Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Green Tea, Green Deal: Saat Bandeng, Tramway & Surya Ngopi Bareng di Osaka

Green Tea, Green Deal: Saat Bandeng, Tramway & Surya Ngopi Bareng di Osaka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 595
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau biasanya orang ke Jepang itu nyari sakura, ramen halal, atau sekadar numpang selfie di Shibuya yang katanya lebih ramai dari pasar 16 Ilir waktu diskon, kali ini Indonesia malah datang dengan niat mulia  nyari cuan hijau.

Tapi bukan cuan dari nyolong daun teh atau bambu tetangga, melainkan investasi berkelanjutan yang katanya ramah lingkungan, ramah UMKM, dan tentu saja ramah masa depan.

Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka mendadak jadi warung kopi diplomatik tempat bandeng, panel surya, dan tramway ngopi bareng. Forum bisnis yang digelar Bank Indonesia lewat tema “Sustainable Growth through Connectivity: Unlocking Indonesia’s Green Investment Opportunities” ini tak ubahnya seperti arisan RT tapi levelnya internasional. Pesertanya 70 orang, dari Jepang sampai ke Jambi, dari bank sentral sampai pembudidaya ikan bandeng yang nyaris viral di TikTok.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, tampil seperti kepala suku keuangan hijau. Beliau menyampaikan bahwa transformasi ekonomi yang tangguh dan ramah lingkungan itu ibarat bikin tempe  kalau kedelainya busuk, hasilnya juga anyep. Maka dari itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mirip masak rendang bareng, ada yang bagian ngiris bawang, ada yang kipas arang, ada juga yang bagian nyicipin doang.

Bank Indonesia juga nyatakan dukungan terhadap sistem pembayaran digital dan pemberdayaan UMKM. Nah, ini penting. Karena tanpa UMKM, kita tak lebih dari negara besar dengan warung kecil yang megap-megap. Digitalisasi itu seperti mengganti cangkul dengan dronelebih cepat, lebih presisi, tapi tetap butuh orang yang tahu cara nyalainnya.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, juga mengingatkan bahwa hubungan Indonesia-Jepang ini sudah kayak hubungan menantu dan mertua  akrab, strategis, tapi tetap harus hati-hati kalau ngomong.

Mereka saling bantu di dapur ekonomi hijau dan hilirisasi industri. Pepatah bilang, “Kalau ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri. Tapi kalau mau investasi triliunan, bawa proposal ke Jepang.”

Dan hasilnya? Wah, bukan kaleng-kaleng. Ada Letter of Intent alias surat cinta berbau bisnis dari investor Jepang. Ada yang mau bangun Bogor Tramway biar warga Bogor bisa ngacir ke pasar tanpa bonceng motor mertua.

Ada juga pembangkit listrik tenaga surya apung ini beneran apung, bukan mengapung di utang. Ada proyek budidaya bandeng terintegrasi (mungkin nanti bandengnya bisa upload story sendiri), dan proyek pengelolaan limbah jadi RDF, alias Refuse-Derived Fuelsemacam bensin dari sampah, cocok buat yang hobinya ngeluh tapi tak buang sampah pada tempatnya.

Tak kalah penting, forum ini juga ngangkat isu transaksi pakai mata uang lokal (LCT) dan peluang investasi hijau yang katanya bikin investor Jepang makin sumringah, kayak nemu sushi isi rendang. Sesi business matching pun seperti speed dating versi ekonomi. Ada 35 calon investor ketemu 10 pemilik proyek. Siapa tahu jodoh investasi bisa tumbuh dari pandangan pertama dan spreadsheet yang menarik.

Kalau boleh jujur, forum seperti ini seharusnya bukan jadi acara musiman. Jangan sampai kita hanya rajin dandan kalau ada World Expo, tapi lupa kalau ekonomi hijau itu bukan sekadar janji manis di depan investor.

Seperti kata pepatah Bugis yang entah dari mana asalnya “Kalau daun lontar bisa jadi kitab, maka proposal investasi pun bisa jadi sejarah—asal jangan dibuang ke laci begitu pulang.”

