Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

“Karet Bukan Lagi Komoditas Galau, Muba Tunjukkan Jalannya”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA lomba siapa daerah yang paling sering jadi tuan rumah acara serius tapi bikin kepala rakyat ikut mengangguk-angguk, Musi Banyuasin (Muba) bisa masuk final.

Coba bayangkan, baru-baru ini Muba jadi panggung utama Dialog Yuridiksi Karet, dengan tema super serius “Mendorong Karet Berkelanjutan di Indonesia melalui Ketelusuran dan Inklusi Petani”. Tapi tenang, bukan berarti acaranya cuma cocok buat pejabat berjas dan petani yang bawa map tebal. Di sinilah getah bisa jadi gaya, dan kebun jadi kiblat diskusi global.

Acara ini digelar di Auditorium Pemkab Muba pada Rabu (9/7/2025) lalu, dan diselenggarakan oleh PISAgro, bukan nama bakso di pinggir jalan, tapi organisasi serius Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture.

Mereka datang membawa niat mulia bagaimana supaya karet Indonesia, terutama dari Muba, bisa laku keras di pasar global tapi tetap lestari, adil, dan, ini penting petaninya gak cuma dapat tepuk tangan tapi juga keuntungan.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, dalam sambutan khas tokoh sepuh nan santun, menyelipkan harapan sederhana tapi menyentuh harga karet jangan kayak sandal jepit mudah putus di tengah jalan. “Semoga diskusi ini menghasilkan langkah nyata,” ujarnya.

Kalimat ini seolah berkata cukup sudah petani digeret isu global tanpa tahu harus nyadap pakai standar siapa. Nah, satu istilah yang sering keluar kayak lagu dangdut di warung kopi adalah STDB / Surat Tanda Daftar Budidaya.

Ini bukan akronim sinetron, tapi surat sakti buat nunjukin kalau kebun karet kita bebas dari dosa deforestasi. Karena pasar global, terutama Uni Eropa, kini sudah macam calon mertua pilih-pilih dan detail. Kalau kebunmu masih nebeng di hutan lindung, maaf, gak bisa ikut ekspor.

Kepala Dinas Perkebunan Muba, Ahkmad Toyibir, mengingatkan “Pasar global sekarang kayak detektif lingkungan. Semua produk harus bisa ditelusuri asal-usulnya, seperti karet detektif Conan dari batang siapa, di kebun mana, dan pakai pupuk siapa.” Maka STDB ini penting bukan main.

Menurut Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Safaat, keberlanjutan itu tak bisa kerja sendirian kayak superhero, tapi harus gotong royong.

Di sinilah semua aktor bermain pemerintah, petani, offtaker, dan lembaga. Bayangkan mereka duduk satu meja petani dengan sepatu karet, perusahaan dengan laptop dan grafik, lalu diskusi demi masa depan yang lestari.

Agung Nugroho dari PISAgro juga sepakat, hilirisasi itu bukan cuma soal bikin ban dari karet, tapi bikin petani tak hanya ‘menyadap nasib’ tiap pagi. Hilirisasi harus sampai ke kantong mereka.

Dan ingat pepatah bijak orang tua kita “Sekok getah bisa jadi rejeki, asal tak bocor di tengah distribusi”. Maka inklusi petani itu bukan cuma narasi proyek, tapi hakikat keadilan ekonomi.

Kalau mau belajar karet, kita bisa nyontek dikit ke Thailand. Negara ini bukan cuma jago bikin drama lakorn, tapi juga eksportir karet nomor wahid. Rahasianya? Mereka punya sistem keterlacakan yang rapi kayak rak sepatu di rumah tentara.

Di dalam negeri, Jambi sudah lebih dulu menyiapkan STDB massal dan membentuk tim pendamping petani. Di sana, Dinas Perkebunan rajin ngopi bareng petani, bukan cuma datang waktu panen raya.

Muba, kalau serius, bisa jadi bintang baru di langit karet. Modalnya udah ada lahan luas, petani rajin, dan sekarang, forum serius yang membahas masa depan.

Acara ini bukan cuma duduk-duduk di auditorium yang sejuk AC-nya, tapi lanjut ke kebun petani. Di sanalah peserta akan tahu bahwa menyadap karet bukan sekadar soal pisau dan pagi hari, tapi juga cuaca, harga pasar, dan… nyamuk yang ikut nimbrung.

Dari lapangan, peserta bisa paham risiko nyata dari cuaca yang makin ngambek sampai harga karet yang naik-turun kayak harga cabai. Maka dibutuhkan bukan cuma regulasi, tapi juga empati dan inovasi.

Seperti kata Jack Ma, pendiri Alibaba “Jangan fokus ke kompetitor, tapi fokuslah pada pelanggan”, dalam konteks ini, pelanggan kita bukan cuma yang beli ban, tapi juga planet Bumi yang ingin lestari.

