Kamis, 17 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Budidaya Ikan Lele Gunakan Sistem Bioflok

Budidaya Ikan Lele Gunakan Sistem Bioflok

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
  • visibility 2.830
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUBSEKTOR perikanan budidaya menjadi salah satu fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan di masyarakat. Paket bantuan budidaya ikan sistem bioflok menjadi salah satu inovasi teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu solusi menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan ke depan.

Koperasi Serba Usaha (KSU) Central Lele merupakan salah satu penerima paket bantuan budidaya Ikan Lele sistem bioflok pada tahun 2020 dari Desa Panji Lor, Kabupaten Situbondo. Ahmad Basri selaku Ketua KSU Central Lele telah mulai menjalankan usaha budidaya Ikan Lele sejak tahun 2010 dan merasakan manfaat yang berlipat dari usaha budidaya ikan sistem bioflok yang kini ditekuninya.

“Budidaya Ikan Lele menggunakan sistem bioflok ini merupakan teknologi yang baru bagi anggota kelompok kami, sehingga wajar apabila timbul beberapa kendala pada siklus penebaran pertama seperti masalah kualitas air hingga pertumbuhan ikan yang lambat. Namun seiring berjalan waktu dan bimbingan dari tim Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, kami telah berhasil mengatasi kendala-kendala tersebut,” terang Basri.

Basri menyebutkan bahwa kelompoknya mendapatkan bantuan berupa 8 unit kolam bulat berdiameter 3 meter, 24 ribu ekor benih Ikan Lele, pakan dan obat ikan, sistem aerasi, serta sarana penunjang operasional lainnya. Dari bantuan tersebut, total hasil panen perdana yang dihasilkan di KSU Central Lele mencapai 2 ton dengan nilai ekonomi yang diraup mencapai  Rp26 juta.

“Setelah panen siklus pertama selesai, kami melanjutkan untuk usaha siklus kedua dengan menebar benih lele sebanyak 20 ribu ekor dan telah berhasil panen parsial pertama sebanyak 384 kg. Dari penebaran kedua ini kami menargetkan untuk dapat menghasilkan 1,8 ton Ikan Lele bernilai jual mencapai Rp29,7 juta dengan asumsi harga jual Rp16.500 per kg,” papar Basri.

Basri optimis dengan pengalaman dan modal yang telah didapatkan melalui bantuan pemerintah ini kelompoknya akan dapat mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Apalagi menurut perhitungannya sistem bioflok ini menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan metode konvensional karena lebih irit dalam penggunaan air serta pakan. Untuk itu, dia memiliki rencana untuk menambah jumlah kolam bioflok dan meningkatkan padat tebar secara berkala agar keuntungan yang didapatkan oleh anggota kelompoknya dapat terus meningkat.

“Harapan kami agar pemerintah dapat terus hadir bagi masyarakat melalui berbagai program bantuan, sosialisasi maupun penyuluhan sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal” tutup Basri.

Sebagai informasi, pada tahun 2020 BPBAP Situbondo menyalurkan paket bantuan budidaya ikan sistem bioflok kepada 7 Pokdakan di Provinsi Jawa Timur dengan total nilai bantuan sebesar Rp1,12 miliar. Untuk tahun 2021, BPBAP Situbondo kembali akan menyalurkan 12 paket bantuan kepada sejumlah Pokdakan di Provinsi Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu yang biasa disapa Tebe mengungkapkan bahwa komoditas ikan air tawar seperti lele memiliki potensi keberlanjutan usaha yang tinggi karena pangsa pasar yang baik di dalam negeri, sehingga tidak pernah kekurangan peminat.

“Paket bantuan budidaya ikan sistem bioflok merupakan program prioritas dari KKP yang diharapkan dapat menjadi salah satu pengungkit ekonomi masyarakat khususnya pembudidaya. Selain memastikan produksi terus berjalan, hasil produk perikanan yang dihasilkan menjadi sumber protein bergizi tinggi dengan harga terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang,” urai Tebe.

Tebe juga menilai bahwa diperlukan manajemen usaha yang baik agar usaha yang dijalankan dapat berkesinambungan dan kapasitas usaha dapat berkembang menjadi lebih besar di masa mendatang.