Osaka mungkin tempatnya sumo dan sushi, tapi pekan ini juga jadi tempat bandeng, tramway, dan proyek panel surya bersatu dalam forum cinta eh, maksudnya forum bisnis. Mari kita jaga semangat ini, karena dunia sedang menuju era hijau, dan Indonesia tak boleh cuma jadi penonton yang tepuk tangan sambil nyalain lampu minyak.

Jepang sudah sedia modal, kita sediakan semangat. Kalau keduanya nyambung, masa depan kita bisa lebih terang dari solar panel siang bolong.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyatakan bauran pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), telah mencapai 13 persen atau setara 7,9 gigawatt (GW) dari total kapasitas pembangkit sebesar 63 GW per Juni 2021. “Kami berkomitmen penuh mendukung pemerintah mencapai target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025,” kata Zulkifli melalui keterangan […]

  • Keren, Ternyata Produk Sabun Indonesia Diminati Pasar Mesir

    Keren, Ternyata Produk Sabun Indonesia Diminati Pasar Mesir

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.031
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Tanta, Mesir – Keren, ternyata produk sabun dan produk pembersih dari Indonesia tetap diminati di pasar Mesir, meski bea masuk tergolong masih tinggi, produk sabun  Indonesia tetap dapat menghiasi etalase toko-toko di Mesir.”Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir meski bea masuk termasuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari,” tutur Dubes Lutfi. […]

  • Pandemi Covid Masih Menyebar, Jangan Terlena dengan Turunnya Kasus COVID-19

    Pandemi Covid Masih Menyebar, Jangan Terlena dengan Turunnya Kasus COVID-19

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

      PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan para ketua asosiasi di bidang ekonomi dan bisnis, di Istana Negara, Jakarta belum lama ini. Di hadapan para pengusaha, Kepala Negara menyampaikan perkembangan terkait penanganan COVID-19 di tanah air yang mengalami perbaikan. Meski demikian, Presiden meminta para pengusaha untuk tetap waspada. “Ini saya hanya cerita ini untuk […]

  • Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

    Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Posyandu Nasional 2026 di Palembang, pemerintah kota kembali menegaskan peran Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat. Di Posyandu Lavender, Kecamatan Sematang Borang, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani, menekankan Posyandu kini bergerak melampaui fungsi tradisionalnya. Ia menyebutkan Posyandu tidak lagi hanya melayani penimbangan balita, tetapi juga menggerakkan layanan terpadu berbasis […]

  • Juara Model Berprestasi, Agensi Lirik Siswi Asal Kab. Muara Enim Ini untuk Tampil di Sinetron

    Juara Model Berprestasi, Agensi Lirik Siswi Asal Kab. Muara Enim Ini untuk Tampil di Sinetron

    • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.658
    • 0Komentar

    SALWA  Alpina Kenedy  putri berprestasi asal Kabupaten Muara Enim berhasil menjadi juara, pada ajang bergengsi Model Berprestasi dilaksanakan di Palembang. Siswi SMA Negeri 2, kelas I yang berusia lima belas tahun ini, berhasil mengalahkan pesaingnya. Berkat predikat itu,  Salwa diganjar kontrak oleh salah satu agensi yang akan mengorbitkannya menjadi aktris profesional di Jakarta dan akan […]

  • Menengok Aksi Forkopimcam Obok-obok Hiburan Malam

    Menengok Aksi Forkopimcam Obok-obok Hiburan Malam

    • calendar_month Selasa, 19 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    Membubarkan secara paksa tempat-tempat hiburan yang terkesan banyak mudharatnya daripada manfaat, merupakan langkah tepat Pemkab Muba, apalagi  sudah ada  landasan hukumnya.   Sumselterkini.co.id,Bayung Lencir – Alunan music remix yang keras yang dimainkan organ tunggal di saat hiburan malam cukup menganggu telinga masyarakat yang tinggal di Wilayah RT 35 Dusun V, Desa Mangsang (wilayah areal mess karyawan PT Pinang Wit […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments WooCommerce Availability Scheduler WooCommerce Aweber Newsletter Subscription WooCommerce B2B WooCommerce Backorder Manager Pro