Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

BUKU DIARI : “Sepotong Tenang dari Kalidoni yang Rintik”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 1.211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RABU pagi ini, langit Kalidoni tampak murung seperti wajah anak kos yang baru sadar uang kiriman belum turun. Mendung menggantung rendah, lalu meneteskan hujan rintik-rintik yang bikin badan ingin terus meringkuk. Usai subuh, bukannya bersemangat, saya justru memilih duduk diam di pojok rumah, sambil mendengarkan musik lagu lama yang tak lekang oleh waktu. Rumah saya berdiri di Perumahan Pesona Harapan Jaya RT 50, Kalidoni Palembang,  wilayah yang kadang oleh orang kota disebut “marjinal”. Tapi bagi saya, inilah kampung tenang, kampung damai, kampung yang sesungguhnya.

Perumahan Pesona Harapan Jaya tahap I letaknya paling ujung, jauh dari kebisingan kota, kiri kanan, depan belakang, masih dipeluk hutan tua. Pohon karet, akasia, sampai sawit berdiri gagah seperti para veteran yang sudah puluhan tahun berjaga. Angin datang membawa bisikan dari daun-daun yang selalu bergoyang, kadang lembut, kadang keras, seperti nasihat emak yang mood-nya naik turun. Kalau saya sebut tempat ini “kampung”, rasanya lebih pas. Karena selain rumah-rumah sederhana, ayam masih bebas main di jalan, kucing bergelimpangan di teras tetangga, dan suara burung pagi selalu jadi alarm alami.

Kota mungkin menyebutnya perumahan marjinal, tapi bagi saya justru di sinilah letak kemewahan sejati, coba bandingkan orang kota berdesak-desakan, suara klakson tiap menit, AC menyala 24 jam sampai listrik jantungan. Sementara kami, tiap hari dapat AC gratis dari angin hutan, musik gratis dari kicau burung, dan hiburan gratis melihat ayam berkelahi rebutan cacing. Bukankah hidup sederhana ini justru lebih sehat bagi jiwa?

Di kampung ini, ayam jadi profesor kehidupan, mereka berlarian ke sana ke mari, lalu tiba-tiba berhenti, mengais tanah, dan berebut apa saja yang muncul dari bawah. Dari ayam saya belajar, bahwa hidup itu jangan terlalu banyak rencana.

Kadang rezeki justru nongol dari tanah yang kita cakar tanpa diduga. Pepatah lama bilang “Rezeki sudah ada yang ngatur, tapi tangan tetap harus bekerja”. Begitu juga ayam tak menunggu, tapi terus mengais.

Sementara kucing? Mereka adalah seniman sejati, tidur di mana saja, berguling di jalan, kadang pura-pura lapar padahal baru saja makan di rumah tetangga. Dari kucing saya belajar filosofi santai “Kalau hidup terlalu serius, nanti cepat tua”. Kucing tahu betul cara menikmati waktu. Kadang saya iri, mereka bisa jadi ‘penguasa kampung’ tanpa harus ikut pemilu.

Rabu ini hujan rintik seperti payung alam yang membasuh segala resah, banyak orang mengeluh kalau hujan bikin malas. Tapi bukankah malas itu juga bagian dari kehidupan? Bayangkan kalau manusia bekerja terus tanpa jeda, bukankah nanti kita lebih mirip robot ketimbang manusia? Hujan, dengan rintik pelan, seakan berkata “Tenanglah, diamlah sebentar, dengarkan musik, resapi hidup”

Pepatah Jawa pernah bilang “Alon-alon asal kelakon”. Artinya, tak perlu tergesa, karena yang penting sampai juga. Hujan rintik pagi ini seperti reminder, bahwa hidup itu tak melulu soal berlari mengejar target. Ada kalanya kita duduk, diam, dan mengizinkan alam yang berbicara.

Tinggal di ujung perumahan, diapit hutan tua, membuat saya sering merenung sebetulnya manusia itu sering terlalu ribut dengan ambisinya. Kita sibuk berlomba-lomba membangun gedung tinggi, jalan tol panjang, dan mal megah. Tapi ujung-ujungnya, saat lelah, kita mencari yang paling sederhana, secangkir kopi, suara hujan, dan ketenangan, bukankah ironis?

Kalidoni mungkin bukan pusat kota, Pesona Harapan Jaya RT 50 mungkin dianggap perumahan marjinal. Tapi justru di sinilah saya menemukan apa yang tak dimiliki orang kota, keseimbangan alam yang masih hidup, udara yang masih murni, serta tetangga yang masih suka menyapa tanpa perlu janji temu via WhatsApp.