“Tentunya kami harapkan dengan berkembangnya usaha dapat memberikan efek yang baik kepada lingkungan sekitarnya bahkan hingga dapat mengembangkan suatu wilayah menjadi pusat ekonomi baru berbasis perikanan budidaya atau menjadi sebuah kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal yang merupakan salah satu progam prioritas KKP sebagaimana digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono,” pungkas Tebe.[***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Penyaluran Bantuan, Kemensos Dirikan  Lumbung Sosial

    Percepat Penyaluran Bantuan, Kemensos Dirikan Lumbung Sosial

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    MENTERI Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, mengatakan pihaknya menyiapkan lumbung sosial untuk para penyintas gempa bermagnitudo (M) 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten guna mempercepat penyaluran bantuan. Lumbung sosial didirikan di dekat tempat evakuasi warga, yang akan disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah setempat, kata Mensos melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/1/2022). “Nanti di situ […]

  • UMKM Sumsel Sumbang 10 Persen Ekonomi, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Lewat Digital

    UMKM Sumsel Sumbang 10 Persen Ekonomi, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Lewat Digital

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pelaku UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menjaga geliat ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Sektor ini disebut menyumbang sekitar 10 persen terhadap perekonomian daerah. Jelajah UMKM Sumsel 2026 digelar ini merupakan program tidak hanya membawa tim untuk melihat aktivitas pelaku usaha, tetapi juga mencoba menangkap kondisi nyata, potensi, serta tantangan yang dihadapi UMKM di […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, Total 93

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, Total 93

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (17/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh di Muba tercatat ada 93 kasus. “Ada penambahan 2 kasus sembuh yakni kasus 98 dan kasus 99, keduanya berasal dari Kecamatan Sekayu,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga. Kadin Kominfo ini menerangkan, tercatat masih ada sebanyak […]

  • Sekda Nasrun Umar Rekomendasikan DWP Sumsel Tetap Kelola Aset Gedung Wanita

    Sekda Nasrun Umar Rekomendasikan DWP Sumsel Tetap Kelola Aset Gedung Wanita

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 855
    • 0Komentar

    SEKDA Sumsel H Nasrun Umar merekomendasikan kepada Pemprov Sumsel agar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel tetap menjadi pengelola aset milik pemprov yakni gedung wanita sriwijaya yang berlokasi di jalan Rajawali. Hal itu dikemukakan Nasrun Umar saat memimpin rapat membahas pengelolaan dan pemanfaatan aset gedung bersama DWP Sumsel dan OPD terkait di ruang rapat Sekda, Senin […]

  • Disnakertrans Muba Awasi Proses Rekrutmen TKL

    Disnakertrans Muba Awasi Proses Rekrutmen TKL

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    TIDAK hanya menguatkan dan memaksimalkan serapan Tenaga Kerja Lokal (TKL) di perusahaan minyak dan Gas (migas) saja, namun komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Hal ini juga dibuktikan setelah tim Disnakertrans Muba yang dipimpin langsung oleh Kepala Disnakertrans Kab.Muba, H Mursalin SE MM bersama Kabid terkait daReza Alex Noerdin Lic Econ […]

  • Lantik TP PKK Desa 

    Lantik TP PKK Desa 

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Musi Banyuasin Susy Imelda Frederika Beni Hernedi kembali melantik Ketua TP PKK Desa. Kali pelantikan dilakukan kepada 9 (sembilan) Ketua TP PKK Desa dalam Kecamatan Babat Toman, yakni Desa Serekah, Sugi Raya, Sugi Waras, Pangkalan Jaya, Toman, Kasmaran, Bangun Sari, Sri Mulyo, dan Desa […]

expand_less
WordPress Archive Betube Video WordPress Theme Bewear – Fashion LookBook WooCommerce Theme Bexpres - Transport & Logistics WordPress Theme BeYoga | Yogastudio & Gym WordPress Theme Beyond Multisite – Utilities for WordPress Network Admins Bezin – Pharmacy & Health WooCommerce WordPress Theme Bhume – Real Estate WordPress Theme Biagiotti – Beauty and Cosmetics Shop WordPress Theme Bidout – Multivendor Bid and Auction WordPress Theme Bidzen – NFT Marketplace WordPress Theme