Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Duh, Kebudayaan Palembang-Sumsel Terancam Pudar Ditelan Zaman

Duh, Kebudayaan Palembang-Sumsel Terancam Pudar Ditelan Zaman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Des 2018
  • visibility 1.517
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG -Setelah masuk di era millenial seperti sekarang ini, seakan warisan kebudayaan yang ada di Palembang, khususnya di Sumsel saat ini nampaknya mulai pudar ditelan zaman lantaran pementasan budaya serta pelaku seni di Kota Palembang sudah kian berkurang.

Bahkan tidak lagi dikenal masyarakat, ironisnya lagi jauh dari keinginan masyarakat untuk menikmati pentas seni warisan leluhur sendiri, sehingga dengan kondisi itu  mendapat perhatian serius Pengamat Budaya Sumsel, Vebri Alintani. Menurutnya, warisan budaya saat ini rata-rata sudah terancam dan tergerus zaman.

“Kami mencatat ada 24 budaya harta benda budaya warisan Sumsel yang harus mendapat perhatian serius, baik pemerintah daerah maupun pusat,”ungkapnya.

Vebri mencontohkan, seperti kesenian tradisional Palembang Dul Muluk yang diklaim menjadi warisan budaya Sumsel, padahal aslinya murni dari Kota Pempek.

Selain itu, kata Vebri, seperti kesenian Guritan yang ada di Kabupaten Lahat, Muaraenim, Pagaralam serta OKU Selatan saat ini nampak jarang sekali terlihat di tengah warga setempat.

“Kenyataan dilapangan pemda setempat belum membuat program yang baik untuk melestarikan budaya, artinya Pemerintah Provinsi harus mengambil alih dan dijadikan perhatian, agar ke depan setiap Kabupaten/kota harus ada terlihat pengembangannya,”ujarnya disela Pergelaran Seni Budaya Warisan Indonesia Takbenda (WBTB) Indonesia Sumatera Selatan yang digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Palembang, Kamis (13/12/18).

Regenerasi dari pelaku seni juga, tambah Vebri saat ini sulit berjalan, karena kemunculan seperti sanggar seni sudah semakin menipis. Namun demikian, tiap orang yang memiliki jiwa seni biasanya berkumpul dengan komunitas mereka sendiri.

“Tinggal lagi dari Pemda setempatnya memiliki kemauan atau tidak untuk membudayakan warisan budaya di daerah itu sendiri, agar terpelihara dengan baik,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengikuti kongres kebudayaan yang dihadiri seluruh pelaku seni, serta budaya se-Indonesia. Kebijakannya tentu mendukung tentang kebudayaan di daerah masing-masing.

“Kebijakan dari Kongres kebudayaan itu sangat mendukung, bahkan siap terlibat dalam kegiatan melestarikan kebudayaan ini,”tutupnya.[**]

Penulis : Faldy

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

    Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pada debat IV Pemilihan Presiden 21 Januari 2024 yang bertema besar pembangunan berkelanjutan, Prof. Mahfud MD menyampaikan TIGA masalah utama yang menghambat tercapainya pembangunan berkelanjutan. Pertama, tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan yang masih buruk. Selanjutnya, pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat. TIGA, ketidakadilan tanggung jawab ekologis di tingkat global. Andi Widjajanto, […]

  • Hadiri Pelantikan Kades, RW, & RT, Bupati Banyuasin :” Tak Ada Istilah Gagal, Siap-siap Kami Pecat, Itu Komitmen”

    Hadiri Pelantikan Kades, RW, & RT, Bupati Banyuasin :” Tak Ada Istilah Gagal, Siap-siap Kami Pecat, Itu Komitmen”

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.741
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani, SH. MH menegaskan agar PJ Kepala Desa, RW, dan RT dapat selalu menjaga kekompakan, memberikan pelayanan semaksimal mungkin demi menjaga kerukunan masyarakat, bahkan tak  ada istilah gagal “Mulai dari OPD, Camat, Lurah dan Desa sudah kami katakan, tidak mau dengar ada kata gagal, jika tidak benar siap-siap kami pecat, itu komitmen […]

  • Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) dan SE itu mengajak agar selalu waspada. SE tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 27 […]

  • Sampah Plastik Bernilai Ekonomis

    Sampah Plastik Bernilai Ekonomis

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba resmi mengirim Sampah Plastik Bernilai Ekonomis, pada Tempat Pemilihan Sampah Terpadu (TPST), Kampung Teladan Kecamatan Sekayu, (10/11/2020). Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro SH MHum, mengatakan, kegiatan tersebut adalah penyaluran sampah plastik dari kelompok sosial masyarakat (KSM) Tempat Pemilahan Sampah Terpadu (TPST) Teladan yang mengelola sampah […]

  • Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai

    Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo tengah berupaya mengubah citra negatif sebagai ‘petugas partai’ yang melekat pada dirinya. Lewat pernyataan-pernyataan tegas di depan publik, Ganjar tengah tampil sebagai sosok yang independen dan tak mudah disetir. “Saya kira memang Ganjar harus menunjukkan independen karena memang salah […]

  • Sidang Pertama Pembuang Sampah Di Palembang Dimulai Pekan Depan

    Sidang Pertama Pembuang Sampah Di Palembang Dimulai Pekan Depan

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    PEKAN depan pembuang sampah yang tertangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang akan disidang. Ini menjadi sidang tipiring pertama yang dilakukan satuan penegak Perda (Peraturan Daerah) Kota Palembang setelah melalukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pengadilan Negeri (PN) Palembang beberapa waktu lalu. Kepala Satpol PP Kota Palembang, Guruh Agung Putra Jaya mengatakan, penegakkan […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Custom Order Status Premium YITH WooCommerce Customer History Premium YITH WooCommerce Customize My Account Page Premium YITH WooCommerce Delivery Date Premium YITH WooCommerce Deposits and Down Payments Premium YITH WooCommerce Dynamic Pricing and Discounts Premium YITH WooCommerce Email Templates Premium YITH WooCommerce EU Energy Label Premium YITH WooCommerce EU VAT Premium YITH WooCommerce Featured Audio & Video Content Premium