Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

“Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 581
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA lomba siapa daerah yang paling sering jadi tuan rumah acara serius tapi bikin kepala rakyat ikut mengangguk-angguk, Musi Banyuasin (Muba) bisa masuk final.

Coba bayangkan, baru-baru ini Muba jadi panggung utama Dialog Yuridiksi Karet, dengan tema super serius “Mendorong Karet Berkelanjutan di Indonesia melalui Ketelusuran dan Inklusi Petani”. Tapi tenang, bukan berarti acaranya cuma cocok buat pejabat berjas dan petani yang bawa map tebal. Di sinilah getah bisa jadi gaya, dan kebun jadi kiblat diskusi global.

Acara ini digelar di Auditorium Pemkab Muba pada Rabu (9/7/2025) lalu, dan diselenggarakan oleh PISAgro, bukan nama bakso di pinggir jalan, tapi organisasi serius Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture.

Mereka datang membawa niat mulia bagaimana supaya karet Indonesia, terutama dari Muba, bisa laku keras di pasar global tapi tetap lestari, adil, dan, ini penting petaninya gak cuma dapat tepuk tangan tapi juga keuntungan.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, dalam sambutan khas tokoh sepuh nan santun, menyelipkan harapan sederhana tapi menyentuh harga karet jangan kayak sandal jepit mudah putus di tengah jalan. “Semoga diskusi ini menghasilkan langkah nyata,” ujarnya.

Kalimat ini seolah berkata cukup sudah petani digeret isu global tanpa tahu harus nyadap pakai standar siapa. Nah, satu istilah yang sering keluar kayak lagu dangdut di warung kopi adalah STDB / Surat Tanda Daftar Budidaya.

Ini bukan akronim sinetron, tapi surat sakti buat nunjukin kalau kebun karet kita bebas dari dosa deforestasi. Karena pasar global, terutama Uni Eropa, kini sudah macam calon mertua pilih-pilih dan detail. Kalau kebunmu masih nebeng di hutan lindung, maaf, gak bisa ikut ekspor.

Kepala Dinas Perkebunan Muba, Ahkmad Toyibir, mengingatkan “Pasar global sekarang kayak detektif lingkungan. Semua produk harus bisa ditelusuri asal-usulnya, seperti karet detektif Conan dari batang siapa, di kebun mana, dan pakai pupuk siapa.” Maka STDB ini penting bukan main.

Menurut Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Safaat, keberlanjutan itu tak bisa kerja sendirian kayak superhero, tapi harus gotong royong.

Di sinilah semua aktor bermain pemerintah, petani, offtaker, dan lembaga. Bayangkan mereka duduk satu meja petani dengan sepatu karet, perusahaan dengan laptop dan grafik, lalu diskusi demi masa depan yang lestari.

Agung Nugroho dari PISAgro juga sepakat, hilirisasi itu bukan cuma soal bikin ban dari karet, tapi bikin petani tak hanya ‘menyadap nasib’ tiap pagi. Hilirisasi harus sampai ke kantong mereka.

Dan ingat pepatah bijak orang tua kita “Sekok getah bisa jadi rejeki, asal tak bocor di tengah distribusi”. Maka inklusi petani itu bukan cuma narasi proyek, tapi hakikat keadilan ekonomi.

Kalau mau belajar karet, kita bisa nyontek dikit ke Thailand. Negara ini bukan cuma jago bikin drama lakorn, tapi juga eksportir karet nomor wahid. Rahasianya? Mereka punya sistem keterlacakan yang rapi kayak rak sepatu di rumah tentara.

Di dalam negeri, Jambi sudah lebih dulu menyiapkan STDB massal dan membentuk tim pendamping petani. Di sana, Dinas Perkebunan rajin ngopi bareng petani, bukan cuma datang waktu panen raya.

Muba, kalau serius, bisa jadi bintang baru di langit karet. Modalnya udah ada lahan luas, petani rajin, dan sekarang, forum serius yang membahas masa depan.

Acara ini bukan cuma duduk-duduk di auditorium yang sejuk AC-nya, tapi lanjut ke kebun petani. Di sanalah peserta akan tahu bahwa menyadap karet bukan sekadar soal pisau dan pagi hari, tapi juga cuaca, harga pasar, dan… nyamuk yang ikut nimbrung.

Dari lapangan, peserta bisa paham risiko nyata dari cuaca yang makin ngambek sampai harga karet yang naik-turun kayak harga cabai. Maka dibutuhkan bukan cuma regulasi, tapi juga empati dan inovasi.

Seperti kata Jack Ma, pendiri Alibaba “Jangan fokus ke kompetitor, tapi fokuslah pada pelanggan”, dalam konteks ini, pelanggan kita bukan cuma yang beli ban, tapi juga planet Bumi yang ingin lestari.

