Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gajah Sumatra dan Kalimantan Jadi Fokus Konservasi 2026–2036, Konflik dengan Manusia Jadi Tantangan

Gajah Sumatra dan Kalimantan Jadi Fokus Konservasi 2026–2036, Konflik dengan Manusia Jadi Tantangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gajah Sumatra dan Kalimantan menjadi fokus konservasi pemerintah untuk periode 2026-2036, dengan perlindungan habitat, penguatan populasi, serta penanganan konflik dengan manusia sebagai bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan satwa dilindungi tersebut.

Upaya konservasi tersebut dituangkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan 2026–2036. Dokumen ini menjadi pedoman dalam menentukan arah, prioritas, serta aksi konservasi selama 10 tahun, mulai dari perlindungan habitat hingga pemberdayaan masyarakat.

Mengapa Habitat Gajah Perlu Dilindungi?

Kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada ketersediaan habitat yang aman dan ruang jelajah yang memadai. Karena itu, konservasi tidak cukup hanya menjaga populasi, tetapi juga memastikan habitat tetap terhubung dan dapat mendukung kebutuhan hidup satwa.

SRAK mencakup perlindungan dan pemulihan habitat, pengamanan populasi, serta pemeliharaan koridor dan konektivitas habitat. Koridor penting untuk menjaga pergerakan gajah antarkawasan dan mengurangi risiko terisolasinya populasi.

Perlindungan habitat juga berkaitan erat dengan upaya mencegah konflik antara gajah dan manusia. Ketika ruang hidup satwa semakin berdekatan dengan wilayah aktivitas manusia, peluang terjadinya perjumpaan dan konflik dapat meningkat.

Konflik Manusia dan Gajah Jadi Tantangan

Konflik manusia dan gajah menjadi salah satu tantangan dalam upaya konservasi. Penanganannya membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyelamatan satwa, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kehidupan masyarakat di sekitar habitat gajah.

Karena itu, pencegahan dan penanganan konflik menjadi bagian dari SRAK Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan. Pemberdayaan masyarakat juga diperlukan agar upaya perlindungan satwa dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat di sekitar habitat.

Konservasi Tidak Bisa Dilakukan Sendiri

Konservasi gajah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Perlindungan habitat, penguatan populasi, penanganan konflik, penegakan hukum, penelitian, pemantauan, hingga pembiayaan konservasi tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan SRAK harus menjadi pedoman kerja yang diterapkan secara nyata dan tidak berhenti sebagai dokumen.

“Jadi saya kira ini merupakan dokumen yang penting. Ayo kita kawal bersama agar SRAK ini tidak hanya memiliki fungsi teoritis, tapi juga praktis. Kalau kita konsisten, grafik (populasi) dalam 10 tahun bisa ditingkatkan dengan baik,” kata Raja Juli Antoni.

Penyusunan SRAK dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Kehutanan sebelumnya membentuk Tim Penyusun SRAK Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan melalui Surat Keputusan Direktur Konservasi Spesies Nomor 40 Tahun 2026.

Proses penyusunannya berlangsung sejak Maret 2026 melalui serangkaian pembahasan dan penyempurnaan bersama para pihak.

Pedoman Konservasi hingga 2036

SRAK Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan juga menjadi pedoman dalam implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan yang diterbitkan pada 15 Juni 2026.

Melalui Inpres tersebut, penyelamatan populasi dan habitat gajah ditegaskan sebagai agenda yang membutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, lintas sektor, lintas tingkat pemerintahan, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam pelaksanaannya, SRAK mencakup sejumlah aspek penting, yakni perlindungan dan pemulihan habitat, pengamanan dan penguatan populasi, pemeliharaan koridor dan konektivitas habitat, pencegahan dan penanganan konflik manusia dan gajah, penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, penelitian dan pemantauan, hingga penguatan pembiayaan konservasi.

