Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 685
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Pak, itu kapal bendera Tiongkok lagi ngambang di selatan Bali, mancing atau nyolong, Pak?”
“Kalau dia mancing, kenapa kita yang boncos?”
“Lha iya, saya mancing di empang belakang rumah aja disuruh bayar karcis, itu di laut lepas kok gratisan!”

Begitulah kira-kira obrolan warung kopi di pinggir dermaga yang belakangan makin panas, bukan karena pemilu atau isu bintang sinetron pindah haluan jadi ustazah, tapi karena laut kita yang katanya zamrud khatulistiwa, malah dijadikan kolam pancing bersama oleh kapal-kapal asing tanpa tiket masuk.

Untunglah, di tengah ombak pencurian ikan yang kadang bikin kita, seperti pemilik rumah yang kecolongan di ruang tamu sendiri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan taringnya. Bukan taring buaya, tapi lebih mirip taring sersan mayor yang baru diganti posisi jadi komandan patroli laut.

Coba kita bayangkan Rp774,3 miliar yang berhasil diselamatkan  KKP karena menggulung kapal-kapal maling laut itu, kalau dijadikan bantuan untuk mengatasi stunting di Indonesia, bisa jadi gizi nasional naik kelas.

Kalau satu anak butuh sekitar Rp1 juta per tahun buat tambahan gizi (bisa makan telur, sayur, dan susu UHT seminggu dua kali), duit itu bisa menyelamatkan 774 ribu anak dari perut buncit tapi bukan karena kenyang melainkan kurang gizi.

Sudah lama kita dengar pepatah, “laut adalah masa depan bangsa”, tapi kalau isinya malah dijarah asing, ya masa depan itu tinggal tinggal kenangan. Mirip janji mantan waktu masih sayang-sayangnya.

Dari total 32 kapal pelaku illegal fishing, 9 di antaranya adalah kapal asing. Yang paling banyak, dari Filipina, disusul Vietnam, Malaysia, dan bahkan satu kapal dari Tiongkok. Kita jadi mikir, ini laut kita apa laut milik ASEAN plus-plus?

Kalau ini dunia silat, maka mereka ini seperti pendekar dari perguruan sebelah yang diam-diam nyusup ke padepokan kita, ngambil jurus, bawa kabur kitab, dan nyuri pisang goreng di dapur.

Untunglah tim dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) seperti pendekar penjaga gapura laut, siap membabat siapa pun yang coba-coba nyuri ikan kita.

Satu lagi modus nyebelin rumpon ilegal. Rumpon itu semacam jebakan betmen buat ikan. Biasanya digunakan untuk menarik ikan berkumpul, biar gampang ditangkap.

Tapi kalau dipasang oleh nelayan asing secara sembarangan dan masif, itu seperti bangun pagar listrik di tengah jalan umum. Akibatnya? Ikan-ikan takut lewat ke laut kita. Nelayan lokal pun harus melaut makin jauh, makin boros solar, dan makin tipis tabungan.

Kata Pak Ipunk (Direktur Jenderal PSDKP), nelayan-nelayan dari Sulawesi Utara, Biak, dan Maluku Utara sampai ngeluh karena lokasi tangkap makin jauh.

Bayangkan, ini seperti kita punya pohon mangga di halaman, tapi nggak bisa metik karena tetangga sudah pasang jaring dari malam.

Kita mesti ngaku, KKP kali ini seperti emak-emak yang pasang CCTV dan sapu lidi di gerbang rumah. Siapa maling lewat, langsung disapu tanpa ampun. Tapi bukan cuma urusan penangkapan, yang penting juga adalah bagaimana kita memanusiakan ikan dan nelayan.
Nelayan lokal harus jadi tuan rumah di laut sendiri, bukan jadi penonton dari kapal asing yang senyum-senyum sambil nyolong.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono sendiri sudah menegaskan bahwa illegal fishing ini tak hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga menggerus harga diri bangsa.

Lha iya, kalau sumber daya laut kita dikeruk terus, kita ini lama-lama bukan negara maritim, tapi negara mantan maritim.