Atau seperti kata Dilan (versi perkebunan) “Aku bukan cuma rindu kamu, tapi juga rindu harga karet yang adil dan stabil”

Dialog Yuridiksi Karet ini bukan sekadar seremonial yang diakhiri dengan foto bareng dan kopi manis. Ini adalah titik awal agar petani tak jadi korban dari istilah-istilah canggih, dan agar daerah seperti Muba tak hanya jadi ladang produksi, tapi juga pusat pengambilan keputusan.

Inilah waktunya Muba mengirim sinyal ke dunia “Kami tak hanya punya karet, tapi juga niat untuk jadi pelopor keberlanjutan”

Kalau dulu getah karet hanya jadi bahan sandal jepit dan ban mobil, sekarang ia bisa jadi simbol peradaban, ekonomi sirkular, dan keadilan lingkungan. Seperti kata pepatah yang baru saya pikirkan.  “Karet yang disadap dengan ikhlas, akan memberi hasil yang berkualitas”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ ke XXX, 20 peserta KTIQ siap hasilkan karya tulis terbaik di babak penyisihan

    MTQ ke XXX, 20 peserta KTIQ siap hasilkan karya tulis terbaik di babak penyisihan

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.308
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pelaksanaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXX tingkat Provinsi Sumatera Selatan di kabupaten Musi Banyuasin berjalan dengan sangat baik dan lancar, Sabtu (04/05/2024). Sejumlah cabang yang diperlombakan hari ini di masing-masing venue sesuai dengan jadwal salah satunya lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Lomba karya tulis tersebut digelar di Auditorium Pemkab Muba […]

  • Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BMKG Minta Masyarakat Harus Selalu Waspada

    Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BMKG Minta Masyarakat Harus Selalu Waspada

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.406
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi hingga Maret-April mendatang. Hal ini tidak lain bila terjadi bencana sehingga dapat diantisipasi sejak dini. “Mengingat potensi cuaca ekstrem berupa puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang masih dapat terjadi hingga Maret-April mendatang, maka BMKG […]

  • Kabut Asap Kian Pekat, Penderita ISPA di Sumsel Bertambah, Berapa Jumlahnya ?

    Kabut Asap Kian Pekat, Penderita ISPA di Sumsel Bertambah, Berapa Jumlahnya ?

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    “Kota Palembang masih menjadi daerah yang masyarakatnya palling banyak terkena ISPA yakni sebanyak 11.863 orang,”

  • Jokowi : Ini Tol Pertama di Sumsel, Jadi Jangan Dipungut Biaya Dulu Ya..

    Ciptakan Lapangan Kerja, Perbanyak Program Padat Karya

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meminta para kepala daerah untuk memanfaatkan APBD mereka dalam membantu masyarakat di lapisan bawah yang terdampak pandemi. Salah satu caranya ialah dengan memperbanyak program-program padat karya yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan di daerah. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar secara […]

  • Agar Lebih Kreatif Berkomunikasi di Era Digital, Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Hadirkan Content Creator Muda

    Agar Lebih Kreatif Berkomunikasi di Era Digital, Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Hadirkan Content Creator Muda

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.667
    • 0Komentar

    MAHASISWA Ilmu Komunikasi Angkatan 2020 Kelas B FISIP UIN Raden Fatah Palembang sukses menggelar webinar dengan tema “Komunikasi Kreatif Sebagai Kunci Sukses di Era Digital” bersama narasumber dengan nama panggungnya Juju Onyols selaku Comedian, Influencer dan Content Cretor. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual menggunakan platform zoom dengan tujuan  mengasah ilmu agar lebih kreatif dalam berkomunikasi […]

  • Sudah 118 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2019, Kebakaran Mendominasi

    Sudah 118 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2019, Kebakaran Mendominasi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    SEBANYAK 188 kali kejadian bencana terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang Tahun 2019 tercatat terjadi, yang terbanyak adalah kebakaran rumah penduduk sebanyak 116 kali. Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya usai melaknasakan Gegiatan Apel Pelaksanaan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Selatan. “Bencana yang lainnya seperti […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress WooCommerce Points Gateway GamiPress Zapier Gana – Music and Event WordPress Theme gAppointments – Appointment booking addon for Gravity Forms Garanti 3D Virtual POS Gateway for WooCommerce Garax – Automotive WordPress Theme Garda – Gardening WordPress Theme Garden Care – Gardening and Landscaping WordPress Theme Garden HUB – Lawn & Landscaping WordPress Theme Garden – Landscape Gardening WordPress Theme