Dengan implementasi yang konsisten dan kolaboratif, strategi konservasi hingga 2036 diharapkan mampu menjaga populasi Gajah Sumatra dan Kalimantan sekaligus mempertahankan habitat serta ruang jelajahnya.

Penanganan konflik manusia dan gajah juga menjadi bagian penting agar keberadaan satwa tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang hidup di sekitar habitatnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • April di Mulai Pendataan Keluarga di OKI, Ini Bedanya dengan Sensus Penduduk ?

    April di Mulai Pendataan Keluarga di OKI, Ini Bedanya dengan Sensus Penduduk ?

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    DINAS Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir akan menyelenggarakan pendataan keluarga mulai tanggal 1 April 2021. “Pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021 (PK21) perlu dilakukan persiapan-persiapan yang mengarah kepada efektivitas. Salah satunya menyiapakan Sumber Daya Manusia yang diperankan dalam pengorganisasian lapangan meliputi : Manager pengelolaan, manager data, supervisor dan kader pendata,” jelas […]

  • Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.444
    • 0Komentar

    CAKUPAN vaksinasi dosis pertama bagi penyandang disabilitas di 6 provinsi Jawa dan Bali diketahui telah mencapai 99,8% per 29 September 2021. Keenam provinsi yang dimaksud adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm hibah dari Raja Uni Emirat Arab didistribusikan kepada 225 ribu sasaran di […]

  • Ini Perlu Dipertahankan, Pemeriksaan BPK di Sumsel Lampaui Nasional

    Ini Perlu Dipertahankan, Pemeriksaan BPK di Sumsel Lampaui Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    LAGI-LAGI, kinerja Gubernur Sumsel H. Herman Deru memimpin Sumsel menuai apresiasi. Kali ini apresiasi tersebut datang dari Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara IV, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFTA. Isma mengakui kehebatan kepemimpinan Herman Deru sejak tiga tahun terakhir karena mampu membuat capaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan […]

  • Dodi  : Setiap Warna Ciptaan Allah SWT, Tidak Mesti LGBT

    Dodi  : Setiap Warna Ciptaan Allah SWT, Tidak Mesti LGBT

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.740
    • 0Komentar

    Trotoar Jalan di Gerbang Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin  mendapat pernilaian warga Banyuasin, tanpa disadari ada yang menilai, identik warna- warni tersebut warna digunakan GLBT [lesbian, gay, biseksual, dan transgender”]. NAMUN salah satu Pengacara Kondang dan Kuasa Hukum Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Dodi ik Advokat Hukum mengatakan yang dilarang itu LGBT-nya, bukan soal warna. Kalau  soal […]

  • PKP Sumsel Tangani Serius Backlog dan Rumah Tak Layak Huni.

    PKP Sumsel Tangani Serius Backlog dan Rumah Tak Layak Huni.

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.078
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dalam dunia properti ‘Backlog’ dapat diartikan sebagai kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan oleh rakyat, di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), backlog mencapai sekitar 500 ribu unit, sedangkan Sedangkan rumah tidak layak huni di Sumsel mencapai 170 ribu unit rumah. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sumsel Mansyur […]

  • Puskesmas Muba Persiapkan Diri Menuju BLUD

    Puskesmas Muba Persiapkan Diri Menuju BLUD

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    PEMKAB. Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan Muba melakukan persiapan terhadap penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terhadap 28 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muba, di Ruang Rapat Ranggonang Lantai 3 Senin (14/12/20). Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi […]

expand_less
WordPress Archive Charity Home – Fundraising WordPress Theme Charity Hub – Nonprofit / Fundraising WordPress Charity Pro – Fundraising WordPress Theme Charity WordPress Theme CharityHeart – Charity Responsive WordPress Theme Charry – Non Profit Charity WordPress Themes Chartli WordPress Interactive Chart Plugin Charts and graphs WordPress Visual Designer Chat – Support Board – OpenAI Chatbot – WP ChatBot for WooCommerce