Laut Indonesia itu ibarat kulkas nasional. Kalau kulkasnya terus-menerus dibobol maling, anak-anak kita besok makan apa?
Kedaulatan laut bukan cuma urusan armada dan bendera, tapi juga urusan isi piring rumah tangga.

Karena itu, langkah KKP patut kita dukung sambil kita teriak bersama
“Jangan kasih kendor, Pak! Laut ini bukan pasar loak!”

Dan kepada kapal-kapal asing yang suka nyelonong seenaknya, kami cuma ingin bilang.“Kalau niatnya nyolong, pulang sana, Bang. Kami di sini sudah cukup banyak utang, jangan ditambah luka ikan kami.”

“Bang, laut kita dijaga siapa sekarang?”
“Dijaga KKP, dan semoga kita semua ikut jaga juga. Biar anak cucu nanti bisa mancing, bukan mancing keributan.”

“Lebih baik jaring putus daripada kedaulatan bocor.”– Petuah nelayan senior, sambil ngopi di pinggir perahu. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari ke-6 retreat, Ini Kegiatan Gub. Sumsel

    Hari ke-6 retreat, Ini Kegiatan Gub. Sumsel

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Di hari ke-6 retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025), Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya berkesempatan mendengarkan paparan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Gibran menjadi salah satu momen penting bagi para peserta retreat dalam rangkaian acara yang […]

  • Angka Kemiskinan Tinggi, Walikota Palembang Diminta Untuk Menurunkan

    Angka Kemiskinan Tinggi, Walikota Palembang Diminta Untuk Menurunkan

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan meminta Wali Kota Palembang Harnojoyo menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang angkanya lebih tinggi dibandingkan di daerah lain. Hal ini dikemukakan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Asisten Ekonomi Keuangan Pembangunan, Ekowati Rerningsih, usai Musrenbang Kota Palembang, awal pekan ini. Ekowati menyebutkan, dibandingkan tahun lalu yang sempat minus, pertumbuhan ekonomi Palembang […]

  • Polda Jatim Pasang Tanda Waspada di Lokasi Rawan Bencana

    Polda Jatim Pasang Tanda Waspada di Lokasi Rawan Bencana

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.474
    • 0Komentar

    KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., ikut melakukan pantauan dari udara untuk mitigasi bencana erupsi maupun Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. “Akan kita buat penanda, di mana penanda tersebut akan mempertegas zona atau jalur yang berpotensi memiliki tingkat kerawanan bencana erupsi,” kemaren. Kapola Jatim Irjen. Pol. […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 6 Kasus Sembuh, 5 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 6 Kasus Sembuh, 5 Positif

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.422
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (8/11/2020) mengkonfirmasi penambahan 6 kasus sembuh dan 5 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 6 kasus sembuh dan 5 positif COVID-19 Minggu 8 November 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 5 kasus positif yakni diantaranya kasus 484 laki-laki usia 50 […]

  • Gajah Sumatra dan Kalimantan Jadi Fokus Konservasi 2026–2036, Konflik dengan Manusia Jadi Tantangan

    Gajah Sumatra dan Kalimantan Jadi Fokus Konservasi 2026–2036, Konflik dengan Manusia Jadi Tantangan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Gajah Sumatra dan Kalimantan menjadi fokus konservasi pemerintah untuk periode 2026-2036, dengan perlindungan habitat, penguatan populasi, serta penanganan konflik dengan manusia sebagai bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan satwa dilindungi tersebut. Upaya konservasi tersebut dituangkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan 2026–2036. Dokumen ini menjadi pedoman dalam […]

  • Borong 4 Gol, Simic Memang Macan Kemayoran

    Borong 4 Gol, Simic Memang Macan Kemayoran

    • calendar_month Selasa, 10 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Unggul 1-0 membuat semangat Macan Kemayoran tak kendor.

expand_less
WordPress Archive WooCommrece Product Price Visibility WooComposer – Page Builder for WooCommerce FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme