Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di malam yang biasanya cuma jadi tempat pacaran remaja dan jualan jagung bakar, Monpera Palembang mendadak berubah jadi panggung kejayaan! Bukan karena konser dangdut atau flashmob TikTok, tapi karena Festival Sriwijaya XXXIII Tahun 2025 resmi digelar dengan tema “The Glory of Sriwijaya”. Sebuah tema yang terdengar megah, seolah-olah Palembang siap jadi Athena-nya Asia Tenggara. Tepuk tangan dulu, tapi jangan lama-lama, nanti disangka nyamuk lagi tepuk tangan.

Gubernur Sumsel, yang biasa disapa HD, dengan lantang mengatakan  Festival Sriwijaya ini masuk ke dalam 110 Karisma Event Nusantara Kemenparekraf RI. Artinya, festival ini bukan sembarang acara pentas seni SD. Ini event kelas nasional, geng… eh, maksud kami saudara-saudari sekalian!. Bahkan Sumsel punya dua wakil Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar. Tambah lagi, Sumsel Grand Fondo dan Dempo Run. Lengkap sudah dari budaya sampai keringetan.

Ia bilang, Sriwijaya itu bukan cuma cerita sejarah, tapi semangat yang harus diwariskan. Ya, mirip seperti pusaka nenek jangan cuma disimpan di lemari, tapi dijaga dan ditunjukkan ke dunia.

Jangan sampai kita sibuk upload konten Korea dan drakor, tapi lupa kalau dulu leluhur kita punya kerajaan maritim terbesar se-Asia Tenggara. Kalau nenek moyang kita bisa bikin Sriwijaya berjaya tanpa sinyal 5G, masa kita kalah gara-gara sinyal WiFi lemot?

Menurut Plt. Kadisbudpar Sumsel, Pandji Tjahjanto, festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan. Tapi juga panggung bagi UMKM, sejarah, dan promosi pariwisata. Ini semacam sayembara modern untuk membangkitkan ekonomi siapa bilang budaya gak bisa cuan?

Bayangkan, sambil nonton teatrikal kejayaan Sriwijaya, kita juga bisa belanja produk lokal, minum kopi liberika, dan beli batik motif perahu bidar. Ekonomi kreatif jalan, budaya tetap eksis.

Kalau ini dijaga serius, bukan tak mungkin Palembang bisa nyusul Jogja atau Bali. Jangan-jangan nanti turis asing salah naik LRT, dikira monorel langsung ke Borobudur, padahal cuma ke Bandara SMB II, he..he..!!.

Tapi… mari kita kasih bumbu sedikit. Jangan cuma festivalnya aja yang megah, jangan Monpera-nya yang kinclong tiap tahun saat acara, tapi setelah itu kembali jadi tempat mangkal tukang parkir liar.

Jangan pula budaya hanya dijadikan dekorasi tahunan. Kita ingin budaya jadi gaya hidup, bukan sekadar seremonial. Jangan kayak pasangan yang cuma romantis pas ulang tahun doang.

Sebab, Sumsel ini ibarat warung kopi yang punya racikan legendaris, tapi pelanggannya lebih percaya kopi sachet. Kita harus pintar menyeduh kembali semangat Sriwijaya diseruput pelan-pelan, tapi nikmatnya sampai ke hati.

Kalau terus dijaga, bisa saja nanti kita punya “Sriwijaya Cultural City” ala-ala, yang jadi rujukan negara ASEAN, bahkan bikin negara lain bilang, “Wah, Sriwijaya! Itu legenda yang hidup, bukan cuma cerita museum.”

Pepatah bilang “Yang menjaga sejarah, akan punya masa depan. Yang cuma bikin event tahunan, nanti tinggal kenangan.”

Festival Sriwijaya ini bukan sekadar pesta mata, tapi peluang nyata. Tapi jangan lupa, budaya itu harus dirawat, bukan hanya dipertontonkan.

Sriwijaya bisa jadi inspirasi, asal kita tidak cuma tepuk tangan, tapi juga ikut menabuh gendang perubahan. Kalau perlu, kita bikin Media sosial seperti TikTok edukatif tentang kejayaan Sriwijaya, daripada joget gak jelas pakai lagu India di depan kolam retensi.

Mari kita buat Sumsel bukan cuma ‘Bumi Sriwijaya’ di spanduk, tapi juga di hati, di jalan, di konten, dan di ekonomi kita. Jangan sampai turis tahu Sriwijaya dari Wikipedia, tapi orang Palembang malah mikir itu nama restoran. Monpera sudah bicara. Sekarang giliran kita yang menjawabnya, bukan dengan angkot, tapi dengan karya.

Selain itu Festival Sriwijaya bukan sekadar ajang hiburan, tapi momentum untuk merekatkan sejarah, budaya, dan masa depan karena bangsa yang besar bukan yang punya panggung megah, tapi yang tahu cara menghormati warisan leluhurnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh Masyarakat di OKI Ini Nilai Jaksa Sahabat Desa Perlu Dilanjutkan, Alasannya ?

    Tokoh Masyarakat di OKI Ini Nilai Jaksa Sahabat Desa Perlu Dilanjutkan, Alasannya ?

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    PROGRAM Jaksa Sahabat Desa milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir dinilai masyarakat harus dipertahankan karena tujuan mulianya untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi dana desa di Ogan Komering Ilir (OKI). “Prinsipnyakan mengutamakan pencegahan dan diharapkan dapat meminimalisir korupsi dana desa bukan justru sebaliknya melindungi para kepala desa untuk melakukan penyimpangan. Itu salah kaprah” ungkap […]

  • Update COVID-19 Muba: Kembali Bertambah 11 Kasus Sembuh, 10 Positif Covid

    Update COVID-19 Muba: Kembali Bertambah 11 Kasus Sembuh, 10 Positif Covid

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 635
    • 0Komentar

      GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (18/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 11 kasus sembuh dan 10 positif. “Ada penambahan 11 kasus sembuh dan 10 positif per 18 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2746 perempuan 56 tahun asal Bayung Lencir, kasus […]

  • Sebagai Provinsi Religius, Sumsel Sukses  Tuan Rumah PTQ Ke 51 Tingkat Nasional

    Sebagai Provinsi Religius, Sumsel Sukses  Tuan Rumah PTQ Ke 51 Tingkat Nasional

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.991
    • 0Komentar

    DITUNJUKNYA Provinsi Sumatera Selatan (Sumel) sebagai tuan rumah Pekan Tilawatil Qur’an ( PTQ) ke 51 Tingkat Nasional Tahun 2021 menjadi kebanggan tersendiri bagi provinsi ini. Karena menjadi bukti nyata bahwa Sumsel sebagai daerah religius yang terus berupaya menyeimbangkan antara  pembangunan fisik dengan pembangunan mental spiritual. “PTQ Tingkat Nasional ini menjadi pestasi bagi Provinsi Sumatera Selatan. Harapan […]

  • Antisipasi Varian Mu di Tanah Air, Awasi Seluruh Area Pintu Masuk di RI, Pemerintah : Jangan Sampe Alami Gelombang III

    Antisipasi Varian Mu di Tanah Air, Awasi Seluruh Area Pintu Masuk di RI, Pemerintah : Jangan Sampe Alami Gelombang III

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.280
    • 0Komentar

    PEMERINTAH bergerak cepat mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian Mu ke tanah air dengan meningkatkan pengawasan di seluruh area pintu masuk ke Indonesia dari luar negeri. “Pemerintah bergerak cepat dan tepat untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 Varian Mu atau B.1.621. Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga Covid-19,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G […]

  • Kawasan Jalan Beringin Janggut Bakal Disulap Seperti China Town Kuala Lumpur

    Kawasan Jalan Beringin Janggut Bakal Disulap Seperti China Town Kuala Lumpur

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.813
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  berkeinginan melakukan penataan dikawasan  Jalan   Beringin Janggut 17 Ilir Palembang menjadi  pasar kembaran China Town di Kuala Lumpur Malaysia. Hal tersebut diungkapkannya ketika meresmikan Toko Jaya Raya Solution 2  yang berlokasi di Jalan. Beringin Janggut Palembang, Selasa  (15/1/2019). Untuk melakukan  penataan kawasan pasar di sepanjang Jalan Beringin […]

  • Di Palembang, UNBK  Hanya Diikuti 24 SMP Negeri

    Di Palembang, UNBK Hanya Diikuti 24 SMP Negeri

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dinas Pendidikan Kota Palembang menyebutkan hanya 24 SMP Negeri dari 97 SMP Negeri di Palembang yang mengikutiUjian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 22 April mendatang menyusul peran serta masyarakat masih sangat minim. “Ada 97 SMP Negeri dan swasta di Palembang, yang akan mengikuti UNBK pada 22 April nanti,” ungkap Kasi Kurikulum SMP, Dinas […]

expand_less
WordPress Archive Switch – Payment App Elementor Template Kit Syantik - Beauty Product Elementor Template Kit Sycho – Psychology and Counseling WordPress Theme Synauw Online Course Education Elementor Template Kit Syner – Creative Agency Elementor Template Kit Syngenic – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit SYNO Before After Image Comparison Plugin SYNO WooCommerce Product Carousel SYNTRA – SEO & Digital Marketing Agency Template Kit Syra – Minimal Showcase Portfolio WordPress Theme