Pagi yang mendung dan hujan rintik di Kalidoni ini memberi pelajaran bahwa ketenangan bukan dicari di pusat keramaian, melainkan di hati yang mampu menerima kesederhanaan. Ayam, kucing, hutan, bahkan rintik hujan menjadi guru yang sabar, mengajarkan kita tentang sabar, syukur, dan santai.

Jadi, kalau ada orang berkata “perumahan marjinal”, saya jawab dengan senyum “Silakan bilang begitu, tapi di sini kami hidup damai, sehat, dan merdeka”, karena sejatinya, kampung yang dikelilingi pohon tua dan suara hujan lebih mahal nilainya daripada gemerlap neon kota.

Mungkin benar kata orang bijak “Orang sibuk mencari surga, padahal kadang surga sudah ada di kampung sendiri”, dan pagi ini, di Kalidoni yang rintik, saya merasa telah menemukannya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laksanakan Zoom Meeting, Pemkab Bengkulu Utara Menuju Smart City

    Laksanakan Zoom Meeting, Pemkab Bengkulu Utara Menuju Smart City

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    PEMKAB Bengkulu Utara dipimpin langsung Bupati Bengkulu Utara Ir H Main mengikuti zoom meeting terkait rapat persiapan Assessment Gerakan Menuju Smart City, bersama Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Di ruang rapat Sekdakab BU, Senin (1/11/2021). Assessment smart city adalah suatu penilaian kabupaten/kota yang dilakukan oleh Kemenkominfo RI. Penilaian berdasarkan indikator-indikator yang sudah ditetapkan dengan […]

  • Mengatasi Keringat Saat Beraktivitas

    Mengatasi Keringat Saat Beraktivitas

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    TINGGAL di Indonesia yang merupakan wilayah tropis memiliki tantangan tersendiri. Beraktivitas saat panas terik di luar ruangan dapat membuat tubuh mengeluarkan keringat. Bahkan, saat berada di dalam ruangan tanpa pendingin ruangan pun, kita bisa berkeringat dikarenakan suhu yang tinggi. Keringat dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya saja, saat berangkat ke kantor atau ke sekolah, […]

  • Bupati Muba Hadiri Forum Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020

    Bupati Muba Hadiri Forum Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Jakarta – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menghadiri  secara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Acara  penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 bertema  Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas.  Presiden Joko Widodo langsung memimpin pembahasan ini dengan peserta beberapa pimpinan lembaga negara diantaranya Ketua DPR Bambang Soesatyo, […]

  • Digitalisasi UMKM Bukan Lagi Mimpi, QRIS Masuk ke Emperan Pasar

    Digitalisasi UMKM Bukan Lagi Mimpi, QRIS Masuk ke Emperan Pasar

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    DULU, beli gorengan tinggal bilang “Bang, satu bakwan, satu tahu, sama ngutang lima ribu” Sekarang? Sebelum gorengan disentuh, pedagang sudah bilang “Scan dulu, Bang. QRIS-nya di dekat tabung gas” Transformasi digital UMKM bukan lagi wacana. Sekarang, dari warung kopi sampai tukang pijat refleksi, semuanya udah mulai mengandalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Satu kode […]

  • Angka Kemiskinan Tinggi, Walikota Palembang Diminta Untuk Menurunkan

    Angka Kemiskinan Tinggi, Walikota Palembang Diminta Untuk Menurunkan

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan meminta Wali Kota Palembang Harnojoyo menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang angkanya lebih tinggi dibandingkan di daerah lain. Hal ini dikemukakan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Asisten Ekonomi Keuangan Pembangunan, Ekowati Rerningsih, usai Musrenbang Kota Palembang, awal pekan ini. Ekowati menyebutkan, dibandingkan tahun lalu yang sempat minus, pertumbuhan ekonomi Palembang […]

  • Asian Games, Trafik Telkomsel Naik 720%

    Asian Games, Trafik Telkomsel Naik 720%

    • calendar_month Selasa, 21 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.371
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Telkomsel mencatat lonjakan trafik dan payload data operator tersebut hingga 720% saat pembukaan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang tanggal 18 Agustus 2018. “Khusus di Jakabaring Sports City (JSC) sebagai venue kedua Asian Games yang ramai didatangi atlet dan pengunjung, trafik voice mengalami kenaikan sebesar 522% dan penggunaan layanan data (payload) sekitar 720%dibandingkan hari biasa,” kata […]

expand_less
WordPress Archive Quickbooks Payments Gateway for WooCommerce QuickBooks(Intuit) Payment API Gateway for WooCommerce QuickCal – Appointment Booking Calendar for WordPress QuickDate Android – Mobile Social Dating Platform Application QuickFood – Delivery or Takeaway Food Template Quickshop – Responsive Shopify Sections Theme Quiety – Software & IT Solutions WordPress Theme Quiff – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit Quill Blog – Responsive Minimal WordPress theme Quincy – Business Consulting WordPress Theme