburan gratis melihat ayam berkelahi rebutan cacing. Bukankah hidup sederhana ini justru lebih sehat bagi jiwa?

Di kampung ini, ayam jadi profesor kehidupan, mereka berlarian ke sana ke mari, lalu tiba-tiba berhenti, mengais tanah, dan berebut apa saja yang muncul dari bawah. Dari ayam saya belajar, bahwa hidup itu jangan terlalu banyak rencana.

Kadang rezeki justru nongol dari tanah yang kita cakar tanpa diduga. Pepatah lama bilang “Rezeki sudah ada yang ngatur, tapi tangan tetap harus bekerja”. Begitu juga ayam tak menunggu, tapi terus mengais.

Sementara kucing? Mereka adalah seniman sejati, tidur di mana saja, berguling di jalan, kadang pura-pura lapar padahal baru saja makan di rumah tetangga. Dari kucing saya belajar filosofi santai “Kalau hidup terlalu serius, nanti cepat tua”. Kucing tahu betul cara menikmati waktu. Kadang saya iri, mereka bisa jadi ‘penguasa kampung’ tanpa harus ikut pemilu.

Rabu ini hujan rintik seperti payung alam yang membasuh segala resah, banyak orang mengeluh kalau hujan bikin malas. Tapi bukankah malas itu juga bagian dari kehidupan? Bayangkan kalau manusia bekerja terus tanpa jeda, bukankah nanti kita lebih mirip robot ketimbang manusia? Hujan, dengan rintik pelan, seakan berkata “Tenanglah, diamlah sebentar, dengarkan musik, resapi hidup”

Pepatah Jawa pernah bilang “Alon-alon asal kelakon”. Artinya, tak perlu tergesa, karena yang penting sampai juga. Hujan rintik pagi ini seperti reminder, bahwa hidup itu tak melulu soal berlari mengejar target. Ada kalanya kita duduk, diam, dan mengizinkan alam yang berbicara.

Tinggal di ujung perumahan, diapit hutan tua, membuat saya sering merenung sebetulnya manusia itu sering terlalu ribut dengan ambisinya. Kita sibuk berlomba-lomba membangun gedung tinggi, jalan tol panjang, dan mal megah. Tapi ujung-ujungnya, saat lelah, kita mencari yang paling sederhana, secangkir kopi, suara hujan, dan ketenangan, bukankah ironis?

Kalidoni mungkin bukan pusat kota, Pesona Harapan Jaya RT 50 mungkin dianggap perumahan marjinal. Tapi justru di sinilah saya menemukan apa yang tak dimiliki orang kota, keseimbangan alam yang masih hidup, udara yang masih murni, serta tetangga yang masih suka menyapa tanpa perlu janji temu via WhatsApp.

Pagi yang mendung dan hujan rintik di Kalidoni ini memberi pelajaran bahwa ketenangan bukan dicari di pusat keramaian, melainkan di hati yang mampu menerima kesederhanaan. Ayam, kucing, hutan, bahkan rintik hujan menjadi guru yang sabar, mengajarkan kita tentang sabar, syukur, dan santai.

Jadi, kalau ada orang berkata “perumahan marjinal”, saya jawab dengan senyum “Silakan bilang begitu, tapi di sini kami hidup damai, sehat, dan merdeka”, karena sejatinya, kampung yang dikelilingi pohon tua dan suara hujan lebih mahal nilainya daripada gemerlap neon kota.