Atau seperti kata Dilan (versi perkebunan) “Aku bukan cuma rindu kamu, tapi juga rindu harga karet yang adil dan stabil”

Dialog Yuridiksi Karet ini bukan sekadar seremonial yang diakhiri dengan foto bareng dan kopi manis. Ini adalah titik awal agar petani tak jadi korban dari istilah-istilah canggih, dan agar daerah seperti Muba tak hanya jadi ladang produksi, tapi juga pusat pengambilan keputusan.

Inilah waktunya Muba mengirim sinyal ke dunia “Kami tak hanya punya karet, tapi juga niat untuk jadi pelopor keberlanjutan”

Kalau dulu getah karet hanya jadi bahan sandal jepit dan ban mobil, sekarang ia bisa jadi simbol peradaban, ekonomi sirkular, dan keadilan lingkungan. Seperti kata pepatah yang baru saya pikirkan.  “Karet yang disadap dengan ikhlas, akan memberi hasil yang berkualitas”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BJB Bantu Alat Indeks Ukur Tingkat Kepuasan Masyarakat untuk DPMPTSP Kota Palembang 

    BJB Bantu Alat Indeks Ukur Tingkat Kepuasan Masyarakat untuk DPMPTSP Kota Palembang 

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.962
    • 0Komentar

    BANK Jabar Banten [BJB] memberikan bantuan Penyediaan Alat Indeks Ukur Tingkat Kepuasan Masyarakat dalam bentuk tablet untuk  DPMPTSP Kota Palembang yang akan dipergunakan saat pegawai dinas melayani perizinan. Pemimpin Cabang Bank BJB Kota Palembang, Rudy Chandra mengatakan salah satu komitmen perseroan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah secara konsisten. Menurutnya pelayanan yang optimal adalah sebuah pokok utama […]

  • Ini Pesan Presiden, Gunakan Sertifikat Tanah untuk Kegiatan Produktif

    Ini Pesan Presiden, Gunakan Sertifikat Tanah untuk Kegiatan Produktif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) berpesan, agar seluruh masyarakat yang sudah memiliki sertifikat tanah, agar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif supaya memiliki nilai tambah. Presiden menegaskan bahwa sertifikat tanah penting dimiliki setiap pemilik tanah, karena merupakan tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki. Hal ini karena, di sertifikat tanah tertulis nama pemilik beserta luas lahan yang […]

  • Jelang Idul Adha, Ada OP di OKI, Apa saja yang di jual !

    Jelang Idul Adha, Ada OP di OKI, Apa saja yang di jual !

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI menggelar Operasi Pasar [OP],Jumat (14/6/2024) pagi. Warga OKI pun langsung menyerbu, ada berapa komoditi yang dijual murah, antara lain cabai, minyak goreng, telur dan sayuran, semuanya  langsung ludes saat operasi pasar perdana jelang Idul Adha itu dibuka. Operasi […]

  • OKI Optimistis Raih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021

    OKI Optimistis Raih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir (OKI) terpilih menjadi nominasi penerima penghargaan  Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI). Anungrah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen mengimplementasikan strategi pengarusutamaan gender sesuai dengan Inpres […]

  • Ini Himbauan Presiden, Pejabat Bayar Zakat Diharapkan Melalui Baznas

    Ini Himbauan Presiden, Pejabat Bayar Zakat Diharapkan Melalui Baznas

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, seluruh pejabat dapat membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Mengingat, dalam beberapa pekan ke depan akan tiba waktunya umat muslim diwajibkan membayarkan zakat fitrah. Pejabat yang dimaksud antara lain menteri, kepala instansi pemerintahan, gubernur, walikota, bupati, pimpinan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), dan pimpinan perusahaan swasta. “Saya […]

  • Ada Upaya Pengambil Alihan Kekuasaan, DPC Demokrat Muara Enim Minta Perlindungan

    Ada Upaya Pengambil Alihan Kekuasaan, DPC Demokrat Muara Enim Minta Perlindungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Muara Enim minta perlindungan Kapolres Muara Enim. Karena ada upaya pengambilalihan kekuasaan partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sah secara hukum di Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Sekitar pukul 14.00 WIB, pengurus DPC Partai Demokrat Muara Enim dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress WooCommerce Points Gateway GamiPress Zapier Gana – Music and Event WordPress Theme gAppointments – Appointment booking addon for Gravity Forms Garanti 3D Virtual POS Gateway for WooCommerce Garax – Automotive WordPress Theme Garda – Gardening WordPress Theme Garden Care – Gardening and Landscaping WordPress Theme Garden HUB – Lawn & Landscaping WordPress Theme Garden – Landscape Gardening WordPress Theme