Mungkin benar kata orang bijak “Orang sibuk mencari surga, padahal kadang surga sudah ada di kampung sendiri”, dan pagi ini, di Kalidoni yang rintik, saya merasa telah menemukannya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluar Daerah, Bupati Muba Bakal Potong TPP ASN & Sanksi Disiplin

    Keluar Daerah, Bupati Muba Bakal Potong TPP ASN & Sanksi Disiplin

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    MEMPERKETAT  pembatasan wilayah guna meminimalisir penularan wabah covid-19 atau virus corona di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginstruksikan agar para ASN di lingkungan Pemkab Muba tidak bepergian ke luar daerah terutama ke wilayah dengan berstatus zona merah. Hal ini tertuang pada Instruksi Bupati Muba […]

  • Gubernur  Resmikan CPNS dan PPPK Formasi Guru Terbanyak ke 6 se Indonesia

    Gubernur  Resmikan CPNS dan PPPK Formasi Guru Terbanyak ke 6 se Indonesia

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru berharap para Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk terus menanamkan niat baik agar bekerja dilakukan secara jujur, disiplin, berintegritas dan produktif. “Saya minta niat itu ditanamkan, kalian disiplin tidak cukup, tapi disiplin penting. Kalian jujur juga tidak cukup, tapi kalian harus […]

  • Rilis Buku Putih, Microsoft Di Dukung ODI, Berbagi Data Kunci untuk Pecahkan Tantangan Ekonomi & Sosial Terbesar di Asia

    Rilis Buku Putih, Microsoft Di Dukung ODI, Berbagi Data Kunci untuk Pecahkan Tantangan Ekonomi & Sosial Terbesar di Asia

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.509
    • 0Komentar

    MICROSOFT hari ini, dengan dukungan dari Open Data Institute (ODI), merilis buku putih yang mengungkapkan pelajaran untuk membantu pemerintah dan organisasi di Asia sepenuhnya menyadari manfaat berbagi dan kolaborasi data. Ditemukan bahwa membangun fondasi kepercayaan melalui privasi, keamanan, dan tata kelola; kolaborasi antara pemangku kepentingan sektor publik dan swasta; dan tindakan oleh pemerintah untuk menciptakan […]

  • Wagub: Hari Sumpah Pemuda Harus Menjadi Perekat Persatuan

    Wagub: Hari Sumpah Pemuda Harus Menjadi Perekat Persatuan

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya (MY) menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 Tahun 2021 di Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (28/10/2021). Dalam kesempatan itu, MY katakan Hari Sumpah Pemuda ke 93 kali ini mengambil tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang […]

  • Jelang Natal, Asosiasi Minyak Goreng Minta Jaga Produk

    Jelang Natal, Asosiasi Minyak Goreng Minta Jaga Produk

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    ASOSIASI dan produsen minyak goreng sawit diminta tetap menjaga produksi minyak goreng curah dan kemasan sederhana mejelang Natal dan Tahun Baru 2022. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PDN Kemendag), Oke Nurwan, mengatakan ketersediaan minyak goreng di pasaran akan membuat harganya tetap terjanga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) tersebut. “Kami meminta baik […]

  • Optimalkan Fly Ash & FABA PLTU Banjarsari,Perusda Pemkab Lahat & PT Sriwijaya Buana Mandiri Teken MoU
    CSR

    Optimalkan Fly Ash & FABA PLTU Banjarsari,Perusda Pemkab Lahat & PT Sriwijaya Buana Mandiri Teken MoU

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.572
    • 0Komentar

    PT Bukit Pembangkit Innovative melakukan optimalisasi penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash(FABA) PLTU Banjarsari, untuk kepentingan Corrporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU), dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Pemkab Lahat dan PT Sriwijaya Buana Mandiri. Penantanganan ini disaksikan Bupati Lahat Cik Ujang, kemarin. Karena nantinya limbah FABA akan dibuat Batako, […]

expand_less
WordPress Archive Quickbooks Payments Gateway for WooCommerce QuickBooks(Intuit) Payment API Gateway for WooCommerce QuickCal – Appointment Booking Calendar for WordPress QuickDate Android – Mobile Social Dating Platform Application QuickFood – Delivery or Takeaway Food Template Quickshop – Responsive Shopify Sections Theme Quiety – Software & IT Solutions WordPress Theme Quiff – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit Quill Blog – Responsive Minimal WordPress theme Quincy – Business Consulting WordPress Theme